Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
7 min read

Pendapatan Akrual: Cara Menghitung dan Mencatatnya dalam Pembukuan 

Tayang
Ditulis oleh: Mekari Jurnal okky nugroho
Highlights
  • Pendapatan akrual adalah pendapatan yang sudah diperoleh, tetapi belum diterima atau ditagihkan.
  • Pendapatan akrual dapat dihitung berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan dan nilai kontrak.
  • Mekari Jurnal membantu mencatat penyesuaian pendapatan akrual melalui jurnal penyesuaian.

Kondisi ini umum terjadi ketika perusahaan telah menyelesaikan sebagian pekerjaan atau memenuhi kewajiban kepada pelanggan, tetapi proses penagihan belum dilakukan. Jika tidak dicatat pada periode yang tepat, pendapatan yang dilaporkan dapat tidak mencerminkan aktivitas bisnis sebenarnya.

Pendapatan akrual juga perlu dibedakan dari piutang usaha dan pendapatan diterima di muka karena ketiganya memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda. 

Artikel ini membahas pengertian pendapatan akrual, cara menghitung, contoh pencatatan jurnal, hingga penerapannya dalam pembukuan.

Apa Itu Pendapatan Akrual?

Pendapatan akrual (accrued revenue) adalah pendapatan yang telah diperoleh perusahaan atas barang atau jasa yang sudah diserahkan, tetapi belum ditagih melalui invoice dan belum dibayar oleh pelanggan. Kondisi ini terjadi ketika perusahaan telah memenuhi kewajibannya kepada pelanggan, sementara proses penagihan atau penerimaan kas baru dilakukan pada periode berikutnya.

Berdasarkan PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), pendapatan diakui ketika entitas memenuhi kewajiban pelaksanaan (performance obligation), yaitu saat kendali atas barang atau jasa berpindah kepada pelanggan. Artinya, waktu pengakuan pendapatan tidak semata-mata bergantung pada kapan invoice diterbitkan atau kas diterima.

Hal tersebut sejalan dengan penerapan stelsel akrual (accrual basis), yaitu metode pencatatan yang mengakui transaksi pada periode ketika hak atau kewajiban ekonominya timbul, terlepas dari waktu penerimaan atau pembayaran kas. Pendekatan ini membantu pendapatan yang telah diperoleh tetap tercermin pada periode yang sesuai.

Contoh Pendapatan Akrual

Sebagai contoh, sebuah kantor konsultan pajak menyelesaikan 60% pekerjaan audit pada akhir Maret, tetapi baru menagih klien pada April sesuai termin kontrak. Pendapatan atas pekerjaan yang telah diselesaikan pada Maret tetap perlu diakui sesuai pemenuhan kewajiban pelaksanaan, bukan baru dicatat ketika invoice diterbitkan.

Pendapatan Akrual vs Piutang Usaha vs Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan akrual, piutang usaha, dan pendapatan diterima di muka sama-sama berkaitan dengan perbedaan waktu antara pengakuan pendapatan, penagihan, dan penerimaan kas. Namun, ketiganya memiliki kondisi dan perlakuan akuntansi yang berbeda. 

AspekPendapatan AkrualPiutang UsahaPendapatan Diterima di Muka
DefinisiPendapatan yang sudah diakui, tetapi belum ditagih dan belum dibayar Pendapatan yang sudah ditagih melalui invoice, tetapi belum dibayar Kas sudah diterima, tetapi barang atau jasa belum diserahka 
Kapan dicatatSaat pendapatan telah diperoleh sesuai pemenuhan kewajiban, sebelum invoice diterbitkan Saat hak tagih kepada pelanggan telah menjadi piutang Saat kas diterima sebelum perusahaan memenuhi kewajibannya kepada pelanggan 
Posisi di laporan keuanganAsetAset lancarLiabilitas
ContohJasa audit yang telah diselesaikan, tetapi belum ditagih Invoice jasa yang sudah diterbitkan, tetapi belum dibayar Pembayaran jasa untuk periode mendatang yang diterima sebelum jasa diberikan 

Perbedaan utamanya terletak pada status hak dan kewajiban perusahaan. Pendapatan akrual menunjukkan pendapatan yang sudah diperoleh sebelum proses penagihan dilakukan, sedangkan piutang usaha muncul ketika hak tagih telah dicatat. Sebaliknya, pendapatan diterima di muka merupakan kewajiban karena perusahaan masih memiliki barang atau jasa yang harus dipenuhi kepada pelanggan. 

Rumus dan Cara Menghitung Pendapatan Akrual 

Untuk kontrak jasa atau proyek yang diselesaikan secara bertahap, pendapatan yang diakui dalam periode berjalan dapat dihitung berdasarkan persentase penyelesaian pekerjaan. Rumus yang digunakan adalah:

Pendapatan Akrual = Nilai Total Kontrak × Persentase Penyelesaian Pekerjaan

Persentase penyelesaian pekerjaan dapat diukur berdasarkan milestone yang telah tercapai, jam kerja yang sudah dilakukan, atau proporsi biaya yang telah dikeluarkan dibandingkan estimasi total biaya proyek. Metode pengukuran perlu disesuaikan dengan karakteristik pekerjaan dan ketentuan dalam kontrak.

Contoh: perusahaan memiliki kontrak jasa senilai Rp100.000.000 dan pekerjaan telah mencapai 60% pada akhir periode. Pendapatan yang dapat diakui untuk pekerjaan yang telah diselesaikan sebesar Rp60.000.000.

Untuk transaksi yang lebih sederhana, seperti barang yang telah diserahkan tetapi belum ditagih, pendapatan dapat diakui berdasarkan nilai barang yang telah diserahkan sesuai harga jual yang disepakati. Dalam kondisi ini, perhitungan persentase penyelesaian tidak diperlukan.

Contoh Perhitungan dan Jurnal Pencatatan Pendapatan Akrual 

CV Solusi Digital menandatangani kontrak pengembangan sistem senilai Rp180.000.000 untuk proyek berdurasi enam bulan. Pembayaran dilakukan satu kali pada akhir proyek. Saat tutup buku akhir bulan ke-4, tim proyek telah menyelesaikan 60% pekerjaan, tetapi invoice belum diterbitkan karena termin pembayaran baru jatuh pada bulan ke-6.

Pendapatan yang dapat diakui sampai akhir bulan ke-4 adalah:

Pendapatan = Rp180.000.000 × 60% = Rp108.000.000

1. Jurnal Penyesuaian (saat tutup buku, sebelum invoice terbit)

Pada akhir bulan ke-4, perusahaan mencatat pendapatan yang telah diperoleh meskipun invoice belum diterbitkan. 

AkunDebitKredit
Pendapatan Akrual (Aset)Rp108.000.000
Pendapatan JasaRp108.000.000

2. Jurnal Pembalik (saat invoice resmi diterbitkan)

Ketika invoice diterbitkan pada bulan ke-6, saldo pendapatan akrual direklasifikasi menjadi piutang usaha. 

AkunDebitKredit
Piutang UsahaRp108.000.000
Pendapatan Akrual (Aset)Rp108.000.000

3. Jurnal Penerimaan Kas (saat klien membayar)

Saat klien membayar invoice, perusahaan mencatat penerimaan kas dan mengurangi piutang usaha. 

AkunDebitKredit
KasRp108.000.000
Piutang UsahaRp108.000.000

Tiga rangkaian pencatatan tersebut menunjukkan perpindahan posisi aset dari pendapatan yang masih harus ditagih, menjadi piutang ketika invoice diterbitkan, lalu menjadi kas saat pembayaran diterima. Pendapatan tidak dicatat kembali ketika invoice diterbitkan sehingga tidak terjadi pengakuan pendapatan dua kali. 

Pendapatan Akrual dan Kaitannya dengan Pembukuan Pajak (Stelsel Akrual) 

Konsep pendapatan akrual tidak hanya digunakan dalam penyusunan laporan keuangan komersial, tetapi juga berkaitan dengan pembukuan untuk tujuan perpajakan. Pasal 28 ayat (5) UU KUP mengatur bahwa pembukuan diselenggarakan dengan prinsip taat asas dan menggunakan stelsel akrual atau stelsel kas.

Dalam stelsel akrual, penghasilan diakui pada saat diperoleh dan biaya pada saat terutang, tanpa bergantung pada waktu kas diterima atau dibayarkan. Penjelasan Pasal 28 juga mencakup pengakuan penghasilan berdasarkan persentase tingkat penyelesaian pekerjaan untuk bidang usaha tertentu.

Penerapan metode pembukuan harus dilakukan secara konsisten. Ketentuan pelaksanaannya menjelaskan bahwa prinsip taat asas dapat mencakup metode pengakuan penghasilan, tahun buku, penilaian persediaan, serta penyusutan dan amortisasi. Perubahan metode pembukuan memerlukan persetujuan Direktur Jenderal Pajak.

Bagi perusahaan yang menggunakan stelsel akrual, pemahaman mengenai waktu pengakuan penghasilan membantu menjaga pencatatan pembukuan tetap konsisten dan sesuai ketentuan perpajakan.

Kesalahan Umum dalam Mencatat Pendapatan Akrual 

Pencatatan pendapatan akrual perlu memperhatikan waktu pengakuan dan status transaksi agar tidak menimbulkan kesalahan pada laporan keuangan. Beberapa kesalahan yang umum terjadi antara lain:

  • Menunggu invoice diterbitkan untuk mengakui pendapatan. Pendapatan yang sudah memenuhi kriteria pengakuan tidak selalu harus menunggu invoice diterbitkan atau kas diterima.
  • Mengakui pendapatan sebelum kewajiban terpenuhi. Pendapatan sebaiknya tidak diakui hanya karena kontrak telah ditandatangani atau pembayaran telah dijadwalkan.
  • Mencatat pendapatan dua kali. Kesalahan dapat terjadi ketika pendapatan yang sebelumnya dicatat secara akrual kembali diakui sebagai pendapatan saat invoice diterbitkan.
  • Tidak melakukan penyesuaian pada akhir periode. Saldo pendapatan yang masih harus diterima perlu ditinjau agar pencatatan pada periode berikutnya tetap sesuai kondisi transaksi.
  • Mencampurkan pendapatan akrual dengan piutang usaha. Keduanya sama-sama berkaitan dengan hak perusahaan untuk menerima imbalan, tetapi muncul pada kondisi dan tahap transaksi yang berbeda.

Kelola Pendapatan Akrual Lebih Akurat dengan Mekari Jurnal

Pencatatan pendapatan akrual perlu dilakukan secara tepat agar transaksi yang sudah menjadi hak perusahaan tetap tercatat pada periode yang sesuai. Proses ini dapat menjadi lebih kompleks ketika jumlah transaksi dan kontrak bisnis semakin banyak.

Mekari Jurnal membantu menyederhanakan proses pembukuan melalui pencatatan transaksi yang terintegrasi dan tersusun otomatis. 

Melalui fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat jurnal pendapatan secara lebih mudah dan terstruktur, termasuk transaksi yang berkaitan dengan pengakuan pendapatan.
  • Mengelola transaksi dalam general ledger, sehingga setiap pencatatan dapat ditelusuri berdasarkan akun dan detail transaksinya.
  • Memantau saldo melalui neraca saldo secara real-time untuk membantu proses pengecekan dan rekonsiliasi pembukuan.
  • Mengintegrasikan pencatatan transaksi dengan laporan keuangan, sehingga data yang sudah dicatat dapat digunakan untuk penyusunan laporan tanpa perlu input ulang secara manual.
  • Menyimpan bukti transaksi secara digital, sehingga dokumen pendukung pencatatan lebih mudah ditelusuri ketika dibutuhkan.

Dengan pembukuan yang lebih terstruktur dan terintegrasi, pengelolaan pendapatan akrual dapat dilakukan secara lebih mudah dan membantu menjaga pencatatan keuangan bisnis tetap rapi dan akurat.

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan.
  • Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Standar Akuntansi Keuangan, PSAK 72 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan.
  • Undang-Undang No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pasal 28 ayat (5).
  • Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah Edisi IFRS. Jakarta: Salemba Empat.
  • Investopedia. Accrued Revenue: Definition, Examples, and How to Record It.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan akrual?

1. Apa yang dimaksud dengan pendapatan akrual?

Pendapatan akrual adalah pendapatan yang sudah diakui dalam laporan keuangan karena barang atau jasa telah diserahkan, meskipun invoice belum diterbitkan dan kas belum diterima dari pelanggan.

2. Apakah pendapatan akrual termasuk aset atau kewajiban?

2. Apakah pendapatan akrual termasuk aset atau kewajiban?

Pendapatan akrual termasuk aset lancar karena mencerminkan hak perusahaan untuk menagih pembayaran di masa depan atas pekerjaan yang sudah selesai.

3. Apa beda pendapatan akrual dengan piutang usaha?

3. Apa beda pendapatan akrual dengan piutang usaha?

Pendapatan akrual dicatat sebelum invoice terbit, sedangkan piutang usaha dicatat setelah invoice resmi diterbitkan ke pelanggan. Begitu invoice terbit, saldo pendapatan akrual berpindah menjadi piutang usaha.

4. Apa beda pendapatan akrual dengan pendapatan diterima di muka (deferred revenue)?

4. Apa beda pendapatan akrual dengan pendapatan diterima di muka (deferred revenue)?

Keduanya berlawanan. Pendapatan akrual diakui sebelum kas diterima, sedangkan pendapatan diterima di muka terjadi ketika kas sudah diterima sebelum barang atau jasa diserahkan, dan dicatat sebagai liabilitas

5. Bagaimana rumus menghitung pendapatan akrual untuk kontrak jasa atau proyek?

5. Bagaimana rumus menghitung pendapatan akrual untuk kontrak jasa atau proyek?

Rumusnya adalah nilai total kontrak dikalikan persentase penyelesaian pekerjaan, yang diukur dari milestone, jam kerja, atau proporsi biaya yang sudah dikeluarkan dibandingkan estimasi total biaya proyek.

6. Apakah pembukuan untuk keperluan pajak boleh memakai stelsel akrual?

6. Apakah pembukuan untuk keperluan pajak boleh memakai stelsel akrual?

Boleh. Pasal 28 ayat (5) UU KUP mengizinkan wajib pajak memilih stelsel akrual atau stelsel kas untuk pembukuannya, selama diterapkan secara taat asas atau konsisten dari tahun ke tahun.

7. Apa kesalahan umum yang sering terjadi saat mencatat pendapatan akrual?

7. Apa kesalahan umum yang sering terjadi saat mencatat pendapatan akrual?

Kesalahan yang umum terjadi antara lain menunggu invoice terbit sebelum mengakui pendapatan, lupa membuat jurnal pembalik saat invoice terbit, mencampur pendapatan akrual dengan pendapatan diterima di muka, serta salah menghitung persentase penyelesaian pekerjaan pada proyek jangka panjang.

Kategori : Cost Accounting

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami