Daftar Isi
12 min read

Bisnis Thrifting / Usaha Thrift Shop Punya Peluang yang Besar?

Tayang 03 May 2023
Diperbarui 03 Juni 2024

Pernahkah Anda mendengar penjualan produk bekas dari satu orang ke orang lainnya? Atau justru Anda pernah membeli produk bekas? Saat ini, penjualan produk tersebut dikenal dengan nama bisnis thrifting atau thrift shop. Jika Anda ingin memulai usaha, bisnis thrift shop adalah bisnis kekinian yang sangat tepat.

Bisnis yang tidak memerlukan modal awal yang besar ini dapat menghasilkan keuntungan dalam jumlah yang besar. Peluang bisnis ini juga dapat dikatakan cukup besar, khususnya pada golongan anak muda.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Goodstats mengenai fenomena thrifting, sebanyak 49,4% dari hasil survei pernah membeli produk dari bisnis thrifting.

Oleh karena itu, jangan sampai Anda melewati peluang bisnis di luar sana, termasuk bisnis thrift shop.

Kelola Bisnis Online Secara Efektif. Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya di sini!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Mengembangkan bisnis thrift shop saat ini

Apa Itu Bisnis Thrifting atau Usaha Thrift Shop?

Sesuai dengan namanya, arti thrift adalah penghematan atau cara dalam penggunaan uang dengan menghindari pemborosan dan store berarti toko.

Arti Thrift shop adalah toko atau usaha yang menjual barang-barang bekas dari luar maupun dalam negeri. Disebut juga sebagai toko penghematan.

Bisnis thrifting ini adalah jenis bisnis yang menjual barang bekas yang masih layak pakai.

Pada dasarnya, bisnis ini membeli barang bekas dari orang-orang dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi setelah melakukan beberapa perbaikan atau pembaruan pada produk tersebut.

Bisnis thrifting sering kali berfokus pada produk-produk fashion, seperti pakaian, sepatu, dan aksesoris, tetapi juga bisa mencakup barang-barang rumah tangga dan dekorasi.

Bisnis thrifting dapat memberikan manfaat bagi konsumen dengan cara mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan dan membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Selain itu, bisnis ini juga dapat memberikan nilai ekonomi dengan memberikan kesempatan bagi orang-orang untuk membeli produk dengan harga yang lebih terjangkau daripada membeli barang baru.

Bagi pengusaha, bisnis thrifting juga dapat memberikan keuntungan finansial yang baik dengan modal yang relatif rendah dan potensi keuntungan yang besar.

Sejak tahun 2013, perdagangan barang bekas mulai masuk ke Indonesia, dimulai dari barang langka hingga barang dengan brand yang terkenal.

Akan tetapi, dalam bisnis thrifting, apapun barang serta nama brand nya, selama barang bekas tersebut berkondisi baik dan layak untuk dipakai memiliki arti dapat diperjualbelikan.

Baca juga: Tips Buat Laporan Laba Rugi bagi Penjual e-Commerce

Jenis Produk Yang Cocok Untuk Bisnis Thrifting atau Usaha Thrift Shop

Dalam bisnis atau usaha thrift shop, berbagai macam produk dapat diperjualbelikan. Anda dapat menjual pakaian bekas, celana, topi hingga sepatu.

Akan tetapi, apa saja sih produk-produk yang dapat diperjualbelikan dalam bisnis ini?

Berikut adalah produk yang bisa dijualbelikan dalam usaha thrift shop:

1. Pakaian

Pakaian bekas dapat dijadikan pilihan utama dalam memulai bisnis ini.

Jenis ini memiliki banyak kategori dimulai dari kemeja, jaket, celana jeans maupun celana bahan. Bahkan rompi pun dapat diperjualbelikan.

Anda harus tahu, bahwa semakin bagus nama brand, semakin tinggi nilai jual yang akan didapat meski barang tersebut bekas. Jenis produk ini merupakan jenis yang paling banyak di pasaran Indonesia saat ini.

2. Jam Tangan

Jam tangan premium seperti Rolex, Patek Philippe, Hublot serta Omega dapat dijadikan salah satu produk Anda.

Akan tetapi, jika modal Anda sedikit, Anda dapat menjual jam tangan lokal yang bekas seperti Eiger, Expedition serta Woodka yang juga sering disasar oleh thrift shopper.

Untuk menambah keuntungan bisnis, Anda bisa menggunakan jasa pengiriman SAPX Express dengan jangkauan COD terluas, COD sukses langsung cair, withdraw kapanpun, dan free return seluruh Indonesia.

Daftar di Lapak Satria sekarang dan buat cashflow bisnis thrifting Anda semakin lancar dan tambah cuannya.

3. Tas

Seperti halnya jam tangan, tas juga sering diperjualbelikan dalam bisnis ini. Semakin bagus nama brand yang dijual, semakin bernilai tinggi.

Akan tetapi, ini balik lagi ke target pasar Anda. Anda yang menentukan target pasar Anda dari kelas ekonomi bawah, menengah atau atas.

4. Sepatu

Tidak jarang juga usaha thrift shop yang menjual jenis ini. Terutama untuk sepatu-sepatu langka atau limited edition. Bahkan, Anda dapat menjual dengan harga yang lebih tinggi jika terdapat kardus atau nota pembelian.

Baca juga: 4 Alasan Peluang Bisnis Coffee Shop Sangat Menjanjikan

5. Buku

Anda juga dapat menjual buku-buku bekas. Mulai dari buku yang memang sering dibutuhkan oleh anak-anak sekolah hingga buku-buku langka untuk para kolektor. Buku ini banyak macamnya seperti komik, kamus, novel hingga buku panduan.

6. Perhiasan

Tentu saja, ini salah satu jenis produk yang tidak dapat dimulai dengan modal yang sedikit. Akan tetapi, kebutuhan akan emas akan terus laku di pasaran karena nilainya yang biasanya terus menaik dari waktu ke waktu.

Terlebih lagi, jika terdapat sertifikat untuk setiap perhiasan yang Anda jual.

7. Produk Rumah Tangga

Selain produk-produk sebelumnya, Anda juga dapat menjual produk rumah tangga seperti karpet, gelas, piring kaca, panci hingga penggorengan.

Tentu saja, Anda juga harus memperhatikan setiap produk yang Anda jual agar orang yang sudah membeli merasa percaya dan akan membeli kembali produk pada bisnis Anda.

Baca juga: 7 Hambatan yang Biasa Dialami Pebisnis Pemula

kenapa harus mengembangkan toko thrifting

Kenapa Harus Thrift Shop?

Salah satu kelebihannya adalah ramah bagi pemula yang masih memiliki modal yang minim.

Melalui bisnis thrifting, pebisnis pemula dapat pelan-pelan memutar keuangannya agar dapat membangun bisnis usaha yang lebih besar lagi.

Lingkup pasarnya yang semakin merajalela saat ini juga memudahkan bisnis thrifting dapat memberikan profibilitas yang cepat.

Berikut beberapa alasan lain mengapa Anda harus memulai bisnis thrift shop:

Bisnis Thrift Shop Digemari Usia Tertentu

Ketika Anda memulai bisnis thrift shop, Anda harus mengetahui bahwa penjualan produk seperti ini digemari oleh usia produktif terutama remaja.

Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena meskipun target pasar Anda hanya usia tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jurnal Riset Tindakan Indonesia (JRTI) pada tahun 2017, menunjukkan bahwa perilaku konsumtif rawan dialami oleh usia remaja karena merupakan masa transisi dari kecil menuju dewasa.

Terlebih lagi, di Indonesia penduduk usia produktif merupakan jumlah yang terbanyak.

Merupakan Bisnis Kekinian

Thrift shop di Indonesia merupakan hal yang baru terjadi beberapa tahun ke belakang, bahkan sedang menjadi sangat tren di masa kini.

Bagi mereka yang suka membeli barang-barang bekas, pakaian bukan sekedar kebutuhan primer melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.

Produk Memenuhi Kebutuhan

Produk-produk yang Anda jual di toko Anda menjadi kebutuhan bagi mereka. Dengan harga yang pas di kantong tetapi tetap dapat berpenampilan menarik.

Ditambah lagi, produk seperti jam tangan dan perhiasan merupakan barang yang tidak dimakan usia sehingga kebutuhan akan produk tersebut akan terus ada sampai kapan pun.

Modal Kecil Untung Besar

Tahukah Anda bahwa pakaian bekas yang biasa dijual di thrift store dengan harga 25.000-150.000 rupiah di toko itu didapatkan dengan harga 1 juta rupiah per karung.

Satu karung pakaian bekas, Anda akan mendapatkan 50-100 pakaian secara acak. Jika Anda membeli 1 karung dengan harga 1 juta rupiah dan mendapat 50 pakaian,

lalu Anda menjual kembali dengan harga 50.000 rupiah, Anda akan mendapatkan kembali modal Anda beserta untungnya sebesar 2.500.000 rupiah.

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pilihan dalam Berbelanja

Walaupun Anda menjual barang-barang bekas, sejumlah orang menjadikan belanja barang bekas sebagai pilihan.

Mereka memang menyukai untuk berburu barang-barang bekas di pasaran yang tentu saja harganya dapat jatuh dua kali lipat dibanding harga awalnya.

Baca juga: 13 Peluang Bisnis Bulan Puasa yang Menguntungkan

Bisnis Thrift Shop Banyak Peminat

Bisnis thrifting ini sangat cocok dengan generasi saat ini, generasi yang membeli barang secara impulsif dan senang mengikuti tren sehingga rela mengeluarkan sejumlah uang yang cukup banyak.

Akan tetapi, dengan adanya thrift shop, tentu menjadi solusi atas masalah tersebut. Mereka dapat produk branded dengan harga yang ramah di kantong.

Banyak Platform yang cocok dengan Bisnis Thrift Shop

Saat ini, sudah banyak platform online yang menjadi wadah dalam memperjualbelikan barang bekas. Dengan demikian, Anda tidak perlu kebingungan ketika akan memulai bisnis Anda.

Anda cukup menuliskan kata kunci “secondhand” atau “preloved” maka situs yang menjual barang thrifting akan muncul.

Baca juga : 7 Cara Mudah Meningkatkan Penjualan Bisnis Secara Online

Cara Memulai Bisnis Thrifting

Setelah mengetahui kenapa memilih bisnis thrifting sebagai peluang usaha, Anda juga harus tahu bagaimana tips untuk memulainya.

Ada berbagai strategi untuk memulainya dengan baik, berikut tips atau langkah-langkahnya:

  • Modal: Buat perencanaan keuangan dan modal awal.
  • Riset pasar: Tentukan siapa target pelanggan toko Anda dan cara engagement-nya.
  • Produk: Tentukan produk apa saja yang ingin diperdagangkan.
  • Supplier: Temukan supplier yang tepat dan bentuk hubungan baik untuk jangka panjang.
  • Riset harga: Riset pasar dan temukan harga yang sesuai dengan target pasar dan kualitas produk.
  • Bentuk toko: Tentukan apakah akan membuka usaha melalui toko offline atau online.
  • Pemasaran: Terapkan berbagai promosi untuk menarik calon pembeli.
  • Branding: Mulai kembangkan brand usaha agar semakin dikenal oleh calon pembeli dan mudah mendapatkan perhatiannya.

Bagaimana? Tentu saja, bisnis ini dapat dijadikan pilihan bagi Anda yang memang ingin memulai bisnis dengan modal yang minim.

Akan tetapi, dapat juga dilakukan untuk Anda yang memang ingin menjual produk-produk branded dengan menargetkan pasar kelas menengah ke atas.

Tentu, semua bisnis perlu keahlian dalam pemasaran, semua bisnis perlu memiliki faktur, laporan keuangan serta stok barang yang jelas.

Saat ini, Anda tidak perlu lagi khawatir untuk mengatur itu semua, dengan software akuntansi online seperti Jurnal. Anda dapat mengatur pembiayaan, menggunakan aplikasi faktur, mengontrol stok barang serta melihat laporan bisnis dengan mudah, kapanpun dan dimanapun.

Jurnal adalah software keuangan terbaik yang akan membantu pengelolaan manajemen keuangan bisnis sepenuhnya.

Itulah penjelasan tentang usaha atau bisnis thrift shop yang bisa jadi adalah ide bisnis tanpa modal besar dengan arti Anda bisa segera mencobanya. Sekali lagi arti thrift shop adalah toko yang menjual barang-barang bekas.

Apakah Anda tertarik? Jangan lupa ikuti media sosial Jurnal untuk informasi lain tentang bisnis, keuangan, dan akuntansi.

Bagaimana Strategi Pemasaran Bisnis Thrifting atau Usaha Thrift Shop Yang Baik?

Strategi pemasaran thrift shop harus memperhitungkan bahwa pelanggan thrift shop biasanya mencari barang dengan harga yang terjangkau.

Berikut adalah beberapa strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk thrift shop:

Memanfaatkan media sosial

Media sosial seperti Instagram dan Facebook bisa menjadi alat yang efektif untuk memasarkan thrift shop Anda.

Gunakan platform ini untuk memposting foto produk Anda dan berinteraksi dengan pelanggan potensial.

Gunakan hashtag yang sesuai untuk memperluas jangkauan publikasi Anda dan membuat konten yang menarik dan menarik perhatian.

Tawarkan diskon dan promosi khusus

Diskon dan promosi khusus seperti beli satu gratis satu atau diskon sebesar 50% dapat membantu menarik perhatian pelanggan.

Dalam bisnis thrift shop, diskon dan promosi khusus seringkali menjadi daya tarik utama yang membuat pelanggan berbelanja.

Kembangkan program loyalitas pelanggan

Bisnis thrift shop dapat mengembangkan program loyalitas pelanggan untuk meningkatkan retensi pelanggan.

Berikan penghargaan atau diskon khusus untuk pelanggan yang sering membeli dan promosikan program ini secara aktif.

Fokus pada pengalaman pelanggan

Pengalaman pelanggan sangat penting dalam bisnis thrift shop. Pastikan toko Anda mudah dinavigasi dan menyediakan produk-produk yang menarik.

Berikan layanan pelanggan yang baik dan bantu pelanggan menemukan barang yang mereka cari.

Bangun kemitraan pada Bisnis Thrifting atau Usaha Thrift Shop

Kemitraan dengan organisasi amal atau komunitas lokal dapat membantu memperluas jangkauan bisnis Anda dan memperkenalkan toko Anda pada pelanggan baru.

Anda juga dapat mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan toko thrift lain atau bisnis lokal lainnya untuk mengadakan acara atau promosi bersama.

Mempertahankan kualitas produk

Untuk membangun reputasi yang baik, penting untuk mempertahankan kualitas produk.

Pastikan barang yang dijual dalam kondisi yang baik dan bekerja sama dengan pemasok yang dapat diandalkan untuk mendapatkan barang berkualitas.

Dengan menerapkan strategi pemasaran ini secara konsisten, thrift shop Anda dapat menarik pelanggan potensial dan membangun basis pelanggan yang setia.

Beberapa Ide Bisnis Thrifting / Usaha Thrift Shop Yang Memiliki Peluang Untung

Bisnis thrift shop bisa menjadi pilihan yang menarik karena semakin banyak orang yang memilih untuk berbelanja secondhand sebagai alternatif gaya hidup yang ramah lingkungan dan hemat biaya.

Berikut adalah beberapa ide bisnis thrift shop yang bisa dipertimbangkan:

  1. Online thrift shop: Buka toko thrift online di platform marketplace atau media sosial untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Manfaatkan teknologi untuk membuat toko online yang menarik dan mudah digunakan.
  2. Konsep thrift shop dengan tema tertentu: Misalnya thrift shop khusus pakaian vintage, thrift shop khusus peralatan rumah tangga, thrift shop khusus barang antik, dan sebagainya.
  3. Thrift shop berbasis komunitas: Kembangkan komunitas penggemar fashion secondhand dan buat toko thrift shop yang menyediakan berbagai barang yang diinginkan oleh anggota komunitas tersebut.
  4. Thrift shop dengan sistem jual beli: Berikan opsi bagi pelanggan untuk menjual barang secondhand yang masih layak pakai di toko thrift shop Anda, dengan harga yang pantas dan menarik bagi pelanggan.
  5. Thrift shop dengan konsep bazaar: Buka toko thrift shop pada waktu tertentu dan di tempat tertentu untuk menarik minat pelanggan. Konsep ini bisa dilakukan dengan kerjasama dengan komunitas atau perusahaan lain.

Tetaplah kreatif dan inovatif dalam mengembangkan ide bisnis thrift shop yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pasar.

Selain itu, pastikan juga untuk menjaga kualitas barang yang dijual agar pelanggan merasa puas dan terus kembali ke toko Anda.

Siapa Saja Target Pasar Bisnis Thrifting / Usaha Thrift Shop?

Usaha thrift shop bisa menjangkau target pasar yang cukup luas, namun biasanya usaha ini lebih ditujukan kepada konsumen yang memiliki budget terbatas, penggemar fashion vintage atau retro, serta konsumen yang peduli dengan lingkungan dan ingin berbelanja secara berkelanjutan.

Berikut beberapa contoh target pasar usaha thrift shop:

Mahasiswa

Mahasiswa cenderung memiliki budget terbatas namun tetap ingin tampil modis.

Usaha thrift shop dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan pakaian berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Penggemar fashion vintage dan retro

Ada sebagian konsumen yang memiliki minat khusus pada pakaian, aksesoris, dan barang-barang vintage atau retro.

Usaha thrift shop bisa menjadi tempat yang tepat untuk menemukan barang-barang tersebut.

Orang-orang yang peduli dengan lingkungan

Konsumen yang ingin berbelanja secara berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan bisa menjadi target pasar usaha thrift shop.

Konsumen dapat membeli barang bekas yang masih layak pakai dan tidak menambahkan sampah ke lingkungan.

Keluarga dengan budget terbatas

Keluarga dengan budget terbatas dapat menjadi target pasar usaha thrift shop.

Usaha ini dapat memberikan alternatif belanja dengan harga yang terjangkau tanpa harus mengorbankan kualitas.

Dalam menentukan target pasar, penting untuk mempertimbangkan lokasi usaha dan jenis barang yang ditawarkan.

Selain itu, juga perlu dilakukan riset pasar untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan tren terbaru di pasar thrift shop.

Kategori : Other
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal