Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

8 Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Akuntansi: Penjelasan, Contoh, dan Dampaknya pada Laporan Keuangan

Diperbarui
Di tulis oleh: Author Avatar Andhika Pramudya

Highlights
  • Kebijakan akuntansi menjadi fondasi utama dalam menghasilkan laporan keuangan yang relevan, andal, dan mencerminkan kondisi bisnis secara nyata
  • Konsistensi penerapan kebijakan akuntansi memungkinkan analisis kinerja yang lebih akurat serta meningkatkan kepercayaan investor dan kreditor
  • Pemilihan kebijakan yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas pelaporan, tetapi juga memperkuat transparansi dan kredibilitas bisnis di mata stakeholder

Pernahkah Anda melihat dua buah perusahaan yang bergerak di industri yang sama, sama-sama memiliki aset tetap yang besar, sama-sama menjual produk secara kredit, namun memiliki laporan keuangan yang saling berbeda. Tentunya akan menimbulkan banyak pertanyaan, bukan?

Hal ini sebenarnya bukan karena ada sebuah perusahaan yang keliru dalam membuatnya, tetapi karena terdapat kebijakan akuntansi yang diterapkan secara berbeda.

Misalkan, ketika sebuah perusahaan menerapkan metode penyusutan garis lurus, lainnya mungkin saja menggunakan metode saldo menurun. Satu perusahaan mengungkapkan detail kebijakan persediaan dalam tiga paragraf panjang di CaLK, lainnya mungkin hanya satu paragraf saja.

Hal ini pada dasarnya memiliki perbedaan, yang fokusnya pada faktor-faktor yang memengaruhi setiap pilihan dari kebijakan masing-masing perusahaan.

Walaupun terdapat SAK dan PSAK yang menjadi acuan standar akuntansi laporan keuangan, namun standar ini tidak bisa mengatur segalanya sampai ke detail terkecil.

Sehingga kebijakan akuntansi dipilih bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban formal, namun untuk menghasilkan laporan keuangan yang benar-benar relevan, andal, dan transparan.

Untuk lebih jelasnya, artikel Mekari Jurnal berikut akan mengulas delapan faktor yang memengaruhi penentuan kebijakan akuntansi!

Apa Itu Kebijakan Akuntansi?

Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi, aturan, dan praktik spesifik yang diterapkan oleh suatu entitas dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya.

Kebijakan ini terlihat ketika perusahaan hendak melakukan pembelian, penjualan, atau penilaian dan harus memilih bagaimana akun tersebut diakui, diukur, disajikan, dan diungkapkan.

Topik ini pada dasarnya juga telah diatur dalam PSAK 25 tentang Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan yang menegaskan bahwa manajemen harus menggunakan pertimbangan untuk menghasilkan informasi yang relevan dan merepresentasikan kondisi keuangan yang sesungguhnya.

Kebijakan akuntansi bukanlah keputusan yang hanya dibuat sekali saja, namun perlu ditinjau secara berkala, sesuai perubahan standar, dan transparan agar seluruh pengguna laporan keuangan bisa memahami setiap dasar dari angka yang tersaji.

Mengapa Kebijakan Akuntansi Penting?

Penentuan kebijakan yang tepat akan berpengaruh besar pada kualitas informasi akuntansi yang tersaji dalam laporan keuangan nantinya.

Pilihan kebijakan akuntansi yang tidak konsisten dapat berdampak pada hasl pengukuran atau penilaian yang kurang optimal, sehingga pengambilan keputusan setelahnya akan kurang tepat.

Beberapa alasan lain mengapa kebijakan akuntansi penting untuk ditentukan dengan benar adalah:

  1. Menentukan Kualitas Pelaporan: Kebijakan yang sesuai memastikan laporan keuangan mencerminkan substansi ekonomi perusahaan yang jujur
  2. Menjamin Keterbandingan: Penerapan kebijakan yang konsisten membantu investor dan kreditor untuk membandingkan kinerja perusahaan dari satu periode ke periode lainnya, serta membandingkannya dengan perusahaan lain di industri yang sama
  3. Mendukung Pengambilan Keputusan: Laporan yang disusun dengan kebijakan akurat membantu manajemen dalam perencanaan strategis dan membantu pihak eksternal, seperti bank, dalam menilai kelayakan kredit
  4. Transparansi melalui CaLK: Kebijakan akuntansi merupakan komponen inti dalam catatan atas laporan keuangan (CaLK), yang berfungsi menjelaskan rincian di balik angka-angka agar tidak menyesatkan pembaca

8 Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Akuntansi

Penentuan kebijakan akuntansi merupakan hasil keputusan yang didasarkan atas beberapa pertimbangan faktor strategis sekaligus.

Faktor-faktor ini dapat muncul baik melalui pendekatan internal, eksternal, maupun konseptual.

Beberapa faktor ini antara lain:

1. Standar Akuntansi dan Regulasi yang Berlaku

Dari seluruh faktor yang memengaruhi pengambilan kebijakan akuntansi, faktor yang paling mendasar dan tidak bisa dihilangkan adalah Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

SAK merupakan kerangka resmi yang dikeluarkan untuk mengatur seluruh aspek pencatatan, penyusunan, dan penyajian laporan keuangan seluruh entitas yang ada di Indonesia.

Faktor ini sifatnya eksternal, di mana perusahaan go-public mengikuti PSAK berbasis IFRS, sedangkan UMKM menggunakan SAK EMKM atau SAK ETAP.

Sehingga apabila terdapat perubahan dari stnadar regulasi ini, tentunya secara otomatis akan merubah kebijakan akuntansi yang diterapkan perusahaan.

2. Materialitas Transaksi atau Akun

Materialitas adalah sebuah tolok ukur dalam menentukan sejauh mana kepentingan sebuah informasi untuk diungkapkan secara mendalam.

Jika sebuah transaksi atau akun dinilai material, artinya jika terjadi kesalahan dalam penyajiannya dapat berdampak pada perubahan keputusan ekonomis yang diambil oleh pengguna laporan keuangan.

Oleh karena itu, amandemen PSAK 1 mengungkapkan bahwa informasi yang diungkapkan dalam laporan keuangan harus informasi kebijakan material sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengisi CaLK dengan panjang untuk setiap kebijakan yang diambil.

3. Karakteristik Bisnis, Industri, dan Skala Entitas

Karakter bisnis yang diadopsi perusahaan konstruksi berbasis proyek tentu akan berbeda dengan dengan toko retail yang pengakuan pendapatannya berbasis perpindahan barang antar tangan.

Selain karakteristik, skala entitas juga menentukan tingkat kerumitan kebijakan akuntansi yang diterapkan oleh bisnis. Misalnya perusahaan multinasional dengan ratusan jenis transaksi akan berbanding terbalik dengan UMKM dengan volume transaksi yang lebih sederhana.

Penerapan kebijakan yang terlalu kompleks pada entitas dengan industri atau skala yang sederhana akan menciptakan beban administratif yang memengaruhi manfaat informasi yang dihasilkan.

4. Relevansi dan Keandalan Informasi bagi Pengguna Laporan

Berdasarkan Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan dari IFRS, menempatkan relevansi dan representasi tepat sebagai karakteristik fundamental sebuah informasi keuangan yang berkualitas.

Sehingga sebuah informasi dikatakan relevan apabila mampu membuat perbedaan dalam keputusan yang diambil, serta menyajikan realitas ekonomi secara lengkap, netral, dan bebas dari kesalahan material.

Kedua karakteristik ini secara tidak langsung akan membangun kepercayaan investor dan kreditor sebagai pengguna laporan keuangan.

Baca Juga: Kerangka Konseptual Pelaporan Keuangan: Pengertian, Fungsi, dan Tujuan

5.  Konsistensi dan Keterbandingan Antar Periode

Agar evaluasi kinerja bisa dilakukan secara objektif, kebijakan akuntansi harus diterapkan secara konsisten dari waktu ke waktu.

Mengutip dari IAS 8 yang diadopsi dalam PSAK 25 menekankan bahwa kebijakan hanya diperbolehkan untuk diubah jika standar baru mengharuskannya atau jika perubahan tersebut menghasilkan informasi yang lebih andal dan relevan.

Adanya konsistensi ini memudahkan manajemen atau pengguna laporan eksternal untuk melakukan analisis tren dan penilaian performa bisnis berbasis historis.

6. Estimasi Akuntansi dan Ketidakpastian Pengukuran

Banyak kebijakan akuntansi yang melibatkan estimasi akuntansi, yaitu jumlah moneter yang dipengaruhi oleh ketidakpastian pengukuran.

Beberapa perhitungan estimasi akuntansi ini seperti sebuah penentuan masa manfaat aset tetap atau cadangan kerugian utang dan perlu ditinjau secara berkala karena menyesuaikan dengan informasi baru akibat kondisi bisnis sekarang ini yang sangat dinamis 

7. Sistem Informasi Akuntansi, Kualitas Data, dan Pengendalian Internal

Kebijakan akuntansi yang baik di atas kertas tidak akan menghasilkan laporan keuangan yang andal jika tidak didukung oleh sistem informasi dan data yang memadai.

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah fondasi pengelolaan data keuangan yang menentukan bagaimana transaksi dicatat, diproses, disimpan, dan dilaporkan.

Jika pencatatan transaksi tidak konsisten, tidak lengkap, atau tidak didukung oleh dokumentasi yang memadai, maka kebijakan akuntansi apapun yang diterapkan tidak akan menghasilkan laporan yang andal

8. Pertimbangan Manajemen, Perilaku, dan Insentif Pelaporan

Faktor terakhir ini cukup jarang untuk dibahas, namun pengaruhnya sangat besar nantinya.

Perlu di-highlight bahwa kebijakan ditentukan oleh manusia, di mana manusia memiliki motivasi, tekanan, dan insentif yang memengaruhi pertimbangannya.

Menurut positive accounting theory, manajer yang memiliki kontrak bonus berbasis laba cenderung memilih kebijakan yang dapat meningkatkan angka laba secara akuntansi.

Oleh karena itu, tata kelola perusahaan (governance) yang baik diperlukan untuk membatasi agresivitas dalam pengakuan pendapatan atau pemilihan metode akuntansi yang hanya menguntungkan kepentingan jangka pendek manajemen.

Baca Juga: Akuntansi Keperilakuan: Pengertian, Ruang Lingkup, Aspek dan Contoh Penerapannya dalam Bisnis

Contoh Sederhana Penentuan Kebijakan Akuntansi

Di bawah ini akan dijabarkan bagaimana ketika semua faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya diterapkan dalam pengambilan keputusan bisnis.

Misalnya, PT ABC adalah perusahaan dagang menengah yang bisnis dan skala operasionalnya sedang tumbuh pesat di mana dalam tiga tahun terakhir, perusahaan mulai menambah lini produk, memiliki lebih banyak pelanggan dengan termin kredit yang bervariasi, inventaris yang jauh lebih besar, dan mulai menjajaki pinjaman bank untuk ekspansi gudang.

Seiring pertumbuhan ini, manajemen mulai menyadari bahwa kebijakan akuntansi yang sudah lama diterapkan perlu ditinjau ulang mengikuti kondisi di lapangan yang sesungguhnya.

1. Sisi Standar

PT ABC masih belum memiliki akuntabilitas publik dan hanya menggunakan SAK ETAP.

Sehingga perlu dievaluasi kembali apakah standar tersebut sudah mencukupi kebutuhan pelaporan yang semakin kompleks, atau adanya kebutuhan akan laporan berbasis PSAK penuh.

2. Sisi Materialitas

Persediaan yang tadinya hanya bernilai beberapa puluh juta rupiah kini sudah menjadi miliaran dan berarti kebijakan penilaian persediaan menjadi material, sehingga perlu diungkapkan dalam CaLK.

3. Sisi Karakteristik Bisnis

Penambahan lini produk dengan margin yang berbeda-beda membuat metode alokasi biaya menjadi lebih kompleks dan kebijakan akuntansi yang sebelumnya untuk satu lini produk mungkin sudah tidak relevan lagi.

4. Sisi Pengguna Laporan

Masuknya bank sebagai pihak yang akan mengevaluasi laporan keuangan, konsistensi antar periode menjadi sangat krusial.

Bank ingin melihat tren tiga tahun terakhir yang bisa dibandingkan secara apel-ke-apel, bukan angka yang berubah karena pergeseran kebijakan tanpa penjelasan.

5. Sisi Estimasi

PT ABC perlu mulai membuat estimasi cadangan kerugian piutang berbasis data historis penagihan yang lebih sistematis karena semakin besar dan bervariasi dari piutang yang dimiliki perusahaan.

6. Sisi Sistem Informasi

Pertumbuhan volume transaksi yang signifikan membuat pencatatan manual atau spreadsheet sederhana tidak lagi memadai.

Kebijakan akuntansi yang lebih canggih hanya bisa dijalankan secara konsisten jika didukung oleh sistem yang mampu mencatat, memproses, dan melaporkan data secara akurat dan real-time.

Melalui software akuntansi berbasis cloud, seperti Mekari Jurnal, laporan keuangan yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini tersaji dalam hitungan menit, dan risiko kesalahan pencatatan yang bisa merusak konsistensi kebijakan akuntansi berkurang drastis.

Jika tertarik, Anda bisa COBA GRATIS sekarang dan rasakan manfaatnya untuk pengelolaan bisnis!

Konsultasi dengan Mekari Jurnal Sekarang!

Kesalahan Umum saat Menentukan Kebijakan Akuntansi

Beberapa pola kesalahan ini kerap ditemukan dalam praktik, terutama pada entitas yang belum memiliki fungsi akuntansi yang terstruktur dengan baik.

1. Sekadar Mengikuti Kebiasaan

Kebijakan yang dibuat saat bisnis masih kecil mungkin sudah tidak relevan lagi ketika bisnis tumbuh dan kompleksitasnya meningkat, sehingga perlu adanya review berkala atas kebijakan akuntansi adalah keharusan, bukan pilihan.

2. Apatis terhadap Pembaruan Standar

Kesalahan kedua adalah tidak menyesuaikan kebijakan dengan amendemen standar terbaru, biasanya karena adanya perkembangan praktik dan terjadi perubahan dalam dalam PSAK atau SAK.

Hal ini tentunya akan memberikan dampak langsung pada kebijakan yang perlu diterapkan dan mengabaikan amendemen terbaru yang berisiko menghasilkan laporan keuangan yang tidak sesuai standar.

3. Kebingungan Terminologi

Ini berkaitan dengan hal teknis di mana sulit untuk membedakan antara perubahan kebijakan akuntansi dan perubahan estimasi akuntansi.

Keduanya memiliki perlakuan yang berbeda di mana perubahan kebijakan umumnya diterapkan secara retrospektif, sementara perubahan estimasi diterapkan secara prospektif.

Jika keduanya dicampuradukkan, akan berdampak pada cara penyajian informasi yang keliru.

4. Mengabaikan Kebutuhan Pengguna

Terakhir, kesalahan seringkali terjadi ketika pengelola keuangan mengabaikan kebutuhan pengguna laporan.

Karena hal ini, kebijakan akuntansi yang dipilih semata-mata untuk memudahkan penyusunan internal, tanpa mempertimbangkan apakah informasi yang dihasilkan berguna bagi investor dan kreditur.

Baca Juga: 10 Prinsip Dasar Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui

Kesimpulan

Kebijakan akuntansi tidak semudah itu ketika ingin diadopsi, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi pertimbangan pilihan seperti standar yang berlaku, karakteristik bisnis, maupun kebutuhan pengguna laporan.

Tidak ada satu faktor yang bekerja sendiri dan seluruh faktor berkontribusi dalam menentukan pertimbangan manajemen yang tetap selaras dengan kepentingan pengguna laporan.

Maka dari itu, agar keputusan yang dihasilkan lebih matang dan akurat, memahami kedelapan faktor ini membantu tim keuangan dan manajemen menyusun laporan keuangan yang benar-benar mencerminkan kondisi bisnis secara akurat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Semoga artikel ini bermanfaat!

 

 

 

Referensi:

IAI, “PSAK 25”.

FEB UMSU, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akuntansi”.

ResearchGate, “Influencing factors of accounting practices: a case study of New Zealand”.

ResearchGate, “Kebijakan Akuntansi”.

FAQ Tentang Faktor-faktor yang Memengaruhi Kebijakan Akuntansi

Apa yang dimaksud dengan kebijakan akuntansi?

Apa yang dimaksud dengan kebijakan akuntansi?

Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, dan metode yang digunakan perusahaan dalam mencatat, mengukur, menyajikan, dan mengungkapkan transaksi keuangan dalam laporan keuangan.

Mengapa kebijakan akuntansi penting dalam laporan keuangan?

Mengapa kebijakan akuntansi penting dalam laporan keuangan?

Kebijakan akuntansi menentukan kualitas informasi keuangan. Penerapan yang tepat membuat laporan lebih relevan, andal, dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan bisnis.

Apa saja faktor yang memengaruhi kebijakan akuntansi?

Apa saja faktor yang memengaruhi kebijakan akuntansi?

Terdapat 8 faktor utama, yaitu standar akuntansi, materialitas, karakteristik bisnis, relevansi informasi, konsistensi, estimasi akuntansi, sistem informasi, serta pertimbangan manajemen.

Apakah kebijakan akuntansi harus selalu sama setiap periode?

Apakah kebijakan akuntansi harus selalu sama setiap periode?

Ya, kebijakan akuntansi harus diterapkan secara konsisten. Perubahan hanya dilakukan jika ada standar baru atau untuk meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan.

Apa perbedaan kebijakan akuntansi dan estimasi akuntansi?

Apa perbedaan kebijakan akuntansi dan estimasi akuntansi?

Kebijakan akuntansi adalah metode yang dipilih (misalnya metode penyusutan), sedangkan estimasi akuntansi adalah nilai perkiraan seperti umur manfaat aset atau cadangan kerugian piutang.

Bagaimana pengaruh standar PSAK terhadap kebijakan akuntansi?

Bagaimana pengaruh standar PSAK terhadap kebijakan akuntansi?

PSAK menjadi acuan utama dalam menentukan kebijakan akuntansi. Perubahan dalam PSAK akan berdampak langsung pada metode pencatatan dan pelaporan keuangan perusahaan.

Apa yang dimaksud dengan materialitas dalam akuntansi?

Apa yang dimaksud dengan materialitas dalam akuntansi?

Materialitas adalah tingkat pentingnya suatu informasi. Jika suatu akun material, maka harus disajikan dan diungkapkan secara jelas karena memengaruhi keputusan pengguna laporan.

Apa risiko jika kebijakan akuntansi tidak tepat?

Apa risiko jika kebijakan akuntansi tidak tepat?

Risikonya meliputi laporan keuangan yang menyesatkan, kesalahan pengambilan keputusan, serta menurunnya kepercayaan investor, kreditor, dan stakeholder lainnya.

Kapan perusahaan perlu meninjau ulang kebijakan akuntansi?

Kapan perusahaan perlu meninjau ulang kebijakan akuntansi?

Kebijakan perlu ditinjau ketika terjadi perubahan standar akuntansi, pertumbuhan bisnis, perubahan model operasional, atau kebutuhan informasi dari pengguna laporan meningkat.

Apakah kebijakan akuntansi bisa dipengaruhi oleh manajemen?

Apakah kebijakan akuntansi bisa dipengaruhi oleh manajemen?

Ya, kebijakan akuntansi melibatkan pertimbangan profesional manajemen. Oleh karena itu, tata kelola yang baik diperlukan agar keputusan tetap objektif dan tidak bias.

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

WhatsApp Hubungi Kami