Cara Membuat Recurring Invoice secara Otomatis 5x Lebih Cepat Mekari Jurnal Insight Recurring invoice cocok untuk bisnis berbasis langganan, retainer, sewa, dan kontrak layanan dengan nilai tagihan tetap tiap periode. Tagihan tahunan di muka dicatat sebagai pendapatan diterima di muka, lalu diakui bertahap sesuai PSAK 115. Fitur transaksi berulang dalam aplikasi invoice Mekari Jurnal membuat dan mengirim faktur penjualan otomatis sesuai jadwal yang Anda atur. Recurring invoice adalah tagihan yang dibuat dan dikirim otomatis ke pelanggan yang sama pada interval tetap, misalnya bulanan atau tahunan. Model ini dipakai saat nilai dan jadwal penagihan sudah disepakati di awal kontrak. Masalahnya, banyak tim finance masih menyalin invoice lama satu per satu setiap awal bulan. Akibatnya tagihan terlambat terbit, nomor invoice ganda, dan piutang sulit dipantau. Artikel ini membahas pengertian dan cara membuat recurring invoice yang rapi secara akuntansi dan pajak. Apa Itu Recurring Invoice? Recurring invoice, atau invoice berulang, adalah dokumen penagihan dengan isi yang sama dan diterbitkan berkala berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Istilah lain yang sering dipakai adalah faktur berulang atau tagihan berulang. Sebuah recurring invoice selalu punya tiga unsur: Template tetap: pelanggan, produk atau jasa, harga, pajak, dan termin pembayaran sudah diisi sekali di awal. Jadwal pengulangan: frekuensi terbitnya tagihan, misalnya mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Batas akhir: tagihan bisa berulang tanpa batas, berhenti setelah sejumlah periode, atau berhenti pada tanggal tertentu. Perlu dicatat, invoice hanyalah dokumen penagihan. Pengakuan pendapatannya tetap mengikuti PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang sebelumnya bernomor PSAK 72. Standar ini mengatur bahwa pendapatan diakui saat perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaannya kepada pelanggan, bukan saat invoice terbit atau saat uang diterima. Bagi bisnis dengan langganan tagihan otomatis, perbedaan ini penting. Invoice boleh terbit di awal periode, tetapi pendapatan diakui seiring jasa diberikan. Cara Membuat Recurring Invoice Persiapan sebelum otomatisasi Pastikan dasar kontraknya jelas: nilai tagihan, frekuensi, tanggal mulai, dan tanggal berakhir harus tertulis di kontrak atau surat penawaran. Lengkapi data pelanggan: nama badan usaha, NPWP, alamat, dan email penerima tagihan. Tentukan termin pembayaran: misalnya 14 atau 30 hari setelah tanggal invoice. Tetapkan perlakuan pajak: apakah tagihan dikenai PPN dan apakah pelanggan memotong PPh. Siapkan template invoice: logo, format nomor, dan informasi rekening pembayaran. Langkah membuat recurring invoice Berikut adalah cara membuat recurring invoice yang dapat diterapkan dengan bantuan aplikasi akuntansi, aplikasi invoice, spreadsheet, maupun reminder dari kalender: Buat invoice induk: isi data pelanggan, deskripsi produk atau jasa, harga, pajak, dan termin pembayaran. Invoice ini menjadi template untuk semua periode berikutnya. Tentukan frekuensi penagihan: pilih mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan sesuai kontrak. Tetapkan tanggal mulai: pilih tanggal terbit invoice pertama. Tanggal ini menjadi acuan jadwal periode selanjutnya. Atur batas akhir pengulangan: pilih berulang tanpa batas, berhenti setelah sejumlah periode, atau berhenti pada tanggal berakhirnya kontrak. Atur penomoran invoice: pastikan setiap invoice yang terbit mendapat nomor unik dan berurutan agar mudah dilacak dan tidak ganda. Aktifkan pengiriman otomatis: hubungkan jadwal dengan email atau WhatsApp pelanggan agar invoice langsung terkirim saat terbit. Pasang pengingat pembayaran: jadwalkan reminder sebelum dan sesudah jatuh tempo. Uji dengan satu periode: periksa invoice pertama yang terbit. Cek nominal, pajak, tanggal jatuh tempo, dan alamat email penerima. Catat dan pantau pembayaran: tandai invoice yang sudah lunas, cocokkan dengan mutasi bank, dan tindak lanjuti yang melewati jatuh tempo. Tinjau jadwal secara berkala: perbarui template saat harga, paket, atau status kontrak pelanggan berubah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Jika memakai spreadsheet, langkah 6 dan 7 tetap harus dilakukan manual. Risiko terlewat makin besar seiring bertambahnya pelanggan. Untuk tagihan dengan nominal variabel, jadwalkan invoice sebagai draf agar angkanya bisa diisi sebelum dikirim. Jadwal berulang juga bisa diterapkan pada tagihan dari pemasok dan jurnal penyesuaian bulanan. Cara membuat recurring invoice di Mekari Jurnal Berbeda dengan cara pembuatan recurring invoice manual yang membutuhkan banyak tahapan, Mekari Jurnal menawarkan 8 langkah sederhana untuk membuat jadwal pengiriman invoice berulang secara otomatis: Buka menu Daftar Lainnya, lalu klik Daftar Jadwal Berulang. Klik Buat Baru dan pilih jenis transaksi Faktur Penjualan. Klik Next, lalu isi form penjualan seperti biasa: pelanggan, produk atau jasa, harga, pajak, dan termin. Klik Tindakan, lalu pilih Atur transaksi berulang. Isi kolom Diulang setiap; Untuk tagihan bulanan, isi angka 1 dan pilih Bulan. Pilih Akhir pengulangan: ulang selamanya, berakhir setelah sejumlah transaksi, atau berakhir pada tanggal tertentu. Tentukan Tanggal mulai. Tanggal transaksi berikutnya akan terisi otomatis. Centang Kirim Email Otomatis agar faktur langsung terkirim ke email pelanggan, lalu klik simpan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Pengiriman email otomatis hanya aktif jika email perusahaan sudah dikonfirmasi dan email pelanggan tercantum di invoice. Transaksi terjadwal dibuat otomatis oleh sistem setiap pukul 11.00 WIB. Jadwal berulang juga bisa dibuat langsung dari menu Penjualan lewat tombol Atur Transaksi Berulang. Fitur yang sama berlaku untuk faktur pembelian, pemesanan, biaya, dan jurnal umum. Faktor yang Memengaruhi Kelancaran Invoice Berulang Otomatis Kejelasan kontrak: jadwal dan nominal yang ambigu akan memicu sengketa tagihan. Akurasi data pelanggan: email yang salah membuat invoice tidak pernah sampai, padahal sistem mencatatnya sudah terkirim. Termin pembayaran: termin yang terlalu panjang memperlambat arus kas meski tagihan terbit tepat waktu. Perlakuan pajak: tarif dan status pajak pelanggan harus benar sejak template dibuat, karena kesalahan akan terulang di setiap periode. Kemudahan membayar: link pembayaran dan pilihan metode yang beragam mempercepat pelunasan. Rekonsiliasi rutin: pembayaran masuk harus dicocokkan dengan invoice agar status piutang selalu akurat. Faktor termin dan ketepatan tagihan paling terasa dampaknya di Indonesia. Atradius Payment Practices Barometer 2025 mencatat rata-rata termin pembayaran B2B di Indonesia mencapai 50 hari sejak invoice terbit. Pada periode survei itu, rata-rata 49% invoice B2B melewati jatuh tempo dan 8% berakhir sebagai piutang tak tertagih. Artinya, setiap hari keterlambatan menerbitkan invoice langsung menambah panjang siklus penagihan. Kualitas proses penagihan juga berpengaruh pada pertumbuhan. Riset McKinsey bersama Subscribed Institute menemukan bahwa perusahaan langganan B2B dengan proses quote-to-cash yang unggul menumbuhkan pendapatan berulang tahunan empat kali lebih cepat dibanding perusahaan lain. Kesalahan Umum dalam Mengelola Recurring Invoice Tidak memberi batas akhir pada jadwal: invoice terus terbit setelah kontrak selesai, lalu harus dibatalkan satu per satu. Lupa memperbarui harga: kenaikan harga atau perubahan paket tidak dimasukkan ke template, sehingga tagihan kurang bayar. Mengakui tagihan tahunan sekaligus sebagai pendapatan: laba periode berjalan terlihat terlalu tinggi dan tidak sesuai PSAK 115. Melewatkan faktur pajak: bagi PKP, setiap tagihan yang terutang PPN perlu dibuatkan faktur pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak menyiapkan reminder: tagihan terkirim otomatis, tetapi tidak ada tindak lanjut saat melewati jatuh tempo. Tidak mengecek jadwal secara berkala: pelanggan yang sudah berhenti masih tertagih, atau pelanggan baru belum punya jadwal. Kelola Langganan Tagihan Otomatis dengan Mekari Jurnal Recurring invoice baru benar-benar menghemat waktu jika terhubung dengan pencatatan, pembayaran, dan pajak. Tanpa itu, tim finance tetap harus memindahkan data secara manual ke pembukuan. Mekari Jurnal mengautomasikan pengelolaan transaksi invoice; dari pembuatan, pembayaran, hingga rekonsiliasi dalam satu platform: Jadwal transaksi berulang: tagih jumlah yang sama pada jadwal yang ditentukan, dari pembuatan faktur sampai pengiriman ke pelanggan. Reminder otomatis: kirim pengingat sebelum jatuh tempo agar pembayaran tepat waktu. Auto-payment dengan Mekari Pay: pelanggan membayar invoice lewat berbagai metode pembayaran yang terintegrasi. Rekonsiliasi bank otomatis: kurangi risiko selisih pencatatan antara pembayaran masuk dan invoice. Integrasi pajak: invoice terhubung dengan faktur pajak resmi yang siap audit. Custom template invoice: sesuaikan logo, format, dan field dengan branding perusahaan. Terintegrasi akuntansi: setiap invoice otomatis tercatat ke laporan keuangan. Hasilnya sudah dirasakan pengguna. Ubiklan mencatat pembuatan invoice hingga 5 kali lebih cepat dibanding proses manual setelah memakai Mekari Jurnal. Dengan jadwal yang tepat, pencatatan yang sesuai standar, dan sistem yang terintegrasi, tagihan berulang tidak lagi menjadi pekerjaan rutin yang menyita waktu tim finance. Otomatiskan recurring invoice bisnis Anda dengan aplikasi invoice Mekari Jurnal! Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72): Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. McKinsey & Company. How quote-to-cash excellence can fuel growth for B2B subscription businesses. Mekari Jurnal Help Center. Bagaimana Cara Membuat dan Melihat Daftar Jadwal Berulang. Atradius. B2B payment practices trends in Indonesia 2025. FAQ 1. Apa itu recurring invoice? 1. Apa itu recurring invoice? Recurring invoice adalah tagihan yang dibuat dan dikirim otomatis ke pelanggan yang sama pada interval tetap, seperti bulanan atau tahunan, berdasarkan jadwal yang sudah diatur di awal. 2. Apa bedanya recurring invoice dan recurring billing? 2. Apa bedanya recurring invoice dan recurring billing? Recurring invoice hanya menerbitkan tagihan, lalu pelanggan membayar sendiri. Recurring billing menarik pembayaran secara otomatis dari kartu atau rekening pelanggan pada jadwal yang sama. 3. Bisnis apa yang cocok memakai invoice berulang otomatis? 3. Bisnis apa yang cocok memakai invoice berulang otomatis? Bisnis dengan pendapatan rutin dari pelanggan yang sama, seperti SaaS, agensi dengan sistem retainer, penyewaan, penyedia internet, membership, dan pemasok dengan kontrak supply jangka panjang. 4. Apakah nominal recurring invoice bisa diubah di tengah kontrak? 4. Apakah nominal recurring invoice bisa diubah di tengah kontrak? Bisa. Perbarui template atau jadwal transaksi berulang sebelum periode berikutnya terbit. Invoice yang sudah terbit tidak ikut berubah. 5. Bagaimana mencatat recurring invoice yang ditagih tahunan di muka? 5. Bagaimana mencatat recurring invoice yang ditagih tahunan di muka? Catat nilainya sebagai pendapatan diterima di muka saat invoice terbit. Setelah itu, akui pendapatan secara bertahap setiap bulan sesuai jasa yang sudah diberikan, mengikuti PSAK 115. 6. Apakah setiap recurring invoice perlu faktur pajak? 6. Apakah setiap recurring invoice perlu faktur pajak? Jika perusahaan berstatus PKP dan tagihannya terutang PPN, faktur pajak perlu dibuat untuk setiap tagihan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Cara Membuat Recurring Invoice secara Otomatis 5x Lebih Cepat Mekari Jurnal Insight Recurring invoice cocok untuk bisnis berbasis langganan, retainer, sewa, dan kontrak layanan dengan nilai tagihan tetap tiap periode. Tagihan tahunan di muka dicatat sebagai pendapatan diterima di muka, lalu diakui bertahap sesuai PSAK 115. Fitur transaksi berulang dalam aplikasi invoice Mekari Jurnal membuat dan mengirim faktur penjualan otomatis sesuai jadwal yang Anda atur. Recurring invoice adalah tagihan yang dibuat dan dikirim otomatis ke pelanggan yang sama pada interval tetap, misalnya bulanan atau tahunan. Model ini dipakai saat nilai dan jadwal penagihan sudah disepakati di awal kontrak. Masalahnya, banyak tim finance masih menyalin invoice lama satu per satu setiap awal bulan. Akibatnya tagihan terlambat terbit, nomor invoice ganda, dan piutang sulit dipantau. Artikel ini membahas pengertian dan cara membuat recurring invoice yang rapi secara akuntansi dan pajak. Apa Itu Recurring Invoice? Recurring invoice, atau invoice berulang, adalah dokumen penagihan dengan isi yang sama dan diterbitkan berkala berdasarkan jadwal yang sudah ditentukan. Istilah lain yang sering dipakai adalah faktur berulang atau tagihan berulang. Sebuah recurring invoice selalu punya tiga unsur: Template tetap: pelanggan, produk atau jasa, harga, pajak, dan termin pembayaran sudah diisi sekali di awal. Jadwal pengulangan: frekuensi terbitnya tagihan, misalnya mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Batas akhir: tagihan bisa berulang tanpa batas, berhenti setelah sejumlah periode, atau berhenti pada tanggal tertentu. Perlu dicatat, invoice hanyalah dokumen penagihan. Pengakuan pendapatannya tetap mengikuti PSAK 115 tentang Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan, yang sebelumnya bernomor PSAK 72. Standar ini mengatur bahwa pendapatan diakui saat perusahaan memenuhi kewajiban pelaksanaannya kepada pelanggan, bukan saat invoice terbit atau saat uang diterima. Bagi bisnis dengan langganan tagihan otomatis, perbedaan ini penting. Invoice boleh terbit di awal periode, tetapi pendapatan diakui seiring jasa diberikan. Cara Membuat Recurring Invoice Persiapan sebelum otomatisasi Pastikan dasar kontraknya jelas: nilai tagihan, frekuensi, tanggal mulai, dan tanggal berakhir harus tertulis di kontrak atau surat penawaran. Lengkapi data pelanggan: nama badan usaha, NPWP, alamat, dan email penerima tagihan. Tentukan termin pembayaran: misalnya 14 atau 30 hari setelah tanggal invoice. Tetapkan perlakuan pajak: apakah tagihan dikenai PPN dan apakah pelanggan memotong PPh. Siapkan template invoice: logo, format nomor, dan informasi rekening pembayaran. Langkah membuat recurring invoice Berikut adalah cara membuat recurring invoice yang dapat diterapkan dengan bantuan aplikasi akuntansi, aplikasi invoice, spreadsheet, maupun reminder dari kalender: Buat invoice induk: isi data pelanggan, deskripsi produk atau jasa, harga, pajak, dan termin pembayaran. Invoice ini menjadi template untuk semua periode berikutnya. Tentukan frekuensi penagihan: pilih mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan sesuai kontrak. Tetapkan tanggal mulai: pilih tanggal terbit invoice pertama. Tanggal ini menjadi acuan jadwal periode selanjutnya. Atur batas akhir pengulangan: pilih berulang tanpa batas, berhenti setelah sejumlah periode, atau berhenti pada tanggal berakhirnya kontrak. Atur penomoran invoice: pastikan setiap invoice yang terbit mendapat nomor unik dan berurutan agar mudah dilacak dan tidak ganda. Aktifkan pengiriman otomatis: hubungkan jadwal dengan email atau WhatsApp pelanggan agar invoice langsung terkirim saat terbit. Pasang pengingat pembayaran: jadwalkan reminder sebelum dan sesudah jatuh tempo. Uji dengan satu periode: periksa invoice pertama yang terbit. Cek nominal, pajak, tanggal jatuh tempo, dan alamat email penerima. Catat dan pantau pembayaran: tandai invoice yang sudah lunas, cocokkan dengan mutasi bank, dan tindak lanjuti yang melewati jatuh tempo. Tinjau jadwal secara berkala: perbarui template saat harga, paket, atau status kontrak pelanggan berubah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Jika memakai spreadsheet, langkah 6 dan 7 tetap harus dilakukan manual. Risiko terlewat makin besar seiring bertambahnya pelanggan. Untuk tagihan dengan nominal variabel, jadwalkan invoice sebagai draf agar angkanya bisa diisi sebelum dikirim. Jadwal berulang juga bisa diterapkan pada tagihan dari pemasok dan jurnal penyesuaian bulanan. Cara membuat recurring invoice di Mekari Jurnal Berbeda dengan cara pembuatan recurring invoice manual yang membutuhkan banyak tahapan, Mekari Jurnal menawarkan 8 langkah sederhana untuk membuat jadwal pengiriman invoice berulang secara otomatis: Buka menu Daftar Lainnya, lalu klik Daftar Jadwal Berulang. Klik Buat Baru dan pilih jenis transaksi Faktur Penjualan. Klik Next, lalu isi form penjualan seperti biasa: pelanggan, produk atau jasa, harga, pajak, dan termin. Klik Tindakan, lalu pilih Atur transaksi berulang. Isi kolom Diulang setiap; Untuk tagihan bulanan, isi angka 1 dan pilih Bulan. Pilih Akhir pengulangan: ulang selamanya, berakhir setelah sejumlah transaksi, atau berakhir pada tanggal tertentu. Tentukan Tanggal mulai. Tanggal transaksi berikutnya akan terisi otomatis. Centang Kirim Email Otomatis agar faktur langsung terkirim ke email pelanggan, lalu klik simpan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan: Pengiriman email otomatis hanya aktif jika email perusahaan sudah dikonfirmasi dan email pelanggan tercantum di invoice. Transaksi terjadwal dibuat otomatis oleh sistem setiap pukul 11.00 WIB. Jadwal berulang juga bisa dibuat langsung dari menu Penjualan lewat tombol Atur Transaksi Berulang. Fitur yang sama berlaku untuk faktur pembelian, pemesanan, biaya, dan jurnal umum. Faktor yang Memengaruhi Kelancaran Invoice Berulang Otomatis Kejelasan kontrak: jadwal dan nominal yang ambigu akan memicu sengketa tagihan. Akurasi data pelanggan: email yang salah membuat invoice tidak pernah sampai, padahal sistem mencatatnya sudah terkirim. Termin pembayaran: termin yang terlalu panjang memperlambat arus kas meski tagihan terbit tepat waktu. Perlakuan pajak: tarif dan status pajak pelanggan harus benar sejak template dibuat, karena kesalahan akan terulang di setiap periode. Kemudahan membayar: link pembayaran dan pilihan metode yang beragam mempercepat pelunasan. Rekonsiliasi rutin: pembayaran masuk harus dicocokkan dengan invoice agar status piutang selalu akurat. Faktor termin dan ketepatan tagihan paling terasa dampaknya di Indonesia. Atradius Payment Practices Barometer 2025 mencatat rata-rata termin pembayaran B2B di Indonesia mencapai 50 hari sejak invoice terbit. Pada periode survei itu, rata-rata 49% invoice B2B melewati jatuh tempo dan 8% berakhir sebagai piutang tak tertagih. Artinya, setiap hari keterlambatan menerbitkan invoice langsung menambah panjang siklus penagihan. Kualitas proses penagihan juga berpengaruh pada pertumbuhan. Riset McKinsey bersama Subscribed Institute menemukan bahwa perusahaan langganan B2B dengan proses quote-to-cash yang unggul menumbuhkan pendapatan berulang tahunan empat kali lebih cepat dibanding perusahaan lain. Kesalahan Umum dalam Mengelola Recurring Invoice Tidak memberi batas akhir pada jadwal: invoice terus terbit setelah kontrak selesai, lalu harus dibatalkan satu per satu. Lupa memperbarui harga: kenaikan harga atau perubahan paket tidak dimasukkan ke template, sehingga tagihan kurang bayar. Mengakui tagihan tahunan sekaligus sebagai pendapatan: laba periode berjalan terlihat terlalu tinggi dan tidak sesuai PSAK 115. Melewatkan faktur pajak: bagi PKP, setiap tagihan yang terutang PPN perlu dibuatkan faktur pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Tidak menyiapkan reminder: tagihan terkirim otomatis, tetapi tidak ada tindak lanjut saat melewati jatuh tempo. Tidak mengecek jadwal secara berkala: pelanggan yang sudah berhenti masih tertagih, atau pelanggan baru belum punya jadwal. Kelola Langganan Tagihan Otomatis dengan Mekari Jurnal Recurring invoice baru benar-benar menghemat waktu jika terhubung dengan pencatatan, pembayaran, dan pajak. Tanpa itu, tim finance tetap harus memindahkan data secara manual ke pembukuan. Mekari Jurnal mengautomasikan pengelolaan transaksi invoice; dari pembuatan, pembayaran, hingga rekonsiliasi dalam satu platform: Jadwal transaksi berulang: tagih jumlah yang sama pada jadwal yang ditentukan, dari pembuatan faktur sampai pengiriman ke pelanggan. Reminder otomatis: kirim pengingat sebelum jatuh tempo agar pembayaran tepat waktu. Auto-payment dengan Mekari Pay: pelanggan membayar invoice lewat berbagai metode pembayaran yang terintegrasi. Rekonsiliasi bank otomatis: kurangi risiko selisih pencatatan antara pembayaran masuk dan invoice. Integrasi pajak: invoice terhubung dengan faktur pajak resmi yang siap audit. Custom template invoice: sesuaikan logo, format, dan field dengan branding perusahaan. Terintegrasi akuntansi: setiap invoice otomatis tercatat ke laporan keuangan. Hasilnya sudah dirasakan pengguna. Ubiklan mencatat pembuatan invoice hingga 5 kali lebih cepat dibanding proses manual setelah memakai Mekari Jurnal. Dengan jadwal yang tepat, pencatatan yang sesuai standar, dan sistem yang terintegrasi, tagihan berulang tidak lagi menjadi pekerjaan rutin yang menyita waktu tim finance. Otomatiskan recurring invoice bisnis Anda dengan aplikasi invoice Mekari Jurnal! Referensi Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). PSAK 115 (sebelumnya PSAK 72): Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan. McKinsey & Company. How quote-to-cash excellence can fuel growth for B2B subscription businesses. Mekari Jurnal Help Center. Bagaimana Cara Membuat dan Melihat Daftar Jadwal Berulang. Atradius. B2B payment practices trends in Indonesia 2025. FAQ 1. Apa itu recurring invoice? 1. Apa itu recurring invoice? Recurring invoice adalah tagihan yang dibuat dan dikirim otomatis ke pelanggan yang sama pada interval tetap, seperti bulanan atau tahunan, berdasarkan jadwal yang sudah diatur di awal. 2. Apa bedanya recurring invoice dan recurring billing? 2. Apa bedanya recurring invoice dan recurring billing? Recurring invoice hanya menerbitkan tagihan, lalu pelanggan membayar sendiri. Recurring billing menarik pembayaran secara otomatis dari kartu atau rekening pelanggan pada jadwal yang sama. 3. Bisnis apa yang cocok memakai invoice berulang otomatis? 3. Bisnis apa yang cocok memakai invoice berulang otomatis? Bisnis dengan pendapatan rutin dari pelanggan yang sama, seperti SaaS, agensi dengan sistem retainer, penyewaan, penyedia internet, membership, dan pemasok dengan kontrak supply jangka panjang. 4. Apakah nominal recurring invoice bisa diubah di tengah kontrak? 4. Apakah nominal recurring invoice bisa diubah di tengah kontrak? Bisa. Perbarui template atau jadwal transaksi berulang sebelum periode berikutnya terbit. Invoice yang sudah terbit tidak ikut berubah. 5. Bagaimana mencatat recurring invoice yang ditagih tahunan di muka? 5. Bagaimana mencatat recurring invoice yang ditagih tahunan di muka? Catat nilainya sebagai pendapatan diterima di muka saat invoice terbit. Setelah itu, akui pendapatan secara bertahap setiap bulan sesuai jasa yang sudah diberikan, mengikuti PSAK 115. 6. Apakah setiap recurring invoice perlu faktur pajak? 6. Apakah setiap recurring invoice perlu faktur pajak? Jika perusahaan berstatus PKP dan tagihannya terutang PPN, faktur pajak perlu dibuat untuk setiap tagihan sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.