Tips Buat Laporan Laba Rugi bagi Penjual e-Commerce

Laporan laba rugi menjadi komponen yang paling utama dalam mengetahui perkembangan bisnis di berbagai sektor usaha. Laporan ini menjadi objek utama untuk mengetahui jumlah keuntungan atau kerugian dalam satu periode tertentu. Meski begitu, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami cara membuat laporan laba rugi yang ideal. 

Laporan laba rugi digunakan baik oleh perusahaan besar maupun perusahaan berskala kecil, termasuk penjual di e-commerce. Pencatatan laba rugi bagi penjual di platform e-commerce berfungsi untuk memonitor keuntungan dan kerugian finansial selama aktivitas penjualan produk berjalan.

Di dalam pencatatan laba rugi biasanya memuat dan meringkas penjualan, pendapatan, dan biaya yang dikeluarkan oleh penjual selama menjalankan bisnisnya di e-commerce.

Laporan laba rugi merupakan laporan awal yang paling sederhana karena memerlukan data yang lebih sederhana dibanding neraca keuangan dan laporan arus kas yang lebih rumit. Penjual di e-commerce dapat membuat laporan sesederhana mungkin, asalkan tetap memuat semua komponen penting dalam laporan tersebut.

Baca Juga: Strategi Kelola Inventori di Banyak Channel e-Commerce

Komponen Laporan Laba Rugi Sederhana

Laporan berguna untuk mengawasi pemasukan dan pengeluaran penjual dalam menjalankan bisnisnya. Pembuatan laporan tidak lepas dari komponen-komponen utama yang menyertainya. Komponen-komponen untuk membuat laporan laba rugi yang sederhana adalah sebagai berikut.

Pendapatan

Pendapatan yang dianggap komponen laporan laba rugi adalah pemasukan yang didapat dari kegiatan operasional dan nonoperasional bisnis. Contoh pendapatan dari kegiatan operasional adalah keuntungan dari produksi, penjualan, dan pemasaran produk. 

Sementara itu, pendapatan non-operasional berasal dari luar kegiatan penjualan dan pembelian, misalnya bunga dari modal bisnis yang ada di bank, sewa properti bisnis, dan kemitraan strategis.

Harga Pokok Penjualan

Harga pokok penjualan adalah keseluruhan pengeluaran dan beban biaya utama yang dikenakan guna menghasilkan barang dan/atau jasa pada tempat di mana barang tersebut dapat dijual atau digunakan. Salah satu contohnya adalah biaya pembelian persediaan barang yang akan dijual.

Laba Kotor

Laba kotor merupakan seluruh keuntungan dari total pendapatan yang telah dikurangi dengan harga pokok penjualan. Laba kotor biasanya digunakan sebagai patokan untuk menentukan apakah penjual perlu menaikkan harga jual atau mengurangi harga pokok penjualan. Penghitungan laba kotor belum termasuk pengurangan pajak dan penambahan bunga.

Biaya Operasional

Biaya operasional adalah seluruh pengeluaran dan biaya di luar harga pokok penjualan. Contoh biaya operasional untuk penjual di e-commerce adalah pemasangan iklan, biaya foto produk, dan gaji pegawai jika ada.

Laba Bersih

Laba bersih didapat dari jumlah total keseluruhan pendapatan dan keuntungan lalu dikurangi harga pokok penjualan dan biaya pajak. Laba bersih inilah sumber pemasukan bagi penjual.

Kerugian

Kerugian di sini adalah biaya yang mungkin dikeluarkan untuk hal lain di luar bisnis utama. Misalnya adalah biaya yang dipakai untuk penjualan aset yang menurun atau merugi, biaya tuntutan hukum, serta biaya tidak terduga lainnya.

Laporan Laba Rugi bagi Penjual di e-Commerce

Setelah mengetahui komponen utama dalam pembuatan laporan laba rugi sederhana, penjual harus memahami cara yang ideal untuk menyusun laporan laba rugi. Berikut adalah cara menyusun laporan laba rugi yang sederhana.

  1. Membuat jurnal transaksi dengan menggunakan data-data seperti pendapatan, harga pokok penjualan, biaya operasional, dan lain sebagainya.
  2. Cantumkan seluruh kegiatan transaksi di dalam buku besar.
  3. Membuat laporan neraca saldo dan menyusun kertas kerja atau neraca lajur.
  4. Catat seluruh saldo pada akun pendapatan dari hasil penjualan produk di e-commerce dan beban pada kolom laba rugi.
  5. Pahami format yang disajikan. Tulis identitas penjual atau nama toko, jenis laporan laba rugi, dan periode di atas laporan. 
  6. Kemudian cantumkan tiga komponen utama, yaitu total pendapatan total, total harga pokok penjualan, serta laba atau rugi. Ketiga komponen tersebut menjadi inti dari laporan laba rugi yang harus disajikan.
  7. Data pendapatan dan harga pokok penjualan mengutip dari kertas kerja pada kolom laba rugi. Sementara komponen laba rugi merupakan selisih total pendapatan dan total harga pokok penjualan.
  8. Jika total pendapatan lebih besar dari nilai harga pokok penjualan, maka terjadi laba. Sebaliknya, jika total pendapatannya tidak lebih besar dari harga pokok penjualan, maka terjadi rugi.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kelola Stock Opname untuk Bisnis Ritel

Bagi Anda penjual online, membuat dan memantau laporan keuangan tentu saja menjadi kewajiban yang harus dipenuhi untuk mendongkrak perkembangan bisnis. Guna mempermudah proses pembuatan dan pemantauan laporan tersebut, Anda bisa mengandalkan software Akuntansi seperti Jurnal by Mekari.

Software Jurnal by Mekari dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Pada September ini, dapatkan promo diskon hingga 20% dan Cashback mencapai Rp1,5 juta bagi yang berlangganan Jurnal Paket Enterprise+ minimal 24 bulan. Tak hanya itu, Anda juga berhak mendapat diskon 20% dan cashback hingga Rp1 juta jika berlangganan Paket Pro minimal 24 bulan.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari dengan mengetuk banner di bawah ini.

 


PUBLISHED15 Sep 2020
Poppy
Poppy


Kategori : Accounting