Laporan Neraca Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Laporan Lengkap Mekari Jurnal Highlights Laporan neraca menyajikan gambaran menyeluruh atas aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode Akun persediaan barang menjadi akun yang sangat penting dalam neraca perusahaan dagang, di mana kesalahan yang terjadi pada akun ini akan berdampak signifikan dalam akurasi laporan keuangan Prinsip utama dalam neraca perusahaan adalah menjaga keseimbangan antar akun-akun utama, dan untuk memastikannya bisa melalui perhitungan persamaan akuntansi (Aset = Kewajiban + Ekuitas) Laporan neraca yang disusun perusahaan dagang memuat beragam informasi mulai dari profitabilitas, nilai stok, kewajiban, hingga perputaran modal kerja.Neraca merangkum data yang berkaitan dengan seberapa kuat daya tahan perusahaan terhadap pengaruh eksternal, yang berbeda dengan laporan laba-rugi yang menunjukkan kinerja operasional.Sejatinya, neraca menjadi dokumen yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu, biasanya akhir bulan ataupun akhir tahun.Menariknya, mengadopsi software akuntansi terintegrasi dapat menghasilkan laporan keuangan 50% lebih cepat dibandingkan metode manual.Untuk mengetahui bagaimana laporan neraca disusun sesuai kebutuhan perusahaan dagang, simak contoh dan langkah caranya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Komponen Utama Laporan NeracaStruktur neraca memegang erat prinsip keseimbangan yang menilai total aset harus selalu sama dengan akumulasi kewajiban dan ekuitas.Aset adalah apa yang dimiliki perusahaan, sedangkan kewajiban dan ekuitas berkaitan dengan sumber pendanaannya.Dalam konteks perusahaan dagang sendiri, keberadaan akun persediaan merupakan komponen penting dalam menentukan aset lancar.Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami tiga komponen utama dalam neraca, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas.1. Aset (Aktiva)Komponen penting yang pertama adalah aset atau aktiva, yang mencerminkan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan.Dalam neraca perusahaan dagang, aset diklasifikasikan berdasarkan seberapa cepat aset dapat dikonversi menjadi kas.Tabel Klasifikasi Aset Kategori Elemen Utama Karakteristik Aset Lancar Kas, Piutang Usaha, Persediaan Barang Dagang*, Perlengkapan, Sewa Dibayar Dimuka Memiliki sifat yang sangat likuid, di mana persediaan dagang menjadi kunci perputaran keberhasilan bisnis Aset Tetap Tanah, Bangunan, Kendaraan Distribusi, Peralatan Toko, Peralatan Kantor Lebih berfokus ke operasional jangka panjang sehingga memiliki nilai penyusutan yang perlu dicatat Persediaan barang dagang menjadi elemen yang paling penting dalam perusahaan ini. Apabila terjadi ketidakakuratan, akan sangat berdampak signifikan dalam laporan keuangan.Agar konsisten, perusahaan bisa menilai elemen ini dengan menentukan metode penilaian persediaan terlebih dahulu, seperti FIFO (First-In, First-Out), karena memengaruhi nilai aset dan beban HPP di laba-rugi.2. Kewajiban (Liabilitas)Kewajiban merupakan utang yang harus dipenuhi di masa yang akan datang dan mencerminkan struktur utang perusahaan.Liabilitas dalam sebuah perusahaan umumnya terbagi menjadi dua, yakni: Kewajiban jangka pendek merupakan utang yang harus dilunasi dalam kurun waktu satu tahun Kewajiban jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun 3. Ekuitas PemilikEkuitas dalam sebuah perusahaan dagang tidak hanya sekadar modal awal, namun sebuah akumulasi dari pertumbuhan bisnis setelah dikurangi seluruh kewajiban.Ekuitas umumnya mencakup kontribusi dana yang diberikan oleh pemegang saham serta akumulasi laba bersih yang tidak diberikan atau ditahan untuk memperkuat struktur modal.Itulah tiga komponen utama yang menyeimbangkan nilai dalam neraca.Untuk memastikan keseimbangan ini, Anda bisa menilainya melalui persamaan akuntansi melalui rumus berikut:Aset = Kewajiban + EkuitasFormat dan Bentuk Penyajian Neraca Perusahaan DagangDalam perusahaan dagang, akuntan dapat menyajikan neraca berdasarkan kebutuhan internal maupun standar pelaporan yang berlaku.Umumnya format yang digunakan dalam bentuk skontro maupun staffel.1. Contoh Neraca Bentuk SkontroNeraca yang dibentuk berdasarkan format skontro juga sering dikenal dengan neraca bentuk “T”.Dalam format skontro, akun akan disajikan secara berdampingan, di mana sisi kiri adalah debit untuk daftar aset, sementara sisi kanan adalah kredit untuk kewajiban dan ekuitas.Contoh neraca format skontro akan terlihat sebagai berikut:Baca Juga: Neraca Saldo Setelah Penutupan: Cara Membuat & Contoh2. Contoh Neraca Bentuk StaffelNeraca dalam bentuk staffel akan disusun secara berurutan dari atas ke bawah.Urutan akan berawal dari aset, lalu selanjutnya adalah kewajiban, dan diakhiri dengan ekuitas.Format dalam bentuk vertikal ini dirasa lebih cocok untuk pembaca digital dan memudahkan penyajian komparif dengan tahun-tahun sebelumnya.Contoh neraca format staffel akan terlihat sebagai berikut:Panduan Langkah Cara Membuat Laporan Neraca Perusahaan DagangUntuk menyusun neraca, Anda bisa menerapkan langkah-langkah sistematis berikut ini:1. Konsolidasi Buku Besar dan Neraca SaldoPertama-tama, Anda bisa memastikan bahwa transaksi tercatat di jurnal umum atau khusus dan diposting ke buku besar masing-masing akun.Saldo akhir dari setiap akun buku besar dikumpulkan ke dalam neraca saldo (trial balance) dan dalam posisi seimbang.2. Melakukan Jurnal PenyesuaianSelanjutnya, Anda bisa melakukan penyesuaian di akhir periode untuk memastikan transaksi mencerminkan kondisi sebenarnya.Jurnal penyesuaian dapat dilakukan untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian persediaan, dan beban akrual serta pendapatan di muka.Baca Juga: Contoh dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang3. Penyusunan Neraca Saldo Setelah PenyesuaianSetelah jurnal penyesuaian diposting, Anda kemudian bisa menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.Angka-angka yang tercantum di dalamnya akan menjadi data dasar untuk menyusun laporan keuangan utama.4. Menutup Akun Nominal dan Menghitung Laba/RugiKomponen utama dalam neraca adalah aset, kewajiban, serta ekuitas yang merupakan akun riil.Sehingga, semua akun nominal, dalam hal ini pendapatan dan beban, harus ditutup ke akun ikhtisar laba rugi.Laba bersih selanjutnya akan dipindahkan ke laporan perubahan modal sebagai saldo laba ditahan dalam neraca.5. Klasifikasi Akun ke Format NeracaLangkah terakhir adalah mendistribusikan saldo akun permanen ke dalam format neraca yang terpilih.Dalam penyusunan ini, akun harus diklasifikasikan berdasarkan urutan tertentu.Dimulai dari akun aset yang diurut secara likuiditas, dari kas, piutang, hingga persediaan.Sementara kewajiban diurutkan berdasarkan urgensi pelunasan, dari utang usaha jangka pendek ke utang usaha jangka panjang.Secara singkat, penyajian neraca perusahaan dagang dilakukan melalui empat tahapan siklus, dari posting, rekonsiliasi, penyesuaian, hingga penutupan.Contoh Laporan Neraca Perusahaan Dagang LengkapUntuk laporan neraca perusahaan dagang sendiri umumnya akan terlihat sebagai berikut.PT Global Niaga UtamaLaporan Posisi Keuangan (Neraca)Per 31 Desember 2025 Aktiva Kewajiban Aset Lancar Kewajiban Lancar Kas di Bank 150.000.000 Utang Usaha 85.000.000 Piutang Dagang 45.000.000 Utang Gaji 12.000.000 Persediaan Barang Dagang 320.000.000 Utang Pajak (PPN) 8.500.000 Perlengkapan Toko 7.500.000 Total Kewajiban Lancar 105.500.000 Total Aset Lancar 522.500.000 Aset Tetap Kewajiban Jangka Panjang Bangunan 450.000.000 Utang Bank 200.000.000 Akum. Penyusutan (45.000.000) Total Kewajiban 305.500.000 Kendaraan 120.000.000 Akum. Penyusutan (24.000.000) Ekuitas Total Aset Tetap 501.000.000 Modal Disetor 450.000.000 Laba Ditahan 268.000.000 Total Ekuitas 718.000.000 TOTAL ASET 1.023.500.000 TOTAL PASIVA 1.023.500.000 Baca Juga: Cara Membaca Laporan Neraca Keuangan yang BenarDampak Teknologi dan Otomatisasi pada Akurasi Laporan NeracaNeraca bukan hanya sekadar laporan keseimbangan angka, namun merupakan sumber data primer untuk analisis kinerja strategis.Dalam konteks perusahaan dagang, terdapat beberapa aspek yang harus diawasi dalam dan terjaga keakuratannya karena berisiko tinggi.Aspek-aspek ini seperti kesalahan penilaian persediaan, adanya dana pribadi dan bisnis yang tercampur, pengabaian penyesuaian akrual, dan kegagalan rekonsiliasi piutang.Salah satu solusi untuk menghadapi berbagai tantangan ini dengan efektif adalah dengan mengadopsi teknologi modern, seperti software akuntansi berbasis cloud.Mekari Jurnal merupakan software akuntansi dan supply chain bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang mendukung proses pencatatan, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan secara otomatis.Pemilik bisnis maupun pengelola keuangan dapat memantau saldo neraca dan stok persediaan di mana saja dan kapan saja karena Mekari Jurnal dapat diakses secara mobile.Melalui asisten AI modern seperti Mekari Airene juga turut membantu mendeteksi anomali secara otomatis, caranya dengan membaca tren saldo dan memberikan rekomendasi perbaikan secara instan.Coba gratis sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:CFI, “Balance Sheet: Definition, Template, and Examples”.WallStreetPrep, “Balance Sheet”.Capterra, “How To Prepare a Balance Sheet: A Step-by-Step Guide”. Kategori : Financial Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Laporan Neraca Perusahaan Dagang: Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Laporan Lengkap Mekari Jurnal Highlights Laporan neraca menyajikan gambaran menyeluruh atas aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan pada akhir periode Akun persediaan barang menjadi akun yang sangat penting dalam neraca perusahaan dagang, di mana kesalahan yang terjadi pada akun ini akan berdampak signifikan dalam akurasi laporan keuangan Prinsip utama dalam neraca perusahaan adalah menjaga keseimbangan antar akun-akun utama, dan untuk memastikannya bisa melalui perhitungan persamaan akuntansi (Aset = Kewajiban + Ekuitas) Laporan neraca yang disusun perusahaan dagang memuat beragam informasi mulai dari profitabilitas, nilai stok, kewajiban, hingga perputaran modal kerja.Neraca merangkum data yang berkaitan dengan seberapa kuat daya tahan perusahaan terhadap pengaruh eksternal, yang berbeda dengan laporan laba-rugi yang menunjukkan kinerja operasional.Sejatinya, neraca menjadi dokumen yang menyajikan posisi keuangan perusahaan pada titik waktu tertentu, biasanya akhir bulan ataupun akhir tahun.Menariknya, mengadopsi software akuntansi terintegrasi dapat menghasilkan laporan keuangan 50% lebih cepat dibandingkan metode manual.Untuk mengetahui bagaimana laporan neraca disusun sesuai kebutuhan perusahaan dagang, simak contoh dan langkah caranya dalam artikel Mekari Jurnal berikut ini. Komponen Utama Laporan NeracaStruktur neraca memegang erat prinsip keseimbangan yang menilai total aset harus selalu sama dengan akumulasi kewajiban dan ekuitas.Aset adalah apa yang dimiliki perusahaan, sedangkan kewajiban dan ekuitas berkaitan dengan sumber pendanaannya.Dalam konteks perusahaan dagang sendiri, keberadaan akun persediaan merupakan komponen penting dalam menentukan aset lancar.Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memahami tiga komponen utama dalam neraca, yaitu aset, kewajiban, dan ekuitas.1. Aset (Aktiva)Komponen penting yang pertama adalah aset atau aktiva, yang mencerminkan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan.Dalam neraca perusahaan dagang, aset diklasifikasikan berdasarkan seberapa cepat aset dapat dikonversi menjadi kas.Tabel Klasifikasi Aset Kategori Elemen Utama Karakteristik Aset Lancar Kas, Piutang Usaha, Persediaan Barang Dagang*, Perlengkapan, Sewa Dibayar Dimuka Memiliki sifat yang sangat likuid, di mana persediaan dagang menjadi kunci perputaran keberhasilan bisnis Aset Tetap Tanah, Bangunan, Kendaraan Distribusi, Peralatan Toko, Peralatan Kantor Lebih berfokus ke operasional jangka panjang sehingga memiliki nilai penyusutan yang perlu dicatat Persediaan barang dagang menjadi elemen yang paling penting dalam perusahaan ini. Apabila terjadi ketidakakuratan, akan sangat berdampak signifikan dalam laporan keuangan.Agar konsisten, perusahaan bisa menilai elemen ini dengan menentukan metode penilaian persediaan terlebih dahulu, seperti FIFO (First-In, First-Out), karena memengaruhi nilai aset dan beban HPP di laba-rugi.2. Kewajiban (Liabilitas)Kewajiban merupakan utang yang harus dipenuhi di masa yang akan datang dan mencerminkan struktur utang perusahaan.Liabilitas dalam sebuah perusahaan umumnya terbagi menjadi dua, yakni: Kewajiban jangka pendek merupakan utang yang harus dilunasi dalam kurun waktu satu tahun Kewajiban jangka panjang adalah utang yang jatuh temponya lebih dari satu tahun 3. Ekuitas PemilikEkuitas dalam sebuah perusahaan dagang tidak hanya sekadar modal awal, namun sebuah akumulasi dari pertumbuhan bisnis setelah dikurangi seluruh kewajiban.Ekuitas umumnya mencakup kontribusi dana yang diberikan oleh pemegang saham serta akumulasi laba bersih yang tidak diberikan atau ditahan untuk memperkuat struktur modal.Itulah tiga komponen utama yang menyeimbangkan nilai dalam neraca.Untuk memastikan keseimbangan ini, Anda bisa menilainya melalui persamaan akuntansi melalui rumus berikut:Aset = Kewajiban + EkuitasFormat dan Bentuk Penyajian Neraca Perusahaan DagangDalam perusahaan dagang, akuntan dapat menyajikan neraca berdasarkan kebutuhan internal maupun standar pelaporan yang berlaku.Umumnya format yang digunakan dalam bentuk skontro maupun staffel.1. Contoh Neraca Bentuk SkontroNeraca yang dibentuk berdasarkan format skontro juga sering dikenal dengan neraca bentuk “T”.Dalam format skontro, akun akan disajikan secara berdampingan, di mana sisi kiri adalah debit untuk daftar aset, sementara sisi kanan adalah kredit untuk kewajiban dan ekuitas.Contoh neraca format skontro akan terlihat sebagai berikut:Baca Juga: Neraca Saldo Setelah Penutupan: Cara Membuat & Contoh2. Contoh Neraca Bentuk StaffelNeraca dalam bentuk staffel akan disusun secara berurutan dari atas ke bawah.Urutan akan berawal dari aset, lalu selanjutnya adalah kewajiban, dan diakhiri dengan ekuitas.Format dalam bentuk vertikal ini dirasa lebih cocok untuk pembaca digital dan memudahkan penyajian komparif dengan tahun-tahun sebelumnya.Contoh neraca format staffel akan terlihat sebagai berikut:Panduan Langkah Cara Membuat Laporan Neraca Perusahaan DagangUntuk menyusun neraca, Anda bisa menerapkan langkah-langkah sistematis berikut ini:1. Konsolidasi Buku Besar dan Neraca SaldoPertama-tama, Anda bisa memastikan bahwa transaksi tercatat di jurnal umum atau khusus dan diposting ke buku besar masing-masing akun.Saldo akhir dari setiap akun buku besar dikumpulkan ke dalam neraca saldo (trial balance) dan dalam posisi seimbang.2. Melakukan Jurnal PenyesuaianSelanjutnya, Anda bisa melakukan penyesuaian di akhir periode untuk memastikan transaksi mencerminkan kondisi sebenarnya.Jurnal penyesuaian dapat dilakukan untuk penyusutan aset tetap, penyesuaian persediaan, dan beban akrual serta pendapatan di muka.Baca Juga: Contoh dan Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang3. Penyusunan Neraca Saldo Setelah PenyesuaianSetelah jurnal penyesuaian diposting, Anda kemudian bisa menyusun neraca saldo setelah penyesuaian.Angka-angka yang tercantum di dalamnya akan menjadi data dasar untuk menyusun laporan keuangan utama.4. Menutup Akun Nominal dan Menghitung Laba/RugiKomponen utama dalam neraca adalah aset, kewajiban, serta ekuitas yang merupakan akun riil.Sehingga, semua akun nominal, dalam hal ini pendapatan dan beban, harus ditutup ke akun ikhtisar laba rugi.Laba bersih selanjutnya akan dipindahkan ke laporan perubahan modal sebagai saldo laba ditahan dalam neraca.5. Klasifikasi Akun ke Format NeracaLangkah terakhir adalah mendistribusikan saldo akun permanen ke dalam format neraca yang terpilih.Dalam penyusunan ini, akun harus diklasifikasikan berdasarkan urutan tertentu.Dimulai dari akun aset yang diurut secara likuiditas, dari kas, piutang, hingga persediaan.Sementara kewajiban diurutkan berdasarkan urgensi pelunasan, dari utang usaha jangka pendek ke utang usaha jangka panjang.Secara singkat, penyajian neraca perusahaan dagang dilakukan melalui empat tahapan siklus, dari posting, rekonsiliasi, penyesuaian, hingga penutupan.Contoh Laporan Neraca Perusahaan Dagang LengkapUntuk laporan neraca perusahaan dagang sendiri umumnya akan terlihat sebagai berikut.PT Global Niaga UtamaLaporan Posisi Keuangan (Neraca)Per 31 Desember 2025 Aktiva Kewajiban Aset Lancar Kewajiban Lancar Kas di Bank 150.000.000 Utang Usaha 85.000.000 Piutang Dagang 45.000.000 Utang Gaji 12.000.000 Persediaan Barang Dagang 320.000.000 Utang Pajak (PPN) 8.500.000 Perlengkapan Toko 7.500.000 Total Kewajiban Lancar 105.500.000 Total Aset Lancar 522.500.000 Aset Tetap Kewajiban Jangka Panjang Bangunan 450.000.000 Utang Bank 200.000.000 Akum. Penyusutan (45.000.000) Total Kewajiban 305.500.000 Kendaraan 120.000.000 Akum. Penyusutan (24.000.000) Ekuitas Total Aset Tetap 501.000.000 Modal Disetor 450.000.000 Laba Ditahan 268.000.000 Total Ekuitas 718.000.000 TOTAL ASET 1.023.500.000 TOTAL PASIVA 1.023.500.000 Baca Juga: Cara Membaca Laporan Neraca Keuangan yang BenarDampak Teknologi dan Otomatisasi pada Akurasi Laporan NeracaNeraca bukan hanya sekadar laporan keseimbangan angka, namun merupakan sumber data primer untuk analisis kinerja strategis.Dalam konteks perusahaan dagang, terdapat beberapa aspek yang harus diawasi dalam dan terjaga keakuratannya karena berisiko tinggi.Aspek-aspek ini seperti kesalahan penilaian persediaan, adanya dana pribadi dan bisnis yang tercampur, pengabaian penyesuaian akrual, dan kegagalan rekonsiliasi piutang.Salah satu solusi untuk menghadapi berbagai tantangan ini dengan efektif adalah dengan mengadopsi teknologi modern, seperti software akuntansi berbasis cloud.Mekari Jurnal merupakan software akuntansi dan supply chain bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang mendukung proses pencatatan, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan secara otomatis.Pemilik bisnis maupun pengelola keuangan dapat memantau saldo neraca dan stok persediaan di mana saja dan kapan saja karena Mekari Jurnal dapat diakses secara mobile.Melalui asisten AI modern seperti Mekari Airene juga turut membantu mendeteksi anomali secara otomatis, caranya dengan membaca tren saldo dan memberikan rekomendasi perbaikan secara instan.Coba gratis sekarang juga dan rasakan manfaatnya!Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal Sekarang! Referensi:CFI, “Balance Sheet: Definition, Template, and Examples”.WallStreetPrep, “Balance Sheet”.Capterra, “How To Prepare a Balance Sheet: A Step-by-Step Guide”.