Mencari tambahan modal melalui pinjaman adalah salah satu hal biasa yang dilakukan oleh para pengusaha untuk memperluas usahanya. Salah satu caranya adalah dengan meminjam ke Bank. Namun, terkadang tidak semua pinjaman dapat dikelola sesuai dengan harapan sehingga usaha berjalan mundur. Banyak risiko dari peminjaman Bank yang tidak dapat terselesaikan dengan baik, diantaranya denda keterlambatan,  kemungkinan tersitanya aset perusahaan, dan masuknya nama perusahaan ke dalam daftar hitam perbankan yang akan mempersulit untuk memperoleh pinjaman di kemudian hari. Untuk menghindari hal tersebut, ketahui  beberapa cara untuk mengelola pinjaman Bank agar usaha  dapat berkembang dan utang tetap terbayar.

 

Rencanakan dengan Matang

Sebelum memutuskan untuk meminjam uang dari bank, sebaiknya Anda telah menentukan sebuah rencana kemajuan usaha terlebih dahulu. Anda harus membuat rencana kemanakah dana tersebut disalurkan, apakah untuk menambah alat produksi, pembiayaan promosi, atau perluasan wilayah. Dengan memiliki rencana yang matang, maka usaha akan berjalan semakin lancar dan pinjaman uang pun akan digunakan sesuai keperluan.

 

Ikuti Rencana

Ketika seseorang menerima uang yang banyak dari pinjaman bank, terkadang akan timbul keinginan untuk menggunakan dana tersebut di luar keperluan usaha. Hal ini tentunya kurang tepat. Jika Anda berutang untuk usaha, maka jangan pernah menuruti keinginan tersebut. Tetaplah ikuti rencana yang telah ditentukan. Jangan menyentuh sedikitpun dana tersebut di luar perencanaan anggaran yang dibuat, sehingga uang pinjaman tidak akan habis tanpa ada kemajuan usaha.

 

Sediakan Dana Khusus

Berani mengambil pinjaman dari Bank, berarti juga harus berani untuk mengangsur setiap bulan beserta bunganya. Bagaimanapun caranya bayarlah angsuran dengan tertib jika tidak ingin terbebani dengan denda.  Biasakan memiliki dana khusus untuk membayar angsuran yang bisa diambil dari laba usaha. Kalaupun laba yang didapat melebihi target, Anda bisa menyisihkannya untuk angsuran berikutnya sebagai dana cadangan khusus yang akan berguna ketika usaha mengalami defisit.

 

Jadikan Laba Sebagai Modal

Meskipun Anda harus menggunakan keuntungan usaha untuk membayar utang, Anda tetap harus menambah modal dengan keuntungan tersebut. Anggaplah diri Anda seorang karyawan dalam perusahaan yang digaji setiap bulan. Pada saat pinjaman pada Bank belum terselesaikan, maka jangan mengambil laba terlebih dahulu, ambillah gaji sebagai pemilik saja. Laba hanya dapat digunakan untuk kepentingan usaha. Dengan demikian lambat laun modal awal yang Anda tanam akan semakin bertambah seiring berjalannya bisnis. Usaha yang berjalan semakin lancar akan memudahkan dalam pembayaran pinjaman bank.

 

Buat Catatan Keuangan

Cara yang sangat diperlukan dalam mengelola pinjaman bank adalah membuat catatan keuangan perusahaan. Anda perlu menulis semua pemasukan, pengeluaran, dan besarnya utang pada catatan tersebut. Setiap angsuran yang telah terbayar juga perlu ditulis secara detail karena dapat memudahkan penghitungan arus kas perusahaan. Dengan cara ini, Anda dapat dengan mudah melihat seberapa besar kemajuan perusahaan dan masih ada berapakah utang yang harus dibayar. Kalaupun keuangan perusahaan menurun, Anda bisa dengan cepat mengetahuinya dan dapat mengambil keputusan yang paling tepat berdasarkan catatan keuangan tersebut.

 

Keperluan pencatatan keuangan perusahaan bisa dilakukan secara cepat dengan menggunakan software khusus akuntansi seperti Jurnal. Jurnal merupakan software akuntansi online yang memiliki berbagai fitur untuk pencatatan keuangan. Dengan menggunakan Jurnal Anda bisa dengan mudah mengelola keuangan perusahaan termasuk pinjaman bank. Dapatkan semua informasi tentang Jurnal di sini.