Di akhir maupun awal tahun produksi, biasanya sebuah perusahaan yang memiliki sebuah perencanaan keuangan baik, dapat menjalankan bisnis dengan baik. Banyak bidang dalam usaha yang harus memiliki proyeksi untuk ikut  mensukseskan sebuah perencanaan keuangan yang baik, salah satunya melalui penghitungan keuntungan. Berikut adalah beberapa contoh penghitungan proyeksi keuntungan.

 

Menghitung Keuntungan 1 Jenis Produk

Katakan pada tahun yang akan datang Anda merencanakan untuk mendistribusikan 12 ton atau 12.000 kg snack kepada pelanggan. Jika dibagi dalam 12 bulan, maka diperkirakan 1000 kg setiap bulan. Apabila harga belinya Rp2.000 per kg dan Anda merencanakan menjual dengan harga Rp2.500 per kg, sedangkan biaya pemesanan seperti transpor dan lainnya adalah Rp200.000 per bulan atau Rp2.400.000 per tahun, maka perhitungan perencanaan keuntungan tahun 2018 setelah diperhitungkan biaya administrasi dan umum Rp600.000, seperti yang terlihat pada tabel berikut ini:

Perencanaan Keuangan Tahun 2018

No

Uraian

Satuan/kg

Harga

Total Nilai

%

1

Penjualan

12.000

2.500

30.000.000

100

2

Pembelian

12.000

2.000

24.000.000

80

3

Laba Kotor (penjualan dikurang pembelian)

 

 

6.000.000

20

4

Biaya Penjualan

 

 

2.400.000

8

5

Biaya administrasi/

umum

 

 

600.000

2

6

Laba (laba kotor dikurang biaya-biaya)

 

 

3.000.000

10

 

Perhitungan pada tabel di atas menunjukkan bahwa, keuntungan sebelum pajak tahun 2018 adalah sebesar Rp3.000.000 atau 10% dari jumlah barang yang dijual senilai Rp30.000.000. Kita baru saja merencanakan keuntungan dengan mengandaikan barang dagangan Anda, hanya satu jenis saja.

 

Menghitung Keuntungan Lebih dari Satu produk

Jika suatu usaha memiliki beberapa produk andalan yang ingin dipasarkan pada tahun berikutnya maka penghitungan keuntungan sebagai perencanaan keuangan bisa kita hitung dengan cara sebagai berikut:

 

Kita asumsikan saja barang dagangan ada 3 jenis. Masing-masing snack A, snack B, dan snack C. Pada tahun 2018 yang akan datang direncanakan akan menjual snack A 5.000 kg, snack B 4.000 kg dan snack C 3.000 kg.

 

Harga beli masing-masing snack sebagai berikut:

a. Snack A Rp1.800

b. Snack B Rp2.100

c. Snack C Rp2.200.

 

Pada tahun 2018 direncanakan untuk menjual dengan harga masing-masing:

a. Snack A Rp2.400

b. Snack B Rp 2.550

c. Snack C Rp 2.600

 

Biaya penjualan yang ditanggung adalah Rp2.400.000 dan biaya administrasi dan umum Rp600.000, maka perhitungan perencanaan keuntungan pada tahun 2018 dapat terlihat pada tabel berikut ini:

 

Perencanaan Keuntungan Tahun 2018

No

Uraian

Satuan/Kg

Harga

Total Nilai

%

1

Penjualan Snack A

5000

2.400

12.000.000

 

2

Penjualan Snack B

4000

2.550

10.200.000

 

3

Penjualan Snack C

3000

2.600

7.800.000

 

4

Total Penjualan

 

 

30.000.000

100

5

Pembelian Snack A

5000

1.800

9.000.000

 

6

Pembelian Snack B

4000

2.100

8.400.000

 

7

Pembelian Snack C

3000

2.200

6.600.000

 

8

Total Pembelian

 

 

24.000.000

80

9

Laba Kotor (total penjualan – total pembelian)

 

 

6.000.000

20

10

Biaya Penjualan

 

 

2.400.000

8

11

Biaya Administrasi / umum

 

 

600.000

2

12

Laba (laba kotor dikurang biaya-biaya)

 

 

3.000.000

10

 

Berdasarkan perhitungan per jenis snack pada tabel di atas, diperoleh keuntungan sebelum pajak tahun 2018 sebesar Rp3.000.000 atau 10% dari jumlah barang yang dijual senilai Rp30.000.000.

 

Perencanaan Produksi Barang

Setelah mendapatkan perhitungan masing masing produk yang ingin dipasarkan, maka perusahaan perlu secara spesifik mencari persentase keuntungan terbesar dari tiap produk dan menganalisa produk mana yang akan mampu memberikan keuntungan terbesar pada tahun depannya.

Keuntungan Per Produk Snack

No

Uraian

Harga Jual

Harga Beli

Keuntungan per jenis

%

1

Produk Snack A

2.400

1.800

600

33.3

2

Produk Snack B

2.550

2.100

450

21.4

3

Produk Snack C

2.600

2.200

400

18.2

          

Dari hasil perhitungan di atas kita bisa mengetahui bahwa sumbangan keuntungan tertinggi berasal dari produk snack A, yaitu sebesar 33.3%, sedangkan yang terendah adalah snack C sebesar 18.2%. Pengetahuan akan besar kecilnya sumbangan per jenis barang berguna untuk merencanakan keuntungan pada masa yang akan datang. Seperti halnya snack A yang menyumbangkan keuntungan terbesar, maka pada tahun yang akan datang penjualannya dapat didorong lebih banyak lagi, sehingga sumbangan keuntungan kepada perusahaan makin besar pula. Sebaliknya produk snack C yang menyumbang keuntungan yang kecil dapat dikurangi penjualannya.

 

Dua tabel di atas adalah perencanaan keuangan pada usaha perdagangan, sedangkan perencanaan keuangan pada usaha manufaktur atau pabrik, akan lebih kompleks dan lebih rinci lagi sehingga membutuhkan sebuah laporan yang cepat dan akurat untuk membantu perusahaan memiliki perencanaan keuangan yang efisien dari segi waktu dan biaya.

 

Untuk memudahkan sebuah usaha memiliki perencanaan keuangan yang baik di masa depan, maka tidak ada salahnya, jika mulai saat ini penggunaan software akuntansi online. Jurnal merupakan software akuntansi online yang dapat memberikan Anda kemudahan dalam memiliki laporan penghitungan ketersediaan stok, biaya, dan grafik laporan penjualan dan keuangan secara instan dan realtime. Dapatkan semua informasi tentang Jurnal, di sini.

Author