Melihat Prospek Bisnis saat Krisis di Tengah Ramadan dan Lebaran

Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran biasanya menjadi momentum yang istimewa bagi sebagian besar masyarakat. Namun, suasana terasa berbeda karena masa ibadah puasa kali ini dihadapkan dengan kondisi krisis ekonomi akibat Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Pelaku usaha perlu melihat prospek bisnis saat krisis.

Pada tahun-tahun sebelumnya, periode Ramadan dan Lebaran tak hanya menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan keimanan dan saling bersilaturahmi, tetapi juga menjadi momentum puncak pertumbuhan ekonomi nasional. Dari sudut pandang ekonomi, momentum Ramadan dan Lebaran umumnya memunculkan fenomena realokasi kekayaan dari konsumen kepada produsen.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona

Sementara bagi para produsen, momentum Lebaran merupakan saat paling tepat untuk meraih keuntungan. Momentum ini merupakan kondisi terbaik untuk menaikkan harga barang/jasa dan meningkatkan omzet karena permintaan yang meningkat signifikan.

Bahkan, tak sedikit dari pelaku usaha mungkin berpikir bahwa kerugian atau keuntungan sepanjang tahun dapat tercermin hanya dari momentum Lebaran. Berikut ini ulasannya seperti dikutip Jurnal by Mekari.

Kondisi Umum saat Ramadan dan Lebaran

Aktivitas belanja masyarakat meningkat drastis setiap kali masa puasa Ramadan hingga saat Lebaran tiba. Masyarakat berani membelanjakan tabungan dan tunjangan yang dikumpulkan sepanjang tahun untuk membeli barang-barang keperluan hari raya.

Mereka rela mengucurkan dana untuk membeli barang meski dengan harga selangit didorong oleh berbagai motif.

Maka tak heran, kedua periode tersebut identik dengan momentum puncak kenaikan harga barang atau jasa. Fenomena itu tak terlepas dari hukum ekonomi sederhana, yakni hubungan antara kondisi pasokan dan permintaan barang/jasa. 

Note : Baca artikel UMKM Terdampak COVID-19 Dapat Subsidi Bunga Kredit

Jika permintaan konsumen melonjak dan pasokan menipis karena tak mampu memenuhi permintaan pasar, maka harga barang/jasa otomatis akan melonjak secara signifikan. Pada akhirnya, harga berbagai komponen kebutuhan tersebut mempengaruhi tingkat inflasi nasional. 

Barang-barang yang biasanya mengalami kenaikan harga selama masa puasa Ramadan ialah bahan pangan utama. Sedangkan komponen lain yang mengalami lonjakan harga menjelang Lebaran adalah harga pakaian, jasa sewa kendaraan, dan tarif tiket angkutan publik, baik darat, laut, maupun udara. 

Prospek Bisnis saat Krisis di Tengah Ramadan dan Lebaran 

Tragedi wabah Covid-19 yang terjadi sejak awal tahun ini menyebabkan krisis ekonomi sulit dihindari, bahkan di tengah Ramadan dan Lebaran yang seharusnya menjadi puncak pergerakan ekonomi nasional. Geliat aktivitas ekonomi di masa puncak ibadah umat Islam kini terasa lebih kelabu dibanding tahun-tahun sebelumnya. 

Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah demi menghambat penyebaran virus turut menjegal daya beli masyarakat di beberapa kota besar. Permintaan barang/jasa tak lagi mengalir deras dan membuat keuntungan produsen di sejumlah sektor usaha merosot drastis.

Note : Baca artikel Strategi Jitu agar UKM Bisa Bertahan Hadapi Krisis Akibat Corona 

Meski kondisi ekonomi tak terlalu menguntungkan, Anda bisa memanfaatkan momentum Ramadan dan Lebaran untuk tetap meningkatkan pundi-pundi dengan membaca situasi, mengambil peluang usaha yang tersedia, dan berinovasi. Berikut beberapa peluang usaha yang patut Anda coba untuk menghasilkan keuntungan di masa krisis saat ini, antara lain :

Bisnis Makanan dan Minuman Siap Saji

Makanan dan minuman menjadi komponen utama yang tak pernah diabaikan masyarakat, meski di situasi krisis sekalipun, terlebih ketika momentum Ramadan dan Lebaran. Maka itu, Anda bisa memanfaatkan peluang usaha di sektor tersebut. 

Saat memulai bisnis, Anda perlu melakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen, tren yang sedang berkembang sekaligus memetakan selera pasar. Anda bisa memilih untuk mengikuti tren yang sedang berkembang atau mengikuti selera pasar di segmen tertentu tergantung berbagai pertimbangan.

Membuat produk makanan yang sedang tren bisa saja lebih mudah diterima oleh konsumen, tetapi tak ada jaminan bahwa produk bisa bertahan dalam waktu lama. Bisa jadi permintaan akan surut dalam waktu singkat seiring tren meredup.

Sebaliknya, memproduksi makanan yang sesuai kebutuhan konsumen untuk segmen tertentu bisa jadi membutuhkan usaha lebih keras saat memulai, tetapi juga memiliki peluang untuk bertahan secara berkelanjutan jika Anda mampu mengelola usahanya dengan baik.

Note : Baca artikel Ini 5 Sektor Bisnis Tahan Krisis saat Pandemi COVID-19 

Tak hanya itu, Anda juga perlu membekali diri dengan keahlian untuk menjalankan bisnis makanan dan minuman. Rasa yang enak dan cita rasa khas menjadi salah satu faktor penentu sukses atau tidaknya produk Anda di pasaran.

Saat mobilitas konsumen terbatas di situasi wabah virus Covid-19 seperti sekarang, Anda perlu menyesuaikan produk yang dipasarkan, misalnya membuat makanan siap saji atau makanan beku.

Dalam bisnis makanan dan minuman, pemilihan bahan baku yang tepat menjadi kunci yang penting untuk mempertahankan usaha. Konsistensi rasa dan produk yang higienis menjadi hal yang tak kalah krusial. Selanjutnya, strategi pemasaran dan penjualan serta proses distribusi  juga menjadi komponen yang menentukan keberhasilan usaha.

Saat konsumen sulit keluar rumah seperti sekarang, strategi pemasaran dan penjualan perlu dijalankan secara khusus. Misalnya dengan melakukan pemasaran via digital, dan penjualan melalui kirim instan. 

Di tengah persaingan yang ketat seiring menjamurnya bisnis makanan dan minuman, Anda juga perlu terus melakukan inovasi tanpa henti agar tak terlibas dengan kompetitor. Inovasi bisa dimulai baik secara internal melalui ide perusahaan, maupun secara eksternal berdasarkan saran dan kritik konsumen. Selain itu, Anda juga perlu memiliki strategi untuk mengelola keuangan secara komprehensif dengan keberlangsungan usaha makanan dan minuman.

Pentingnya Melakukan Analisa Usaha Sebelum Menjalankan Bisnis Parcel Lebaran

Bisnis Parcel

Budaya saling bersilaturahmi dan saling memberi masih melekat di diri masyarakat Indonesia. Fenomena tersebut bisa Anda manfaatkan sebagai peluang usaha saat krisis di tengah Ramadan dan menjelang Lebaran, yakni dengan memulai usaha produksi parcel. 

Meski kondisi seperti saat ini, kerabat atau rekan kerja tak akan meninggalkan ritual saling mengirimkan bingkisan yang berisi berbagai hadiah di saat istimewa, termasuk Lebaran. Isi bingkisan parcel biasanya berupa aneka kue, makanan dan minuman kaleng, atau barang pecah belah.

Produksi parcel bisa menjadi prospek usaha yang menjanjikan jika Anda memulainya dengan strategi yang tepat. Selain modal dana, Anda perlu memiliki modal keahlian untuk mengkreasikan parcel yang akan dijual. Pembuatan parcel membutuhkan inovasi yang unik agar menarik minat konsumen.

Note : Baca artikel Pahami Strategi Penjualan yang Efektif saat Fase New Normal

Selain itu, Anda juga perlu menentukan target konsumen dan menyesuaikan desain sekaligus kisaran harga parcel yang sesuai target tersebut. Dalam prosesnya, Anda juga sebaiknya mencari supplier yang menawarkan harga murah untuk memasok bahan-bahan utama parcel. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh keuntungan lebih besar.  

Alokasi modal, penentuan anggaran bahan baku, dan proses penjualan parcel tentu membutuhkan strategi pengelolaan keuangan yang tepat agar usaha terus berjalan.

Bisnis Produk Kesehatan

Di tengah wabah Covid-19 yang menyebar di berbagai wilayah Indonesia, masyarakat tentu menaruh perhatian yang besar terhadap kondisi kesehatan. Produk kesehatan akhirnya menjadi buruan konsumen. 

Maka itu, bisnis produk kesehatan bisa menjadi pilihan. Anda bisa menjual produk berupa suplemen dan vitamin yang dibutuhkan konsumen. Dalam prosesnya, Anda perlu menyiapkan modal untuk memasok barang dari produsen resmi. 

Anda bahkan bisa memproduksi sendiri minuman herbal untuk kesehatan. Hal itu tentu memerlukan riset yang mendalam disertai proses percobaan hingga hasilnya memuaskan. Guna mengembangkan usaha yang ideal, Anda juga perlu mengelola arus kas dengan baik. 

Ketika memanfaatkan peluang untuk menjalankan bisnis tersebut, Anda tentu membutuhkan sistem pendukung pengelolaan keuangan bisnis. Software akuntansi online Jurnal bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Sebagai aplikasi software akuntansi online, Jurnal ikut mendukung dan berkomitmen membantu menjawab tantangan untuk menjaga produktivitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah tuntutan untuk mengurangi mobilitas ke tempat kerja dan keramaian umum lewat program #UKMtahankrisis.

Cari tahu selengkapnya mengenai produk Jurnal di website Jurnal atau isi formulir berikut ini untuk mencoba demo gratis Jurnal secara langsung. Cukup ketuk banner di bawah ini untuk mendapatkan promo kesempatan bonus berlangganan Jurnal selama 60 hari dan diskon 35% (Minimal subscribe 12 bulan).

Note : Jangan dulu keluar, baca artikel terbaik kami Lima Sektor Bisnis Booming saat New Normal Datang

CTA


PUBLISHED12 May 2020
Lavinda
Lavinda

SHARE THIS ARTICLE: