Ada pepatah lama di dunia bisnis, yaitu “Cash is King” atau Kas adalah Raja. Dengan demikian, aliran kas adalah darah yang memompa jantung dari suatu kerajaan – entitas bisnis. Cash Flow atau Arus kas adalah salah satu komponen yang paling krusial bagi bisnis kecil atau menengah. Tanpa uang kas, Anda tidak akan pernah meraih keuntungan atau profit. Banyak bisnis yang awalnya menguntungkan dan kemudian berakhir dalam kebangkrutan karena jumlah kas yang masuk tidak sebanding dengan jumlah kas yang keluar.

Perusahaan yang tidak menjalankan manajemen kas yang baik mungkin tidak dapat melakukan investasi yang menguntungkan. Atau mereka mungkin harus mencari pinjaman uang lebih agar bisnis tetap berjalan – yang di mana itu bisa merugikan juga pada akhirnya.

Apa itu Arus Kas (Cash Flow)?

Pada dasarnya, Arus Kas adalah pergerakan dana masuk dan keluar dari kegiatan operasioanal bisnis Anda. Anda harus melacak pergerakan Arus Kas dalam kurun waktu mingguan, bulanan, atau triwulanan. Pada dasarnya ada dua jenis Arus Kas:

  • Arus Kas Positif: Ini terjadi ketika kas yang tersalurkan dari kegiatan penjualan, piutang, dan sumber pemasukan lainnya melebihi jumlah kas yang keluar. Kas yang keluar tersebut biasanya digunakan untuk berbagai pengeluaran, seperti pelunasan utang dagang, pengeluaran bulanan, gaji, dan lainnya.
  • Arus Kas Negatif: Ini terjadi ketika Arus Kas keluar Anda lebih besar dari Arus Kas masuk Anda. Dan ini berarti masalah untuk bisnis Anda. Akan tetapi, ada beberapa langkah yang dapat bisnis Anda ambil untuk memperbaiki situasi tersebut. Bisnis Anda masih bisa menghasilkan atau mengumpulkan lebih banyak kas sambil mempertahankan atau memotong pengeluaran bisnis.

Mencapai kondisi Arus Kas Positif tidak semudah yang Anda bayangkan. Anda harus benar-benar mengeluarkan effort lebih untuk mencapai hal tersebut. Analisis dan pengelolaan Arus Kas bisnis perlu dilakukan secara berkala agar Anda bisa lebih efektif mengontrol Arus Kas masuk dan keluar.

Anda bisa pergi menemui konsultan keuangan untuk mendapatkan pencerahan lebih mengenai cara mengontrol Arus Kas bisnis Anda. Dengan catatan Anda memiliki uang lebih untuk membayar jasa konsultan tersebut. Penggunaan Software Akuntansi yang menyediakan fitur analisis bisnisi dan pelaporan Arus Kas juga bisa menjadi opsi.

Profit Vs Arus Kas

Profit atau keuntungan tidaklah sama dengan Arus Kas. Anda tidak bisa mengontrol Arus Kas bisnis hanya dengan melihat dari Laporan Laba Rugi Anda. Terdapat faktor-faktor krusial Arus Kas Anda, seperti pelunasan piutang, pembelian inventaris, pelunasan utang dagang, pengeluaran modal, dan lainnya. Manajemen Arus Kas yang cerdas membutuhkan fokus pada masing-masing faktor tersebut – di luar untung atau rugi yang bisnis Anda dapatkan. Ada rahasia yang sangat sedikit disadari oleh pemilik bisnis dan bahkan komunitas akuntan.

Rahasia tersebut adalah dengan mengetahui keuntungan atau kerugian yang bisnis Anda dapatkan tidaklah sama dengan apa yang terjadi pada pergerakan Arus Kas bisnis Anda. Sejatinya, nilai laba atau profit dapat diketahui di Laporan Laba Rugi setelah pendapatan penjualan dikurangi pengeluaran. Sedangkan Arus Kas memberikan informasi yang lebih mendetail. Melihat nilai mendetail dari penagihan pelanggan untuk produk atau jasa yang Anda jual secara kredit tidak bisa Anda dapatkan di Laporan Laba Rugi.

Arus Kas Positif mutlak diperlukan untuk menghasilkan laba atau profit. Anda membutuhkan uang kas yang cukup untuk membayar karyawan. Dan kemudian Anda harus membayar pemasok Anda sehingga Anda dapat mendapatkan persediaan. Penjualan persediaan tersebut akan membantu menghasilkan keuntungan bagi bisnis Anda. Tetapi jika Anda tidak memiliki uang kas untuk membuat produk atau mendapatkan persediaan, Anda tidak akan mendapatkan laba atau profit. Jadi, Anda benar-benar perlu mengarahkan bisnis Anda agar memiliki Arus Kas Positif jika Anda ingin bisnis Anda berkembang dan meningkatkan laba.

Menumbuhkan bisnis jelas akan memberi dampak dan tekanan besar pada uang kas bisnis. Anda selalu harus melakukan investasi dan pengeluaran tertentu sebelum mendapatkan pendapatan dan Arus Kas masuk yang lebih tinggi. Mungkin bisnis Anda ingin membuka cabang baru di kota lain atau membangun fasilitas baru sehingga bisnis atau perusahaan memiliki kapasitas yang lebih besar untuk melakukan penjualan. Tentu dibutuhkan uang kas atau modal yang tidak sedikit untuk bisa merealisasikan aktivitas tersebut.

Cara Mengontrol & Meningkatkan Arus Kas

Sebagian besar pemilik bisnis melihat pertumbuhan sebagai solusi untuk masalah Arus Kas. Itulah sebabnya mereka berambisi untuk mengembangkan bisnis tanpa mengetahui bahwa ambisi tersebut ternyata malah meningkatkan masalah Arus Kas. Agar hal tersebut tidak terjadi, rencanakan dan kelola pemasukan dan pengeluaran kas sehingga tidak “mengejutkan” bisnis Anda ke depannya.

Sederhananya, Anda hanya perlu menjawab dua pertanyaan penting ini:

  • Bagaimana dengan kondisi nilai saldo kas bisnis Anda sekarang?
  • Apa yang Anda harapkan dari nilai saldo kas yang terjadi selama 6 bulan ke depan?

Jika Anda tidak bisa menjawab kedua pertanyaan tersebut, maka bisnis Anda belum bisa mengontrol Arus Kas dengan benar.

Berikut langkah-langkah praktis untuk mengelola Arus Kas dengan lebih baik, terutama untuk bisnis yang sedang tumbuh:

  • Mengumpulkan Piutang

Terkadang, akun piutang tidak tertagih bisnis bisa saja membengkak. Dan itu menjadi tidak efektif bagi pemasukan kas bisnis Anda. Minta pelanggan untuk melakukan preotorisasi cek sehingga bank dapat menarik kas dari rekening mereka pada interval waktu yang telah ditentukan. Anda juga bisa menggunakan fitur Invoice Reminder dari beberapa Software Akuntansi untuk mengingatkan pelanggan terkait pelunasan piutang secara otomatis. Anda juga dapat mencoba menawarkan diskon kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan sebelum jatuh tempo.

  • Atur Persyaratan Kredit yang Lebih Ketat

Bisnis sering kali harus memberikan fasilitas penjualan kredit kepada pelanggan. Tetapi, Anda harus melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan risiko pemberian kredit kepada setiap pelanggan. Bisakah mereka membayar tagihan tepat waktu? Apakah bisnis mereka sedang berada dalam kondisi yang buruk? Apakah mereka mengalami masalah Arus Kas? Sortir pelanggan-pelanggan yang sekiranya sering telat dalam melunasi utangnya dan beri aturan kredit yang lebih ketat agar mereka segera melunasi utangnya.

  • Meningkatkan Penjualan

Jika Anda membutuhkan lebih banyak pemasukan, tidak ada alasan lain untuk mencoba menarik pelanggan baru atau menjual produk baru dan meningkatkan kuantitas penjualan kepada pelanggan tetap Anda. Dan mungkin hal tersebut sulit untuk direalisasikan. Mendapatkan pelanggan baru sangatlah penting untuk bisnis yang sedang berkembang. Akan tetapi itu membutuhkan waktu dan tenaga yang tidaklah sedikit.

Menjual produk lebih banyak kepada pelanggan tetap mungkin lebih mudah daripada mendapatkan pelanggan baru. Dan Anda mungkin dapat melakukan hal tersbeut dengan menganalisis produk apa saja yang paling memikat banyak pelanggan tetap Anda. Informasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan profit margin dan menghasilkan lebih banyak Arus Kas Masuk. Tetapi, Anda harus berhati-hati ketika meningkatkan penjualan secara kredit. Setidaknya, Anda harus mempunyai batas terkait fasilitas nilai penjualan kredit yang akan Anda berikan kepada pelanggan.

  • Diskon Harga

Salah satu opsi untuk meningkatkan Arus Kas adalah dengan menawarkan diskon kepada pelanggan Anda jika mereka bisa melunasi pembelian lebih awal. Meskipun praktik ini dapat memengaruhi profit margin Anda, ini dapat membantu manajemen Arus Kas Anda dengan memberi insentif kepada pelanggan agar mereka melakukan pembayaran lebih awal. Hal ini juga bisa mempersingkat siklus penagihan piutang.

Penting untuk menjaga Cash Flow atau Arus Kas bisnis agar tetap terkendali. Sebisa mungkin, lakukan analisa dan evaluasi terhadap pergerakan Arus Kas setiap bulannya. Agar bisnis Anda tetap berada di jalur yang benar dan bisa secara konsisten menghasilkan Arus Kas Positif, Anda bisa menggunakan perangkat tambahan seperti Software Akuntansi untuk mempermudah Anda dalam mendapatkan proyeksi Arus Kas dan Laporan Keuangan.

Salah satu Software Akuntansi yang mempunyai fitur tersebut adalah Jurnal. Dengan Jurnal, Anda dapat membuat dan melihat Laporan Keuangan – termasuk Laporan Arus Kas – secara instan dan realtime. Ditambah terdapat fitur Dasbor di Jurnal yang memungkinkan Anda melihat informasi keuangan bisnis secara simpel dengan angka yang realtimeSaldo bank, Faktur, Arus Kas, tagihan, dan lainnya termuat di dalam Dasbor Jurnal sehingga Anda bisa melacak dan memonitor kondisi keuangan bisnis dengan mudah. Guidebook mengenai Laporan Arus Kas di Jurnal bisa Anda lihat di sini. Daftarkan perusahaan Anda sekarang juga di Jurnal dan dapatkan kemudahan dalam mengelola arus kas bisnis Anda!