Masalah menipisnya kas seringkali dialami oleh pebisnis. Namun, bagaimana jika penipisan kas terjadi saat bisnis Anda justru sedang mendapat untung besar? Untuk mengetahui masalah dan solusinya, periksa laporan arus kas Anda!

Mengapa Anda Perlu Membuat Laporan Arus Kas?

Ada saat dimana kas yang Anda keluarkan tidak terhitung sebagai ‘pengeluaran’ sehingga tidak tercatat di laporan laba rugi. Hal ini mencakup pembayaran kartu kredit dan pembayaran pinjaman. Transaksi ini mengunakan uang kas namun tidak termasuk ke dalam laba atau rugi. Contohnya, ketika Anda meminjam uang dari seseorang atau dapat mendapat kartu kredit, Anda tidak menghitungnya sebagai pemasukan karena meskipun dana yang digunakan untuk kebutuhan bisnis seperti membeli aset perusahaan, namun dana tersebut nantinya harus dikembalikan. Saat Anda mengembalikan uang Anda atau mencicil kartu kredit Anda, Anda juga tidak akan menghitungnya sebagai pengeluaran. Aktivitas finansial tersebut tidak akan mempengaruh pengeluaran atau laba Anda, tapi akan mempengaruhi kondisi kas Anda. Karena itu, aktivitas kas seperti ini akan masuk ke dalam laporan arus kas.

Pada dasarnya, laporan arus kas mencatat semua aktivitas finansial yang melibatkan kas perusahaan. Hal ini berbeda dengan laporan laba rugi yang hanya mencatat pendapatan dan pengeluaran dan neraca saldo yang fokus pada keseimbangan finansial perusahaan (aset, beban, dan ekuitas). Layaknya sebuah tim, ketiga laporan ini saling melengkapi satu dengan yang lain.

Apa yang Tercatat dalam Laporan Arus Kas?

Ada 3 jenis aktivitas yang tercatat dalam laporan arus kas, yaitu aktivitas operasional, aktivitas penanaman modal atau investasi, serta aktivitas keuangan atau finansial. Ketiga aktivitas ini akan menunjukkan asal kas Anda dan tujuan Anda menggunakannya.

Aktivitas operasional adalah aktivitas memproduksi atau menjual barang atau jasa dengan tujuan untuk menghasilkan kas bagi perusahaan. Hal menyangkut operasional sehari-hari, termasuk peningkatan maupun penurunan jumlah utang atau piutang, tercatat dalam bagian aktivitas operasional. Bisnis yang sehat dan bertahan lama merupakan hasil dari profit bersih dan arus kas yang positif dari aktivitas operasional Anda.

Aktivitas Investasi merupakan merupakan aktivitas khusus berjangka panjang dan bersifat strategis yang biasanya bertujuan untuk ekspansi perusahaan. Biasanya diperlukan perencanaan yang kuat dan baik sebelum melakukan aktivitas investasi. Jika aktivitas operasional berfokus untuk menghasilkan kas di masa kini, maka aktivitas investasi berguna untuk keuntungan di masa mendatang. Perlu diingat bahwa aktivitas investasi membutuhkan biaya yang besar yang akan mempengaruhi pengeluaran kas pada tahun-tahun berikutnya. Namun, hal ini tidaklah buruk selama Anda dapat memanfaatkan kas perusahaan dengan bijak. Salah satu bentuk aktivitas investasi adalah penanaman modal.

Aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang berfokus pada pendanaan investasi yang melibatkan pemilik dan kreditur dan akan mempengaruhi jumlah dan komposisi modal serta pinjaman bank. Contoh akitivitas pendanaan yang biasanya Anda lakukan salah satunya adalah peminjaman uang serta pembayaran cicilan jangka panjang. Dengan laporan arus kas, Anda dapat mengetahui apakah dana Anda cukup untuk membagi dividen, menutupi aktivitas sehari-hari perusahaan, membayar utang tepat waktu, dan menunjukkan darimana adanya modal tambahan. Pendanaan ini harus direncanakan dengan baik agar tidak mengganggu kas perusahaan.

Tips Praktis Mengelola Arus Kas Anda!

Anda harus mengelola arus kas Anda dengan bijak agar terhindar dari kerugian atau utang yang membengkak. Berikut ini merupakan 4 cara mudah untuk mengelola arus kas Anda.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengukur arus kas Anda. Caranya? Buat proyeksi kas sesuai kebutuhan Anda. Bisa untuk tahun depan, bulan depan, atau bahkan minggu depan. Mengerti arus kas tidaklah semudah yang dibayangkan karena Anda harus mengerti sejarah kas perusahaan, termasuk aktivitas pembayaran pelanggan. Mulailah pengelolaan dengan menyediakan kas pada awal periode dan buat rencana penggunaan dana Anda sehingga arus kas dapat terkendali. Proyeksi kas yang akurat akan mempersiapkan Anda untuk menghadapi krisis.

Selanjutnya, cobalah untuk mengelola piutang perusahaan. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengubah barang mentah menjadi produk serta mengubah inventaris menjadi piutang dan kas. Anda dapat melakukannya dengan beberapa teknik, seperti memberikan diskon pada customer jika membayar di awal, membuang barang-barang yang telah kadaluarsa, serta mengirimkan invoice dan follow up customer yang terlambat membayar.

Ingatlah untuk mengendalikan utang perusahaan. Jangan menghabiskan kas Anda pada aktivitas finansial yang tidak penting dan hanya membuang uang saja. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan oleh pebisnis adalah memilih supplier berdasarkan harga, bukan kualitas. Jangan terbuai dengan supplier yang memberikan harga murah. Ceritakan kondisi finansial Anda pada mereka agar dapat menyesuaikan harga.

Setelah melakukan 3 hal di atas, tetap kendalikan aktivitas kas Anda dan pastikan bahwa setiap kegiatan tercatat demi membuat laporan yang kredibilitasnya terjamin. Ingatlah bahwa laporan arus kas ini akan menjadi landasan Anda dalam membuat bisnis di masa mendatang. Kesalahan laporan sangat berbahaya bagi perkembangan bisnis Anda.

Agar keakuratan data terjaga, cobalah untuk menggunakan sistem akuntansi online berbasis cloud. Dengan demikian laporan arus kas akan tertata rapi dan cepat selesai. Salah satu software akuntansi berbasis cloud adalah jurnal.id. Dengan jurnal.id, Anda dapat membuat laporan keuangan hanya dengan memasukkan data keuangan bisnis Anda. Data akan diproses menjadi laporan keuangan yang Anda inginkan hanya dengan sekali klik.

Sekarang Anda telah mengetahui solusi mengelola kas Anda. Mengetahui hal ini tidak menjamin Anda kestabilan bisnis Anda, namun dapat mempersiapkan Anda untuk menghadapinya sehingga bisnis Anda dapat bertahan dan berkembang. Jadi, kapanpun kas Anda mengalami masalah finansial, periksa laporan keuangan Anda!

Gambar:

freeimage.com

pixabay.com

Author