4 Cara Kelola THR PNS dan Swasta agar Bisa Jadi Modal Bisnis

Sesuai dengan peraturan Kementerian Ketenagakerjaan, THR PNS dan pegawai swasta seharusnya cair maksimal 7 hari sebelum lebaran. Dengan jumah setidaknya satu bulan gaji, keberadaan THR sangat menggiurkan bagi PNS maupun pegawai swasta. Sayangnya, karena tidak tepat dalam mengelola dan mengatur uang, THR bisa habis begitu saja.

Selain untuk mencukupi keperluan lebaran, THR PNS dan swasta juga bisa dijadikan modal bisnis. Memulai bisnis di tengah pandemi memang tidak bisa sembarangan. Dibutuhkan beberapa pertimbangan dan trik jitu agar modal yang Anda keluarkan menghasilkan keuntungan. Inilah langkah untuk mengelola THR PNS dan swasta agar bisa jadi modal bisnis yang menguntungkan. 

1. Tentukan Skala Prioritas

Modal bisnis memang penting, namun Anda harus ingat bahwa masih ada kepentingan  lain yang dipenuhi. Anda dapat menentukan porsi untuk masing-masing kebutuhan, misalnya menggunakan 50% dari uang THR untuk dana pulang kampung, membeli kebutuhan lebaran, dan membayar hutang. Sisanya baru dapat digunakan untuk mendanai bisnis Anda. 

Jangan sampai karena Anda tidak menyusun skala prioritas, kebutuhan yang lebih penting menjadi tidak terpenuhi. Sisihkan THR Anda untuk kebutuhan tak terduga atau dana cadangan di lain waktu. 

2. Hitung Modal yang Dibutuhkan

Selain menghitung kebutuhan lebaran, hitung juga modal bisnis yang Anda butuhkan secara detail. Utamakan kebutuhan modal utama dan tunda dulu modal bisnis yang sifatnya tambahan. Pertimbangkan adanya biaya operasional di luar modal yang dibebankan setiap bulan ketika Anda memulai usaha. Dengan begitu, Anda dapat membandingkan kebutuhan modal bisnis dengan sisa uang THR yang dimiliki.

Tuliskan rincian modal yang jelas seperti biaya operasional, biaya pembelian peralatan dan perlengkapan, dan kebutuhan lainnya. Hal tersebut akan memudahkan Anda untuk membuat acuan agar dana yang ada tidak kemana-mana. 

Baca juga: UKM Didesak Pertanyaan THR Kapan Cair, Begini Solusinya!

3. Tentukan Jenis Usaha

Setelah menyisihkan besaran modal bisnis dan menghitungnya secara detail, selanjutnya adalah menentukan jenis usaha yang cocok untuk Anda jalankan. Usahakan untuk memilih bisnis yang tidak terlalu jauh dengan budget yang ada. Persiapkan strategi yang matang dengan jenis usaha yang tidak terlalu besar di awal. Perlahan Anda bisa memperbesar skala bisnis seiring dengan meningkatnya keuntungan.

Di tengah pandemi Covid-19, Anda harus memperhatikan kondisi bahwa tidak semua usaha cocok untuk dijalankan. Seiring dengan banyaknya keterbatasan untuk mencegah penularan virus, bisnis yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masih memiliki peluang besar. Mungkin Anda bisa mencoba untuk memulai bisnis makanan tahan lama atau supplier bahan makanan. Apapun jenis usaha yang Anda coba, yang terpenting adalah strategi yang matang dan pengelolaan keuangan yang baik.

4. Ketahui Cara Kelola Keuangan Bisnis

Ternyata modal saja tidak cukup untuk membangun sebuah bisnis yang berkelanjutan. Dibutuhkan pengelolaan keuangan bisnis yang baik sehingga strategi dan kebijakan yang diambil dapat dipertanggung jawabkan. Keuangan bisnis tidak hanya tentang pembukuan saja, tapi juga laporan keuangan, laporan penjualan, transaksi harian, dan persediaan barang. 

Jika baru saja memulai bisnis, Anda tidak perlu merekrut SDM untuk mengelola keuangan karena akan menambahkan biaya operasional. Gunakan software akuntansi untuk mengelola modal, transaksi, dan penjualan pada bisnis Anda secara baik. Software akuntansi sudah memiliki format-format sehingga Anda tinggal memasukkan angka-angkanya saja. 

Baca juga: Memulai Bisnis di Tengah Pandemi Harus Dipertimbangkan!

Jurnal adalah salah satu software akuntansi terpercaya di Indonesia yang memiliki fitur-fitur keuangan bisnis lengkap. Daftar sekarang untuk bisa menikmati coba gratis produk Jurnal gratis selama 14 hari. Pelajari produk Jurnal selengkapnya di sini


PUBLISHED22 May 2020
Risna
Risna

SHARE THIS ARTICLE: