Jurnal Enterpreneur

Pembayaran Upah Pekerja UKM selama Work From Home

Kebijakan work from home atau bekerja remote dari rumah dan tidak hadir di tempat kerja merupakan salah satu kebijakan yang banyak diambil oleh pengusaha dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam pencegahan penularan Virus COVID-19. Sebagai konsekuensinya, sebagian bisnis atau UKM harus mengurangi aktivitas usahanya dan kehilangan omzet penjualan. Hal ini adalah hal yang sulit, karena perputaran kas pada UKM sangatlah tergantung pada aktivitas usaha dan omzet penjualan.

Di satu sisi UKM harus tetap beroperasi untuk dapat membayar pekerjanya, namun di satu sisi UKM juga harus melaksanakan kebijakan physical distancing. Keresahan ini ditanggapi oleh Menteri Ketenagakerjaan dengan mengeluarkan Surat Edaran tentang Perlindungan Pekerja/ Buruh dan Kelangsungan Usaha dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (SE Nomor M/3/HK.04/III/2020). Surat Edaran ini dirilis tanggal 17 Maret 2020 dan ditujukan kepada para Gubernur di seluruh Indonesia.

Poin pertama Surat Edaran tersebut di atas menyebutkan langkah-langkah yang harus diambil terkait pencegahan penularan Virus COVID-19 di tempat usaha dan poin keduanya membahas tentang ketentuan upah pekerja terkait COVID-19.

Ketentuan Umum Upah Pekerja UKM saat WFH

3 Cara Menghemat Keuangan Bisnis UKM selama Masa Krisis

Kepada pekerja yang menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) ataupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun penderita yang dinyatakan positif Covid-19 sehingga tidak dapat masuk kerja dan harus dikarantina/ diisolasi, dan dapat dibuktikan dengan keterangan dokter, pengusaha wajib untuk tetap membayarkan upah pekerja.

Adapun untuk pegawai yang menjalani WFH karena bisnis/ UKM tempat bekerja membatasi kegiatan usaha sebagai akibat kebijakan pemerintah dalam rangka pencegahan penularan Virus Corona, maka dapat dilakukan penyesuaian.

Hal-hal yang Patut Dipertimbangkan Terkait Upah Pekerja UKM 

Penyesuaian yang dapat dilakukan terkait upah pekerja work from home adalah tentang besaran upah maupun cara pembayaran upah kepada pekerja. Adapun demikian, tidak semua bisnis dapat serta merta melakukan penyesuaian, ada beberapa kriteria dan hal-hal yang patut dipertimbangkan sebagai berikut:

1. Kelangsungan Usaha

Terkait dengan kelangsungan usaha, Anda harus memperhitungkan Cash Flow Forecast (Perkiraan Arus Kas) sebagai perkiraan kemampuan keuangan perusahaan untuk mendapatkan uang dan tetap melakukan pembayaran atas kewajiban-kewajibannya.

Apabila Anda memiliki kredit usaha mikro, maka Anda dapat mengupayakan restrukturisasi hutang pada bank, atau menunggu kebijakan pemerintah menyiapkan fasilitas kredit khusus dengan bunga ringan bagi UKM. Syarat untuk mendapatkan fasilitas kredit khusus ini adalah perusahaan/ UKM tidak melakukan PHK, dan atau bisa menjaga 90% pekerja tidak mengalami perubahan upah.

Dalam perkiraan arus kas, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk memasukkan asumsi bahwa stimulus ekonomi, dalam hal ini relaksasi Pph 21, Pph 25, pajak penghasilan impor, restitusi pertambahan nilai bisa direalisasikan UKM.

Baca Juga: Strategi Bisnis bagi UKM agar Bertahan di Masa Sulit Corona 

2. Kesepakatan Pekerja

Hal lain yang perlu dipertimbangkan, yang juga disebutkan dalam Surat Edaran tersebut di atas adalah adanya kesepakatan dengan pekerja mengenai besaran dan cara pembayaran upah pekerja. Hal ini secara implisit menekankan asas keadilan dan perlindungan bagi hak pekerja.

Jika Anda sebagai pemilik UKM kebingungan dalam mempertimbangkan upah pekerja, Anda bisa menggunakan software akuntansi, misalnya Jurnal.  Dalam software tersebut, Anda dapat memperoleh informasi yang diperlukan terkait data keuangan pada Neraca Keuangan, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas yang dapat diakses secara real time.

Adapun apabila dalam kesepakatan dengan pegawai akhirnya ada penyesuaian upah pekerja UKM yang work from home, Anda dapat menyesuaikannya dengan mudah karena variabel perubahan tersebut dapat diinput ke dalam software dan perhitungannya diselesaikan secara otomatis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Min subscribe 12 bulan). Salam sehat dan produktif selalu!

Baca Juga : Tips agar Bisnis UKM Mampu Bertahan di Masa Pandemi Corona

apa itu social distancing dan strategi bisnis

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo