Biaya pemasaran untuk suatu produk memang cukup mahal. Untuk mengatasi permasalahan ini, dalam pemasaran terdapat satu strategi yang cukup efektif tetapi juga ramah di kantong para pemilik bisnis. Strategi tersebut ialah brand advocacy marketing. Brand advocacy marketing merupakan strategi pemasaran dimana konsumen yang menyukai merek Anda (brand advocate) yang akan mendukung dan mempromosikan produk dan layanan Anda kepada pelanggan baru secara organik.

Dengan strategi ini Anda tidak perlu khawatir dengan biaya pembuatan iklan atau promosi berbayar yang mahal. Anda bisa lebih tenang, karena konsumen sendiri yang akan memasarkan produk atau merek secara organik. Dengan brand advocacy marketing, merek akan lebih dikenal serta penjualan akan meningkat. Namun dengan biaya yang lebih hemat.

Baca juga: Advocacy Marketing, Strategi Pemasaran yang Paling Efektif

Pentingnya Brand Advocacy Marketing

Mengapa brand advocacy marketing ini penting digunakan untuk pemasaran? Dan seberapa efektif? Berikut bebera poin yang menjadi alasan mengapa menggunakan strategi ini penting dan efektif digunakan pada pemasaran Anda.

  1. Menurut statistik, 92% konsumen memercayai rekomendasi dari lingkaran sosial mereka. Dibanding melihat iklan, biasanya calon konsumen akan bertanya kepada orang-orang terdekat yang telah menggunakan sebuah produk atau layanan. Umumnya mereka akan langsung mempercayai rekomendasi dan konten dari kolega, keluarga, dan teman tersebut.
  2. Dampak dari poin pertama tadi adalah pertumbuhan merek Anda akan meningkat secara alami tanpa harus menghabiskan biaya yang besar untuk iklan.
  3. Meningkatkan citra merek karena mendapatkan kesan yang positif dari orang-orang yang telah menggunakannya produk dan layanan Anda.
  4. Merek Anda memiliki banyak peluang publikasi dan membuka kepada konsumen baru yang lebih luas lagi. Ini karena ketika sebuah merek banyak dibicarakan, maka secara otomatis banyak pula media publikasi yang melirik untuk mempublikasikan.
  5. Dengan banyaknya konsumen yang membantu, waktu yang digunakan untuk melakukan pemasaran akan lebih singkat. Sehingga lebih banyak waktu untuk Anda mencoba hal-hal baru.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Cassandra Jowett, senior content marketing manager di perusahan pemasaran Influitive, menerangkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengadopsi strategi brand advocacy marketing yang dirangkum seperti berikut.

Baca juga: Menciptakan Strategi Community Marketing dalam Berbisnis

1. Brand advocate Tidak Harus Orang Terkenal

Anda mungkin berpikir semakin terkenal seseorang, maka akan semakin mudah pula meyakinkan konsumen untuk menggunakan produk dan layanan Anda. Menggunakan artis atau influencer sebagai brand advocate contohnya. Namun pendapat tersebut tidak selamanya benar. Menurut Jowett brand advocate terbaik adalah orang yang memiliki pengalaman baik dengan merek Anda.

Sehingga orang yang tepat sebenarnya adalah konsumen yang selama ini merasa terpuaskan Mereka yang selama ini selalu melakukan pembelian ulang dan memberikan review positif baik secara online maupun offline kepada produk dan layanan merek Anda. Artis ataupun  influencer memang punya kemampuan untuk menarik perhatian lebih banyak orang, namun belum tentu mereka bisa meyakinkan untuk membeli.

Baca juga: Advocacy Martketing, Strategi Pemasaran yang Paling Efektif

2. Mulai dari Sesuatu yang Sederhana

Menurut Jowett, tidak perlu membuat sesuatu yang terlalu rumit ketika melakukan brand advocacy. Anda bisa memulai dengan membuat konten sederhana namun menarik di media sosial untuk mendapatkan feedback seperti like, comment dan shares dari konsumen. Brand advocacy yang terlalu rumit justru akan menurunkan keinginan konsumen untuk berpartisipasi.

Untuk membuat konsumen mau membagikan konten media sosial Anda dengan sukarela, perlu menggabungkan tiga hal, yakni pertanyaan, edukasi dan tantangan. Berikan mereka pertanyaan mengenai merek Anda, bisa juga dengan meminta saran. Hal ini ditujukan agar konsumen merasa dilibatkan sehingga mempunyai rasa memiliki dengan merek Anda.  Selanjutnya berikan informasi mengenai merek secara rutin. Informasi yang diberikan sebaiknya dikemas dalam konten yang menarik agar konsumen tidak merasa bosan. Terakhir berikan tantangan yang menguntungkan Anda dan juga konsumen.  Misalnya, konsumen yang melakukan share tentang merek Anda lebih banyak akan mendapatkan diskon, kupon atau hadiah lainnya.

3. Keuntungan Didapatkan Kedua Belah Pihak

Menurut Jowett, adalah sebuah kesalahan besar apabila bisnis melakukan advocacy marketing hanya dari sudut pandang pemilik bisnis. Padahal seharusnya bisnis mengaplikasikan advocacy marketing juga untuk menguntungkan konsumen. Karena dalam hal ini konsumen telah ikut berupaya meningkatkan pemasaran merek.

Sebaiknya berikan apresiasi kepada konsumen yang sudah melakukan referral di luar campaign. Apresiasi yang diberikan tidak selalu dalam bentuk yang besar. Cukup berikan hadiah kecil namun bermanfaat kepada konsumen. Pastikan konsumen merasa bahwa program Anda bukan sekedar mememberikan keuntungan kepada bisnis Anda, tapi juga kepada mereka.

Dalam mengaplikasikan brand advocacy marketing, selain memperhatikan tiga hal ini Anda terlebih dahulu memperbaiki budaya, lingkungan dan produk serta layanan bisnis Anda. Anda perlu membangun lingkungan tepercaya yang dibanggakan oleh karyawan dan produk yang berkualitas. Karena jika internal bisnis belum baik, maka bagaimana pihak luar akan memandang bahwa merek Anda pantas untuk direkomendasikan.

Minimalisasi masalah dalam pengelolaan bisnis, khususnya di bidang keuangan dengan menggunakan software akuntansi. Salah satu software akuntansi yang bisa diandalkan adalah Jurnal. Software akuntansi online #1 di Indonesia ini mempunyai banyak sekali fitur yang mempermudah Anda mengelola keuangan bisnis kapan saja dan di mana saja. Daftarkan sekarang dan dapatkan percobaan gratis selama 14 hari.

Author