Di mana biasanya Anda berbelanja kebutuhan pokok? Apakah Anda sering berbelanja di supermarket atau di toko kelontong seperti pasar atau warung di dekat rumah? Pernahkan Anda berpikir mengenai sistem akuntansi apa yang mereka gunakan? Berdasarkan kegiatannya supermarket ataupun toko kelontong digolongkan dalam perusahaan dagang.  Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang, menyimpannya, dan menjual kembali barang dagangan tersebut kepada konsumen tanpa memberikan nilai tambah. Nilai tambah yang dimaksud yaitu mengubah atau mengolahnya sehingga nilai dan/atau harga barangnya menjadi tinggi. Oleh karena itu sistem akuntansi yang digunakan juga sistem akuntansi perusahaan dagang.

 

Dari pengertian di atas maka kita dapat memahami bahwa akuntansi pada perusahaan dagang harus memiliki sistemuntuk mencatat pembelian, menyajikan informasi mengenai persediaan barang dagangan serta mencatat transaksi penjualan dan biaya atas barang dagangan tersebut atau biasa dikenal dengan harga pokok penjualan. Berikut ini akan dibahas mengenai jenis transaksi dan perlakuan akuntansi yang terjadi di perusahaan dagang.

 

Pembelian

Transaksi pembelian dilakukan agar perusahaan memiliki persediaan barang dagangan untuk dijual. Terdapat dua metode dalam pencatatan barang dagangan, yaitu sistem periodik dan sistem perpetual. Hal ini membuat perbedaan juga dalam pencatatan akuntansi untuk setiap transaksinya. Berikut ini pencatatan jurnal untuk transaksi pembelian:

a. Pembelian secara tunai dengan pencatatan sistem persediaan periodik

Pembelian (D)    

xxx

 

Kas (K)   

 

xxx

 

b. Pembelian secara kredit dengan pencatatan sistem persediaan periodik

Pembelian (D)    

xxx

 

Utang Dagang(K)   

 

xxx

 

c. Pembelian secara tunai dengan pencatatan sistem persediaan perpetual

Persediaan Barang Dagang (D)    

xxx

 

Kas (K)   

 

xxx

 

d. Pembelian secara kredit dengan pencatatan sistem persediaan perpetual:

Persediaan Barang Dagang (D)    

xxx

 

Utang Dagang (K)   

 

xxx

 

Dari keempat jurnal di atas, Anda dapat mengetahui perbedaan pencatatan sistem perpetual dan sistem periodik. Sistem periodik akan mencatat jumlah persediaan barang dagangan pada saat akhir periode dengan melakukan perhitungan fisik. Sementara sistem perpetual akan mencatat persediaan barang dagangan secara langsung pada akun persediaan. Atas perbedaan yang terjadi maka di akhir periode pada sistem periodik akan mencatat harga pokok penjualan sebagai berikut:

 

Harga Pokok Penjualan (D)

xxx

 

Pembelian (K)   

 

xxx

 

Penjualan

Perlakuan akuntansi pada perusahaan dagang untuk transaksi penjualan hampir sama dengan transaksi pembelian. Pada sistem perpetual, pencatatan penjualan ada dua buah jurnal yang harus dibuat. Yaitu jurnal untuk mencatat penjualan dan jurnal untuk mencatat harga pokok penjualan (HPP). Hal ini disebabkan sistem perpetual yang pencatatannya langsung terhubung ke akun persediaan. Berikut ini pencatatan jurnal untuk transaksi penjualan:

a. Pembelian secara tunai dengan pencatatan sistem persediaan periodik

Kas (D)

xxx

 

Penjualan (K)   

 

xxx

 

b. Pembelian secara kredit dengan pencatatan sistem persediaan periodik

Piutang Dagang (D)

xxx

 

Penjualan (K)   

 

xxx

 

c. Pembelian secara tunai dengan pencatatan sistem persediaan perpetual

– Mencatat Penjualan

Kas (D)

xxx

 

Penjualan (K)   

 

xxx

 

– Mencatat HPP

HPP (D)

xxx

 

Persediaan Barang Dagangan(K)   

 

xxx

 

d. Pembelian secara kredit dengan pencatatan sistem persediaan perpetual

– Mencatat Penjualan

Piutang Dagang (D)

xxx

 

Penjualan (K)   

 

xxx

 

– Mencatat HPP

HPP (D)

xxx

 

Persediaan Barang Dagang (K)   

 

xxx

 

Diskon dan Retur

Terkadang pada situasi tertentu seperti akhir tahun, atau jika ada perayaan,  perusahaan biasanya mengadakan diskon. Selain itu, ada pula pengembalian barang yang biasanya dilakukan oleh para pembeli karena barang yang dibeli terdapat cacat atau ada ketidaksesuaian barang. Pengembalian barang dagangan itu biasanya disebut dengan istilah retur.  Adanya diskon dan retur yang diberikan juga harus dicatat dalam jurnal. Berikut ini jurnal pencatatan untuk diskon dan retur:

– Mencatat diskon penjualan

Diskon Penjualan (D)

xxx

 

Piutang Dagang (K)   

 

xxx

 

– Mencatat retur dan potongan harga penjualan

Retur dan Potongan Penjualan (D)

xxx

 

Piutang Dagang (K)   

 

xxx

Persediaan Barang Dagang (D)

   

HPP (K)   

   

 

– Mencatat retur dan potongan pembelian menggunakan sistem persediaan perpetual

Utang Dagang (D)

xxx

 

Persediaan Barang Dagang (K)   

 

xxx

(Persediaan barang dagang dicatat pada kredit karena retur dan potongan pembelian secara langsung mengurangi jumlah persediaan barang dagangan).

 

– Mencatat retur dan potongan pembelian menggunakan sistem persediaan periodik

Utang Dagang (D)

xxx

 

Retur dan Potongan Pembelian (K)   

 

xxx

Itulah jenis transaksi dan pencatatan akuntansi yang harus Anda pahami pada perusahaan dagang. Anda dapat mengerjakannya dengan mudah jika melakukannya menggunakan software akuntansi. Jurnal adalah software akuntansi online yang dapat membantu Anda menjalankan sistem akuntansi perusahaan Anda dengan cepat. Anda hanya perlu menginput semua transaksi ke dalam Jurnal, kemudian Jurnal akan secara otomatis akan mengolahnya menjadi laporan keuangan secara instan. Temukan info dan fitur lain dari Jurnal di sini.