Quick Ratio: Contoh, Rumus, dan Cara Menghitungnya Quick ratio adalah rasio yang juga sering dikenal dengan sebutan Acid-Test Ratio di kalangan para praktisi.Mengapa demikian? Hal tersebut berdasarkan istilah “acid-test” yang berkaitan pada pengujian keasaman dalam kimia.Hal itu mencerminkan maksud dari analisis rasio keuangan ini yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dapat bertahan dalam situasi keuangan yang sulit atau krisis.Quick ratio cocok untuk pengujian ini karena dapat memberikan gambaran yang lebih dalam jika dibandingkan rasio lainnya untuk menghitung likuiditas.Lalu, seperti apa cara menghitung, mengevaluasi, dan manfaatnya? Simak pada artikel Mekari Jurnal berikut. Apa Itu Quick Ratio?Pada dasarnya, quick ratio adalah suatu pengukuran untuk menghitung posisi likuiditas perusahaan.Selain itu, rasio keuangan ini juga dapat melihat apakah perusahaan sanggup dalam membayar kewajiban dan utang jangka pendek dalam periode yang sama.Terdapat beberapa rasio keuangan yang mengukur likuiditas perusahaan, namun quick ratio hanya menghitung kas dan setara kas tanpa menggabungkan persediaan.Hal tersebut dikarenakan persediaan membutuhkan waktu agar cair menjadi kas, sehingga cukup berkebalikan dengan tujuannya yaitu mengukur perusahaan dalam membayar kewajiban dalam jangka waktu pendek.Kondisi ini yang membedakan quick ratio dengan rasio lainnya seperti current ratio, di mana jangka waktu perhitungan likuiditas hanya kurang dari 90 hari.Rumus Menghitung Quick RatioAnda dapat menghitung quick ratio dengan cukup sederhana. Mengutip dari Wallstreetmojo, berikut rumus yang dapat Anda gunakan:Quick Ratio = Quick Assets / Quick Liabilities Penjelasan:Quick AssetsQuick assets atau aset lancar adalah aset yang mengacu kepada kepemilikan perusahaan dengan nilai yang dapat dikonversi menjadi uang tunai atau sudah dalam bentuk uang tunai.Komponen dalam aset lancar termasuk kas, aktiva lancar, persediaan, uang muka, surat berharga, dan piutang. Ada cara paling sederhana untuk menemukan nilai aset lancar, yaitu melihat saldo aktiva lancar di akhir periode laporan keuangan.Jika menggunakan perhitungan, Anda dapat menggunakan rumus perhitungan(Aktiva Lancar + Piutang Usaha) – PersediaanQuick LialibitiliesQuick lialibilities atau kewajiban lancar merupakan utang atau kewajiban yang perlu dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari setahun.Komponen ini termasuk hutang jangka pendek, hutang bunga, hutang pajak lancar, kewajiban akrual, dan sebagainya.Sama seperti quick assets, Anda tinggal melihat saldo kewajiban lancar di akhir periode pada laporan keuangan.Baca Juga: Pengertian Utang, Jenis, dan Ciri-Ciri dalam PerusahaanCara Menghitung Quick RatioAgar mempermudah pemahaman dalam menghitung quick ratio, simak contoh soal berikut ini dan solusinya berdasarkan data laporan keuangan.Perusahaan PT. Jurnal menerbitkan laporan posisi keuangan untuk satu tahun periode pembukuan yang berakhir pada akhir tahun 2022.Berdasarkan informasi di dalam laporan keuangan, komposisi aktiva tetap PT. Jurnal sebagai berikut: Surat Berharga : Rp 75.000.000 Kas : Rp 300.000.000 Beban Bayar Dimuka : Rp 15.000.000 Piutang : Rp 80.000.000 Persediaan : Rp 175.000.000 Di sisi lain, jumlah kewajiban lancar PT. Jurnal terbagi menjadi beberapa komponen berikut: Hutang Jangka Pendek : Rp 163.000.000 Hutang Bunga : Rp 27.000.000 Hutang Pajak Lancar : Rp 90.000.000 Kewajiban Akrual : Rp 110.000.000 Sebagai catatan tambahan, hasil quick ratio pada periode selanjutnya adalah 0,78 yang mengindikasikan bahwa pengelolaan perusahaan yang kurang optimal.Oleh karena itu, ketahui quick ratio pada periode saat ini dan evaluasi hasilnya dengan hasil quick ratio pada periode sebelumnya.Jawaban:Untuk menghitung quick ratio Pt. Jurnal pada periode 2022, langkah pertama yang Anda perlukan adalah menghitung jumlah saldo aktiva tetapnya.Perhitungan aset lancar sebagai berikut:Aset Lancar = (Surat Berharga + Kas + Beban Bayar Dimuka + Piutang) – PersediaanAset Lancar = (Rp 75.000.000 + Rp 300.000.000 + Rp 15.000.000 + Rp 80.000.000) – Rp 175.000.000Total Aset Lancar = Rp 470.000.000Kemudian langkah kedua, menghitung total kewajiban lancar PT. Jurnal. Perhitungannya adalah sebagai berikut:Kewajiban Lancar = Hutang Jangka Pendek + Hutang Bunga + Hutang Pajak Lancar + Kewajiban AkrualKewajiban Lancar = Rp 163.000.000 + Rp 27.000.000 + Rp 70.000.000 + Rp 50.000.000Total Kewajiban Lancar = Rp 310.000.000Langkah terakhir, yaitu menghitung quick ratio dengan menggunakan rumus berikut:Quick Ratio = Quick Assets / Quick LiabilitiesQuick Ratio = Rp 470.000.000 / Rp 310.000.0001,5 adalah hasil quick ratio dari laporan keuangan PT. Jurnal periode 2022.Interpretasi dan Analisis Quick RatioBerdasarkan perhitungan pada soal dan penjelasan jawaban sebelumnya, dapat terlihat bahwa nilai quick ratio adalah 1,5.Hal itu dapat menunjukkan bahwa kesehatan keuangan perusahaan cenderung aman dan dapat membayar kewajiban dan utang dalam periode yang sama.Selain itu, gambaran lain yang bisa kita interpretasi dari soal di atas adalah adanya kecenderungan peningkatan nilai dari 0,78 ke 1,5.Hal ini menunjukkan bahwa periode sebelumnya memiliki masalah dalam operasional perusahaan sehingga tidak dapat menutup pengeluaran di periode yang sama. Kondisi ini biasanya akan berakhir dengan menambah utang atau mencari pinjaman uang ke bank.Namun, jika rasio nilai melebihi 1, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan lebih dari cukup untuk membayar kewajiban atau utang jangka pendek di periode tersebut.Oleh karena itu, idealnya perusahaan cukup mendapatkan nilai quick ratio 1:1 agar cukup melunasi kewajiban lancarnya.Jika kurang dari 1, perusahaan sulit untuk melunasi kewajban lancarnya. Hal ini juga berdampak pada pertimbangan investor atau bank untuk melakukan kerja sama kembali.Sedangkan jika melebihi dari 1, perusahaan dapat mendapatkan keuntungan untuk melunasi kewajiban lancar.Baca Juga: Rasio Kas (Cash Ratio), Bagaimana Cara Menghitungnya?Perbedaan Quick Ratio dan Current RatioSelain quick ratio, terdapat rasio lain yang berfungsi untuk mengukur likuiditas perusahaan, yaitu current ratio.Namun, ada perbedaan di antara keduanya, semuanya akan terlihat dalam tabel berikut: Quick Ratio Current Ratio Tidak mengikutsertakan komponen persediaan atau inventaris. Menghitung seluruh aset yang perusahaan miliki termasuk persediaan barang. Membagi kas, piutang, dan surat berharga dengan kewajiban lancar. Membagi semua aset lancar dengan kewajiban lancar. Menghitung likuiditas perusahaan dalam jangka waktu cenderung pendek (90 hari atau kurang). Menghitung likuiditas dalam jangka waktu panjang (satu tahun). KesimpulanItulah penjelasan selengkapnya mengenai quick ratio dan perannya dalam mengukur sejauh mana perusahaan dapat bertahan dalam situasi yang sulit atau kesanggupan dalam membayar kewajiban lancar.Melalui penjelasan rumus, contoh cara menghitung, dan penjelasan intrepretasi, semoga Anda dapat memahami dan sanggup untuk mengukur quick ratio pada perusahaan Anda.Untuk mempermudah proses menganalisis rasio keuangan, Anda harus memiliki laporan keuangan yang memiliki tingkat akurasi tinggi.Akurasi tinggi dapat mencegah dan menghilangkan data yang salah atau error, sehingga tidak mengganggu perhitungan rasio dan keputusan strategis.Oleh karena itu, dengan menggunakan software akuntasi Mekari Jurnal, Anda dapat lebih mudah memantau quick ratio dalam laporan keuangan.Dengan sistem yang terotomatisasi untuk membuat laporan keuangan, dapat meminimalisir terjadinya kesalahan atau human error.Mekari Jurnal juga memiliki fitur yang membantu mengelola rasio keuangan seperti manajemen anggaran, manajemen stok barang, pembukuan, dan rekonsiliasi bank.Tunggu apalagi? Segera gunakan Mekari Jurnal sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Daftarkan perusahaan Anda sekarang dan rasakan fitur gratis Mekari Jurnal secara lengkap selama 7 hari bagi pendaftar pertama.Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!FAQ Tentang Seputar Quick Ratio (Rasio Cepat / Acid-Test Ratio)1. Apa itu Quick Ratio?Quick Ratio adalah rasio keuangan likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset yang paling cepat diuangkan menjadi kas (quick assets). Rasio ini sering disebut juga acid-test ratio.2. Apa tujuan penggunaan Quick Ratio?Tujuan utamanya adalah memberi gambaran apakah perusahaan mampu membayar utang jangka pendek tanpa harus menjual persediaan, sehingga memberikan ukuran likuiditas yang lebih konservatif dibanding current ratio.3. Apa saja yang termasuk quick assets dalam perhitungan Quick Ratio?Quick assets mencakup aset yang paling mudah diubah menjadi kas dalam waktu singkat seperti: Kas dan setara kas Piutang usaha Surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam waktu singkat Aset ini tidak termasuk persediaan atau biaya dibayar di muka.4. Apa rumus Quick Ratio yang umum digunakan?Rasio cepat dihitung dengan rumus:Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan – Biaya dibayar di muka) ÷ Kewajiban Lancaratau secara sederhana:Quick Ratio = Quick Assets ÷ Kewajiban Lancar5. Apa perbedaan Quick Ratio dengan Current Ratio?Perbedaan utamanya adalah Quick Ratio tidak memasukkan persediaan dan biaya dibayar di muka, sedangkan Current Ratio menghitung seluruh aset lancar. Sehingga Quick Ratio memberikan gambaran likuiditas yang lebih konservatif.6. Apa arti nilai Quick Ratio lebih dari 1?Quick Ratio ≥ 1 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup quick assets untuk menutup kewajiban jangka pendeknya tanpa harus menjual persediaan, dan ini biasanya dianggap sebagai tanda likuiditas yang sehat.7. Bagaimana jika Quick Ratio kurang dari 1?Jika Quick Ratio < 1, ini menandakan kemungkinan perusahaan tidak cukup memiliki aset yang mudah dicairkan untuk menutup kewajiban jangka pendeknya, sehingga risiko likuiditas lebih tinggi.8. Siapa saja yang menggunakan Quick Ratio?Quick Ratio sering digunakan oleh: Manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan. Investor dan analis untuk menilai risiko likuiditas. Kreditur untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar utang. 9. Apakah Quick Ratio cocok untuk semua jenis industri?Interpretasi Quick Ratio bisa berbeda tergantung industri: perusahaan yang memiliki persediaan besar (mis. ritel atau manufaktur) mungkin terlihat kurang likuid menurut Quick Ratio, tetapi itu wajar dalam konteks industrinya. Sebaliknya, perusahaan jasa dengan sedikit persediaan biasanya punya nilai Quick Ratio lebih tinggi.10. Bagaimana Quick Ratio membantu dalam pengambilan keputusan bisnis?Dengan mengetahui Quick Ratio, pemilik dan manajemen dapat menilai apakah perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk operasi harian tanpa menjual persediaan, sehingga dapat merencanakan strategi kas, investasi, dan pendanaan jangka pendek dengan lebih baik.11. Apa arti istilah “acid-test ratio”?Istilah acid-test ratio adalah nama lain dari Quick Ratio yang menggambarkan uji yang ketat terhadap likuiditas suatu perusahaan, mirip dengan tes keasaman dalam kimia yang menunjukkan sesuatu dengan cepat dan teliti.12. Apakah Quick Ratio termasuk jenis rasio likuiditas lain?Ya. Quick Ratio adalah salah satu rasio likuiditas yang populer selain current ratio dan cash ratio, yang masing-masing memberikan gambaran kondisi finansial jangka pendek suatu perusahaan.13. Contoh praktis Quick Ratio:Jika perusahaan punya quick assets seperti kas, surat berharga, dan piutang sebesar Rp500 juta, dan kewajiban lancar Rp250 juta, maka Quick Ratio = 500/250 = 2,0 → artinya perusahaan punya Rp2 quick assets untuk setiap Rp1 kewajiban lancar.14. Apa batasan dari Quick Ratio?Quick Ratio tidak mempertimbangkan arus kas aktual (cash flow) dan waktu penagihan piutang, sehingga bisa memberikan gambaran likuiditas yang kurang tepat jika piutang sulit dicairkan atau jika terdapat faktor lain yang memengaruhi kas jangka pendek.15. Mengapa Quick Ratio dapat lebih akurat daripada Current Ratio?Karena Quick Ratio mengeluarkan persediaan dari perhitungan, yang mungkin sulit dan lambat dijual menjadi kas, sehingga fokus pada aset yang benar-benar cepat bisa menjadi kas dalam keadaan mendesak. Kategori : Akuntansi Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Quick Ratio: Contoh, Rumus, dan Cara Menghitungnya Quick ratio adalah rasio yang juga sering dikenal dengan sebutan Acid-Test Ratio di kalangan para praktisi.Mengapa demikian? Hal tersebut berdasarkan istilah “acid-test” yang berkaitan pada pengujian keasaman dalam kimia.Hal itu mencerminkan maksud dari analisis rasio keuangan ini yang bertujuan untuk mengukur sejauh mana perusahaan dapat bertahan dalam situasi keuangan yang sulit atau krisis.Quick ratio cocok untuk pengujian ini karena dapat memberikan gambaran yang lebih dalam jika dibandingkan rasio lainnya untuk menghitung likuiditas.Lalu, seperti apa cara menghitung, mengevaluasi, dan manfaatnya? Simak pada artikel Mekari Jurnal berikut. Apa Itu Quick Ratio?Pada dasarnya, quick ratio adalah suatu pengukuran untuk menghitung posisi likuiditas perusahaan.Selain itu, rasio keuangan ini juga dapat melihat apakah perusahaan sanggup dalam membayar kewajiban dan utang jangka pendek dalam periode yang sama.Terdapat beberapa rasio keuangan yang mengukur likuiditas perusahaan, namun quick ratio hanya menghitung kas dan setara kas tanpa menggabungkan persediaan.Hal tersebut dikarenakan persediaan membutuhkan waktu agar cair menjadi kas, sehingga cukup berkebalikan dengan tujuannya yaitu mengukur perusahaan dalam membayar kewajiban dalam jangka waktu pendek.Kondisi ini yang membedakan quick ratio dengan rasio lainnya seperti current ratio, di mana jangka waktu perhitungan likuiditas hanya kurang dari 90 hari.Rumus Menghitung Quick RatioAnda dapat menghitung quick ratio dengan cukup sederhana. Mengutip dari Wallstreetmojo, berikut rumus yang dapat Anda gunakan:Quick Ratio = Quick Assets / Quick Liabilities Penjelasan:Quick AssetsQuick assets atau aset lancar adalah aset yang mengacu kepada kepemilikan perusahaan dengan nilai yang dapat dikonversi menjadi uang tunai atau sudah dalam bentuk uang tunai.Komponen dalam aset lancar termasuk kas, aktiva lancar, persediaan, uang muka, surat berharga, dan piutang. Ada cara paling sederhana untuk menemukan nilai aset lancar, yaitu melihat saldo aktiva lancar di akhir periode laporan keuangan.Jika menggunakan perhitungan, Anda dapat menggunakan rumus perhitungan(Aktiva Lancar + Piutang Usaha) – PersediaanQuick LialibitiliesQuick lialibilities atau kewajiban lancar merupakan utang atau kewajiban yang perlu dilunasi oleh perusahaan dalam jangka waktu kurang dari setahun.Komponen ini termasuk hutang jangka pendek, hutang bunga, hutang pajak lancar, kewajiban akrual, dan sebagainya.Sama seperti quick assets, Anda tinggal melihat saldo kewajiban lancar di akhir periode pada laporan keuangan.Baca Juga: Pengertian Utang, Jenis, dan Ciri-Ciri dalam PerusahaanCara Menghitung Quick RatioAgar mempermudah pemahaman dalam menghitung quick ratio, simak contoh soal berikut ini dan solusinya berdasarkan data laporan keuangan.Perusahaan PT. Jurnal menerbitkan laporan posisi keuangan untuk satu tahun periode pembukuan yang berakhir pada akhir tahun 2022.Berdasarkan informasi di dalam laporan keuangan, komposisi aktiva tetap PT. Jurnal sebagai berikut: Surat Berharga : Rp 75.000.000 Kas : Rp 300.000.000 Beban Bayar Dimuka : Rp 15.000.000 Piutang : Rp 80.000.000 Persediaan : Rp 175.000.000 Di sisi lain, jumlah kewajiban lancar PT. Jurnal terbagi menjadi beberapa komponen berikut: Hutang Jangka Pendek : Rp 163.000.000 Hutang Bunga : Rp 27.000.000 Hutang Pajak Lancar : Rp 90.000.000 Kewajiban Akrual : Rp 110.000.000 Sebagai catatan tambahan, hasil quick ratio pada periode selanjutnya adalah 0,78 yang mengindikasikan bahwa pengelolaan perusahaan yang kurang optimal.Oleh karena itu, ketahui quick ratio pada periode saat ini dan evaluasi hasilnya dengan hasil quick ratio pada periode sebelumnya.Jawaban:Untuk menghitung quick ratio Pt. Jurnal pada periode 2022, langkah pertama yang Anda perlukan adalah menghitung jumlah saldo aktiva tetapnya.Perhitungan aset lancar sebagai berikut:Aset Lancar = (Surat Berharga + Kas + Beban Bayar Dimuka + Piutang) – PersediaanAset Lancar = (Rp 75.000.000 + Rp 300.000.000 + Rp 15.000.000 + Rp 80.000.000) – Rp 175.000.000Total Aset Lancar = Rp 470.000.000Kemudian langkah kedua, menghitung total kewajiban lancar PT. Jurnal. Perhitungannya adalah sebagai berikut:Kewajiban Lancar = Hutang Jangka Pendek + Hutang Bunga + Hutang Pajak Lancar + Kewajiban AkrualKewajiban Lancar = Rp 163.000.000 + Rp 27.000.000 + Rp 70.000.000 + Rp 50.000.000Total Kewajiban Lancar = Rp 310.000.000Langkah terakhir, yaitu menghitung quick ratio dengan menggunakan rumus berikut:Quick Ratio = Quick Assets / Quick LiabilitiesQuick Ratio = Rp 470.000.000 / Rp 310.000.0001,5 adalah hasil quick ratio dari laporan keuangan PT. Jurnal periode 2022.Interpretasi dan Analisis Quick RatioBerdasarkan perhitungan pada soal dan penjelasan jawaban sebelumnya, dapat terlihat bahwa nilai quick ratio adalah 1,5.Hal itu dapat menunjukkan bahwa kesehatan keuangan perusahaan cenderung aman dan dapat membayar kewajiban dan utang dalam periode yang sama.Selain itu, gambaran lain yang bisa kita interpretasi dari soal di atas adalah adanya kecenderungan peningkatan nilai dari 0,78 ke 1,5.Hal ini menunjukkan bahwa periode sebelumnya memiliki masalah dalam operasional perusahaan sehingga tidak dapat menutup pengeluaran di periode yang sama. Kondisi ini biasanya akan berakhir dengan menambah utang atau mencari pinjaman uang ke bank.Namun, jika rasio nilai melebihi 1, maka dapat dikatakan bahwa perusahaan lebih dari cukup untuk membayar kewajiban atau utang jangka pendek di periode tersebut.Oleh karena itu, idealnya perusahaan cukup mendapatkan nilai quick ratio 1:1 agar cukup melunasi kewajiban lancarnya.Jika kurang dari 1, perusahaan sulit untuk melunasi kewajban lancarnya. Hal ini juga berdampak pada pertimbangan investor atau bank untuk melakukan kerja sama kembali.Sedangkan jika melebihi dari 1, perusahaan dapat mendapatkan keuntungan untuk melunasi kewajiban lancar.Baca Juga: Rasio Kas (Cash Ratio), Bagaimana Cara Menghitungnya?Perbedaan Quick Ratio dan Current RatioSelain quick ratio, terdapat rasio lain yang berfungsi untuk mengukur likuiditas perusahaan, yaitu current ratio.Namun, ada perbedaan di antara keduanya, semuanya akan terlihat dalam tabel berikut: Quick Ratio Current Ratio Tidak mengikutsertakan komponen persediaan atau inventaris. Menghitung seluruh aset yang perusahaan miliki termasuk persediaan barang. Membagi kas, piutang, dan surat berharga dengan kewajiban lancar. Membagi semua aset lancar dengan kewajiban lancar. Menghitung likuiditas perusahaan dalam jangka waktu cenderung pendek (90 hari atau kurang). Menghitung likuiditas dalam jangka waktu panjang (satu tahun). KesimpulanItulah penjelasan selengkapnya mengenai quick ratio dan perannya dalam mengukur sejauh mana perusahaan dapat bertahan dalam situasi yang sulit atau kesanggupan dalam membayar kewajiban lancar.Melalui penjelasan rumus, contoh cara menghitung, dan penjelasan intrepretasi, semoga Anda dapat memahami dan sanggup untuk mengukur quick ratio pada perusahaan Anda.Untuk mempermudah proses menganalisis rasio keuangan, Anda harus memiliki laporan keuangan yang memiliki tingkat akurasi tinggi.Akurasi tinggi dapat mencegah dan menghilangkan data yang salah atau error, sehingga tidak mengganggu perhitungan rasio dan keputusan strategis.Oleh karena itu, dengan menggunakan software akuntasi Mekari Jurnal, Anda dapat lebih mudah memantau quick ratio dalam laporan keuangan.Dengan sistem yang terotomatisasi untuk membuat laporan keuangan, dapat meminimalisir terjadinya kesalahan atau human error.Mekari Jurnal juga memiliki fitur yang membantu mengelola rasio keuangan seperti manajemen anggaran, manajemen stok barang, pembukuan, dan rekonsiliasi bank.Tunggu apalagi? Segera gunakan Mekari Jurnal sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Daftarkan perusahaan Anda sekarang dan rasakan fitur gratis Mekari Jurnal secara lengkap selama 7 hari bagi pendaftar pertama.Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!atauSaya Mau Bertanya Ke Sales Mekari Jurnal Sekarang!FAQ Tentang Seputar Quick Ratio (Rasio Cepat / Acid-Test Ratio)1. Apa itu Quick Ratio?Quick Ratio adalah rasio keuangan likuiditas yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset yang paling cepat diuangkan menjadi kas (quick assets). Rasio ini sering disebut juga acid-test ratio.2. Apa tujuan penggunaan Quick Ratio?Tujuan utamanya adalah memberi gambaran apakah perusahaan mampu membayar utang jangka pendek tanpa harus menjual persediaan, sehingga memberikan ukuran likuiditas yang lebih konservatif dibanding current ratio.3. Apa saja yang termasuk quick assets dalam perhitungan Quick Ratio?Quick assets mencakup aset yang paling mudah diubah menjadi kas dalam waktu singkat seperti: Kas dan setara kas Piutang usaha Surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam waktu singkat Aset ini tidak termasuk persediaan atau biaya dibayar di muka.4. Apa rumus Quick Ratio yang umum digunakan?Rasio cepat dihitung dengan rumus:Quick Ratio = (Aset Lancar – Persediaan – Biaya dibayar di muka) ÷ Kewajiban Lancaratau secara sederhana:Quick Ratio = Quick Assets ÷ Kewajiban Lancar5. Apa perbedaan Quick Ratio dengan Current Ratio?Perbedaan utamanya adalah Quick Ratio tidak memasukkan persediaan dan biaya dibayar di muka, sedangkan Current Ratio menghitung seluruh aset lancar. Sehingga Quick Ratio memberikan gambaran likuiditas yang lebih konservatif.6. Apa arti nilai Quick Ratio lebih dari 1?Quick Ratio ≥ 1 menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup quick assets untuk menutup kewajiban jangka pendeknya tanpa harus menjual persediaan, dan ini biasanya dianggap sebagai tanda likuiditas yang sehat.7. Bagaimana jika Quick Ratio kurang dari 1?Jika Quick Ratio < 1, ini menandakan kemungkinan perusahaan tidak cukup memiliki aset yang mudah dicairkan untuk menutup kewajiban jangka pendeknya, sehingga risiko likuiditas lebih tinggi.8. Siapa saja yang menggunakan Quick Ratio?Quick Ratio sering digunakan oleh: Manajemen perusahaan untuk mengevaluasi kesehatan keuangan. Investor dan analis untuk menilai risiko likuiditas. Kreditur untuk mengetahui kemampuan perusahaan membayar utang. 9. Apakah Quick Ratio cocok untuk semua jenis industri?Interpretasi Quick Ratio bisa berbeda tergantung industri: perusahaan yang memiliki persediaan besar (mis. ritel atau manufaktur) mungkin terlihat kurang likuid menurut Quick Ratio, tetapi itu wajar dalam konteks industrinya. Sebaliknya, perusahaan jasa dengan sedikit persediaan biasanya punya nilai Quick Ratio lebih tinggi.10. Bagaimana Quick Ratio membantu dalam pengambilan keputusan bisnis?Dengan mengetahui Quick Ratio, pemilik dan manajemen dapat menilai apakah perusahaan memiliki likuiditas yang cukup untuk operasi harian tanpa menjual persediaan, sehingga dapat merencanakan strategi kas, investasi, dan pendanaan jangka pendek dengan lebih baik.11. Apa arti istilah “acid-test ratio”?Istilah acid-test ratio adalah nama lain dari Quick Ratio yang menggambarkan uji yang ketat terhadap likuiditas suatu perusahaan, mirip dengan tes keasaman dalam kimia yang menunjukkan sesuatu dengan cepat dan teliti.12. Apakah Quick Ratio termasuk jenis rasio likuiditas lain?Ya. Quick Ratio adalah salah satu rasio likuiditas yang populer selain current ratio dan cash ratio, yang masing-masing memberikan gambaran kondisi finansial jangka pendek suatu perusahaan.13. Contoh praktis Quick Ratio:Jika perusahaan punya quick assets seperti kas, surat berharga, dan piutang sebesar Rp500 juta, dan kewajiban lancar Rp250 juta, maka Quick Ratio = 500/250 = 2,0 → artinya perusahaan punya Rp2 quick assets untuk setiap Rp1 kewajiban lancar.14. Apa batasan dari Quick Ratio?Quick Ratio tidak mempertimbangkan arus kas aktual (cash flow) dan waktu penagihan piutang, sehingga bisa memberikan gambaran likuiditas yang kurang tepat jika piutang sulit dicairkan atau jika terdapat faktor lain yang memengaruhi kas jangka pendek.15. Mengapa Quick Ratio dapat lebih akurat daripada Current Ratio?Karena Quick Ratio mengeluarkan persediaan dari perhitungan, yang mungkin sulit dan lambat dijual menjadi kas, sehingga fokus pada aset yang benar-benar cepat bisa menjadi kas dalam keadaan mendesak.