Perbedaan Jobdesk Finance Accounting di dalam Perusahaan

Dalam sebuah perusahaan, kita tentu mengenal istilah finance accounting termasuk jobdesk finance accounting. Keduanya sering dianggap sama lantaran berada pada divisi yang sama yaitu Keuangan.

Lebih dari itu, karyawan accounting maupun finance biasanya berasal dari bidang ilmu yang sama yaitu lulusan akuntansi. Tapi apakah benar keduanya sama?

Ternyata, jobdesk finance accounting sebenarnya jelas berbeda. Meskipun keduanya sama-sama mengurus keuangan, tetapi masing-masing dari mereka memiliki tugas spesifik yang berbeda.

Apa saja perbedaan jobdesk finance accounting?

jobdesk finance accounting

Pengertian finance accounting

Sebelum membahas lebih jauh tentang jobdesk finance accounting, ada baiknya kita mengetahui dahulu apa pengertian dari keduanya.

Accounting atau akuntansi, dalam Investopedia diartikan sebagai proses pencatatan transaksi keuangan yang sistematis dan komprehensif yang berkaitan dengan bisnis.

Dalam definisi, finance berbicara tentang manajemen keuangan dan investasi bagi individu, korporasi, dan pemerintahan. Para profesional di bidang finance biasanya berkarier di bidang investment banking, layanan pengelolaan keuangan, perencanaan, dan analisis keuangan.

Tugas para ahli di bidang finance adalah memastikan adanya dana yang memadai (modal) pada setiap situasi yang ada, juga memastikan bahwa dana tersebut dialokasikan seoptimal mungkin.

Para ahli finance juga harus bisa mengelola modal hingga dapat mengalami peningkatan lebih tinggi dari hasil yang diperkirakan.

Berbeda dengan finance, accounting adalah segala hal yang berhubungan dengan merekam, mengelola, dan melaporkan catatan keuangan sebuah perusahaan. Ada juga istilah seperti software akuntansi yang memang diciptakan untuk mengolah pekerjaan akuntansi usaha atau bisnis.

Para profesional dalam bidang accounting bekerja untuk perseorangan, sebagai bagian dari staf perusahaan atau dalam sebuah firma akuntansi publik dan bekerja untuk kepentingan pihak tertentu.

Tugas utama mereka adalah bertanggung jawab atas kebenaran semua transaksi finansial yang dimasukkan ke dalam buku besar, memastikan bahwa saldo yang tersisa adalah benar, juga memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan yang dibuat akurat.

Akuntansi mengacu pada proses meringkas, menganalisis dan melaporkan transaksi kepada badan pengawas, regulator, dan entitas penagih pajak.

Sedangkan finance atau keuangan adalah ilmu dalam mengelola uang dan proses aktual untuk memperoleh dana yang mempengaruhi kehidupan setiap perusahaan.

Finance berhubungan dengan pengawasan, penciptaan dan studi keuangan, perbankan, kredit, investasi, aset, dan liabilitas yang membentuk sistem keuangan.

finance accounting atau akuntansi keuangan adalah cabang akuntansi yang melacak transaksi keuangan perusahaan. Ini mengacu pada pembukuan dengan mengklasifikasikan, menganalisis, meringkas, dan mencatat transaksi keuangan seperti pembelian, penjualan, utang dan piutang, dan akhirnya menyiapkan laporan keuangan.

Laporan keuangan tersebut nantinya akan ditunjukkan kepada orang-orang di luar perusahaan, dengan penerima utama adalah pemilik atau pemegang saham, serta pemberi pinjaman tertentu.

Namun, jika saham perusahaan diperdagangkan secara publik, laporan keuangannya biasanya diedarkan secara luas, dan informasinya kemungkinan akan menjangkau penerima sekunder seperti pesaing, pelanggan, karyawan, organisasi pekerja, dan analisis investasi.

Unsur finance accounting

Dalam pencatatan akuntansi, suatu transaksi dicatat dan dikelompokkan berdasarkan kategori tertentu. Berdasarkan kategori pencatatannya terdapat lima komponen utama dalam finance accounting yaitu:

  1. Aset

Aset adalah semua sumber daya perusahaan yang memiliki nilai untuk memungkinkan perusahaan menjalankan bisnis dalam jangka pendek dan panjang.

  1. Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah uang tertentu baik kepada pihak eksternal maupun pihak internal.

  1. Ekuitas

Ekuitas adalah besarnya hak atau kepentingan pemilik perusahaan pada harta perusahaan.

  1. Pendapatan

Pendapatan (disebut juga revenue atau income) adalah uang yang didapatkan perusahaan atas operasional usahanya, misalnya dari penjualan barang atau jasa.

  1. Biaya

Biaya adalah uang yang dikeluarkan perusahaan untuk membiayai operasional usahanya.

jobdesk finance accounting

Tujuan Finance Accounting

Tujuan utama dari finance accounting ini adalah menghasilkan laporan keuangan atau fiinancial statement dari balance sheet, income statement, equity statement dan cashflow statement.

Kemudian siapa saja yang memiliki kepentingan mengenai financial-financial statement tersebut. Pihak-pihak yang berkepentingan mengenai laporan-laporan keuangan perusahaan yaitu:

  • Creditor

Bank berkepentingan membaca laporan keuangan perusahaan untuk melihat kemampuan perusahaan membayar cicilan hutang dan bunga

  • Investor

Investor berkepentingan membaca laporan keuangan untuk melihat peluang dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham

  • Supply Chain Manager

Supply chain manager membaca laporan keuangan supplier untuk melihat kemampuan supplier menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan perusahaan

  • Credit Manager

Credit manager membaca laporan keuangan pelanggannya di dalam memberikan kredit tambahan kepada pelanggannya

  • HRD Manager

Bagian sumber daya manusia membaca laporan keuangan sebagai dasar dalam negoisasi gaji dan bonus kepada karyawan

Perbedaan Jobdesk Finance Accounting

Finance adalah bagian yang mengelola dan memegang uang secara langsung baik dalam bentuk uang kartal maupun uang giral. Pengertian finance adalah seni dalam mengelola uang yang memengaruhi kehidupan setiap orang atau organisasi.

Sementara accounting adalah seni dalam mengukur, berkomunikasi, serta menginterpretasikan aktivitas keuangan.

Jika dilihat definisi accounting merupakan pengukuran, penjabaran, dan pemberian kepastian terhadap informasi keuangan yang akan membantu pimpinan dalam mengambil keputusan.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa finance mengelola arus keluar dan masuk keuangan. Kemudian accounting mengolah data aktivitas keuangan tersebut dan menyajikannya dalam laporan keuangan.

Tugas Staf Finance

Staff finance bersinggungan langsung dengan uang perusahaan. Itulah karenanya, secara sederhana, finance lebih konsentrasi memperkirakan performa masa depan bisnis, hingga pekerjaan dan tanggung jawabnya ialah pencarian, pengaturan, pendistribusian dana, dan melakukan pembayaran di perusahaan.

Selain itu bagian finance bertanggungjawab untuk mengurusi kebutuhan uang kas perusahaan, juga harus memastikannya sesuai pendataan yang sudah dilaksanakan oleh bagian accounting.

Oleh karena itu, staff finance diperbolehkan untuk memegang uang perusahaan untuk menerima dan mengeluarkan uang tersebut, baik yang berada di kas, deposit, bank, atau investasi.

Sementara untuk lebih jelasnya, seorang staf finance dalam perusahaan memiliki beberapa tugas, salah satunya:

  1. Penghimpunan dana

Karyawan finance miliki pekerjaan yang sangat penting dalam setiap instansi atau perusahaan, yakni menghimpun dana untuk aktivitas operasional.

Dimulai dari pengeluaran setiap hari, cost produksi, pembelian bahan baku, mempekerjakan karyawan yang tepat dalam perusahaan, dan lain-lain.

Perusahaan akan memerlukan dana yang besar dari beberapa sumber, dan pekerjaan staff finance adalah menemukan beberapa sumber tersebut. Baik itu dengan berhutang pada instansi keuangan atau mengumpulkan dana dari masyarakat.

  1. Pendistribusian dana

Hal yang juga sangat penting dari penghimpunan dana adalah mendistribusikan secara benar. Seorang pakar finance harus tahu cara mengurus uang secara benar, sehingga perusahaan atau pribadi dapat memperoleh hasil investasi yang optimal dalam sekian tahun ke depan. Mereka juga harus tahu bagaimana cara investasi yang paling tepat dan menguntungkan.

  1. Pengelolaan Keuntungan

Saat ini anggaplah sebuah perusahaan sudah menemukan cara investasi yang pas dan mendapat beberapa keuntungan.

Produk terbaru mereka terjual habis dan jumlah customer makin bertambah. Selanjutnya pertanyaannya ialah, ingin diapakan keuntungan yang didapatkan?

Inilah peranan penting staf finance. Mereka harus tahu bagaimana mengelola keuntungan dengan benar agar perusahaan semakin maju.

Apakah keuntungan itu akan dibagi pada beberapa pemegang saham atau diinvestasikan kembali lagi ke bisnis untuk tingkatkan performa perusahaan? Staff finance dalam perusahaan harus tahu cara mana yang paling tepat.

  1. Mengajukan peraturan pada petinggi perusahaan

Peranan paling akhir yang juga sangat penting adalah bagaimana mengomunikasikan peraturan yang bakal diambil pada pimpinan perusahaan supaya disepakati.

staff finance harus menguasai banyak soft skill penting yang dapat mendukung karir mereka. Misalkan, skill untuk meyakinkan orang lain sebab mereka harus banyak menjalin komunikasi dengan pimpinan perusahaan.

Pekerjaan staff finance adalah meyakinkan pimpinan untuk melakukan investasi, membagikan keuntungan, sampai membuat anggaran modal.

jobdesk finance accounting

Peranan Staff Finance Accounting

Dalam perusahaan staff accounting bekerja mengolah dan mengurus neraca keuangan dan menulis transaksi dari bisnis untuk menyuguhkan info keuangan.

Sesudah pendataan, akuntan juga harus lakukan otorisasi di tiap divisi terkait. Disamping itu staf accounting memiliki tanggung jawab soal masalah pajak.

Karena itu, akuntan bertanggung jawab dalam mengurus data keuangan perusahaan untuk penuhi tujuan kualitatif penghitungan perpajakan.

Bahkan, akuntan juga harus dapat memberi anjuran soal rencana keuangan di masa depan yang memengaruhi pajak.

Sementara untuk lebih jelasnya, seorang akuntan dalam perusahaan memiliki beberapa pekerjaan, salah satunya:

  1. Mengukur kontribusi sumber dana

Bila finance adalah sumber gagasan dari manakah dana bisa didapat, karena itu pekerjaan accounting ialah menghitung berapa besar kontribusi masing-masing sumber pada keuntungan perusahaan.

Dengan begitu perusahaan akan memperoleh kepastian, hingga mereka dapat putuskan apakah akan mengubah atau menukar alokasi dana atau membuat persetujuan baru.

  1. Mengurus liabilitas perusahaan

Operasional perusahaan tidak terlepas dari liabilitas, baik itu berbentuk utang, tagihan pajak, dan lain-lain.

Staff accounting dalam perusahaan mempunyai peran penting untuk memastikan jika semua tagihan ini terbayarkan on time, memastikan bahwa jangka waktu yang diberi tidak menimbulkan kerugian untuk perusahaan.

  1. Menentukan pemenuhan kontrak

Fungsi dan tugas accounting yang seterusnya berkaitan dengan kontrak. Sebuah perusahaan tentu mempunyai banyak kontrak yang perlu disanggupi.

Baik itu dengan client, konsumen setia, atau kreditur. Disini peranan penting karyawan accounting, adalah memastikan apa kontrak-kontrak itu telah tercukupi atau memang belum.

  1. Jaga transparansi keuangan perusahaan

Accounting bekerja untuk memberi info ke publik dan pemerintah mengenai neraca keuangan perusahaan.

Transparan ialah faktor penting di dunia usaha, hingga accounting harus sanggup memberi gambaran tepat berkenaan status keuangan perusahaan.

Pada intinya, jobdesk finance accounting memang berlainan. Tetapi ke-2 nya saling melengkapi dan memberikan dukungan satu sama lain.

Finance accounting sebagai dua bidang yang mandiri dan dapat berdiri dengan sendiri, tetapi tidak dapat menjalankan perannya dengan optimal tanpa kontribusi keduanya.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai gambaran umum perbedaan jobdesk finance accounting di dalam perusahaan.

Daftar jobdesk finance accounting

Keuangan bertanggungjawab atas semua kesibukan keuangan, pekerjaan paling utama dari jabatan ini yakni melakukan penyusunan, transaksi, dan membuat laporan keuangan perusahaan. Jabatan finance staff harus melaporkan hasil kerjanya kepada manajer keuangan.

Pada jabatan ini diperlukan kedisiplinan, kejujuran, kecermatan dan tanggung jawab yang tinggi karena bila berlangsung kekeliruan juga akan begitu fatal pada perusahaan karena menyangkut keuangan perusahaan.

  • Melakukan penyusunan keuangan perusahaan
  • Melakukan penginputan semuanya transaksi keuangan ke dalam program
  • Melakukan transaksi keuangan perusahaan
  • Melakukan pembayaran ke supplier
  • Berhubungan dengan pihak internal maupun eksternal berkaitan dengan kesibukan keuangan perusahaan
  • Melakukan penagihan ke customer
  • Mengontrol transaksi keuangan perusahaan
  • Membuat laporan tentang keuangan perusahaan
  • Mengirim dokumen dari vendor internal maupun eksternal
  • Melakukan verifikasi pada keabsahan dokumen
  • Entry program
  • Mempelajari budget
  • Membuat laporan manajemen untuk induk perusahaan
  • Melakukan tambahan pendapatan serta beban pada akun-akun tertentu
  • Menyiapkan dokumen penagihan invoice/kwitansi tagihan bersama kelengkapannya
  • Melakukan rekonsiliasi dengan unit lain

Aplikasi finance accounting

Membicarakan finance accounting, tidak akan lengkap apabila tidak membahas tentang software atau perangkat lunak akuntansi. Di era teknologi ini, kebanyakan perusahaan sudah meninggalkan metode akuntansi manual yang memakan waktu dan rentan terhadap error.

Peran aplikasi keuangan menjadi sangat krusial karena terbukti dapat meningkatkan efisiensi, meminimalkan human error, meningkatkan akurasi dan bahkan mengurangi biaya.

  1. Pembuatan Laporan

Laporan keuangan yang dibuat secara manual biasanya sangat rentan terhadap human error, sehingga data yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Selain itu, pembuatannya dapat memakan waktu yang cukup lama sehingga mengurangi produktivitas staf keuangan.

Aplikasi keuangan memungkinkan pembuatan laporan keuangan secara instan. Aplikasi keuangan yang baik pasti menyediakan data keuangan real-time yang sesuai dengan regulasi keuangan di Indonesia.

  1. Keakuratan Arus Kas Bisnis

Aplikasi keuangan yang baik dapat membantu perusahaan memprediksi pendapatan, keuntungan, biaya pengeluaran, hingga kerugian bisnis mereka di masa depan. Ini tentunya sangat membantu bisnis dalam mengatur dan mengalokasikan anggarannya.

Estimasi arus kas juga dapat mempermudah perusahaan yang sedang mencari investor, sebab pemangku kepentingan eksternal perlu meninjau prospek perusahaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

  1. Pengelolaan Utang dan Piutang

Aplikasi keuangan memungkinkan Anda mencatat piutang dan utang secara akurat dan mudah. Dengan aplikasi keuangan, Anda akan memiliki catatan tentang semua tagihan dan faktur.

Alat ini dapat membantu Anda meminimalkan piutang yang tak tertagih dan segala denda keterlambatan dari pelunasan utang Anda.

  1. Depresiasi Aset Secara Otomatis

Aplikasi keuangan yang baik memudahkan Anda menghitung penyusutan aset tetap secara otomatis dan akurat. Depresiasi aset tetap dapat dihitung dengan berbagai metode sesuai kebijakan perusahaan Anda dan sesuai dengan pajak serta standar akuntansi yang berlaku.

  1. Rekonsiliasi Bank

Dengan aplikasi keuangan, Anda dapat secara otomatis mencocokkan transaksi, saldo, dan kas langsung dengan kondisi akun bank Anda serta memberikan rekomendasi transaksi yang cocok sesuai dengan nominal pada transaksi.

Baca Juga : Fitur Sistem Akuntansi Indonesia

Kesimpulan

Finance accounting tidak hanya perlu dipahami oleh akuntan atau staf keuangan saja, tetapi juga penting untuk dipelajari oleh setiap pemilik bisnis. Memahami finance accounting dapat membantu pemilik bisnis lebih mengerti tentang posisi keuangan bisnis mereka, mengalokasikan anggaran dengan lebih bijak, dan menentukan investasi yang tepat.

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo