IFAC (International Federation of Accountants): Pengertian, Peran Organisasi Global dan Manfaat untuk Profesi Akuntansi Mekari Jurnal Highlights IFAC berperan sebagai organisasi payung dunia yang memastikan keseragaman standar akuntansi, audit, etika, dan pendidikan akuntan lintas negara IFAC menempatkan keberlanjutan (ESG) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai prioritas utama melalui pendekatan IMPACT. Hal ini menegaskan peran akuntan bukan hanya sebagai pencatat keuangan, tetapi sebagai pengarah nilai bisnis yang etis, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Keanggotaan IAI dalam IFAC mendorong harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dengan standar internasional, memperkuat kompetensi akuntan Indonesia, serta membuka mobilitas profesional global Standar global IFAC tidak dapat diimplementasikan secara optimal tanpa sistem operasional yang modern. Software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal menjadi enabler utama dengan otomatisasi pencatatan, kepatuhan standar, serta integrasi lintas fungsi bisnis untuk mendukung praktik akuntansi yang efisien dan siap menghadapi tuntutan global Dinamika ekonomi yang semakin terintegrasi menuntut adanya standarisasi yang seragam guna memastikan transparansi dan akuntabilitas di seluruh penjuru dunia. Melihat kondisi ini, International Federation of Accountants (IFAC) hadir sebagai organisasi yang memayungi seluruh kepentingan yang terkait profesi akuntan sekaligus melayani kepentingan publik. Keberadaan organisasi ini menciptakan fondasi bahasa keuangan universal yang memungkinkan investor, regulator, dan pelaku bisnis untuk berkomunikasi tanpa terhambat oleh perbedaan yurisdiksi nasional. Dalam konteks lokal, akuntan harus memahami peran dan manfaat keberadaan IFAC bagi profesi mereka di tengah percepatan transformasi digital yang semakin mendesak. Mengenal International Federation of Accountants (IFAC) International Federation of Accountants (IFAC) adalah organisasi skala global yang mewakili seluruh kepentingan yang berkaitan dengan profesi akuntan di dunia, mulai dari praktik publik, pendidikan, layanan pemerintah, hingga industri dan perdagangan. Berdasarkan data terbaru (2026), IFAC merepresentasikan lebih dari 188 Professional Accountancy Organizations (PAO), atau organisasi yang mewadahi akuntan, auditor, dan teknisi akuntansi dalam memfasilitasi pengembangan kompetensinya dan tersebar di lebih dari 143 yurisdiksi. Keberadaan IFAC di tengah disrupsi ekonomi berfungsi sebagai penjaga stabilitas serta memastikan bahwa kualitas audit, etika profesional, dan standar pendidikan akuntansi tetap berada pada level tertinggi. Sejarah dan Latar Belakang IFAC IFAC didirikan pada tanggal 7 Oktober 1977 di Munich, Jerman, tepatnya ketika diselenggarakannya acara World Congress of Accountants ke-11. Awal mulainya, pembentukan organisasi ini didasarkan atas adanya kebutuhan sebuah badan internasional yang mampu mengharmonisasikan standar akuntansi dan audit yang pada masa tersebut masih sangat variatif di setiap negara. Pada masa-masa awal pendiriannya, IFAS berfokus dalam membangun kerangka kerja dasar untuk etika dan standar auditing internasional untuk menjebatani perbedaan sistem hukum, budaya bisnis, dan tingkat perkembangan ekonomi di berbagai negara. Beberapa catatan sejarah yang cukup penting dalam perkembangan IFAC, seperti: 1977: Pendirian resmi di Munich dengan tujuan memperkuat profesi secara global 2003-2005: Reformasi tata kelola yang signifikan menyusul berbagai skandal keuangan korporasi besar. Hal ini memicu pembentukan Public Interest Oversight Board (PIOB) untuk memberikan pengawasan publik terhadap proses penetapan standar 2019-2024: Periode percepatan adopsi standar secara masif, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) serta Asia-Pasifik, yang didorong oleh kebutuhan akan transparansi dalam pelaporan sektor publik 2025: Peluncuran rencana strategis baru yang menempatkan keberlanjutan (sustainability) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai prioritas utama dalam kurikulum pendidikan akuntan masa depan Baca Juga: Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi Visi dan Misi IFAC IFAC berkembang menjadi sebuah organisasi skala global dengan visi yang jelas, yaitu menjadikan profesi akuntansi sebagai elemen krusial dalam membangun organisasi, pasar keuangan, dan ekonomi yang kuat serta berkelanjutan. Visi ini jelas menjadi panduan dalam setiap inisiatif yang dijalankan demi memastikan akuntan tetap relevan di tengah ketidakpastian global. Untuk mencapai visi, IFAC menjalankan beberapa program yang masuk ke dalam misi utamanya, di antaranya: Memperkuat Profesi Akuntan di Seluruh Dunia: IFAC memberikan dukungan teknis dan advokasi kepada organisasi anggota untuk meningkatkan kualitas praktik akuntansi di tingkat nasional Meningkatkan Kualitas dan Konsistensi Praktik: Melalui promosi standar internasional yang tinggi, IFAC memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntan memiliki tingkat kepercayaan yang sama di mata investor global Menyuarakan Kepentingan Publik: IFAC bertindak sebagai perwakilan profesi dalam berdialog dengan regulator internasional dan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa kepentingan publik selalu menjadi prioritas utama Mendorong Pengembangan Ekonomi Global: Informasi keuangan yang akurat merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat. IFAC berkontribusi pada stabilitas keuangan dunia dengan meminimalisir risiko penyimpangan data keuangan Pendekatan terbaru IFAC ditahun 2025 disebut dengan “IMPACT” yang berfokus pada hasil nyata bagi masyarakat luas dengan profesi akuntan sebagai aktor yang menavigasi transformasi keberlanjutan dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara etis. Peran dan Fungsi Utama IFAC dalam Ekosistem Keuangan Cakupan fungsi IFAC dikenal luas dan kompleks karena tidak terbatas pada admistrasi keanggotaan saja, namun mencakup penetapan standar moral dan teknis sebagai acuan jutaan para praktisi profesional. 1. Penetapan Standar Internasional yang Independen Pertama, IFAC menjadi pendukung fasilitas bagi banyak badan penetapan standar independen yang berpengaruh, yaitu: International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB): Menetapkan standar internasional untuk audit dan asurans (jaminan) International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA): Menyusun Kode Etik Internasional bagi Akuntan Profesional International Education Standards (IES): Menetapkan standar minimum untuk pendidikan akuntansi International Public Sector Accounting Standards Board (IPSASB): Mengembangkan standar akuntansi untuk entitas sektor publik (pemerintah) Baca Juga: Memahami Peran dan Fungsi International Accounting Standards Board 2. Organisasi Payung Global Melalui program Member Compliance, IFAC berperan menjadi penghubung antara berbagai organisasi profesi nasional di berbagai negara. Program ini memastikan bahwa standar global tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik harian akuntan di tingkat lokal. 3. Promosi Adopsi Praktik Terbaik Selanjutnya, IFAC secara proaktif mendorong adopsi praktik akuntansi terbaik di berbagai sektor, mencakup pemberian bantuan teknis untuk penerjemahan standar ke bahasa lokal dan penyelenggaraan forum berbagi pengetahuan antaranggota. Di era digital, IFAC juga mempromosikan praktik tata kelola teknologi informasi yang baik untuk melindungi kerahasiaan data keuangan dari ancaman siber. Keanggotaan IFAC dan Hubungan Strategis dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Hubungan antara IFAC dengan organisasi profesi di Indonesia membangun sinergi yang berperan besar dalam memperkuat ekosistem akuntansi nasional. Khususnya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang aktif sebagai anggota IFAC yang bertanggung jawab dalam menyelaraskan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia dengan standar global. Melalui keikutsertaan IAI sebagai anggota IFAC, beberapa standar akuntan profesional ditetapkan agar memiliki standar internasional, seperti kualifikasi Chartered Accountant (CA) agar memiliki kompetensi yang setara dengan akuntan profesional di negara maju lainnya. Yang paling terdekat, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah IFAC Connect Asia Pacific 2025 yang dihadiri oleh pemimpin profesi akuntansi dari lebih dari 35 negara anggota IFAC. Pada forum ini, seluruh anggota organisasi aktif membahas berbagai isu strategis, termasuk peran akuntan di tengah gejolak global dan tantangan etika dalam penggunaan teknologi digital. Baca Juga: 4 Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku di Indonesia Manfaat Standar IFAC untuk Akuntan dan Bisnis di Indonesia Standar internasional yang ditetapkan di bawah bimbingan IFAC memberikan segudang manfaat kepada para profesional keuangan dan pemilik bisnis di Indonesia, seperti: 1. Peningkatan Kompetensi Profesional Akuntan di Indonesia akan dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern dan global. Melalui pelatihan komprehensif, akuntan dapat meningkat kapabilitasnya dalam mengelola keuangan dan solusi strategis operasional bagi perusahaan. 2. Penguatan Etika dan Kualitas Audit Implementasi Kode Etik Internasional memberikan perlindungan moral bagi akuntan ketika menjalankan pekerjaannya. Selain kode etik profesi, terdapat juga penggunaan standar audit internasional (ISA) untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan perusahaan. 3. Mobilitas Profesional Antarnegara Akuntan asal Indonesia yang memiliki sertifikasi akuntansi CA atau kualifikasi lain yang diakui IFAC akan lebih mudah untuk bekerja di luar negeri atau menangani klien internasional di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi para profesional untuk terlibat dalam proyek-proyek global yang lebih menantang dan bergengsi Contoh Kegiatan IFAC Seiring perkembangan zaman yang lebih modern, membawa tren operasional dalam bisnis yang lebih canggih dan berkelanjutan. IFAC juga turut mengambil kesempatan ini dengan mengadakan agenda dengan topik yang sedang hangat dan berkembang ini. Di 2025, IFAC menempatkan pelaporan keberlanjutan (ESG) dan etika kecerdasan buatan (AI) sebagai garda terdepan transformasi profesi. Beberapa agenda besar rutin dilakukan untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan bidang profesi akuntan, seperti: 1. World Congress of Accountants (WCOA) Acara WCOA menjadi wadah bagi ribuan profesional dalam mendiskusikan tantangan masa depan profesi. Topik yang sudah direncanakan untuk dibahas pada agenda ini berfokus pada inovasi teknologi dan keberlanjutan ekonomi global. Rencananya, acara ini akan diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 17-20 November 2026. 2. Forum Global dan Kerjasama Strategis IFAC juga rutin mengadakan agenda rutin yang sebelumnya sempat dibahas, yaitu IFAC Connect yang bertujuan untuk mendengarkan tantangan lokal dan memastikan bahwa standar internasional tetap relevan dengan kondisi ekonomi di setiap wilayah. 3. Publikasi Standar dan Panduan Praktik IFAC juga rutin menerbitkan buku panduan yang berisi standar terbaru seputar auditing, etika, dan pendidikan yang penting bagi para akuntan profesional dalam menjalankan praktik sehari-hari. Di tahun 2025, IFAC merilis panduan khusus mengenai jaminan (assurance) untuk pelaporan keberlanjutan guna mendukung implementasi standar dari ISSB. Baca Juga: Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional Kesimpulan Di tengah dinamika ekonomi yang semakin terintegrasi dan disrupsi teknologi yang kian cepat, keberadaan IFAC memastikan bahwa profesi akuntan tetap relevan, kredibel, serta mampu menjawab tantangan global. Bagi Indonesia, keterlibatan aktif Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam IFAC membawa dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi akuntan nasional, harmonisasi standar dengan praktik internasional, serta perluasan mobilitas profesional lintas negara. Standar IFAC tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan, tetapi juga memperkuat tata kelola bisnis dan sektor publik secara menyeluruh. Namun, implementasi standar global tersebut menuntut dukungan sistem operasional yang andal, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Di sinilah peran software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal menjadi krusial. Mekari Jurnal membantu akuntan dan pelaku usaha menerjemahkan prinsip-prinsip IFAC ke dalam praktik sehari-hari secara efisien dan akurat. Dengan fitur pencatatan keuangan otomatis, kepatuhan terhadap standar akuntansi, audit trail yang jelas, serta integrasi lintas fungsi bisnis. Coba gratis sekarang juga! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: IFAC, “Homepage”. IAI, “Newsletter IAI – 18 Desember 2025”. Scribd, “Kode Etik Aicpa, Ifac, Iai”. Kategori : Accountant & Finance Profession Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
IFAC (International Federation of Accountants): Pengertian, Peran Organisasi Global dan Manfaat untuk Profesi Akuntansi Mekari Jurnal Highlights IFAC berperan sebagai organisasi payung dunia yang memastikan keseragaman standar akuntansi, audit, etika, dan pendidikan akuntan lintas negara IFAC menempatkan keberlanjutan (ESG) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai prioritas utama melalui pendekatan IMPACT. Hal ini menegaskan peran akuntan bukan hanya sebagai pencatat keuangan, tetapi sebagai pengarah nilai bisnis yang etis, berkelanjutan, dan berbasis teknologi. Keanggotaan IAI dalam IFAC mendorong harmonisasi Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dengan standar internasional, memperkuat kompetensi akuntan Indonesia, serta membuka mobilitas profesional global Standar global IFAC tidak dapat diimplementasikan secara optimal tanpa sistem operasional yang modern. Software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal menjadi enabler utama dengan otomatisasi pencatatan, kepatuhan standar, serta integrasi lintas fungsi bisnis untuk mendukung praktik akuntansi yang efisien dan siap menghadapi tuntutan global Dinamika ekonomi yang semakin terintegrasi menuntut adanya standarisasi yang seragam guna memastikan transparansi dan akuntabilitas di seluruh penjuru dunia. Melihat kondisi ini, International Federation of Accountants (IFAC) hadir sebagai organisasi yang memayungi seluruh kepentingan yang terkait profesi akuntan sekaligus melayani kepentingan publik. Keberadaan organisasi ini menciptakan fondasi bahasa keuangan universal yang memungkinkan investor, regulator, dan pelaku bisnis untuk berkomunikasi tanpa terhambat oleh perbedaan yurisdiksi nasional. Dalam konteks lokal, akuntan harus memahami peran dan manfaat keberadaan IFAC bagi profesi mereka di tengah percepatan transformasi digital yang semakin mendesak. Mengenal International Federation of Accountants (IFAC) International Federation of Accountants (IFAC) adalah organisasi skala global yang mewakili seluruh kepentingan yang berkaitan dengan profesi akuntan di dunia, mulai dari praktik publik, pendidikan, layanan pemerintah, hingga industri dan perdagangan. Berdasarkan data terbaru (2026), IFAC merepresentasikan lebih dari 188 Professional Accountancy Organizations (PAO), atau organisasi yang mewadahi akuntan, auditor, dan teknisi akuntansi dalam memfasilitasi pengembangan kompetensinya dan tersebar di lebih dari 143 yurisdiksi. Keberadaan IFAC di tengah disrupsi ekonomi berfungsi sebagai penjaga stabilitas serta memastikan bahwa kualitas audit, etika profesional, dan standar pendidikan akuntansi tetap berada pada level tertinggi. Sejarah dan Latar Belakang IFAC IFAC didirikan pada tanggal 7 Oktober 1977 di Munich, Jerman, tepatnya ketika diselenggarakannya acara World Congress of Accountants ke-11. Awal mulainya, pembentukan organisasi ini didasarkan atas adanya kebutuhan sebuah badan internasional yang mampu mengharmonisasikan standar akuntansi dan audit yang pada masa tersebut masih sangat variatif di setiap negara. Pada masa-masa awal pendiriannya, IFAS berfokus dalam membangun kerangka kerja dasar untuk etika dan standar auditing internasional untuk menjebatani perbedaan sistem hukum, budaya bisnis, dan tingkat perkembangan ekonomi di berbagai negara. Beberapa catatan sejarah yang cukup penting dalam perkembangan IFAC, seperti: 1977: Pendirian resmi di Munich dengan tujuan memperkuat profesi secara global 2003-2005: Reformasi tata kelola yang signifikan menyusul berbagai skandal keuangan korporasi besar. Hal ini memicu pembentukan Public Interest Oversight Board (PIOB) untuk memberikan pengawasan publik terhadap proses penetapan standar 2019-2024: Periode percepatan adopsi standar secara masif, terutama di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) serta Asia-Pasifik, yang didorong oleh kebutuhan akan transparansi dalam pelaporan sektor publik 2025: Peluncuran rencana strategis baru yang menempatkan keberlanjutan (sustainability) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai prioritas utama dalam kurikulum pendidikan akuntan masa depan Baca Juga: Perkembangan Teknologi AI Dalam Dunia Akuntansi Visi dan Misi IFAC IFAC berkembang menjadi sebuah organisasi skala global dengan visi yang jelas, yaitu menjadikan profesi akuntansi sebagai elemen krusial dalam membangun organisasi, pasar keuangan, dan ekonomi yang kuat serta berkelanjutan. Visi ini jelas menjadi panduan dalam setiap inisiatif yang dijalankan demi memastikan akuntan tetap relevan di tengah ketidakpastian global. Untuk mencapai visi, IFAC menjalankan beberapa program yang masuk ke dalam misi utamanya, di antaranya: Memperkuat Profesi Akuntan di Seluruh Dunia: IFAC memberikan dukungan teknis dan advokasi kepada organisasi anggota untuk meningkatkan kualitas praktik akuntansi di tingkat nasional Meningkatkan Kualitas dan Konsistensi Praktik: Melalui promosi standar internasional yang tinggi, IFAC memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan oleh akuntan memiliki tingkat kepercayaan yang sama di mata investor global Menyuarakan Kepentingan Publik: IFAC bertindak sebagai perwakilan profesi dalam berdialog dengan regulator internasional dan pembuat kebijakan untuk memastikan bahwa kepentingan publik selalu menjadi prioritas utama Mendorong Pengembangan Ekonomi Global: Informasi keuangan yang akurat merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang sehat. IFAC berkontribusi pada stabilitas keuangan dunia dengan meminimalisir risiko penyimpangan data keuangan Pendekatan terbaru IFAC ditahun 2025 disebut dengan “IMPACT” yang berfokus pada hasil nyata bagi masyarakat luas dengan profesi akuntan sebagai aktor yang menavigasi transformasi keberlanjutan dan memanfaatkan kemajuan teknologi digital secara etis. Peran dan Fungsi Utama IFAC dalam Ekosistem Keuangan Cakupan fungsi IFAC dikenal luas dan kompleks karena tidak terbatas pada admistrasi keanggotaan saja, namun mencakup penetapan standar moral dan teknis sebagai acuan jutaan para praktisi profesional. 1. Penetapan Standar Internasional yang Independen Pertama, IFAC menjadi pendukung fasilitas bagi banyak badan penetapan standar independen yang berpengaruh, yaitu: International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB): Menetapkan standar internasional untuk audit dan asurans (jaminan) International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA): Menyusun Kode Etik Internasional bagi Akuntan Profesional International Education Standards (IES): Menetapkan standar minimum untuk pendidikan akuntansi International Public Sector Accounting Standards Board (IPSASB): Mengembangkan standar akuntansi untuk entitas sektor publik (pemerintah) Baca Juga: Memahami Peran dan Fungsi International Accounting Standards Board 2. Organisasi Payung Global Melalui program Member Compliance, IFAC berperan menjadi penghubung antara berbagai organisasi profesi nasional di berbagai negara. Program ini memastikan bahwa standar global tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam praktik harian akuntan di tingkat lokal. 3. Promosi Adopsi Praktik Terbaik Selanjutnya, IFAC secara proaktif mendorong adopsi praktik akuntansi terbaik di berbagai sektor, mencakup pemberian bantuan teknis untuk penerjemahan standar ke bahasa lokal dan penyelenggaraan forum berbagi pengetahuan antaranggota. Di era digital, IFAC juga mempromosikan praktik tata kelola teknologi informasi yang baik untuk melindungi kerahasiaan data keuangan dari ancaman siber. Keanggotaan IFAC dan Hubungan Strategis dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Hubungan antara IFAC dengan organisasi profesi di Indonesia membangun sinergi yang berperan besar dalam memperkuat ekosistem akuntansi nasional. Khususnya Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang aktif sebagai anggota IFAC yang bertanggung jawab dalam menyelaraskan standar akuntansi keuangan (SAK) di Indonesia dengan standar global. Melalui keikutsertaan IAI sebagai anggota IFAC, beberapa standar akuntan profesional ditetapkan agar memiliki standar internasional, seperti kualifikasi Chartered Accountant (CA) agar memiliki kompetensi yang setara dengan akuntan profesional di negara maju lainnya. Yang paling terdekat, Indonesia mendapatkan kehormatan untuk menjadi tuan rumah IFAC Connect Asia Pacific 2025 yang dihadiri oleh pemimpin profesi akuntansi dari lebih dari 35 negara anggota IFAC. Pada forum ini, seluruh anggota organisasi aktif membahas berbagai isu strategis, termasuk peran akuntan di tengah gejolak global dan tantangan etika dalam penggunaan teknologi digital. Baca Juga: 4 Standar Akuntansi Keuangan yang Berlaku di Indonesia Manfaat Standar IFAC untuk Akuntan dan Bisnis di Indonesia Standar internasional yang ditetapkan di bawah bimbingan IFAC memberikan segudang manfaat kepada para profesional keuangan dan pemilik bisnis di Indonesia, seperti: 1. Peningkatan Kompetensi Profesional Akuntan di Indonesia akan dibekali dengan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri modern dan global. Melalui pelatihan komprehensif, akuntan dapat meningkat kapabilitasnya dalam mengelola keuangan dan solusi strategis operasional bagi perusahaan. 2. Penguatan Etika dan Kualitas Audit Implementasi Kode Etik Internasional memberikan perlindungan moral bagi akuntan ketika menjalankan pekerjaannya. Selain kode etik profesi, terdapat juga penggunaan standar audit internasional (ISA) untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan perusahaan. 3. Mobilitas Profesional Antarnegara Akuntan asal Indonesia yang memiliki sertifikasi akuntansi CA atau kualifikasi lain yang diakui IFAC akan lebih mudah untuk bekerja di luar negeri atau menangani klien internasional di Indonesia. Hal ini membuka peluang bagi para profesional untuk terlibat dalam proyek-proyek global yang lebih menantang dan bergengsi Contoh Kegiatan IFAC Seiring perkembangan zaman yang lebih modern, membawa tren operasional dalam bisnis yang lebih canggih dan berkelanjutan. IFAC juga turut mengambil kesempatan ini dengan mengadakan agenda dengan topik yang sedang hangat dan berkembang ini. Di 2025, IFAC menempatkan pelaporan keberlanjutan (ESG) dan etika kecerdasan buatan (AI) sebagai garda terdepan transformasi profesi. Beberapa agenda besar rutin dilakukan untuk membahas isu-isu yang berkaitan dengan bidang profesi akuntan, seperti: 1. World Congress of Accountants (WCOA) Acara WCOA menjadi wadah bagi ribuan profesional dalam mendiskusikan tantangan masa depan profesi. Topik yang sudah direncanakan untuk dibahas pada agenda ini berfokus pada inovasi teknologi dan keberlanjutan ekonomi global. Rencananya, acara ini akan diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan pada tanggal 17-20 November 2026. 2. Forum Global dan Kerjasama Strategis IFAC juga rutin mengadakan agenda rutin yang sebelumnya sempat dibahas, yaitu IFAC Connect yang bertujuan untuk mendengarkan tantangan lokal dan memastikan bahwa standar internasional tetap relevan dengan kondisi ekonomi di setiap wilayah. 3. Publikasi Standar dan Panduan Praktik IFAC juga rutin menerbitkan buku panduan yang berisi standar terbaru seputar auditing, etika, dan pendidikan yang penting bagi para akuntan profesional dalam menjalankan praktik sehari-hari. Di tahun 2025, IFAC merilis panduan khusus mengenai jaminan (assurance) untuk pelaporan keberlanjutan guna mendukung implementasi standar dari ISSB. Baca Juga: Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasional Kesimpulan Di tengah dinamika ekonomi yang semakin terintegrasi dan disrupsi teknologi yang kian cepat, keberadaan IFAC memastikan bahwa profesi akuntan tetap relevan, kredibel, serta mampu menjawab tantangan global. Bagi Indonesia, keterlibatan aktif Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dalam IFAC membawa dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi akuntan nasional, harmonisasi standar dengan praktik internasional, serta perluasan mobilitas profesional lintas negara. Standar IFAC tidak hanya meningkatkan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan, tetapi juga memperkuat tata kelola bisnis dan sektor publik secara menyeluruh. Namun, implementasi standar global tersebut menuntut dukungan sistem operasional yang andal, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Di sinilah peran software akuntansi terintegrasi seperti Mekari Jurnal menjadi krusial. Mekari Jurnal membantu akuntan dan pelaku usaha menerjemahkan prinsip-prinsip IFAC ke dalam praktik sehari-hari secara efisien dan akurat. Dengan fitur pencatatan keuangan otomatis, kepatuhan terhadap standar akuntansi, audit trail yang jelas, serta integrasi lintas fungsi bisnis. Coba gratis sekarang juga! Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi: IFAC, “Homepage”. IAI, “Newsletter IAI – 18 Desember 2025”. Scribd, “Kode Etik Aicpa, Ifac, Iai”.