Panduan bagi Pebisnis, Ini Langkah Persiapan Bisnis Jelang Lebaran

Perayaan Idul Fitri atau Lebaran menjadi berkah bagi seluruh masyarakat. Tak hanya bagi umat Islam yang merayakan, tetapi juga bagi para pelaku bisnis yang dipastikan memperoleh keuntungan berlipat ganda dari hasil penjualan di musim ‘panen’ Lebaran.

Bukan tanpa alasan, tradisi Lebaran memang memantik masyarakat untuk membeli aneka keperluan dan barang baru, seperti makanan, pakaian, Aksesoris, bahkan barang-barang elektronik atau kendaraan. Maka itu, momentum hari raya selalu identik dengan lonjakan transaksi jual beli. 

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Mengamati lonjakan permintaan dari konsumen, Anda sebagai pelaku usaha tentu perlu menjalankan langkah-langkah persiapan bisnis menjelang Lebaran agar tak kehilangan momentum istimewa yang hanya datang setahun sekali. 

Beberapa langkah persiapan bisnis menjelang Lebaran yang perlu dilakukan antara lain, menyusun rencana bisnis, menyiapkan modal usaha, memastikan ketersediaan produk, dan mengelola arus kas dengan baik. Berikut penjelasan lebih lengkapnya seperti dikutip Jurnal by Mekari.

Rencana Bisnis yang Perlu Dijalankan Oleh Bisnis Kecil

Menyusun Rencana Bisnis

Perencanaan bisnis merupakan ringkasan dokumen tertulis yang mendeskripsikan semua elemen eksternal dan elemen internal yang relevan dengan kegiatan bisnis di masa mendatang. Perencanaan bisnis biasanya berupa rincian dari gabungan rencana fungsional seperti peluang bisnis, kegiatan operasi, rencana keuangan, kebutuhan sumber daya manusia, dan strategi pemasaran. 

Sebagai langkah persiapan bisnis menjelang Lebaran, perencanaan bisnis perlu dilakukan untuk mengetahui peluang-peluang usaha apa saja yang bisa Anda manfaatkan selama Ramadan hingga Lebaran. Misalnya usaha makanan, kreasi parcel, atau produksi pakaian.

Kemudian, tentukan kegiatan operasi yang akan dilakukan, termasuk sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha tersebut. Selanjutnya, rancang rencana keuangan dan strategi pengelolaan finansial. Tak lupa, susun strategi pemasaran yang akan dilakukan agar usaha berjalan lancar. 

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Pada dasarnya, perencanaan menguraikan arah bisnis, tujuan, dan cara mencapainya. Rencana bisnis dapat pula dikatakan sebagai penyusunan keputusan dalam jangka waktu tertentu, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini berguna sebagai peta jalan bagi Anda untuk mengembangkan bisnis menuju kesuksesan. 

Anda perlu menyiapkan rencana bisnis dengan berkonsultasi kepada banyak sumber yang kredibel. Misalnya, kepada akuntan, konsultan bisnis, konsultan pemasaran, atau konsultan hukum. Dapat pula berkonsultasi dengan pihak yang memiliki keterampilan dan kemampuan manajerial terhadap sektor usaha yang Anda siapkan menjelang Lebaran.

Pada dasarnya, perencanaan bisnis memiliki tiga fungsi utama, yakni :

Panduan bisnis untuk menyusun strategi

Perencanaan berfungsi menjadi panduan bisnis agar Anda mampu menyusun strategi demi mencapai kesuksesan. Hal ini mencakup berbagai komponen berupa visi, sasaran, tujuan, analisis pasar, anggaran, perkiraan keuangan, pasar sasaran, dan strategi. 

Menarik minat pemberi modal

Perencanaan bisnis yang baik dan sesuai kriteria dapat berfungsi untuk mengajukan pinjaman modal atau menarik minat investor untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda. Cara terbaik untuk mengamankan kebutuhan modal adalah dengan membuat perencanaan bisnis semenarik mungkin. 

Rencana bisnis jadi cerminan dari pemilik usaha

Sebagai pemilik bisnis, Anda tidak mungkin menyerahkan penyusunan rencana bisnis kepada orang lain, karena pihak luar tentu tak memahami usaha yang Anda jalankan. Perencanaan bisnis harus menunjukkan bahwa Anda telah serius memikirkan usaha Anda dan hal-hal pendukung kesuksesan lainnya. Hal itu mencerminkan kredibilitas Anda sebagai seorang pengusaha.

5 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Bisnis

Siapkan Modal Usaha

Langkah berikutnya untuk menyiapkan bisnis di masa ‘sibuk’ menjelang Lebaran ialah memastikan modal usaha cukup untuk kebutuhan produksi. Investasi awal dibutuhkan untuk memasok bahan baku produksi, tempat usaha, peralatan dan perlengkapan produksi, serta sarana dan prasarana lain. 

Anda bisa mencoba berbagai saluran untuk memperoleh modal usaha sesuai kebutuhan. Saluran utama tentu bisa menggunakan dana tabungan pribadi yang telah Anda simpan dalam jangka waktu tertentu. 

Cara lain yang sering dilakukan para pelaku bisnis ialah memanfaatkan fasilitas pinjaman perbankan. Kredit investasi yang ditawarkan bank merupakan salah satu solusi tepat bagi Anda yang membutuhkan pembiayaan investasi aktiva tetap, seperti pengadaan perlengkapan dan peralatan produksi, kendaraan operasional, atau pengadaan tempat usaha. 

Ketika ingin mengajukan pinjaman modal kepada sebuah bank, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal yang krusial yakni, tingkat bunga kredit, jangka waktu pinjaman, dan agunan kredit yang disyaratkan. 

Secara umum, setiap bank memiliki persyaratan dasar pengajuan kredit usaha kecil dan menengah (UKM) yang tak jauh berbeda antara satu sama lain. 

Berikut persyaratan umum yang perlu diserahkan ketika ingin mengajukan kredit kepada bank :

  • Mempunyai usaha yang layak dibiayai.
  • Mengajukan surat permohonan kredit.
  • Melampirkan dokumen identitas diri dan identitas usaha, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Surat Izin Usaha Perdagaangan (SIUP), salinan akta pendirian usaha, dan dokumen usaha lain.
  • Memiliki agunan pokok dan agunan tambahan.
  • Melampirkan salinan rekening koran.

Umumnya, pihak bank akan melakukan survei terhadap rancangan dan manajemen usaha sebelum menyetujui pengajuan pinjaman. Maka itu, perusahaan perlu memiliki perencanaan bisnis dan pengelolaan keuangan yang baik agar lebih mudah memperoleh pinjaman modal. Rencana bisnis setidaknya menunjukkan bahwa perusahaan akan mampu membayar kembali pinjaman modal atau menghasilkan tingkat pengembalian modal yang menarik.  

Note : Baca artikel Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19

Selain itu, Anda juga bisa memperoleh modal dari lembaga keuangan non-bank atau investor ritel dengan persyaratan yang relatif lebih longgar dibanding perbankan. Anda juga bisa memanfaatkan program Company Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta berskala besar yang menyediakan bantuan pinjaman modal usaha tentu dengan bunga rendah atau bahkan tanpa bunga. Tetapi peluang mendapatkan bantuan tersebut sangat terbatas.  

Saluran lain, Anda bisa memperoleh modal usaha dari instansi pemerintah, terutama kementerian yang terkait mendukung pengembangan UKM. Anda hanya perlu memastikan bahwa bisnis Anda memang layak memperoleh bantuan modal, meski kadang akan terkendala oleh birokrasi yang rumit dan panjang.

Apapun jenis modal yang diperoleh, satu hal penting yang wajib diperhatikan adalah Anda perlu menjalankan pengelolaan keuangan dan analisis usaha yang jelas. Dengan begitu, usaha Anda tidak akan berhenti di tengah jalan.

Pengelolaan keuangan dan analisis usaha yang baik bisa diperoleh melalui konsultasi dengan ahli keuangan. Hal itu dapat pula dilakukan dengan bantuan teknologi, yakni berupa penggunaan software akuntansi online seperti Jurnal by Mekari

Strategi Pemasaran Produk Ke Luar Negeri untuk Ekspansi Bisnis

Pastikan Produk Tersedia

Langkah persiapan selanjutnya ialah memperhatikan kondisi pasokan barang yang akan dipasarkan menjelang Lebaran. Jika Anda menjual barang bernilai tambah yang berasal dari supplier, maka Anda harus menyiapkan stok barang dengan jumlah setidaknya dua kali lipat lebih besar dibanding periode normal.

Kekurangan atau kehabisan stok barang menjadi hal yang akan sangat merugikan Anda di tengah tingginya permintaan konsumen.

Jika Anda memproduksi sendiri barang yang dijual, maka Anda perlu menyiapkan waktu, modal, dan energi lebih banyak untuk meningkatkan kapasitas produksi barang dibanding periode normal. Kesiapan yang dimaksud termasuk menjaga ketersediaan bahan baku produksi. Jika kapasitas produksi meningkat, stok bahan baku pun harus bertambah agar bisa memenuhi permintaan pasar. 

Note : Baca artikel 5 Langkah Atur Ulang Keuangan Bisnis Jelang New Normal

Anda juga perlu menyadari bahwa di saat permintaan meningkat, persaingan juga akan semakin ketat. Sama halnya seperti Anda, lawan usaha tentu berpikir peningkatan permintaan pada momentum Lebaran menjadi peluang besar yang tak mungkin dilewatkan.

Untuk itu, Anda sebaiknya tak hanya berfokus pada kuantitas produk, tetapi juga tetap menjaga kualitas agar konsumen tak lari membeli barang ke kompetitor lain. 

Kelola Arus Kas dan Pembukuan 

Terkait pengelolaan keuangan, laporan arus kas memegang peranan penting dalam perusahaan, terutama ketika masa puncak aktivitas bisnis tiba. Pasalnya, Anda perlu mengelompokkan arus kas masuk dan kas keluar secara komprehensif saat produktivitas sedang tinggi demi keberlangsungan usaha. 

Pengelolaan arus kas dapat dimulai dengan menetapkan saldo awal usaha. Langkah ini menjadi pondasi yang sangat berpengaruh dalam menyusun laporan keuangan.

Setelah mengetahui jumlah saldo awal yang dimiliki, Anda dapat melanjutkan tahap analisis arus kas dengan melacak arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan. Hal ini akan memudahkan penulisan laporan arus kas yang akan menjadi acuan pertanggungjawaban selama periode tertentu.

Sebagai informasi, arus kas meliputi tiga hal, yakni berasal dari kegiatan usaha yang tercermin dari laporan laba rugi, aktivitas investasi, serta arus kas dari kegiatan pendanaan.

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Pengelolaan arus kas juga perlu dilakukan dengan memproyeksi penerimaan kas dengan membuat tabulasi piutang. Hal itu dibutuhkan untuk mengetahui tanggal jatuh tempo dana tunai yang akan didapat perusahaan di masa mendatang. 

Selain penerimaan, Anda juga perlu membuat daftar pengeluaran kas dengan mengidentifikasi komponen kewajiban beserta waktu pembayarannya. Hal itu berguna untuk menentukan kebijakan keuangan. 

Terakhir, menyusun laporan arus kas sebagai bahan evaluasi atas rencana arus kas yang telah dibuat sekaligus sebagai indikator jumlah kas di masa mendatang. 

Ketika memanfaatkan peluang untuk menjalankan bisnis tersebut, Anda tentu membutuhkan sistem pendukung pengelolaan keuangan bisnis. Software akuntansi online Jurnal bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

CTA


PUBLISHED12 May 2020
Lavinda
Lavinda


Kategori : Dunia UKM