Mekari Jurnal
Daftar Isi
8 min read

Pengertian dan Contoh Sunk Cost Dalam Akuntansi dan Bisnis

Tayang 13 Sep 2023
Pengertian dan Contoh Sunk Cost Dalam Akuntansi dan Bisnis

Pada konteks akuntansi dan bisnis, terdapat suatu komponen pembiayaan yang tidak dapat kembali bagaimanapun caranya dan disebut dengan sunk cost.

Sunk cost biasanya merupakan pengeluaran yang tidak dapat terhindarkan dalam setiap industri atau skala bisnis. Namun, Anda dapat mengelolanya agar bisa meminimalisir pengeluarannya.

Oleh karena itu, perlu pemahaman yang baik dan mendalam agar dampak yang diterima dari sunk cost tidak terlalu besar kepada perusahaan, khususnya dalam aktivitas investasi.

Berikut penjelasan lengkap mengenai apa itu sunk cost dan bagaimana tips untuk meminimalisir dampaknya.

Apa yang Dimaksud dengan Sunk Cost?

Sunk cost merupakan komponen biaya yang perusahaan keluarkan dalam suatu aktivitas bisnis dan tidak dapat pulih kembali.

Selain sunk cost, komponen ini juga dikenal beberapa istilah lain seperti stranded cost, past cost, embedded cost, dan retrospective cost.

Mengutip Harvard Business School, pada pengambilan keputusan bisnis dan keuangan, sunk cost akan dianggap sebaya biaya yang sudah berlalu dan tidak akan masuk ke dalam pertimbangan dalam memutuskan keberlanjutan suatu proyek investasi.

Walaupun begitu, komponen sunk cost masih memiliki peran yang cukup penting dalam kegiatan operasional perusahaan khususnya aktivitas produksi dan memperoleh pendapatan secara tidak langsung.

Pada konteks manajemen aset, pebisnis dapat membuat laporan aset dan inventaris untuk memberikan gambaran sunk cost dalam biaya penyusutan. Caranya adalah dengan menghitung selisih antara nilai saat ini dengan nilai pada saat aset diperoleh.

Contoh-contoh Sunk Cost

Semua komponen sunk cost termasuk ke dalam biaya tetap (fixed cost), namun tidak semua biaya tetap termasuk komponen sunk cost.

Contohnya, pembelian mesin produksi termasuk biaya tetap, kemudian jika ingin menjualnya kembali namun nilainya berkurang karena biaya penyusutan, akan termasuk ke dalam sunk cost. Jika tidak, misalnya harga penjualan aset sama ketika pembeliannya, tidak termasuk ke dalam sunk cost.

Lalu, di mana lagi konteks sunk cost dapat terjadi?

Sunk cost atau pengeluaran yang tidak dapat pulih dapat terjadi pada hampir seluruh departemen atau divisi yang terdapat dalam perusahaan.

Umumnya, pengelolaan sunk cost ditanggung oleh divisi finansial suatu perusahaan. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengevaluasi anggaran dari masing-masing divisi dan mengukur potensi risiko sunk cost dan nilainya. Selain itu, umumnya dapat sering ditemukan pada divisi yang menjadi cost center dalam perusahaan.

Sunk Cost pada Bidang Investasi

Dalam melakukan ekspansi, perusahaan juga dapat menjalankan suatu proyek investasi seperti pendirian gudang atau kantor baru.

Konstruksi pembuatan gedung baru akan memakan biaya anggaran. Namun, jika proyek gagal dan keuntungan tidak sesuai harapan, perusahaan tentunya akan menjual kembali gedung tersebut.

Penjualan ini nantinya akan menjadi sunk cost karena adanya biaya penyusutan dari biaya yang keluar untuk konstruksi bangunan dan penjualan akhir bangunan tersebut.

Pengertian dan Contoh Sunk Cost Dalam Akuntansi dan Bisnis

Sunk Cost pada Bidang Produksi

Selain pembangunan gedung baru sebagai aset perusahaan, dalam sektor produksi juga terdapat investasi terhadap alat mesin produksi.

Tentunya sebelum membeli mesin baru, manajemen harus melakukan perencanaan yang akurat agar penambahan mesin produksi malah menjadi kerugian perusahaan dan termasuk sunk cost.

Sunk Cost pada Bidang Marketing

Melakukan aktivitas promosi atau pemasaran dalam setiap produk atau layanan yang dikembangkan merupakan sebuah kewajiban yang perlu dilakukan perusahaan.

Pendapatan dari adanya aktivitas ini tidak secara langsung masuk ke dalam bagian pemasaran, tapi akan masuk ke bagian penjualan atau sales.

Oleh karena itu, biaya pengeluaran dalam aktivitas marketing akan menjadi sunk cost karena tidak dapat diperoleh kembali.

Sunk Cost pada Bidang SDM

Divisi yang bergerak pada bidang karyawan atau sumber daya manusia tentunya akan menjadi lumbung padi yang besar bagi sunk cost dalam menjalankan bisnis.

Hal ini terjadi karena sektor SDM berperan besar sebagai cost center dalam perusahaan. Contohnya, proses perekrutan karyawan baru tentunya mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Namun, karyawan baru tersebut tidak memberikan performa yang baik pada masa uji coba dan tidak lanjut menjadi karyawan tetap. Biaya yang telah keluar pada saat proses rekrutmen akan masuk ke dalam sunk cost.

Sunk Cost Pada Bidang R&D (Research & Development)

Seiring perjalanan sebuah perusahaan di pasaran, mereka harus dapat menyesuaikan produk dengan kebutuhan.

Oleh karena itu, melakukan riset dan pengembangan diperlukan untuk dapat melakukan inovasi terhadap produk untuk meningkatkan kualitas atau membuat produk baru.

Menjalankan sebuah riset ke pasar dan masyarakat tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar, dan biaya tersebut akan masuk ke sunk cost.

Selain itu, jika inovasi atau pengembangan produk sudah selesai namun produk ternyata tidak laku dan mengalami kegagalan, biaya penelitian dan pengembangan tersebut akan masuk juga ke sunk cost.

Bagaimana Cara Meminimalisir Risiko Sunk Cost

Bagaimana Cara Meminimalisir Risiko Sunk Cost

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar bisnis atau perusahaan Anda dapat meminimalisir risiko dari sunk cost atau pengeluaran yang tidak pulih kembali.

Berikut adalah beberapa caranya:

1. Evaluasi Keputusan dengan Rasional

Saat membuat keputusan bisnis baru, pastikan untuk fokus pada faktor-faktor yang relevan saat ini dan masa depan. Hindari mempertimbangkan biaya yang sudah hilang atau sunk cost dalam melakukan pengambilan keputusan bisnis.

Setelah itu, pelajari pengalaman yang terjadi sebelumnya dan lakukan perhitungan yang lebih matang.

Pertimbangkan informasi baru dan prospek yang ada untuk mengevaluasi apakah investasi baru akan menghasilkan keuntungan atau manfaat terbaik untuk perusahaan di masa depan.

2. Gunakan Analisis Cost-Benefit (Biaya-Manfaat)

Gunakan analisis cost-benefit untuk menghitung manfaat potensial dan biaya yang terkait dengan keputusan dan jangan pertimbangkan sunk cost sebagai acuan utama.

Hal ini akan membantu dalam mengukur apakah keputusan tersebut akan menghasilkan keuntungan yang sebanding dengan biayanya, tanpa mempertimbangkan sunk cost.

3. Pertimbangkan untuk Memiliki Rencana Alternatif

Selalu pertimbangkan berbagai alternatif sebelum mengambil keputusan. Opsi yang beragam dapat memberikan perspektif dari berbagai potensi yang berkesempatan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar dengan risiko yang lebih rendah.

Kemudian Anda juga dapat mempertimbangkan pilihan tersebut dengan persetujuan bertahap, hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kinerja dan kebijakan secara berkala dan memutuskan apakah melanjutkan atau mengubah arah.

4. Bentuk Hubungan Kerja yang Koperatif

Sebelumnya pernah dibahas bahwa divisi finansial memiliki tanggung jawab dalam pengendalian anggaran yang berpotensi dalam meminimalisir sunk cost.

Pengendalian ini dapat berjalan semakin efektif jika seluruh divisi atau departemen juga bekerjasama untuk melindungi perusahaan dari dampak sunk cost.

Oleh karena itu, salah satu mitigasi risiko dampak dari sunk pada perusahaan dapat Anda lakukan dengan mempertahankan lingkungan kerja yang positif dan koperatif.

Contoh Posisi Sunk Cost dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Contoh Posisi Sunk Cost dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Sebelumnya pernah disampaikan bahwa sunk cost tidak bisa digunakan sebagai acuan dasar dalam pengambilan keputusan bisnis.

Agar lebih jelas, hal ini dapat tergambarkan melalui contoh berikut.

Terdapat sebuah perusahaan yang memutuskan untuk membangun pabrik baru. Mereka melakukan kajian dan analisa untuk memutuskan apa manfaat yang akan diterima dari hasil investasi pabrik tersebut akan lebih besar jika dibandingkn biaya pembuatannya.

Setelah itu, mereka kemudian membayar biaya konstruksi pabrik di muka dengan harapan bahwa memperoleh arus kas yang besar dari hasil produksi pabrik setiap tahunnya.

Namun, setelah beberapa periode terlewati, kinerja dari pabrik tersebut belum memperlihatkan hasil yang signifikan dan hasil laporan keuangan menunjukkan arus kas yang tidak sesuai dengan harapan.

Lalu, keputusan apa yang harus mereka ambil? Apakah pabrik harus ditutup secara permanen atau tidak?

Dalam situasi ini, mari kita simpulkan bahwa biaya konstruksi pabrik merupakan sunk cost sehingga tidak dapat diperoleh kembali.

Oleh karena itu, sunk cost tidak dapat menjadi acuan dasar dalam pengambilan keputusan saat ini dan yang menjadi dasar keputusan adalah arus kas di masa yang akan datang.

Namun, nilai ekonomi dari penjualan pabrik pada saat itulah yang akan menjadi pertimbangan keputusan, bukan biaya awal konstruksi pabrik.

Kesimpulan

Sunk cost adalah komponen biaya yang telah dikeluarkan dan tidak dapat dipulihkan. Dalam konteks akuntansi dan bisnis, penting untuk memahami konsep ini dan bagaimana dampaknya terhadap keputusan bisnis.

Komponen biaya ini dapat muncul di berbagai bidang dalam perusahaan, termasuk investasi, produksi, pemasaran, sumber daya manusia, dan penelitian & pengembangan. Penting untuk tidak mempertimbangkannya dalam pengambilan keputusan bisnis, tetapi fokus pada manfaat yang dapat diperoleh di masa depan.

Beberapa tips untuk meminimalisir dampak dari sunk cost meliputi evaluasi keputusan dengan rasional, menggunakan analisis cost-benefit, pertimbangkan rencana alternatif, dan membentuk kerjasama yang koperatif di antara divisi perusahaan.

Dengan pemahaman yang baik tentang sunk cost, diharapkan perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik dan lebih efisien dalam mengelola bisnisnya.

Kelola Biaya dan Anggaran Perusahaan dengan Lebih Efisien dengan Mekari Jurnal

Agar dapat membantu divisi keuangan perusahaan dalam mengelola biaya dan anggaran dengan lebih cepat dan mudah, gunakanlah software akuntansi.

Mekari Jurnal merupakan software akuntansi yang dilengkapi dengan fitur biaya dan anggaran yang dapat mengelola pengeluaran bisnis dan terhindar dariĀ overbudget.

Anda juga mendapatkan estimasi pengeluaran biaya yang penting dan melacak biaya yang tidak diperlukan secara otomatis sehingga memangkas waktu dan tenaga jika dilakukan secara manual.

Selain fitur pengelolaan biaya dan anggaran, Mekari Jurnal juga sudah dilengkapi dengan berbagai fitur unggulan yang membantu pengelolaan bisnis seperti pembukuan, perpajakan, manajemen inventaris, hingga fitur laporan keuangan.

Software akuntansi Mekari Jurnal telah dipercaya oleh lebih dari 20.000 pebisnis dan perusahaan sukses di Indonesia, sehingga tidak perlu ragu untuk menggunakannya.

Apakah Anda tertarik? Jika Ya, Anda dapat klik tombol di bawah ini untuk berkonsultasi dengan tim ahli kami atau mendaftarkan bisnis Anda.

Baik, Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang!

atau

Konsultasi dengan Sales Mekari Jurnal Sekarang!

Dapatkan 14 hari free trial bagi pendaftar pertama dan rasakan berbagai kemudahan pengelolaan bisnis dengan fitur-fitur unggulan dari Mekari Jurnal!

Semoga bermanfaat!

Kategori : Keuangan Bisnis
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas IniPromo Mekari Jurnal September 2023Klaim Promo
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas IniPromo Mekari Jurnal September 2023Klaim Promo
Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal