Pentingnya Strategi Harga untuk Produk dan Pelayanan dalam Berbisnis

Pada dasarnya, menentukan harga terhadap sebuah produk atau layanan dalam berbisnis merupakan bagian dari strategi marketing yang tidak bisa dianggap sepele. Menentukan sebuah harga harus mempertimbangkan berbagai faktor, salah satunya faktor kualitas dan juga daya beli masyarakat terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Saat ini, banyak sekali bisnis yang telah sukses menerapkan strategi harga untuk kelangsungan bisnisnya. Salah satunya adalah perusahaan gawai terkemuka asal Cupertino, California-Amerika Serikat, Apple Inc. Perusahaan besutan mendiang Steve Jobs ini dinilai sangat sempurna dalam menerapkan startegi harga terhadap produk yang mereka pasarkan.

Bukan rahasia lagi bahwa produk buatan Apple dibanderol dengan harga yang sangat mahal, namun daya beli masyarakat terhadap produk Apple masih tetaplah tinggi. Padahal, saingan produk sejenis yang juga berkualitas begitu menjamur di pasaran. Lantas, mengapa orang-orang masih tertarik dan berusaha untuk memiliki produk dari Apple tersebut?

Jawabannya sangat sederhana, yakni strategi harga untuk produk dan layanan milik Apple sangatlah baik dan terukur. Lalu, apa yang menjadikan Apple begitu spesial hingga banyak orang rela menggelontorkan uang yang tidak sedikit? Sebelum membahasnya lebih intens, ada beberapa poin penting yang harus Anda pahami terkait strategi harga yang menjadi pertimbangan oleh Apple.

Strategi Harga yang Diterapkan oleh Apple

-Apple lebih fokus dan mengedepankan kualitas produknya

-Apple membranding dirinya sebagai produk mewah dan premium

-Ukuran kesukesan Apple tidak selalu dari nilai dan jumlah penjualan

-Apple mampu memberikan layanan after sales yang baik

-Apple konsisten dengan prinsip yang mereka terapkan

-Apple tidak akan merendahkan harga produk mereka

-Apple membuat tren, bukan mengikuti tren

-Apple tidak membuat dan menampilkan iklan secara berlebihan

Baca Juga: Pengertian, Jenis dan Manfaat Pemasaran Online untuk Bisnis

Berdasarkan poin-poin di atas, maka terbentuklah sebuah strategi harga dan prinsip dagang yang dianut oleh Apple, yakni “Masyarakat yang membutuhkan Apple, bukan Apple yang membutuhkan masyarakat.” Hal ini secara tidak langsung menjadikan Apple bebas membanderol harga jual terhadap produk mereka, mau berapapun harga yang mereka banderol, sebagian besar masyarakat di dunia tetap akan berusaha untuk membeli produk yang mereka tawarkan.

Lantas, apa yang harus Anda lakukan agar bisnis Anda juga mampu menentukan strategi harga produk dan layanan yang baik serta terukur seperti Apple? Simak tips nya berikut ini:

Tips Menentukan Strategi Harga dalam Berbisnis

1. Kuantiti atau Kualitas

Pertama, tentukanlah arah bisnis Anda, apakah Anda ingin mengambil profit dalam kuantiti (jumlah), atau dalam kualitas. Jika Anda ingin mendatangkan profit dari segi kuantiti, maka produk atau layanan yang ditawarkan oleh bisnis Anda haruslah terjangkau. Harga yang dibanderol haruslah terjangkau. Kendalanya adalah, Anda harus bersaing secara harga dengan produk sejenis yang sudah ada. Sehingga Anda harus rajin memantau kondisi pasar untuk terus menjaga daya beli masyarakat terhadap produk atau layanan yang Anda tawarkan.

Lain halnya jika kualitas adalah prinsip utama dalam bisnis Anda. Mendatangkan profit dengan menawarkan kualitas memang jauh lebih berisiko dan lebih menantang. Bisnis yang Anda kelola diharuskan memiliki sebuah produk atau layanan yang memang sempurna. After sales juga menjadi bagian dari kualitas yang harus Anda jaga. Selain itu, Anda juga harus konsisten terhadap harga yang sudah dipatok dan jangan menurunkan ‘harga diri’ bisnis Anda dengan program promo maupun diskon. Sebab, Anda menjual kualitas, bukan kuantiti.

2. Memanfaatkan Sosial Media

Menentukan strategi harga produk dan layanan dalam berbisnis juga bisa diukur berdasarkan strategi marketing melalui media sosial. Cobalah untuk memasarkan produk melalui platform media sosial yang banyak digandrungi masyarakat saat ini seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Setelah itu, lihatlah respon dari masyarakat terhadap iklan yang Anda tampilkan.

Untuk melihat sejauh mana ketertarikan masyarakat terhadap produk yang Anda tawarkan, Anda bisa mengukurnya melalui kolom komentar, jumlah views, maupun jumlah like atau dislike (jika ada). Setelah meninjau hal ini, kemudian Anda bisa mulai menentukan harga terkait produk yang ditawarkan.

3. Melakukan Terobosan Baru

Mencari sesuatu yang baru untuk dijual atau dipasarkan memang bukan perkara mudah. Namun, jika Anda mampu melakukan hal ini, percayalah bahwa diri Anda berpotensi besar untuk masuk ke dalam barisan orang terkaya di dunia! Perusahaan Microsoft besutan Bill Gates merupakan contoh akurat. Bayangkan, sampai saat ini Microsoft menjadi perusahaan software development dan computer hardware yang paling dibutuhkan oleh manusia di dunia.

Sehingga pada awal-awal kebangkitan Microsoft di tahun 1975, Bill Gates dan partner bisnisnya Paul Allen mampu menjual produk besutannya itu dengan harga yang fantastis. Namun, karena masyarakat tidak punya pilihan produk serupa yang lain, maka produk Microsoft laris terjual secara masif. Sehingga dalam waktu yang cukup singkat, Bill Gates langsung menduduki posisi pertama dalam bursa orang terkaya di dunia selama belasan tahun berturut-turut!

Jika Anda mampu melakukan terobosan seperti yang dilakukan oleh Bill Gates, maka strategi harga untuk produk dan layanan yang Anda tawarkan tidak lagi menjadi problem. Anda bisa sesuka hati mematok harga, sebab pada akhirnya masyarakat akan tetap membeli produk yang Anda tawarkan karena tidak ada lagi pilihan lain.

4. Menyatukan Kualitas dan Kuantiti

Tentu Anda juga pasti pernah berpikir tentang hal ini. Yakni menyatukan kualitas dan kuantiti. Tentu hal yang satu ini memang perkara yang sangat sulit untuk diterapkan. Hukum bisnis mengatakan “Ada harga, ada rupa”. Makna kalimat singkat tersebut secara tidak langsung menyiratkan bahwa tidak mungkin ada barang berkualitas yang dijual dengan harga murah.

Sehingga dalam menentukan strategi harga akan penuh dengan dilema. Sejatinya, Anda memang harus memilih antara kualitas dan kuantiti. Jika kedua hal ini digabung, tentu porsinya juga tidak akan seimbang. Justru bisnis Anda akan berada dalam posisi abu-abu yang penuh dengan kebimbangan. Alhasil, situasi ini bisa sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis Anda.

5. Mendata Harga dan Produk dengan Tepat

Dalam menentukan strategi harga yang baik dan terukur juga dibutuhkan pendataan terkait spesifikasi produk yang lengkap dan terperinci. Mulai dari modal untuk membuat produk yang dijual, sampai penghitungan laba yang diperoleh dari setiap penjualan. Hal ini bisa sangat merepotkan jika produk yang ditawarkan oleh bisnis Anda cukup banyak dan beragam. Sehingga Anda diharuskan dan diwajibkan untuk memiliki sebuah sistem yang mampu mengatasi masalah yang satu ini.

Namun Anda tidak perlu khawatir sebab Anda bisa menggunakan Jurnal dalam mengatasi masalah yang satu ini. Jurnal merupakan software akuntansi besutan Mekari yang mampu mengatasi semua masalah akuntansi dalam berbisnis. Dengan Jurnal, maka strategi harga yang sudah Anda terapkan bisa terus berjalan dengan baik. Jurnal dilengkapi dengan berbagai fitur yang sangat mumpuni di bidang akuntansi, sehingga segala permasalahan terkait akuntansi sudah bukan lagi menjadi masalah dalam bisnis Anda. Untuk fitur-fitur selengkapnya yang tersedia dalam Jurnal bisa Anda lihat di sini.

Akhir kata, penentuan strategi harga untuk sebuah produk dan layanan sangatlah penting untuk diperhatikan. Dengan menerapkan poin-poin di atas, niscaya bisnis yang Anda tekuni bisa semakin berkembang dan menjadi lebih baik. Salam sukses!

[adrotate banner=5″]


PUBLISHED19 Dec 2019
Salim
Salim


Kategori : Panduan Akuntansi