Tantangan bagi Bisnis di berbagai Industri Kala Lockdown Diterapkan

Tantangan bagi Bisnis di berbagai Industri Kala Lockdown Diterapkan – Para pemimpin negara di berbagai belahan dunia saat ini tengah menyusun berbagai kebijakan demi menekan penyebaran COVID-19 yang mematikan. Di tengah wabah virus yang tengah bergejolak, salah satu cara yang dinilai efektif untuk menahan laju penyebaran COVID-19 adalah dengan menerapkan lockdown.

Lockdown merupakan kebijakan darurat yang dapat diambil oleh para pemimpin di sebuah kota atau negara untuk menutup semua akses masuk dan keluar dari daerah atau negara tersebut untuk sementara waktu. Penutupan tersebut dilakukan dengan cara menghentikan transportasi, berbagai aktivitas bisnis, hingga menutup tempat-tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian.

Konsep dan penerapan lockdown tentunya menimbulkan pro dan kontra, terutama bagi para pemilik bisnis di berbagai industri. Penutupan akses masuk dan keluar dari suatu daerah, hingga penerapan jam malam untuk masyarakat tentunya akan memberikan pengaruh besar terhadap bisnis. Para pemimpin perusahaan dan pemilik bisnis harus menghadapi berbagai tantangan agar bisnisnya dapat bertahan di tengah situasi sulit ini.

Lesunya Daya Beli Masyarakat

Pengaruh yang paling dirasakan bisnis di masa-masa pandemi, terutama saat penerapan lockdown, adalah turunnya frekuensi pembelian barang dan jasa yang ditawarkan. Saat periode lockdown, orang-orang dilarang berkumpul di tempat-tempat hiburan sehingga berbagai bisnis yang ada di sana akan mengalami penurunan penjualan. Belum lagi, masyarakat tidak dapat pergi ke luar kota sehingga bisnis yang berkaitan dengan transportasi juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan keuntungan. Untuk mengatasi hal ini, solusi yang dapat dilakukan bisnis adalah memberikan berbagai promosi terhadap bisnisnya agar masyarakat lebih tertarik untuk berbelanja atau menggunakan jasa mereka. Selain itu, penjualan produk atau aktivitas bisnis lainnya pun harus dapat dilakukan secara digital.

Kesulitan Memasok Bahan untuk Produksi

Dampak dari lockdown juga akan dirasakan oleh pabrik-pabrik karena pasokan bahan yang sulit didatangkan akibat penutupan akses jalan masuk ke pabrik. Bahan baku yang datang pun harus disterilkan terlebih dahulu karena berpotensi membawa COVID-19 yang membahayakan para pekerja. Apabila bahan baku tidak bisa disediakan, maka produksi barang akan menurun. Para pebisnis harus mampu mengakali stok bahan baku di masa sulit ini dengan cara mencari pasokan bahan di dalam kota. Selain itu, penggunaan bahan baku juga harus dioptimalkan agar stok tidak cepat habis.

Baca juga: Bisnis Terganggu karena Virus Corona, Lakukan 4 Cara Ini!

Masalah dalam Penyesuaian Tugas Karyawan

Di masa lockdown, satu-satunya cara untuk membuat bisnis tetap berjalan adalah dengan menerapkan sistem kerja di rumah atau work from home (WFH) bagi para karyawan. Dengan meminta karyawan menunaikan tanggung jawab pekerjaan mereka dari rumah masing-masing, roda bisnis perusahaan dapat tetap berjalan. Kendati demikian, ada berbagai hal yang harus dipikirkan oleh para pemimpin perusahaan saat menerapkan WFH, diantaranya pengaturan tugas untuk setiap pekerja, penyesuaian alur bisnis, hingga penilaian kinerja karyawan yang melakukan WFH.

Ketergantungan terhadap Teknologi

Setiap bisnis dari berbagai skala menggantungkan segala aktivitas bisnis mereka kepada teknologi di masa lockdown. Tanpa teknologi yang memadai, para karyawan tidak akan mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan aktivitas bisnis juga tidak akan berjalan dengan mulus. Penting bagi setiap pemimpin perusahaan dan pemilik bisnis untuk memilih mitra teknologi terbaik yang mampu menopang bisnis mereka di masa sulit seperti sekarang.

Itulah tantangan bisnis di saat lockdown karena pandemi COVID-19. Dalam hal penyedia solusi teknologi untuk membantu akuntansi dan keuangan di setiap perusahaan dan menjawab tantangan-tantangan di atas.  Salah satu software akuntansi yang telah banyak digunakan oleh banyak perusahaan adalah Jurnal. Sebagai software akuntansi, Jurnal memiliki segudang fitur mulai dari pencatatan laporan keuangan hingga rekonsiliasi bank. Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!

CTA

Written by: Dio Handrian


PUBLISHED21 Apr 2020
Dewi Maharani Indah Reswari
Dewi Maharani Indah Reswari

SHARE THIS ARTICLE: