Setiap pelaku bisnis khususnya yang menggunakan platform online ingin menghasilkan profit secepat mungkin. Namun, untuk mencapai tujuan itu jelas harus memperhatikan profil dan strategi keuangan yang sehat dan baik. Kesalahan dalam mengelola keuangan akan menjadi kerugian yang signifikan.

 

Jika di-breakdown dalam bentuk pertanyaan berapa banyak profit yang benar-benar Anda inginkan untuk bisnis online? Apa tujuan keuangan (Financial Goals) yang ingin Anda capai dengan bisnis online Anda? Dan langkah strategis apa yang Anda ambil untuk mencapai tujuan tersebut? Ini adalah beberapa pertanyaan mendasar yang harus Anda jawab ketika Anda memulai bisnis online.

 

Seperti yang dialami oleh banyak pebisnis online lain, Anda mungkin menghadapi beberapa hambatan dalam mengelola bisnis online. Anda membeli beberapa e-books, mengatur situs web Anda sendiri, berlangganan ke beberapa situs yang menyediakan fitur berbayar, dan secara akhirnya Anda menyadari bahwa hal ini menghabiskan banyak uang dan belum tentu memberikan feedback positif bagi bisnis online Anda.

 

Pada kondisi lain, Anda perlu mengiklankan bisnis Anda. Kemudian mempromosikan bisnis online lewat berbagai jasa periklanan tanpa pertimbangan yang matang sehingga akhirnya hal ini membuat pengeluaran Anda membengkak .

 

Sekarang mungkin Anda berada di kondisi “titik balik”. Anda memiliki pengeluaran besar, tetapi tidak memiliki cukup penghasilan untuk membayar pengeluaran ini. Anda merasa lelah, tertipu dan berujung gulung tikar bagi bisnis online Anda. Pahit rasanya jika Anda tidak bisa mengatasi kondisi titik balik seperti itu. Namun, ada cara yang lebih baik untuk mengendalikan keuangan bisnis online Anda. Berikut enam cara untuk mengelola keuangan bisnis Anda agar terhindar dari kesalahan-kesalahan fatal.

Buat Business Plan

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk merealisasikan Financial Goals untuk bisnis online adalah dengan membuat rencana bisnis atau Business Plan. Anda bisa menyederhanakan Isi dari rencana bisnis dimulai dari pertanyaam apa yang ingin Anda lakukan, bagaimana Anda merealisasikannya, berapa banyak laba atau profit yang Anda rencanakan, berapa banyak modal yang Anda miliki untuk memulai, dan pengeluaran apa saja yang dibutuhkan untuk membangun bisnis Anda. Gagasan-gagasan yang dibangun dalam rencana bisnis bukan untuk memprediksi masa depan, tetapi seperti membuat peta bagi diri Anda sendiri agar Anda tidak tersesat dalam perjalanan bisnis Anda.

 

Buat Laporan dan Akun Keuangan Terpisah

Tidak masalah jika Anda mengoperasikan bisnis online Anda sebagai bisnis berbadan hukum yang legal atau jika Anda hanya ingin “cek ombak” saja. Menggabungkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadi Anda adalah ide yang buruk. Karena hal itu akan menyakiti kesehatan keuangan bisnis Anda. Untuk mengatasi ini, buat akun bank terpisah untuk bisnis online Anda. Gunakan itu untuk menyetorkan pendapatan yang bisnis Anda terima. Tidak hanya akun bank, namun laporan keuangan pun juga harus Anda buat terpisah. Akun bank dan laporan keuangan terpisah diperlukan untuk meninjau keuangan bisnis Anda secara mendetail dan untuk memberikan citra profesional untuk bisnis Anda. Mengetahui situasi keuangan yang tepat dari bisnis Anda sangat penting untuk keberlangsungan hidup bisnis. Anda akan mengetahui pengeluaran uang untuk bisnis dan melakukan penyesuaian jika dirasa terlalu boros dan Anda juga akan mengetahui detail pemasukan untuk bisnis Anda.

 

Lakukan Re-Invest

Aturan umumnya adalah menginvestasikan 75% penghasilan Anda kembali untuk bahan promosi bisnis Anda. Pada mulanya bisa setinggi 100%, karena Anda perlu mengomunikasikan brand anda kepada pelanggan. Karena tanpa pelanggan, Anda tidak akan menghasilkan uang. Aset yang bersifat mewah seperti mobil baru tidak akan berdampak efektif terhadap bisnis Anda, dengan kata lain tidak akan memberi Anda pelanggan baru. Tetapi iklan atau bentuk promosi lainnya yang bagus akan berdampak efektif. Anda harus belajar untuk re-invest terhadap bisnis online Anda secara bijak jika Anda ingin mendapatkan feedback yang bagus.

 

Organisir SOP Terkait Pembayaran dan Pengeluaran Transaksi Bisnis

Tidak ada yang “membunuh” bisnis Anda lebih cepat ketika Anda lupa membayar tagihan terkait operasional bisnis Anda dan kepada siapa Anda berutang. Bayangkan jika Anda lupa memperbarui pendaftaran nama domain web Anda. Berapa banyak biaya yang Anda keluarkan untuk membayar berbagai denda yang ditagihkan kepada bisnis Anda. Jadi, buat SOP yang terorganisir dengan jelas, lugas, dan rapi.

 

Atur Pengeluaran untuk Promosi atau Pemasaran Bisnis

Lakukan tindakan kepada bentuk iklan yang tidak efektif. Mulai hentikan pengeluaran terhadap usaha yang tidak memberi keuntungan. Bisnis Anda akan menjadi lebih baik jika Anda berusaha untuk tetap konsisten kepada segala upaya yang memberikan feedback positif untuk Anda. Di sisi lain, gencarkan kampanye iklan yang menguntungkan. Dengan kata lain, lakukan secara konsisten usaha yang membawa lebih banyak profit daripada pengeluaran yang sia-sia.

 

Aturan ini mungkin terdengar sederhana, tetapi banyak pemilik bisnis online mengabaikan aturan ini. Sebaliknya, mereka malah mengejar istilah White Elephant, banyak mengeluarkan biaya untuk tujuan yang tidak pasti.

 

Jika Anda menjalankan kampanye iklan yang sukses, tetap jalankan hal tersebut dan buat kampanye baru secara berdampingan. Jangan pernah menghilangkan kampanye yang menguntungkan. Selalu perluas jangkauan kampanye iklan Anda untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Jadilah kreatif. Lacak dan coba terus hal-hal baru dan ulangi secara konsisten.

Jika keenam langkah tersebut terpenuhi, kesalahan dalam pengelolaan keuangan bisnis Anda bisa dipastikan akan terminimalisir. Untuk masalah pengelolaan pencatatan dan pelaporan keuangan, Jurnal bisa menjadi instrumen untuk memecahkan permasalahan tersebut. Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan fitur-fitur akuntansi secara lengkap dan komprehensif. Untuk melihat informasi lebih lanjut mengenai Jurnal, silahkan klik di sini.

Author