5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda Pahami

Sudah sewajarnya para pengusaha memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengembangkan bisnis mereka. Salah satunya, perkembangan teknologi dimanfaatkan untuk strategi, usaha, atau kiat pemasaran bisnis. Di tahun-tahun terakhir ini, sudah banyak bisnis yang memanfaatkan Digital Marketing dalam kiat pemasarannya. Namun, tentu sebelum mengaplikasikannya, Anda sebagai pebisnis perlu memahami istilah-istilah yang terdapat di dalam Digital Marketing.

Sudahkah Anda mempertimbangkan untuk memanfaatkan fitur kecerdasan buatan Artificial Intelligence (AI) dalam kampanye pemasaran Anda? Apakah Anda menggunakan relevansi kata kunci untuk meningkatkan hasil Search Engine Optimization (SEO) Anda? Tahukah Anda akan fungsi dari fitur Lookalike Audience pada platform periklanan Facebook? Apakah Anda mengoptimalkan peringkat AdWords Anda dengan meningkatkan Quality Score Anda?

Istilah-istilah tersebut adalah istilah-istilah yang tidak asing dalam dunia Digital Marketing di abad ini. Lebih detailnya, berikut lima istilah yang biasa didengar dalam dunia Digital Marketing yang perlu Anda ketahui!

Kecerdasan Buatan Artificial Intelligence (AI)

5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda Pahami AI merupakan salah satu istilah Digital Marketing yang mulai populer dari sekitar tahun 2017. Namun, teknologi AI sendiri semakin berkembang dan lebih mudah digunakan oleh pengguna khususnya dalam praktik pemasaran. Lebih jelasnya, AI adalah bidang ilmu komputer yang menekankan penciptaan mesin cerdas yang bekerja dan bereaksi seperti manusia. Dengan AI, aktivitas seperti respon pengenalan suara, perencanaan dan penyelesaian masalah terkait bisnis dan pemasaran sekarang dapat dilakukan secara otomatis.

Namun, apa arti AI bagi Digital Marketing? Banyak orang yang menduga bahwa para pemasar yang mulai menggunakan AI akan mendapatkan manfaat yang sangat besar. AI benar-benar berfungsi secara efektif untuk meningkatkan performa pemasaran bisnis.

3 Tahapan Pengalaman Konsumen yang Dihasilkan AI

  • Menarik perhatian konsumen

Pemrosesan bahasa alami (Natural Language Processing) (NLP) dan generalisir bahasa alami (Natural Language Generation) (NLG) yang digunakan di AI dapat mengotomatisasi dan mempercepat pembuatan strategi konten untuk kebutuhan pemasaran. Konten yang dibuat diharapkan dapat menarik perhatian konsumen untuk membeli produk bisnis Anda.

  • Konversi

Sistem AI dapat mempersonalisasi dan menguji landing page dan meningkatkan konversi pemasaran. Landing page adalah halaman situs yang secara otomatis dikunjungi pelanggan ketika mereka meng-klik AdWord, AdBanner, dan jenis periklanan digital lain yang Anda buat. Sedangkan konversi adalah hasil dari keputusan pengunjung web atau media sosial untuk membeli poduk atau jasa bisnis Anda ketika mereka selesai mengunjungi web atau media sosial bisnis Anda.

Fitur yang dimiliki AI dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dengan memberikan pembeli banyak informasi lebih dari apa yang mereka inginkan.

Pemasaran Kontekstual (Contextual Marketing)

5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda PahamiIstilah ini berfungsi memberikan konten yang tepat pada saat yang tepat berdasarkan preferensi klien atau pelanggan potensial. Dengan menggunakan pertimbangan target perilaku pelanggan dan membangkitkan kesadaran brand (Brand Awareness), Pemasaran Kontekstual memberikan hasil yang lebih efektif bagi para pemasar bisnis. Ini meningkatkan keakuratan target iklan Anda berdasarkan informasi dari publik seperti hasil pencarian terbaru dan riwayat web yang biasa diakses melalui mesin pencari seperti Google dan lainnya. Tujuannya jelas untuk menawarkan produk dan jasa bisnis Anda kepada target pelanggan.

Manfaat Pemasaran Kontekstual bagi Pemasar :

  • Efektivitas biaya

Anda sebagai pemasar tidak memerlukan dana investasi besar. Anda hanya perlu mengumpulkan data yang tepat dalam alat yang biasa disebut Customer Relationship Management (CRM).

  • Target Traffic

Dengan berfokus pada perilaku dan demografi tertentu, Anda dapat memberikan prospek bisnis Anda saat calon pelanggan akan membuat keputusan pembelian.

  • Pengalaman Pelanggan (User Experience) yang Disempurnakan

Pemasaran Kontekstual sangat dipersonalisasi, pesan pemasaran akan dikirim ke konsumen secara tepat waktu dan diposisikan secara strategis. Ini lebih efisien dibandingkan Anda “membombardir” mereka dengan pesan pemasaran yang sebenarnya tidak mereka inginkan.

  • Peningkatan Keterlibatan Pelanggan

Anda tidak hanya bisa memperkenalkan brand Anda di depan pelanggan. Namun Anda dapat mendorong partisipasi aktif pelanggan terhadap brand Anda dengan memanfaatkan Pemasaran Kontekstual.

  • Tidak Mengganggu Konsumen

Dengan waktu dan kondisi yang tepat, kiat pemasaran Anda tidak tampak seperti iklan pada umumnya. Pesan pemasaran Anda justru akan muncul sebagai solusi untuk masalah para konsumen.

  • Penjualan dan Pendapatan Lebih Besar

Pemasaran Anda dikondisikan dan dipersonalisasi dengan target yang tepat, tingkat konversi akan lebih tinggi dan penjualan akan meningkat.

Biaya Per Akuisisi (BPA)

5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda PahamiBPA adalah ukuran biaya untuk memperoleh pelanggan yang mengklik tautan dan melakukan aktivitas pembelian di web bisnis Anda. Dengan kata lain, BPA adalah pengembalian dari investasi pemasaran, khususnya, total pengeluaran untuk Digital Marketing atas total konversi front-end. Berikut adalah pengertian khusus dari BPA:

  • CPA adalah pengukuran berbasis penjualan dan prospek yang berbeda dari pengertian Biaya per Impresi (BPI) dan biaya per klik (BPK). Sementara BPI dan BPK didasarkan pada traffic publik, BPA didasarkan dari tindakan Lead GenerationLead Generation sendiri adalah usaha untuk menarik dan mengubah calon pelanggan potensial menjadi pelanggan tetap bisnis Anda.
  • Meskipun tidak identik, BPA setara dengan Return On Investment (ROI) karena BPA dapat menjadi indikator awal keberhasilan kampanye Digital Marketing jangka panjang terkait Lead Generation.

CPA adalah nilai rata-rata sehingga mencakup seluruh strategi. Semakin kecil semakin baik.  Memahami perjalanan pembelian konsumen dan digital funnel adalah langkah pertama dalam menyusun strategi kampanye pemasaran digital yang efektif. Setiap kampanye memiliki tujuan, sehingga beberapa harus memiliki CPA tinggi atau bahkan nol karena tujuan mereka bukan untuk menjual tetapi untuk menarik arahan atau basis pemasaran ulang.

Lookalike Audience

5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda PahamiFitur Lookalike Audience di platform Facebook adalah opsi penargetan pelanggan lanjutan dalam hal layanan periklanan yang melebihi kemampuan dasar penargetan berdasarkan minat, perilaku, dan data demografis. Lookalike Audience memberikan kemampuan untuk menemukan orang-orang baru berdasarkan kemiripan mereka dengan pelanggan tetap Anda dengan menggunakan sampel persentase orang-orang di negara atau daerah lokal bisnis.

Fitur Lookalike Audience

  • Pengguna Facebook menonton sekitar 100 juta jam video di Facebook setiap harinya. Serupa dengan AI, fitur ini akan secara otomatis menemukan pelanggan yang menonton video seperti video pemasaran milik bisnis Anda.
  • Menyiapkan calon pelanggan yang mirip dengan pelanggan-pelanggan di daftar email bisnis Anda dan menggunakannya sebagai sumber untuk menemukan calon pelanggan yang serupa.
  • Menemukan calon pelanggan yang serupa dengan pelanggan tetap yang menyukai halaman Facebook bisnis Anda. Jika Anda memiliki banyak penggemar halaman Facebook dan mereka aktif terlibat dengan posting-an Anda, Lookalike Audience adalah fitur yang tepat untuk menemukan target calon pelanggan yang serupa.

Quality Score

5 Istilah Umum di Dunia Digital Marketing yang Perlu Anda PahamiQuality Score adalah peringkat dari Google AdWords yang menyediakan ringkasan data relevansi dan kualitas kata kunci (keywords) yang digunakan dalam kampanye Pay Per Cliks (PPC). Sebagian besar Quality Score ditentukan oleh Click-Through Rates (CTR) yang diharapkan, relevansi Ad Copy, kualitas dan relevansi Landing Page, dan faktor-faktor lainnya. Memahami Quality Score bisnis Anda penting, karena:

  • Jika Anda meningkatkan Quality Score Anda, itu dapat menurunkan Biaya per Klik (BPK) bisnis Anda.
  • Ketika BPK Anda turun, itu dapat menurunkan Biaya per Konversi
  • Jika Anda menurunkan Biaya per Konversi, itu dapat meningkatkan pendapatan Anda
    dan membantu Anda menurunkan Biaya per Akuisisi (BPA)

Iklan dengan posisi teratas dapat dipastikan memiliki Quality Score yang tinggi. Sebaliknya, Quality Score yang rendah dapat membuat posisi iklan rendah atau bahkan tidak muncul sama sekali.

[adrotate banner=”9″]

Berikut lima istilah Digital Marketing umum yang perlu Anda ketahui dan pahami. Tujuan utamanya jelas untuk bisa menurunkan BPA dan meningkatkan konversi yang berujung peningkatan pendapatan bisnis. Namun berbicara mengenai pendapatan, maka Anda harus melaporkannya secara formal melalui Laporan Keuangan atau lebih tepatnya Laporan Laba Rugi. Anda membutuhkan alat yang bisa mencatat transaksi-transaksi bisnis Anda dan mengolahnya menjadi Laporan Keuangan yang berguna untuk salah satunya sebagai alat evaluasi bisnis.

Dengan Software Akuntansi Jurnal, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan mudah, instan, dan aman. Salah satunya, Laporan Laba Rugi akan diolah secara otomatis sehingga Anda bisa mengetahui pergerakan biaya operasional dan Harga Pokok Penjualan usaha Anda dengan mudah dan mendetail. Berikut Guidebook dan Videoguide Laporan Laba Rugi yang terdapat di Jurnal.

[adrotate banner=”17″]


PUBLISHED12 Jan 2020
Karunia Saputra Hidayat
Karunia Saputra Hidayat

SHARE THIS ARTICLE: