Cara Menganalisis Laporan Keuangan Bisnis Ritel

Bagaimana cara menganalisis laporan keuangan bisnis ritel (retail)? Yuk temukan cara lengkapnya dengan membaca Blog Mekari Jurnal.

Seorang pemilik dan atau manajer perusahaan harus memahami laporan keuangan untuk memastikan bahwa bisnisnya berada di jalur yang tepat.

Hal ini tentu juga berlaku terhadap para pebisnis yang salah satunya menjalankan bisnis ritel.

Tanpa memahami unsur-unsur seperti biaya, margin, dan laba, pemilik hanya akan menimbulkan risiko bagi investasi modal terhadap bisnisnya.

Manajer bisnis ritel biasanya menggunakan banyak jenis rasio keuangan yang membantu manajemen dalam menganalisa kinerja bisnis dan aktivitas penjualan barang.

Rasio keuangan ini juga berguna bagi investor untuk menentukan pemakaian sekuritas jangka panjang maupun jangka pendek dan profitabilitas bisnis ritel secara keseluruhan.

Selain itu, rasio keuangan dapat menjadi alat untuk menganalisis seberapa baik perusahaan ritel menjual persediaannya, menentukan harga barang-barangnya, dan menjalankan aktivitas bisnisnya secara keseluruhan.

Apa itu Bisnis Ritel?

Cara Menganalisis Laporan Keuangan Bisnis Ritel

Bisnis ritel adalah salah satu jenis bisnis yang paling umum.

Mekanisme sederhananya, seorang pedagang ritel membeli produk baik dari produsen ataupun distributor dan menjualnya langsung kepada konsumen untuk mendapat keuntungan.

Swalayan, minimarket, toko kelontong, dan lainnya merupakan contoh daripada bisnis ritel.

Sebagian besar bisnis ini menjual barang-barang keperluan sehari-hari seperti bahan makanan, pakaian, peralatan rumah tangga.

Metambah lagi, internet telah membuat bisnis ritel semakin berkembang dan mudah membangun dengan modal yang kecil.

Salah satunya adalah strategi dropshipping, di mana penjual ritel menjual suatu produk yang tidak memiliki dalam daftar persediaannya.

Ketika konsumen membeli suatu produk secara online melalui web bisnis ritel Anda, Anda kemudian memesan produk tersebut kepada pihak ketiga dan pihak ketiga tersebut mengirimkan langsung barang yang memesan kepada konsumen.

Ini berarti bahwa bisnis ritel Anda akan menghemat persediaan yang memiliki dan mudah untuk mengelola.

Baca juga: Laporan Keuangan Pemasukan dan Pengeluaran Excel, Download Sekarang!

Rasio Keuangan yang Berguna untuk Keperluan Analisa Laporan Bisnis Ritel

Cara Menganalisis Laporan Keuangan Bisnis Ritel

Seperti yang menjelaskan sebelumnya, rasio keuangan membutuhkan bagi tiap pemilik ataupun manajer perusahaan dan para investor untuk menganalisa perkembangan bisnis.

Selain menganalisa, rasio keuangan juga bisa menggunakan untuk menentukan harga produk maupun evaluasi kinerja bisnis.

Berikut jenis rasio yang bisa Anda gunakan untuk menganalisa kinerja bisnis ritel Anda:

  1. Rasio Lancar (Current Ratio). Bagi seorang investor, rasio lancar menggunakan untuk mengukur likuiditas dan stabilitas jangka pendek suatu perusahaan selama fluktuasi musiman yang berpotensi terjadi pada suatu bisnis ritel.
  2. Rasio Cepat (Quick Ratio). Dari sudut pandang investor, rasio cepat memberikan wawasan tentang stabilitas posisi likuiditas langsung perusahaan.
  3. Marjin Laba Kotor (Gross Profit Margin). Karena bisnis ritel menjual semua produk dari semua persediaan yang memiliki, margin laba kotor menjadi rasio yang paling efektif dan efisien dalam menilai aktivitas penjualan produk.
  4. Perputaran Persediaan (Inventory Turnover). Perusahaan ritel memiliki persediaan yang selain untuk menjual juga harus mengelola dengan baik. Nilai perputaran persediaan yang lebih tinggi akan menguntungkan bagi manajemen maupun investor karena itu berarti perusahaan bisa menjual persediaannya dengan cepat kepada pelanggan.
  5. Pengembalian Aset (Return on Assets atau ROA) Seorang investor dapat membandingkan ROA suatu perusahaan ritel dengan rata-rata ROA kelompok industri sejenis untuk memahami seberapa efektif perusahaan dalam menentukan harga barang dan membalik inventarisnya.
  6. Margin Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT). Dari sudut pandang investor, margin EBIT memberikan indikasi kemampuan perusahaan untuk memperoleh pendapatan.

Baca juga: Jenis dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan PT

Dengan memperhitungkan enam unsur rasio keuangan tersebut, diharapkan baik manajer dan investor bisnis bisa mengelola pendanaan perusahaan dan portofolio investasi dengan lebih baik lagi.

Namun bagi Anda khususnya pemilik bisnis ritel, sudah saatnya untuk menggunakan alat bantu keuangan yang bisa mempermudah pengelolaan dan penganalisaan keuangan bisnis.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi yang menawarkan berbagai fitur terkait pencatatan transaksi bisnis, pelaporan keuangan, analisa bisnis, dan masih banyak lagi.

Jurnal juga memiliki tampilan dasbor yang memuat informasi seperti data penjualan, pembelian, biaya, arus aktivitas bisnis, dan contoh laporan keuangan secara sederhana namun lengkap.

Anda juga bisa melihat guidebook laporan ringkasan bisnis ini, yang berfungsi menampilkan informasi lebih mendetail terkait laporan keuangan beserta analisis rasionya.

Tentunya, aplikasi laporan keuangan perusahaan seperti Jurnal bisa menjadi alat bantu keuangan terbaik bagi bisnis ritel Anda serta bisa meningkatkan performa bisnis Anda.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

software akuntansi online terpercaya

Itulah beberapa cara menganalisis laporan keuangan untuk bisnis ritel. Semoga bermanfaat!

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo