Indirect Spend Dalam Bisnis: Apa Itu dan Bagaimana Mengelolanya! Summary Indirect spend adalah pengeluaran yang tidak dialokasikan langsung ke produk atau proyek, tetapi tetap mendukung operasional umum bisnis. Artikel memberi contoh utilitas, pemeliharaan gedung, biaya administrasi kantor, serta pemasaran dan distribusi. Definisi ini sejalan dengan CIPS dan SAP yang menempatkan indirect spend sebagai biaya untuk menjaga bisnis tetap berjalan efisien, bukan input langsung ke produk akhir. Masalah utamanya sering muncul karena pengeluaran tersebar di banyak departemen. Artikel menyoroti pengeluaran yang terdesentralisasi sebagai penyebab sulitnya melihat total spend dan area pemborosan; SAP juga mencatat indirect procurement kerap dikelola tidak konsisten dan punya potensi perbaikan besar. Pelacakan manual membuat pengelolaan indirect spend lambat dan rawan error. Artikel menyebut proses pengumpulan faktur dan pencocokan manual menghambat efisiensi dan akurasi. Dalam alur source-to-pay, Microsoft menunjukkan tahap invoice receipt, verification, dan approval memang menjadi titik penting yang perlu dikendalikan dengan baik. Kontrol anggaran yang lemah membuat bisnis sulit menemukan peluang penghematan. Artikel menekankan keterbatasan visibilitas terhadap pola pengeluaran dan penyebab biaya. Oracle menyarankan KPI seperti cost per invoice dan spend under management untuk mengidentifikasi unmanaged spend, maverick spend, dan inefisiensi proses. Solusi intinya adalah sentralisasi data, otomatisasi, dan disiplin procurement. Artikel merekomendasikan sistem manajemen pengeluaran terintegrasi. IBM juga menegaskan pengurangan biaya procurement paling efektif dicapai lewat negosiasi pemasok yang lebih baik, efisiensi proses, teknologi, dan pengurangan maverick spend. Spending atau pengeluaran dalam sebuah bisnis terbagi menjadi dua, yaitu direct spending dan indirect spending. Apa bedanya? Terkadang, istilah ini juga dikenal dengan direct dan indirect procurement, yang keduanya merupakan konsep berbeda namun saling berkaitan erat. Secara konsep, kedua jenis ini mencakup komponen, fungsi, dan proses yang berbeda dalam aktivitas bisnis dan mempengaruhi pencatatannya dalam akuntansi. Pada kali ini, Mekari Jurnal akan menjelaskan lebih dalam mengenai indirect spending dalam bisnis dan bagaimana pengelolaannya secara komprehensif. Apa Itu Indirect Spend? Indirect spend atau biaya tidak langsung, adalah jenis pengeluaran yang tidak secara langsung dialokasikan pada produk atau proyek perusahaan. Artinya, biaya ini mendukung operasional umum, namun tidak berkaitan dengan produk atau layanan secara langsung atau spesifik. Istilah yang mengacu pada jenis pengeluaran ini cukup bervariasi, mulai dari indirect spending, indirect procurement, indirect cost atau indirect overhead. Contoh Biaya yang Termasuk Indirect Spend Berikut adalah beberapa komponen biaya yang termasuk ke dalam indirect spending, yakni: Biaya Utilitas: termasuk pengeluaran untuk listrik, air, dan utilitas lain yang digunakan di seluruh fasilitas perusahaan sehari-hari Pemeliharaan Gedung: biaya perawatan dan perbaikan gedung yang tidak terkait dengan produksi atau layanan tertentu Biaya Administrasi Kantor: pengeluaran untuk perlengkapan kantor, gaji staf administrasi, dan biaya operasional lainnya Pemasaran dan Distribusi: biaya yang berkaitan dengan promosi produk dan distribusi yang tidak dapat dialokasikan langsung ke produk tertentu Baca Juga: Mengenal Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost dalam Bisnis Masalah Yang Sering Bisnis Hadapi dalam Mengelola Indirect Spend Meskipun biaya-biaya dalam indirect spending tidak dapat langsung dialokasikan dan penting untuk operasional, pengelolaan biaya ini sering menemui beberapa tantangan, di antaranya: 1. Pengeluaran Terdesentralisasi Indirect spend seringkali tidak langsung tersebar ke berbagai departemen dalam organisasi. Ini akan menyulitkan melihat gambaran keseluruhan mengenai total pengeluaran dan mengidentifikasi area yang mungkin mengalami pemborosan. Tanpa sistem yang terpusat, pemantauan dan pengendalian biaya menjadi lebih kompleks. Baca Juga: Biaya Langsung dan Tidak Langsung dalam Akuntansi Bisnis 2. Pelacakan dan Analisis Manual Beberapa industri dan kebanyakan skala bisnis kecil masih melacak pengeluaran secara manual, seperti mengumpulkan faktur dan mencocokkan pengeluaran. Ini terbukti memerlukan waktu dan rentan terhadap kesalahan dan dapat menghambat efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan biaya. 3. Kontrol Anggaran yang Terbatas Terbatasnya pengendalian atas anggaran yang ditetapkan dapat menghambat kemampuan untuk mengidentifikasi penyimpangan anggaran dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. 4. Kesulitan dalam Mengidentifikasi Peluang Penghematan Kurangnya visibilitas terhadap pola pengeluaran dan faktor penyebab biaya membuat sulit bagi organisasi untuk mengidentifikasi peluang pengurangan biaya. Tanpa data yang jelas, negosiasi dengan vendor untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik juga menjadi tantangan. Oleh karena itu, mengatasi tantangan yang telah disebutkan di atas memerlukan pendekatan strategis berdasarkan analisis mendalam. Salah satu alternatif yang dapat membantu ini adalah dengan mengadopsi sistem manajemen pengeluaran yang terintegrasi dan dapat melakukan proses otomatisasi dalam berbagai proses operasional. Baca Juga: Manajemen Pengeluaran: Mengapa Perencanaan dan Analisis Keuangan Penting dalam Sebuah Bisnis? Studi Kasus Penyelesaian Masalah Pengelolaan Indirect Spend Sebuah perusahaan bernama PT Jurnal Karya merupakan sebuah firma layanan profesional yang tengah berkembang pesat dengan beberapa kantor cabang. Menyadari pentingnya mengelola indirect spending secara lebih efektif. Biaya-biaya seperti perlengkapan kantor, utilitas, dan biaya profesional atau tenaga ahli menjadi bagian dari pengeluaran ini. Namun, dalam pengimplementasiannya mereka menghadapi kesulitan dalam menjalankan proses operasional yang cukup kompleks, seperti: Melacak pengeluaran tersebut karena masih menggunakan cara manual Kesulitan dalam menganalisis pola pengeluaran yang akurat Menidentifikasi peluang untuk menghemat biaya Baca Juga: Apa yang Menghambat Direct Spending dalam Bisnis dan Solusi dari Mekari Jurnal Tips Mengelola Biaya Tidak Langsung dengan Efektif Perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi efektif yang dapat membantu organisasi mencapai efisiensi biaya dan transparansi keuangan. Beberapa tips pengelolaan ini, seperti: 1. Sentralisasi Visibilitas Pengeluaran Sistem yang terintegrasi memungkinkan bisnis untuk melacak, menganalisis, dan mengkategorisasikan indirect spend di seluruh departemen untuk mendapatkan visibilitas menyeluruh mengenai aliran dana. 2. Mengotomatiskan Pelacakan dan Analisis Aktivitas operasional akan semakin efektif jika sistem dapat menjalankannya secara otomatis. Dengan ini, proses pelacakan dan analisis pengeluaran tidak tergantung pada proses manual dan perusahaan dapat meminimalkan risiko kesalahan dan menghemat waktu. 3. Meningkatkan Kontrol Anggaran Manfaatkan alat pendukunga yang memungkinkan manajemen dapat memantau perputaran pengeluaran secara real-time. Pendekatan ini memastikan pengeluaran dapat berjalan dalam batas yang direncanakan dengan anggaran yang telah ditetapkan. 4. Mengidentifikasi Peluang Penghematan Biaya Bisnis dapat mengidentifikasi faktor penyebab biaya keluar dan menemukan peluang untuk mengoptimalkannya sekecil mungkin. Misalnya, bernegosiasi ulang dengan vendor untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik atau mengidentifikasi proses internal yang dapat ditingkatkan efisiensinya. Implementasi strategi-strategi di atas bertujuan untuk mencapai pinsip manajemen pengeluaran yang efektif. Tanpa disadari, tips di atas berkaitan erat dengan mengadopsi teknologi terkini yang dapat membantu pengelolaan pengeluaran berjalan otomatis dan efektif, salah satu alternatinya adalah Mekari Jurnal. Mekari Jurnal Solusi Bisnis dalam Mengelola Indirect Spend yang Efektif Lalu, apa solusi terbaik untuk dapat mengelolanya? Salah satu solusi efektif dan investasi jangka panjang bagi PT Jurnal Karya dalam mengelola indirect spending adalah dengan memanfaatkan fitur akuntansi komprehensif pada Mekari Jurnal. Apa saja fitur-fitur yang berguna untuk mengoptimalkan biaya? 1. Pelacakan dan Kategorisasi Pengeluaran Mekari Jurnal memungkinkan bisnis untuk melacak semua pengeluaran tidak langsung, termasuk utilitas, perlengkapan kantor, dan biaya profesional. Mereka dapat mengkategorikan pengeluaran berdasarkan jenis biaya pengeluaran, akun yang digunakan, syarat pembayaran, dan dimensi relevan lainnya, memberikan visibilitas yang mendetail tentang pola pengeluaran mereka. Proses pengeluaran juga dapat diatur dengan tingkat persetujuan pengeluaran berdasarkan kebijakan perusahaan. 2. Penganggaran dan Pengendalian Biaya Mekari Jurnal memungkinkan bisnis untuk menyusun anggaran yang detail untuk berbagai kategori pengeluaran tidak langsung dan melacak pengeluaran aktual dibandingkan dengan anggaran tersebut secara real-time. Hal ini memfasilitasi pengendalian biaya secara proaktif dan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan menangani kelebihan biaya dengan cepat. 3. Manajemen Anggaran (Penyiapan dan Laporan Anggaran) Menyiapkan anggaran bulanan hingga 24 bulan, dan mengatur anggaran sesuai dengan CoA yang ditentukan untuk rekonsiliasi akuntansi yang lebih sederhana. Baca Juga: Manajemen Anggaran (Budget Management): Panduan Lengkap 4. Pembayaran Faktur Terintegrasi dan Rekonsiliasi Otomatis Otomatisasi rekonsiliasi data pengeluaran dari berbagai sumber, seperti laporan bank dan faktur, mengurangi entri data manual dan meningkatkan akurasi. Anda juga dapat mencoba fitur invoice generator buatan Mekari Jurnal secara gratis, loh! Klik di sini sekarang juga! 5. Mekari Pay Mekari Pay mendukung sistem yang memudahkan perusahaan untuk membayar pengeluaran kepada vendor dengan berbagai metode pembayaran. 6. Cashlink Fitur yang memfasilitasi rekonsiliasi bank, di mana mutasi rekening perusahaan dapat ditarik secara otomatis ke Jurnal, tanpa perlu mencetak mutasi rekening untuk melakukan rekonsiliasi bank. Mekari Jurnal telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk penarikan data mutasi rekening otomatis. 7. Pelaporan dan Analitik Fitur pelaporan dan analitik di platform ini memberikan wawasan yang berharga tentang tren pengeluaran tidak langsung dan faktor penyebab biaya, memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data. Apa Dampaknya Bagi Bisnis? Jika bisnis dapat mengimplementasi Mekari Jurnal secara optimal, maka akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi manajemen indirect spen mereka. Bisnis perusahaan akan mencapai beberapa aspek kunci berikut. Visibilitas pengeluaran meningkat dan memperoleh gambaran komprehensif atas kinerja pengeluaran tidak langsung di semua departemen Peningkatan efisiensi karena proses operasional untuk melacak dan menganalisa sudah berbasis otomatis Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengelola selisih biaya secara proaktif Bisnis mendapatkan wawasan bisnis yang mendalam dan pola pengeluaran yang akurat Kinerja keuangan akan meningkat karena berhasil mencapai kontrol yang ideal atas indirect spend yang sedang berjalan Secara keseluruhan, Mekari Jurnal telah terbukti menjadi solusi efektif dalam meningkatkan manajemen pengeluaran dan kinerja keuangan, khususnys indirect spend, dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, untuk menghemat waktu dalam memiliki software apa yang cocok untuk mengelola pengeluaran, maka aplikasi akuntansi Mekari Jurnal adalah solusinya. Hal ini tidak lain karena Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang telah terintegrasi penuh dengan berbagai operasional bisnis, seperti perpajakan dan supply chain. Bila Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Mekari Jurnal, silahkan hubungi tim ahli kami dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga. Konsultasi Dukungan Pengelolaan Biaya dengan Fitur Unggulan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Chartered Institute of Procurement & Supply. “Direct & Indirect Procurement Explained.” CIPS Intelligence Hub. Diakses 6 Mei 2026. (cips.org) Chartered Institute of Procurement & Supply. “What Is Procurement?” CIPS Intelligence Hub. Diakses 6 Mei 2026. (cips.org) SAP. “Direct vs. Indirect Procurement—What’s the Difference?” SAP. Diakses 6 Mei 2026. (SAP) Microsoft. “Help Organizations Manage the Procure to Pay Business Processes.” Microsoft Learn. Diakses 6 Mei 2026. (Microsoft Learn) Oracle. “Top Cross-Departmental Analytics KPIs and Metrics.” Oracle. Diakses 6 Mei 2026. (Oracle) IBM. “Procurement Cost Reduction Strategies.” IBM. Diakses 6 Mei 2026. (IBM) Thomasnet, “Direct vs. Indirect Spend: A Closer Look at the Key Differences”. Spendesk, “Direct vs indirect spend: key differences & how they’re managed”. FAQ Seputar Indirect Spend dalam Bisnis Apa yang dimaksud dengan indirect spend? Apa yang dimaksud dengan indirect spend? Indirect spend adalah pengeluaran bisnis yang tidak secara langsung terkait dengan produksi barang atau jasa, tetapi tetap diperlukan untuk mendukung operasional perusahaan. Apa contoh indirect spend dalam bisnis? Apa contoh indirect spend dalam bisnis? Contoh indirect spend meliputi: Biaya listrik dan air Sewa kantor Gaji staf administrasi Biaya pemasaran Langganan software Biaya ini tidak langsung menghasilkan produk, tetapi penting untuk operasional. Apa perbedaan indirect spend dan direct spend? Apa perbedaan indirect spend dan direct spend? Perbedaannya adalah: Direct spend: terkait langsung dengan produksi (misalnya bahan baku) Indirect spend: mendukung operasional tetapi tidak terkait langsung dengan produk Keduanya penting dalam pengelolaan keuangan bisnis. Mengapa indirect spend penting bagi perusahaan? Mengapa indirect spend penting bagi perusahaan? Indirect spend penting karena memastikan operasional bisnis berjalan lancar, seperti mendukung karyawan, fasilitas, dan sistem yang digunakan perusahaan. Apa saja kategori indirect spend? Apa saja kategori indirect spend? Kategori umum indirect spend meliputi: Pengeluaran operasional kantor IT dan software Pemasaran dan iklan Perjalanan dinas Pemeliharaan fasilitas Apa yang dimaksud dengan indirect procurement? Apa yang dimaksud dengan indirect procurement? Indirect procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa yang tidak digunakan langsung dalam produksi, tetapi untuk kebutuhan operasional perusahaan. Apa tantangan dalam mengelola indirect spend? Apa tantangan dalam mengelola indirect spend? Beberapa tantangan utama: Pengeluaran tersebar di berbagai departemen Kurangnya visibilitas biaya Pencatatan manual yang rentan kesalahan Sulit mengidentifikasi pemborosan Bagaimana cara mengelola indirect spend dengan efektif? Bagaimana cara mengelola indirect spend dengan efektif? Cara mengelola indirect spend: Menggunakan sistem manajemen pengeluaran terpusat Melakukan analisis biaya secara rutin Menetapkan anggaran yang jelas Mengotomatisasi pencatatan transaksi Apa dampak indirect spend terhadap profit perusahaan? Apa dampak indirect spend terhadap profit perusahaan? Indirect spend yang tidak terkontrol dapat meningkatkan biaya operasional dan menurunkan profit. Sebaliknya, pengelolaan yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan bisnis. Apa peran teknologi dalam pengelolaan indirect spend? Apa peran teknologi dalam pengelolaan indirect spend? Teknologi seperti software akuntansi dan expense management membantu memantau pengeluaran secara real-time, meningkatkan transparansi, dan mengurangi kesalahan manual. Apa risiko jika indirect spend tidak dikelola dengan baik? Apa risiko jika indirect spend tidak dikelola dengan baik? Risiko yang dapat terjadi: Pemborosan anggaran Kesulitan kontrol biaya Ketidakefisienan operasional Kesalahan dalam laporan keuangan Apakah indirect spend bisa dikurangi? Apakah indirect spend bisa dikurangi? Ya, indirect spend dapat dioptimalkan dengan: Negosiasi vendor Konsolidasi supplier Penggunaan teknologi Pengawasan anggaran yang ketat Apa hubungan indirect spend dengan manajemen keuangan? Apa hubungan indirect spend dengan manajemen keuangan? Indirect spend merupakan bagian dari biaya operasional yang harus dikelola dengan baik untuk menjaga arus kas dan profitabilitas perusahaan. Apakah indirect spend berbeda di setiap industri? Apakah indirect spend berbeda di setiap industri? Ya, komponen indirect spend dapat berbeda tergantung jenis industri, skala bisnis, dan kebutuhan operasional perusahaan. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi indirect spend? Bagaimana cara meningkatkan efisiensi indirect spend? Beberapa strategi: Meningkatkan visibilitas pengeluaran Menggunakan data untuk analisis biaya Mengoptimalkan proses procurement Mengimplementasikan sistem digital Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Indirect Spend Dalam Bisnis: Apa Itu dan Bagaimana Mengelolanya! Summary Indirect spend adalah pengeluaran yang tidak dialokasikan langsung ke produk atau proyek, tetapi tetap mendukung operasional umum bisnis. Artikel memberi contoh utilitas, pemeliharaan gedung, biaya administrasi kantor, serta pemasaran dan distribusi. Definisi ini sejalan dengan CIPS dan SAP yang menempatkan indirect spend sebagai biaya untuk menjaga bisnis tetap berjalan efisien, bukan input langsung ke produk akhir. Masalah utamanya sering muncul karena pengeluaran tersebar di banyak departemen. Artikel menyoroti pengeluaran yang terdesentralisasi sebagai penyebab sulitnya melihat total spend dan area pemborosan; SAP juga mencatat indirect procurement kerap dikelola tidak konsisten dan punya potensi perbaikan besar. Pelacakan manual membuat pengelolaan indirect spend lambat dan rawan error. Artikel menyebut proses pengumpulan faktur dan pencocokan manual menghambat efisiensi dan akurasi. Dalam alur source-to-pay, Microsoft menunjukkan tahap invoice receipt, verification, dan approval memang menjadi titik penting yang perlu dikendalikan dengan baik. Kontrol anggaran yang lemah membuat bisnis sulit menemukan peluang penghematan. Artikel menekankan keterbatasan visibilitas terhadap pola pengeluaran dan penyebab biaya. Oracle menyarankan KPI seperti cost per invoice dan spend under management untuk mengidentifikasi unmanaged spend, maverick spend, dan inefisiensi proses. Solusi intinya adalah sentralisasi data, otomatisasi, dan disiplin procurement. Artikel merekomendasikan sistem manajemen pengeluaran terintegrasi. IBM juga menegaskan pengurangan biaya procurement paling efektif dicapai lewat negosiasi pemasok yang lebih baik, efisiensi proses, teknologi, dan pengurangan maverick spend. Spending atau pengeluaran dalam sebuah bisnis terbagi menjadi dua, yaitu direct spending dan indirect spending. Apa bedanya? Terkadang, istilah ini juga dikenal dengan direct dan indirect procurement, yang keduanya merupakan konsep berbeda namun saling berkaitan erat. Secara konsep, kedua jenis ini mencakup komponen, fungsi, dan proses yang berbeda dalam aktivitas bisnis dan mempengaruhi pencatatannya dalam akuntansi. Pada kali ini, Mekari Jurnal akan menjelaskan lebih dalam mengenai indirect spending dalam bisnis dan bagaimana pengelolaannya secara komprehensif. Apa Itu Indirect Spend? Indirect spend atau biaya tidak langsung, adalah jenis pengeluaran yang tidak secara langsung dialokasikan pada produk atau proyek perusahaan. Artinya, biaya ini mendukung operasional umum, namun tidak berkaitan dengan produk atau layanan secara langsung atau spesifik. Istilah yang mengacu pada jenis pengeluaran ini cukup bervariasi, mulai dari indirect spending, indirect procurement, indirect cost atau indirect overhead. Contoh Biaya yang Termasuk Indirect Spend Berikut adalah beberapa komponen biaya yang termasuk ke dalam indirect spending, yakni: Biaya Utilitas: termasuk pengeluaran untuk listrik, air, dan utilitas lain yang digunakan di seluruh fasilitas perusahaan sehari-hari Pemeliharaan Gedung: biaya perawatan dan perbaikan gedung yang tidak terkait dengan produksi atau layanan tertentu Biaya Administrasi Kantor: pengeluaran untuk perlengkapan kantor, gaji staf administrasi, dan biaya operasional lainnya Pemasaran dan Distribusi: biaya yang berkaitan dengan promosi produk dan distribusi yang tidak dapat dialokasikan langsung ke produk tertentu Baca Juga: Mengenal Perbedaan Antara Fixed Cost dan Variable Cost dalam Bisnis Masalah Yang Sering Bisnis Hadapi dalam Mengelola Indirect Spend Meskipun biaya-biaya dalam indirect spending tidak dapat langsung dialokasikan dan penting untuk operasional, pengelolaan biaya ini sering menemui beberapa tantangan, di antaranya: 1. Pengeluaran Terdesentralisasi Indirect spend seringkali tidak langsung tersebar ke berbagai departemen dalam organisasi. Ini akan menyulitkan melihat gambaran keseluruhan mengenai total pengeluaran dan mengidentifikasi area yang mungkin mengalami pemborosan. Tanpa sistem yang terpusat, pemantauan dan pengendalian biaya menjadi lebih kompleks. Baca Juga: Biaya Langsung dan Tidak Langsung dalam Akuntansi Bisnis 2. Pelacakan dan Analisis Manual Beberapa industri dan kebanyakan skala bisnis kecil masih melacak pengeluaran secara manual, seperti mengumpulkan faktur dan mencocokkan pengeluaran. Ini terbukti memerlukan waktu dan rentan terhadap kesalahan dan dapat menghambat efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan biaya. 3. Kontrol Anggaran yang Terbatas Terbatasnya pengendalian atas anggaran yang ditetapkan dapat menghambat kemampuan untuk mengidentifikasi penyimpangan anggaran dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan. 4. Kesulitan dalam Mengidentifikasi Peluang Penghematan Kurangnya visibilitas terhadap pola pengeluaran dan faktor penyebab biaya membuat sulit bagi organisasi untuk mengidentifikasi peluang pengurangan biaya. Tanpa data yang jelas, negosiasi dengan vendor untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik juga menjadi tantangan. Oleh karena itu, mengatasi tantangan yang telah disebutkan di atas memerlukan pendekatan strategis berdasarkan analisis mendalam. Salah satu alternatif yang dapat membantu ini adalah dengan mengadopsi sistem manajemen pengeluaran yang terintegrasi dan dapat melakukan proses otomatisasi dalam berbagai proses operasional. Baca Juga: Manajemen Pengeluaran: Mengapa Perencanaan dan Analisis Keuangan Penting dalam Sebuah Bisnis? Studi Kasus Penyelesaian Masalah Pengelolaan Indirect Spend Sebuah perusahaan bernama PT Jurnal Karya merupakan sebuah firma layanan profesional yang tengah berkembang pesat dengan beberapa kantor cabang. Menyadari pentingnya mengelola indirect spending secara lebih efektif. Biaya-biaya seperti perlengkapan kantor, utilitas, dan biaya profesional atau tenaga ahli menjadi bagian dari pengeluaran ini. Namun, dalam pengimplementasiannya mereka menghadapi kesulitan dalam menjalankan proses operasional yang cukup kompleks, seperti: Melacak pengeluaran tersebut karena masih menggunakan cara manual Kesulitan dalam menganalisis pola pengeluaran yang akurat Menidentifikasi peluang untuk menghemat biaya Baca Juga: Apa yang Menghambat Direct Spending dalam Bisnis dan Solusi dari Mekari Jurnal Tips Mengelola Biaya Tidak Langsung dengan Efektif Perusahaan dapat menerapkan beberapa strategi efektif yang dapat membantu organisasi mencapai efisiensi biaya dan transparansi keuangan. Beberapa tips pengelolaan ini, seperti: 1. Sentralisasi Visibilitas Pengeluaran Sistem yang terintegrasi memungkinkan bisnis untuk melacak, menganalisis, dan mengkategorisasikan indirect spend di seluruh departemen untuk mendapatkan visibilitas menyeluruh mengenai aliran dana. 2. Mengotomatiskan Pelacakan dan Analisis Aktivitas operasional akan semakin efektif jika sistem dapat menjalankannya secara otomatis. Dengan ini, proses pelacakan dan analisis pengeluaran tidak tergantung pada proses manual dan perusahaan dapat meminimalkan risiko kesalahan dan menghemat waktu. 3. Meningkatkan Kontrol Anggaran Manfaatkan alat pendukunga yang memungkinkan manajemen dapat memantau perputaran pengeluaran secara real-time. Pendekatan ini memastikan pengeluaran dapat berjalan dalam batas yang direncanakan dengan anggaran yang telah ditetapkan. 4. Mengidentifikasi Peluang Penghematan Biaya Bisnis dapat mengidentifikasi faktor penyebab biaya keluar dan menemukan peluang untuk mengoptimalkannya sekecil mungkin. Misalnya, bernegosiasi ulang dengan vendor untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih baik atau mengidentifikasi proses internal yang dapat ditingkatkan efisiensinya. Implementasi strategi-strategi di atas bertujuan untuk mencapai pinsip manajemen pengeluaran yang efektif. Tanpa disadari, tips di atas berkaitan erat dengan mengadopsi teknologi terkini yang dapat membantu pengelolaan pengeluaran berjalan otomatis dan efektif, salah satu alternatinya adalah Mekari Jurnal. Mekari Jurnal Solusi Bisnis dalam Mengelola Indirect Spend yang Efektif Lalu, apa solusi terbaik untuk dapat mengelolanya? Salah satu solusi efektif dan investasi jangka panjang bagi PT Jurnal Karya dalam mengelola indirect spending adalah dengan memanfaatkan fitur akuntansi komprehensif pada Mekari Jurnal. Apa saja fitur-fitur yang berguna untuk mengoptimalkan biaya? 1. Pelacakan dan Kategorisasi Pengeluaran Mekari Jurnal memungkinkan bisnis untuk melacak semua pengeluaran tidak langsung, termasuk utilitas, perlengkapan kantor, dan biaya profesional. Mereka dapat mengkategorikan pengeluaran berdasarkan jenis biaya pengeluaran, akun yang digunakan, syarat pembayaran, dan dimensi relevan lainnya, memberikan visibilitas yang mendetail tentang pola pengeluaran mereka. Proses pengeluaran juga dapat diatur dengan tingkat persetujuan pengeluaran berdasarkan kebijakan perusahaan. 2. Penganggaran dan Pengendalian Biaya Mekari Jurnal memungkinkan bisnis untuk menyusun anggaran yang detail untuk berbagai kategori pengeluaran tidak langsung dan melacak pengeluaran aktual dibandingkan dengan anggaran tersebut secara real-time. Hal ini memfasilitasi pengendalian biaya secara proaktif dan memungkinkan mereka untuk mengidentifikasi dan menangani kelebihan biaya dengan cepat. 3. Manajemen Anggaran (Penyiapan dan Laporan Anggaran) Menyiapkan anggaran bulanan hingga 24 bulan, dan mengatur anggaran sesuai dengan CoA yang ditentukan untuk rekonsiliasi akuntansi yang lebih sederhana. Baca Juga: Manajemen Anggaran (Budget Management): Panduan Lengkap 4. Pembayaran Faktur Terintegrasi dan Rekonsiliasi Otomatis Otomatisasi rekonsiliasi data pengeluaran dari berbagai sumber, seperti laporan bank dan faktur, mengurangi entri data manual dan meningkatkan akurasi. Anda juga dapat mencoba fitur invoice generator buatan Mekari Jurnal secara gratis, loh! Klik di sini sekarang juga! 5. Mekari Pay Mekari Pay mendukung sistem yang memudahkan perusahaan untuk membayar pengeluaran kepada vendor dengan berbagai metode pembayaran. 6. Cashlink Fitur yang memfasilitasi rekonsiliasi bank, di mana mutasi rekening perusahaan dapat ditarik secara otomatis ke Jurnal, tanpa perlu mencetak mutasi rekening untuk melakukan rekonsiliasi bank. Mekari Jurnal telah bekerja sama dengan beberapa bank untuk penarikan data mutasi rekening otomatis. 7. Pelaporan dan Analitik Fitur pelaporan dan analitik di platform ini memberikan wawasan yang berharga tentang tren pengeluaran tidak langsung dan faktor penyebab biaya, memungkinkan pengambilan keputusan berbasis data. Apa Dampaknya Bagi Bisnis? Jika bisnis dapat mengimplementasi Mekari Jurnal secara optimal, maka akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi manajemen indirect spen mereka. Bisnis perusahaan akan mencapai beberapa aspek kunci berikut. Visibilitas pengeluaran meningkat dan memperoleh gambaran komprehensif atas kinerja pengeluaran tidak langsung di semua departemen Peningkatan efisiensi karena proses operasional untuk melacak dan menganalisa sudah berbasis otomatis Perusahaan dapat mengidentifikasi dan mengelola selisih biaya secara proaktif Bisnis mendapatkan wawasan bisnis yang mendalam dan pola pengeluaran yang akurat Kinerja keuangan akan meningkat karena berhasil mencapai kontrol yang ideal atas indirect spend yang sedang berjalan Secara keseluruhan, Mekari Jurnal telah terbukti menjadi solusi efektif dalam meningkatkan manajemen pengeluaran dan kinerja keuangan, khususnys indirect spend, dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, untuk menghemat waktu dalam memiliki software apa yang cocok untuk mengelola pengeluaran, maka aplikasi akuntansi Mekari Jurnal adalah solusinya. Hal ini tidak lain karena Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang telah terintegrasi penuh dengan berbagai operasional bisnis, seperti perpajakan dan supply chain. Bila Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai Mekari Jurnal, silahkan hubungi tim ahli kami dan coba gratis demo aplikasinya sekarang juga. Konsultasi Dukungan Pengelolaan Biaya dengan Fitur Unggulan Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: Chartered Institute of Procurement & Supply. “Direct & Indirect Procurement Explained.” CIPS Intelligence Hub. Diakses 6 Mei 2026. (cips.org) Chartered Institute of Procurement & Supply. “What Is Procurement?” CIPS Intelligence Hub. Diakses 6 Mei 2026. (cips.org) SAP. “Direct vs. Indirect Procurement—What’s the Difference?” SAP. Diakses 6 Mei 2026. (SAP) Microsoft. “Help Organizations Manage the Procure to Pay Business Processes.” Microsoft Learn. Diakses 6 Mei 2026. (Microsoft Learn) Oracle. “Top Cross-Departmental Analytics KPIs and Metrics.” Oracle. Diakses 6 Mei 2026. (Oracle) IBM. “Procurement Cost Reduction Strategies.” IBM. Diakses 6 Mei 2026. (IBM) Thomasnet, “Direct vs. Indirect Spend: A Closer Look at the Key Differences”. Spendesk, “Direct vs indirect spend: key differences & how they’re managed”. FAQ Seputar Indirect Spend dalam Bisnis Apa yang dimaksud dengan indirect spend? Apa yang dimaksud dengan indirect spend? Indirect spend adalah pengeluaran bisnis yang tidak secara langsung terkait dengan produksi barang atau jasa, tetapi tetap diperlukan untuk mendukung operasional perusahaan. Apa contoh indirect spend dalam bisnis? Apa contoh indirect spend dalam bisnis? Contoh indirect spend meliputi: Biaya listrik dan air Sewa kantor Gaji staf administrasi Biaya pemasaran Langganan software Biaya ini tidak langsung menghasilkan produk, tetapi penting untuk operasional. Apa perbedaan indirect spend dan direct spend? Apa perbedaan indirect spend dan direct spend? Perbedaannya adalah: Direct spend: terkait langsung dengan produksi (misalnya bahan baku) Indirect spend: mendukung operasional tetapi tidak terkait langsung dengan produk Keduanya penting dalam pengelolaan keuangan bisnis. Mengapa indirect spend penting bagi perusahaan? Mengapa indirect spend penting bagi perusahaan? Indirect spend penting karena memastikan operasional bisnis berjalan lancar, seperti mendukung karyawan, fasilitas, dan sistem yang digunakan perusahaan. Apa saja kategori indirect spend? Apa saja kategori indirect spend? Kategori umum indirect spend meliputi: Pengeluaran operasional kantor IT dan software Pemasaran dan iklan Perjalanan dinas Pemeliharaan fasilitas Apa yang dimaksud dengan indirect procurement? Apa yang dimaksud dengan indirect procurement? Indirect procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa yang tidak digunakan langsung dalam produksi, tetapi untuk kebutuhan operasional perusahaan. Apa tantangan dalam mengelola indirect spend? Apa tantangan dalam mengelola indirect spend? Beberapa tantangan utama: Pengeluaran tersebar di berbagai departemen Kurangnya visibilitas biaya Pencatatan manual yang rentan kesalahan Sulit mengidentifikasi pemborosan Bagaimana cara mengelola indirect spend dengan efektif? Bagaimana cara mengelola indirect spend dengan efektif? Cara mengelola indirect spend: Menggunakan sistem manajemen pengeluaran terpusat Melakukan analisis biaya secara rutin Menetapkan anggaran yang jelas Mengotomatisasi pencatatan transaksi Apa dampak indirect spend terhadap profit perusahaan? Apa dampak indirect spend terhadap profit perusahaan? Indirect spend yang tidak terkontrol dapat meningkatkan biaya operasional dan menurunkan profit. Sebaliknya, pengelolaan yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan keuntungan bisnis. Apa peran teknologi dalam pengelolaan indirect spend? Apa peran teknologi dalam pengelolaan indirect spend? Teknologi seperti software akuntansi dan expense management membantu memantau pengeluaran secara real-time, meningkatkan transparansi, dan mengurangi kesalahan manual. Apa risiko jika indirect spend tidak dikelola dengan baik? Apa risiko jika indirect spend tidak dikelola dengan baik? Risiko yang dapat terjadi: Pemborosan anggaran Kesulitan kontrol biaya Ketidakefisienan operasional Kesalahan dalam laporan keuangan Apakah indirect spend bisa dikurangi? Apakah indirect spend bisa dikurangi? Ya, indirect spend dapat dioptimalkan dengan: Negosiasi vendor Konsolidasi supplier Penggunaan teknologi Pengawasan anggaran yang ketat Apa hubungan indirect spend dengan manajemen keuangan? Apa hubungan indirect spend dengan manajemen keuangan? Indirect spend merupakan bagian dari biaya operasional yang harus dikelola dengan baik untuk menjaga arus kas dan profitabilitas perusahaan. Apakah indirect spend berbeda di setiap industri? Apakah indirect spend berbeda di setiap industri? Ya, komponen indirect spend dapat berbeda tergantung jenis industri, skala bisnis, dan kebutuhan operasional perusahaan. Bagaimana cara meningkatkan efisiensi indirect spend? Bagaimana cara meningkatkan efisiensi indirect spend? Beberapa strategi: Meningkatkan visibilitas pengeluaran Menggunakan data untuk analisis biaya Mengoptimalkan proses procurement Mengimplementasikan sistem digital