Perusahaan yang berada dalam keadaan stagnasi dapat membuat bisnisnya menjadi tidak berkembang. Hal tersebut dapat terjadi akibat kreativitas dan inovasi yang tidak berkembang sehingga mengakibatkan keadaan perusahaan mengalami stagnan. Masalah stagnasi di dalam bisnis merupakan salah satu masalah yang sering dihadapi oleh para pengusaha. Kondisi seperti ini jika tidak segera diperbaiki, maka semakin lama dapat mengganggu kesehatan bisnis. Sehingga bisnis akan tertinggal jauh, kompetitor yang kian melesat, dan konsumen yang beralih pada kompetitor. Apa saja penyebab perusahaan stagnan? Dan bagaimana langkah yang dapat ditempuh agar hal tersebut tidak terjadi?

Tips Mengatasi Penyebab Perusahaan Stagnan

Untuk mengatasi penyebab perusahaan stagnan, simak beberapa tips di bawah ini:

  1. Melakukan review dan evaluasi terhadap semua kegiatan usaha dalam satu bulan terakhir. Apakah dalam periode tersebut ada kesalahan kebijakan yang diambil? Atau apakah ada bagian dalam bisnis yang tidak sehat? Pastikan bahwa semua proses telah berjalan sesuai standar operasional.
  2. Mengidentifikasi masalah. Identifikasikan critical point yang menjadi penyebab bisnis stagnan, apakah dari faktor internal atau eksternal. Dengan mengidentifikasi masalah tersebut, maka Anda dapat menentukan langkah yang harus diambil untuk mengatasinya. Beberapa masalah yang sering menjadi penyebab perusahaan stagnan di antaranya adalah adanya pesaing atau kompetitor yang lebih baik. Jika seorang pebisnis tidak mampu berkompetisi, maka bisnis yang dijalankan akan cenderung stagnan, atau bahkan mengalami kemunduran. Untuk itu, sikapi persaingan bisnis dengan cara yang positif, yaitu dengan menciptakan ide-ide baru yang inovatif untuk mengembangkan bisnis. Penyebab lainnya adalah market sudah maksimal sehingga pendapatan cenderung stagnan. Untuk menjangkau market yang lebih luas, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membuka cabang baru.
  3. Mereview strategi pemasaran, apakah masih relevan dengan kondisi saat ini atau harus diperbarui.
  4. Mengkaji ulang sistem yang diterapkan dalam bisnis. Apakah sistem yang diterapkan masih applicable atau tidak. Apakah sistem tersebut mendukung adanya inovasi, dan bagaimana efektivitas dan efisiensi sistem tersebut.
  5. Merekrut SDM yang tepat, dalam artian mereka yang memiliki pengalaman dalam meng-handle bisnis yang stagnan dan memiliki visi serta ide yang baru dan inovatif.
  6. Melakukan tindakan pencegahan. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan dan critical point yang telah berhasil ditemukan, maka Anda dapat menentukan tindakan pencegahan untuk masing-masing poin memiliki potensi terjadi masalah.

Penyebab Perusahaan Mengalami Stagnasi

Berikut ini ada 3 kesalahan yang wajib dihindari para pebisnis agar bisnis yang dijalankan mampu meraih kesuksesan dan tidak mengalami stagnasi.

1. Kurang fokus

Salah satu bagian tersulit dalam membangun bisnis adalah mengidentifikasi kemana dan bagaimana menginvestasikan sumber daya yang dimiliki. Di sisi lain, membuat keputusan soal perusahaan dan tetap berpatokan pada hal-hal tersebut merupakan sesuatu yang cukup menantang. Meskipun Anda adalah pemegang keputusan, namun Anda harus memperhatikan banyak faktor dan jangan sampai keputusan yang dibuat malah memberikan output yang kurang baik. Yang terpenting, Anda perlu memiliki tujuan yang jelas agar Anda tidak kehilangan visi dan misi. Fokuslah pada apa yang menjadi tujuan di masa depan dan bekerja agar tujuan tersebut dapat tercapai.

2. Melakukan segala hal sendirian

Kebanyakan para pebisnis pemula akan bekerja sendirian ketika baru merintis usaha. Untuk berada di puncak kesuksesan, Anda harus belajar bagaimana caranya untuk menjadi seorang pemimpin, juga memberdayakan orang lain untuk menolong Anda meraih misi perusahaan. Daripada bekerja sendirian dan menuntaskan segala pekerjaan, lebih baik mengumpulkan tim terbaik untuk mengembangkan bisnis. Anda bisa mencari karyawan yang mampu melakukan pekerjaan yang tidak dapat Anda lakukan.

3. Kurang sabar

Melalui berbagai tahap kesuksesan di dalam menjalankan sebuah bisnis membutuhkan berbagai poin pendukung, seperti keuntungan, ketekunan, dan kerja keras. Tidak ada jalan pintas yang dapat ditempuh untuk mencapai titik kesuksesan dalam waktu singkat. Kadangkala seorang pebisnis akan mendapati perusahaan mengalami krisis. Oleh karena itu, pebisnis dan karyawan yang terlibat harus bahu-membahu dalam mengatasi hal tersebut.

 

Stagnasi dalam bisnis merupakan salah satu masalah terbesar yang hampir pasti akan dihadapi oleh para pebisnis. Keadaan tersebut jika tidak segera mendapatkan solusi yang tepat, maka lama kelamaan akan menggerogoti kesehatan bisnis. Bisnis akan semakin jauh tertinggal oleh para kompetitor. Setelah mengetahui beberapa penyebab perusahaan stagnan seperti yang telah dijelaskan diatas, kini Anda dapat menentukan langkah untuk mengantisipasinya. Lakukan beberapa tips di atas untuk mengatasi perusahaan stagnan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa pengelolaan keuangan bisnis Anda tepat agar bisnis dapat terus berkembang. Pengelolaan keuangan bisnis yang mudah dapat Anda lakukan dengan bantuan software akuntansi online Jurnal. Jurnal menawarkan Anda kemudahan dalam mengerjakan pembukuan dan laporan keuangan. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga untuk menikmati free trial selama 14 hari. Lihatlah bagaimana Jurnal akan memberikan layanan terbaiknya untuk memudahkan Anda dalam menjalankan bisnis.