Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
6 min read

Forecasting Penjualan: Apa, Mengapa, dan Bagaimana Melakukannya?

Diperbarui

Salah satu kunci utama dari bisnis yang berkembang adalah dapat memahami dan memprediksi potensi penjualan di masa depan.

Itulah mengapa pemilik bisnis harus memahami apa itu forecasting penjualan, di mana bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan.

Dapat memahami potensi penjualan juga merupakan sebuah kekuatan di dunia bisnis yang penuh dengan ketidakpastian.

Lalu, apa sebenarnya forecasting penjualanitu? Simak penjelasannya dalam artikel dari Mekari Jurnal berikut ini!

Forecasting Penjualan

Dalam sebuah aktivitas bisnis, pemilik usaha atau seorang kepala produksi umumnya akan membuat perkirakan atau forecasting berapa banyak barang yang akan terjual dalam sebulan.

Perencanaan seperti ini dibuat untuk mengendalikan proses produksi atau stok bahan baku.

Secara sederhana, forecasting penjualan adalah metode yang dilakukan pemilik usaha dalam memperkirakan pendapatan dalam periode tertentu berdasarkan prediksi jumlah produk yang bakal terjual, data sebelumnya, tren pasar, dan analisis bisnis.

Umumnya jangka waktu forecasting penjualan dalam hitungan bulan, per kuartal atau tahun.

Pembuatan forecasting penjualan biasanya dilakukan dengan berkoordinasi antara bagian produksi dengan sales.

Forecasting penjualan akan berisi data perkiraan jumlah order dari pelanggan dan jumlah barang yang harus diproduksi.

Forecasting penjualan memegang peran penting karena untuk menjaga stabilitas operasional dan mendukung keputusan strategis bisnis.

Manfaat Forecasting Penjualan Bagi Bisnis

Forecasting penjualan ditujukan untuk membuat suatu perencanaan bisnis efektif dan efisien. Secara lebih detail, berikut manfaat forecasting penjualan

  1. Untuk membantu dalam perencanaan produksi dan manajemen stok barang.
  2. Membantu menentukan strategi pemasaran yang lebih efektif.
  3. Digunakan untuk memperkirakan kebutuhan tenaga kerja sesuai permintaan pasar.
  4. Membantu menjaga keseimbangan arus kas dan anggaran perusahaan.
  5. Membantu mengurangi risiko kerugian karena kekurangan atau kelebihan stok
  6. Menjadi pedoman perusahaan dalam pengambilan keputusan strategis berdasarkan data historis, tren pasar, dan data analisis bisnis.
  7. Mempererat kerja sama tim.
  8. Meningkatkan pengawasan.

Manfaat dan Metode-metode Forecasting Penjualan Bagi Bisnis

Metode-metode Forecasting Penjualan

Ada dua jenis metode dalam forecasting penjualan, yakni Metode Kuantitatif dan Metode Kualitatif.

Penjelasan lebih detailnya sebagai berikut:

1. Metode Kuantitatif

Metode Kuantitatif dibagi menjadi dua jenis. Pertama, Metode Sebab Akibat.

Metode ini memakai data historis dalam menganalisis hubungan antara faktor eksternal dan penjualan.

Contohnya, hubungan antara musim panas dan musim hujan yang dikaitkan dengan penjualan es krim atau minuman dingin.

Terdapat sejumlah makanan yang hanya dijual saat musim panas seperti naengmyeon (mie dingin) di Korea Selatan dan Hot Pot yang laris manis saat musim dingin di Jepang.

Kedua, Metode Deret Waktu atau Time Series. Metode ini menggunakan pola historis dalam memprediksi hasil di masa depan.

Ada empat komponen dalam data deret waktu yaitu tren, musiman (seasonal), siklus (cyclic) dan irregular.

Metode ini cocok untuk usaha dengan data penjualan yang konsisten setiap periode.

Contohnya, data penjualan produk tertentu dalam beberapa bulan berurutan, data harga saham tertentu dalam beberapa tahun terakhir, data jumlah pekerja yang bekerja pada suatu industri tertentu dalam beberapa tahun dan data total tahunan produk pertanian indonesia.

2. Metode Kualitatif

Metode Kualitatif adalah metode yang bersifat subjektif dibanding metode kuantitatif.

Pasalnya, metode kualitatif sangat dipengaruhi oleh latar belakang dari seseorang seperti, emosi, pendidikan, intuisi, dan lainnya sehingga hasil forecasting penjualan setiap orang bisa berbeda.

Ketahui lebih lanjut mengenai Metode Peramalan Top-Down dan Bottom-Down Forecasting Dalam Bisnis

Berikut ini adalah teknik yang biasa digunakan dalam metode forecasting kualitatif:

1. Pendapat Khusus (Expert Opinion)

Teknik ini dilakukan dengan cara meminta pendapat, misalnya pendapat dari manajer pemasaran, manajer produksi, manajer teknik, manajer keuangan, dan manajer logistik.

Gabungan dari pendapat itu lalu diwujudkan dalam model statistik. Teknik ini bisa dibilang sangat mengandalkan pandangan ahli atau konsultan bisnis.

2. Survey Pasar

Teknik ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data langsung dari calon konsumen melalui wawancara, telepon, kuesioner, atau focus group discussion, misalnya tentang rencana pembelian konsumen.

3. Metode Delphi

Teknik ini melibatkan sekelompok ahli untuk berdiskusi dan mencapai konsensus dalam memprediksi suatu penjualan.

4. Penggabungan Tim Penjualan

Teknik ini menggabungkan proyeksi atau masukan dari tim penjualan yang memiliki pengalaman langsung dengan pelanggan atau tenaga penjualan di level daerah, kemudian digabungkan di tingkat provinsi dan nasional.

Teknik ini perlu menjadi bahan pertimbangan saat membuat forecasting penjualan karena prediksi bersumber dari sales yang sudah mengenal wilayahnya dengan baik.

Contoh Studi Kasus Forecasting Penjualan Pada Beberapa Bisnis

Berikut ini contoh forecasting penjualan pada beberapa jenis usaha.

1. Bisnis Retail

Forecasting penjualan dalam bisnis retail bermanfaat untuk menekan pengeluaran dan supaya alokasi anggaran tepat sasaran.

Contoh forecasting penjualan dalam bidang retail adalah memprediksi penjualan pakaian musiman, seperti saat lebaran atau musim liburan, menggunakan metode deret waktu.

Tujuan dari forecasting penjualan di bidang bisnis retail adalah untuk memastikan stok sesuai dengan trend musiman seperti Natal atau Lebaran.

Sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi forecasting penjualan di sektor retail, contohnya sifat produk, metode distribusi, data historis dan persaingan pasar.

Simak Lebih Lanjut: Industri Ritel: Analisa Perkembangan dan Tantangan, Serta Solusi dari Mekari Jurnal

2. Bisnis Makanan & Minuman

Forecasting penjualan dalam usaha makanan dan minuman bertujuan mengukur peluang pengembangan produk terbaru yang hendak diluncurkan dengan melihat tren pasar dan masukan dari konsumen.

Contohnya, sebuah perusahaan makanan dan minuman dapat menggunakan forecasting penjualan untuk mengukur peluang peluncuran menu makanan terbaru atau minuman dengan rasa baru dibanding produk yang sudah ada.

Lewat analisis tren konsumsi, preferensi konsumen, dan kinerja produk serupa di pasar, maka dapat diperkirakan potensi penjualan ke depan, sebelum pemilik usaha mengucurkan melakukan investasi dalam pengembangan dan pemasaran produk baru tersebut.

3. Bisnis SaaS (Software as a Service)

Ini adalah layanan berlangganan perangkat lunak (SaaS), yang sering memakai pipeline forecasting.

Dengan menganalisis jumlah prospek yang ada di setiap tahap dalam sales pipeline, maka pemilik usaha bisa memprediksi berapa banyak pelanggan baru yang akan diperoleh beberapa bulan ke depan.

Contohnya, sebab akibat dalam memprediksi jumlah kenaikan konsumen setelah ada diskon cuci gudang atau promosi lainnya.

Bisnis Software as a Service dapat membantu meningkatkan retensi pelanggan dengan strategi yang tepat.

Bagaimana Teknologi Membantu Forecasting Penjualan

Untuk bisa melakukan forecasting penjualan secara efektif dan berdampak positif pada pengambilan keputusan pengembangan bisnis, sekarang ini dibutuhkan teknologi software atau tool yang mumpuni dan Mekari Jurnal adalah solusinya.

Mekari Jurnal dapat membantu menganalisis data historis dengan cepat, memberi prediksi yang lebih akurat melalui machine learning, dan membantu mengintegrasikan data penjualan dengan manajemen inventori.

Keunggulan lain, Mekari Jurnal juga menyediakan fitur laporan keuangan seperti laporan penjualan otomatis untuk membantu analisis prediksi dan mengurangi risiko kesalahan prediksi manual.

Coba Mekari Jurnal Gratis untuk Prediksi Penjualan yang Lebih Efektif!

 

Referensi:

Thoughtspot, “8 sales forecasting methods for predicting revenue”.

Jobstreet, “Forecasting: Apa Itu, Metode, dan Contohnya”.

FAQ Seputar Forecasting Penjualan

Apa yang dimaksud dengan forecasting penjualan?

Apa yang dimaksud dengan forecasting penjualan?

Forecasting penjualan adalah proses memperkirakan jumlah produk atau jasa yang akan terjual serta potensi pendapatan bisnis pada periode tertentu di masa depan. Perkiraan ini biasanya dibuat berdasarkan data penjualan historis, tren pasar, serta faktor eksternal seperti musim atau kondisi ekonomi.

Mengapa forecasting penjualan penting bagi bisnis?

Mengapa forecasting penjualan penting bagi bisnis?

Forecasting penjualan penting karena membantu perusahaan memahami potensi pendapatan di masa depan dan membuat keputusan bisnis yang lebih tepat. Dengan data perkiraan yang akurat, perusahaan dapat merencanakan produksi, pemasaran, hingga pengelolaan sumber daya secara lebih efektif.

Apa saja manfaat forecasting penjualan bagi perusahaan?

Apa saja manfaat forecasting penjualan bagi perusahaan?

Beberapa manfaat utama forecasting penjualan antara lain:

  • Membantu perencanaan produksi dan pengelolaan stok
  • Menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat
  • Memperkirakan kebutuhan tenaga kerja
  • Mengatur arus kas dan anggaran perusahaan
  • Mengurangi risiko kelebihan atau kekurangan stok

Forecasting juga membantu perusahaan mengambil keputusan strategis berdasarkan data historis dan tren pasar.

Data apa saja yang digunakan dalam forecasting penjualan?

Data apa saja yang digunakan dalam forecasting penjualan?

Forecasting penjualan biasanya menggunakan berbagai sumber data, seperti:

  • Data penjualan historis
  • Tren pasar dan perilaku konsumen
  • Musim atau faktor musiman
  • Kondisi ekonomi dan persaingan pasar

Analisis data tersebut membantu perusahaan membuat perkiraan penjualan yang lebih akurat.

Apa saja metode forecasting penjualan yang umum digunakan?

Apa saja metode forecasting penjualan yang umum digunakan?

Beberapa metode forecasting penjualan yang sering digunakan antara lain:

  • Metode analisis tren (trend analysis)
  • Metode time series
  • Metode regresi atau statistik
  • Pendapat ahli atau metode kualitatif

Perusahaan biasanya memilih metode yang paling sesuai dengan jenis bisnis dan data yang tersedia.

Bagaimana cara membuat forecasting penjualan?

Bagaimana cara membuat forecasting penjualan?

Langkah umum dalam membuat forecasting penjualan adalah:

  1. Mengumpulkan data penjualan sebelumnya
  2. Menganalisis tren dan pola permintaan
  3. Mempertimbangkan faktor eksternal seperti musim dan kondisi pasar
  4. Menggunakan metode peramalan yang sesuai
  5. Mengevaluasi hasil perkiraan secara berkala

Dengan proses ini, perusahaan dapat memperoleh prediksi penjualan yang lebih realistis.

Siapa yang biasanya membuat forecasting penjualan dalam perusahaan?

Siapa yang biasanya membuat forecasting penjualan dalam perusahaan?

Forecasting penjualan biasanya dibuat oleh beberapa pihak dalam perusahaan, seperti:

  • Tim sales atau penjualan
  • Tim pemasaran
  • Manajer bisnis atau manajer operasional
  • Tim keuangan atau analis bisnis

Kolaborasi antar tim diperlukan agar perkiraan penjualan lebih akurat dan relevan dengan kondisi pasar.

Apa perbedaan forecasting penjualan dan target penjualan?

Apa perbedaan forecasting penjualan dan target penjualan?

Forecasting penjualan adalah perkiraan penjualan yang realistis berdasarkan data dan analisis pasar, sedangkan target penjualan adalah angka yang ditetapkan perusahaan sebagai tujuan yang ingin dicapai oleh tim sales.

Dengan kata lain, forecasting bersifat prediktif, sedangkan target bersifat strategis.

Apa risiko jika bisnis tidak melakukan forecasting penjualan?

Apa risiko jika bisnis tidak melakukan forecasting penjualan?

Jika perusahaan tidak melakukan forecasting penjualan, beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Produksi tidak sesuai dengan permintaan pasar
  • Terjadi kelebihan atau kekurangan stok
  • Kesalahan dalam perencanaan anggaran
  • Kesulitan mengelola arus kas bisnis

Karena itu, forecasting menjadi bagian penting dalam perencanaan bisnis jangka pendek maupun jangka panjang.

Apakah forecasting penjualan hanya digunakan oleh perusahaan besar?

Apakah forecasting penjualan hanya digunakan oleh perusahaan besar?

Tidak. Forecasting penjualan dapat digunakan oleh berbagai jenis bisnis, termasuk UMKM. Bahkan bagi bisnis kecil, forecasting membantu memahami pola penjualan dan membuat perencanaan yang lebih baik untuk pertumbuhan usaha.

Bagaimana teknologi membantu proses forecasting penjualan?

Bagaimana teknologi membantu proses forecasting penjualan?

Saat ini banyak perusahaan menggunakan software analitik atau sistem akuntansi berbasis cloud untuk membantu proses forecasting penjualan. Teknologi tersebut memungkinkan analisis data penjualan secara otomatis, sehingga perusahaan dapat memperoleh prediksi yang lebih cepat dan akurat.

Kategori : Business Management

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami