Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Wesel Bayar dalam Akuntansi: Pengertian, Komponen, Cara Mencatat Jurnal dan FAQ

Tayang
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Mekari Jurnal Highlights
  • Wesel bayar memberikan kepastian hukum yang lebih kuat daripada utang usaha dan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek atau jangka panjang tergantung jatuh tempo
  • Instrumen ini berperan penting dalam pembiayaan aset, restrukturisasi kewajiban, serta pengelolaan likuiditas. Wesel bayar juga berdampak langsung pada rasio likuiditas, struktur neraca, serta penilaian risiko oleh investor dan kreditur
  • Kesalahan dalam pengakuan bunga atau diskonto dapat mengganggu akurasi laba rugi dan nilai tercatat kewajiban, sehingga pemahaman teknis menjadi krusial
  • Software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal memungkinkan pencatatan otomatis, monitoring jatuh tempo real-time, dan pelaporan keuangan yang akurat serta patuh standar

Wesel bayar merupakan sebuah instrumen dalam manajemen kewajiban perusahaan yang sering digunakan ketika utang usaha akan dicatat dalam dokumen formal yang memuat jangka waktu dan bunganya.

Dalam neraca, wesel bayar diklasifikasikan sebagai kewajiban atau liabilitas yang perlu dikontrol dan dikelola dengan ketat agar mampu mencerminkan posisi hutang dan beban bunga yang akurat di laporan keuangan.

Penggunaan wesel bayar merupakan sebuah pertanyaan komitmen khusus yang kuat dan membedakannya dengan utang usaha biasa, serta memberikan jembatan formal antara kebutuhan likuiditas jangka pendek dan kewajiban jangka panjang.

Pahami selengkapnya mengenai wesel bayar dalam praktik akuntansi bisnis dan bagaimana cara mengelola dan membuatnya di artikel Mekari Jurnal berikut ini!

Pengertian Wesel Bayar dalam Akuntansi

Dalam konteks akuntansi, notes payable atau wesel bayar adalah sebuah dokumen formal berupa janji tertulis atau promissory note dari debitur untuk membayar sejumlah nominal, termasuk ketentuan bunga  dan syarat pembayaran, kepada kreditur pada tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan.

Perusahaan mengkategorikan wesel bayar sebagai liabilitas jangka pendek atau kewajiban lancar jika pelunasan dijadwalkan dalam waktu satu tahun. Jika jangka waktu melebihi periode 12 bulan, maka instrumen termasuk ke liabilitas jangka panjang.

Klasifikasi ini memberikan implikasi langsung terhadap rasio likuiditas perusahaan yang sering menjadi indikator utama bagi investor dan kreditur dalam menilai kesehatan finansial sebuah entitas bisnis.

Dokumen ini dalam aktivitas bisnis sering ditemukan ketika ingin membiayai pembelian aset besar, mengonversi utang usaha yang telah jatuh tempo, atau sebagai syarat formal dalam memperoleh fasilitas pinjaman dari lembaga perbankan.

Pada dasarnya, yang paling membedakan wesel bayar dengan utang usaha adalah perannya yang dirancang untuk memberikan kepastian hukum melalui perjanjian tertulis.

Untuk memahami lebih ringkas perbedaan utang usaha dengan wesel bayar, simak dalam tabel perbandingan berikut ini.

Aspek Utang Usaha (Accounts Payable) Wesel Bayar (Notes Payable)
Bentuk Komitmen Informal, berbasis faktur/invois Formal, janji tertulis/promes resmi
Ketentuan Bunga Umumnya tidak berbunga Biasanya menyertakan bunga eksplisit atau implisit
Kekuatan Hukum Bukti tagihan perdagangan standar Alat bukti hukum yang kuat di bawah KUHD
Durasi Sangat pendek (30-60 hari) Bervariasi (Harian hingga Tahunan)
Tujuan Penggunaan Pembelian inventaris atau jasa rutin Pinjaman bank atau aset bernilai besar

Baca Juga: Panduan Lengkap Akuntansi Piutang untuk Bisnis Anda

Komponen yang Harus Ada di Wesel Bayar

Dokumen dapat dikatakan sebagai wesel bayar apabila memuat beberapa komponen esensial berikut ini agar dinilai kuat di mata akuntansi dan hukum:

  1. Nilai pokok: jumlah nominal yang harus dibayar pada saat jatuh tempo
  2. Tanggal penerbitan dan tanggal jatuh tempo: dua tanggal ini menentukan periode kewajiban dan pengakuan beban bunga
  3. Suku bunga atau ketentuan bunga: tingkat bunga eksplisit (misalnya 10% per tahun) atau keterangan “tanpa bunga” jika memang tidak ada
  4. Nama pihak kreditur (penerima pembayaran) dan debitur (pembuat wesel) sebagai identitas hukum kedua pihak
  5. Syarat pembayaran: biasanya mencakup cara pembayaran (tunai/transfer), kemungkinan pelunasan lebih awal, penalti keterlambatan, dan ketentuan agunan bila ada
  6. Tanda tangan penerbit: syarat mutlak yang menandakan kesanggupan dan persetujuan hukum untuk terikat pada seluruh klausul yang ada dalam dokumen
  7. Tempat pembayaran: kepastian lokasi pembayaran membantu menentukan yurisdiksi hukum jika terjadi sengketa

Pencatatan Jurnal Wesel Bayar (Notes Payable)

Pencatatan jurnal saat wesel bayar saat saat wesel bayar diterbitkan, selama masa berjalan, dan saat pelunasan akan dijelaskan selengkapnya berikut ini.

1. Ketika Wesel Diterbitkan untuk Menggantikan Utang Usaha

Jika perusahaan mengganti utang usaha (account payable) dengan wesel bayar, jurnal biasanya:

  • Debit: Utang Usaha
  • Kredit: Wesel Bayar

Contoh narasi: “Mencatat penerbitan wesel bayar untuk melunasi utang usaha ke PT Supplier.”

2. Pencatatan Bunga Periodik (Jika Wesel Berbunga)

Apabila wesel bayar memiliki ketentuan bunga dan perusahaan menerapkan pencatatan secara periodik (misalnya bulanan), maka bunga harus diakui sebagai beban bunga sesuai prinsip akrual, meskipun belum dibayarkan secara kas.

Jurnal pencatatan bunga periodik:

  • Debit: Beban Bunga
  • Kredit: Bunga Terutang

Baca Juga: Contoh dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang

3. Pelunasan Wesel pada Jatuh Tempo

Pada tanggal jatuh tempo (face value + bunga yang harus dibayar):

  • Debit: Wesel Bayar (nilai nominal)
  • Debit: Bunga Terutang (jika ada)
  • Kredit: Kas/ Bank

Jika wesel diterbitkan untuk menggantikan utang usaha sebelumnya, akun utang usaha telah di-debit pada penerbitan awal sehingga tidak diulangi.

Pengertian Diskonto Wesel Bayar

Diskonto terjadi ketika perusahaan menerbitkan wesel namun menerima jumlah kas yang lebih rendah dari nilai nominal yang tercantum pada surat tersebut.

Kondisi ini menyebabkan selisih yang terjadi karena bunga yang dipotong di muka atau biaya pinjaman implisit yang harus diakui sebagai beban selama masa berlaku wesel.

Selisih atau perbedaan ini kemudian diperlakukan sebagai discount on notes payable dengan akun kontra liabilitas yang diamortisasi menjadi beban bunga selama umur wesel.

Akun ini memiliki saldo normal debit dan akan dikurangkan dari saldo akun wesel bayar di neraca  untuk menghasilkan nilai tercatat bersih atau carrying value.

Seiring berjalannya waktu, diskonto ini harus diamortisasi secara sistematis, yang mengakibatkan nilai tercatat wesel perlahan-lahan meningkat hingga mencapai nilai nominal penuh pada saat jatuh tempo.

Untuk memahami bagaimana amortisasi diskonto secara periodik dilakukan, simak ilustrasinya berikut ini:

1. Pendiskontoan Wesel Tidak Berbunga

Contoh soal:

Terdapat wesel dengan nominal Rp300.000 dengan jangka waktu 2 bulan, wesel tertanggal 1 Maret 2025 dan didiskontokan pada tanggal 26 Maret dengan diskonto 10%.

Periode diskonto dihitung sebagai berikut:

26 –  31 Maret = 5 hari

April = 30 hari

1 Mei (tanggal jatuh tempo)  = 1 hari

Periode diskonto = 36 hari

Apabila wesel di atas jangka waktu 60 hari maka wesel akan jatuh tempo pada tanggal 30 April 2025.

Nilai jatuh tempo wesel Rp300.000

Diskonto: Rp300.000 x 10% x 36/360 Rp3.000

Uang yang diterima = Rp297.000

Contoh jurnal akuntansi atas pendiskontoan wesel tersebut akan terlihat sebagai berikut:

Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp)
Kas 297.000
Biaya Bunga 3.000
Piutang Wesel 300.000
(piutang wesel  tidak diskontokan)

2. Pendiskontoan Wesel Tidak Berbunga

Contoh soal:

PT X memiliki wesel tagih berbunga dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Nilai nominal wesel: Rp 85.000.000,00
  • Tanggal wesel: 15 Agustus 2024
  • Tanggal jatuh tempo: 15 November 2024
  • Tanggal wesel didiskontokan ke bank: 1 Oktober 2024
  • Tingkat diskonto bank: 9% per tahun
  • Tingkat bunga wesel: 10% per tahun

Alur perhitungan pendiskontoan wesel berbunga:

Jangka waktu wesel adalah 3 bulan (15 Agustus–15 November).

Bunga wesel dihitung dengan rumus:

Bunga wesel = (jangka waktu / 12) × bunga tahunan × nominal wesel

Bunga wesel
= (3/12) × 10% × Rp 85.000.000,00
= Rp 2.125.000,00

Nilai jatuh tempo
= Rp 85.000.000,00 + Rp 2.125.000,00
= Rp 87.125.000,00

Periode diskonto

= Oktober (1–31) = 31 hari

= November (1–15) = 15 hari

Jumlah periode diskonto = 46 hari

Diskonto

= (46/360) × 9% × Rp 85.000.000,00

= Rp 977.500,00

Uang yang diterima

= Rp 87.125.000,00 − Rp 977.500,00

= Rp 86.147.500,00

Pendapatan bunga (neto)

= Bunga wesel − Diskonto

= Rp 2.125.000,00 − Rp 977.500,00

= Rp 1.147.500,00

Contoh jurnal akuntansi atas pendiskontoan wesel berbunga akan terlihat sebagai berikut:

Keterangan Debet (Rp) Kredit (Rp)
Piutang Dagang 86.147.500,00
Piutang Wesel 85.000.000,00
Pendapatan Bunga 1.147.500,00

Baca Juga: Pencatatan Jurnal Pembelian dan Penjualan Perusahaan Dagang

Contoh Soal dan Ilustrasi Jurnal Wesel Bayar

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret bagi audiens profesional, berikut adalah dua studi kasus yang menggabungkan aspek operasional dan penyesuaian akhir tahun dalam siklus akuntansi wesel bayar.

Wesel Berbunga untuk Pembelian Aset

PT Maju Terus membeli sebuah mesin produksi seharga Rp100.000.000 pada tanggal 1 September 2024. Perusahaan membayar uang muka Rp20.000.000 dan menerbitkan wesel bayar 6 bulan untuk sisanya sebesar Rp80.000.000 dengan bunga 9% per tahun.

Data Transaksi:

  • Pokok Wesel: Rp80.000.000
  • Tingkat Bunga: 9% per tahun
  • Jangka Waktu: 6 Bulan (Jatuh tempo 1 Maret 2025)
  • Tutup Buku: 31 Desember

Langkah Perhitungan:

  • Bunga per bulan = Rp80.000.000 x 9% x (1/12) = Rp600.000
  • Bunga akrual akhir tahun 2024 (Sep-Des = 4 bulan) = Rp600.000} x 4 = Rp2.400.000
  • Bunga periode 2025 (Jan-Feb = 2 bulan) = Rp600.000 x 2 = Rp1.200.000
  • Total pembayaran saat jatuh tempo = Rp80.000.000} + Rp3.600.000 = Rp83.600.000

Tabel Jurnal PT Maju Terus:

Tanggal Keterangan Akun Debit (Rp) Kredit (Rp)
1 Sep 2024 Mesin Produksi 100.000.000
Kas (Uang Muka) 20.000.000
Wesel Bayar 80.000.000
31 Des 2024 Beban Bunga 2.400.000
Utang Bunga 2.400.000
1 Mar 2025 Wesel Bayar 80.000.000
Utang Bunga 2.400.000
Beban Bunga 1.200.000
Kas 83.600.000

Baca Juga: Contoh Jurnal Umum Beserta Tahapan Pembuatannya Dalam Akuntansi

Penerbitan Wesel Tanpa Bunga (Zero-Interest Note)

PT Gemilang menerbitkan wesel bayar satu tahun senilai Rp50.000.000 untuk meminjam uang dari bank pada 1 Januari 2024. Bank mengenakan tingkat diskonto 10%.

Analisis:

  • Kas yang diterima = Rp50.000.000 – Rp50.000.000 x 10%) = Rp45.000.00
  • Diskonto awal = Rp5.000.000

Pada laporan keuangan 31 Desember 2024, seluruh diskonto sebesar Rp5.000.000 telah diamortisasi menjadi beban bunga, sehingga nilai tercatat wesel di neraca menjadi Rp50.000.000 (pokok), dan perusahaan akan melunasinya dengan pembayaran tunggal sebesar Rp50.000.000 kepada bank.

Ilustrasi ini menunjukkan bahwa meskipun disebut “tanpa bunga”, biaya pembiayaan tetap ada dan harus diakui secara periodik dalam laporan laba rugi.

FAQ Seputar Wesel Bayar

1. Apa Itu Wesel Bayar?

Janji tertulis perusahaan untuk membayar sejumlah uang pada tanggal yang disepakati; dicatat sebagai notes payable pada neraca.

2. Apa Beda Wesel Bayar dan Utang Usaha (Account Payable)?

Utang usaha atau account payable umumnya informal dan terkait transaksi dagang jangka pendek; wesel bayar formal, sering berbunga, dan berbentuk dokumen yang mengikat.

3. Bagaimana Jika Wesel diterbitkan Tanpa Bunga?

Jika benar-benar tanpa bunga, tidak ada beban bunga yang harus diakui selama periode; namun perlu diperiksa nilai waktu uang dan persyaratan kontrak yang mungkin menyiratkan biaya tersembunyi.

4. Apa Itu Diskonto atas Wesel Bayar?

Selisih antara nilai nominal wesel dan kas yang diterima saat penerbitan. Diperlakukan sebagai akun kontra-liabilitas (discount on notes payable) dan diamortisasi menjadi beban bunga.

Baca Juga: Contoh Pencatatan Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas

5. Bagaimana Pengaruh Wesel Bayar Terhadap Laporan Keuangan?

  • Neraca: menambah liabilitas (notes payable), net of discount jika ada.
  • Laba rugi: expense bunga diamortisasi selama umur wesel.
  • Laporan Arus kas: pembayaran bunga dan pokok mempengaruhi arus kas operasi dan pendanaan sesuai klasifikasi.

Kesimpulan

Wesel bayar merupakan instrumen keuangan yang sangat kuat bagi perusahaan untuk mengelola modal kerja, mendapatkan pembiayaan, dan memperkuat hubungan hukum dengan kreditur.

Pemahaman yang mendalam mengenai pengertian, komponen, dan cara mencatat jurnal wesel bayar bukan hanya kebutuhan teknis bagi akuntan, tetapi merupakan pilar strategis bagi manajemen keuangan dalam menjaga stabilitas dan transparansi entitas bisnis.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat, efisiensi dalam pencatatan dan pemantauan kewajiban finansial menjadi faktor pembeda yang signifikan.

Perusahaan yang masih menggunakan metode manual dalam mengelola utang wesel berisiko menghadapi inefisiensi dan potensi kesalahan yang merugikan.

Transformasi digital melalui penggunaan software akuntansi terintegrasi adalah langkah logis untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan kepatuhan yang tanpa celah.

Dengan Mekari Jurnal, seluruh siklus akuntansi terintegrasi secara real-time sehingga Anda dapat memanfaatkan seluruh fitur unggulannya untuk menjaga likuiditas perusahaan tetap prima.

Coba gratis sekarang dan rasakan transformasi manajemen keuangan bisnis Anda menjadi lebih cerdas dan efisien!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang!

 

 

 

Referensi:

Alllianz, “Accounts Payable Vs. Notes Payable: Differences & Examples”.

CFI, “Notes Payable”.

WallStreetPrep, “Notes Payable”.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami