Bisnis atau perusahaan cenderung mengerahkan usaha lebih untuk memasarkan produk mereka melalui berbagai Strategi Pemasaran Produk. Mereka mendesain logo mewah, mengatur program otomatisasi pemasaran via email, dan meluncurkan situs web yang menarik. Tetapi tanpa produk yang kuat, usaha untuk membangun brand bisnis Anda akan sia-sia.

Sering terdengar kabar dari beberapa bisnis yang meluncurkan produk baru dan berakhir gagal. Kenapa? Kegagalan tersebut bisa disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini:

  • Kurangnya pemahaman tentang kondisi pasar.
  • Kurangnya pemahaman tentang pelanggan.
  • Komunikasi yang tidak efektif.
  • Strategi Pemasaran Produk yang tidak efektif.

Penting untuk fokus dalam memperbaiki kegagalan tersebut mengingat banyak pihak yang terlibat dan begitu banyak waktu dan uang yang Anda investasikan terhadap suatu produk baru dalam bisnis Anda. Tentunya Anda tidak ingin menghabiskan seluruh waktu dan energi untuk fokus pada pembangunan brand bisnis yang berakhir sia-sia.

Produk yang berhasil membutuhkan Strategi Pemasaran Produk yang sukses. Itu berarti Anda perlu memastikan produk bisnis Anda memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan serta menempatkannya di pasar secara tepat.

6 Elemen Penting dari Strategi Pemasaran Produk

Berikut adalah enam elemen penting untuk membangun dan mengembangkan Strategi Pemasaran Produk:

1. Produk

Langkah pertama untuk mengembangkan Strategi Pemasaran Produk adalah memastikan Anda memiliki produk yang kuat. Bahkan sebelum menyusun strategi, Anda perlu memastikan produk tersebut dibuat dengan mempertimbangkan target pelanggan dan apakah produk tersebut selaras dengan kebutuhan mereka.

Orang-orang cenderung tidak ingin hanya membeli barang, tetapi mereka ingin barang yang dibeli bisa menyelesaikan masalah-masalah mereka. Jadi, tanyakan pada diri Anda sendiri terkait masalah apa yang bisa dipecahkan oleh produk Anda bagi pelanggan? Bagaimana produk tersebut akan membuat hidup pelanggan lebih baik? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu Anda menentukan pesan yang tepat untuk kampanye pemasaran produk Anda.

Nilai yang ditanamkan pada produk Anda lebih penting daripada kemampuan produk itu sendiri. Dengan kata lain, Anda harus fokus terhadap benefit dari produk Anda alih-alih mengenai fitur-fiturnya. Nantinya, setiap fitur harus dikembangkan untuk suatu tujuan yang akan memberikan manfaat/benefit bagi pelanggan. Anda harus memiliki produk yang inovatif atau setidaknya satu produk yang bisa memecahkan tantangan bisnis secara umum.

2. Pelanggan

Sama seperti produk, Anda juga perlu fokus kepada pelanggan atau calon pelanggan Anda. Untuk melakukan itu, Anda harus benar-benar memahami mereka. Karakteristik, sifat, perilaku, dan lainnya adalah kunci untuk memahami pelanggan.

Mulailah dengan melakukan riset dan mengumpulkan informasi apa pun tentang target pelanggan yang dituju, seperti:

  • Usia
  • Jenis kelamin
  • Status pernikahan
  • Pendidikan
  • Profesi
  • Hobi

Lebih baik lagi, wawancarai pelanggan Anda. Atur panggilan telepon atau pertemuan dengan pelanggan dan tanyakan tentang preferensi mereka terhadap produk Anda. Dengarkan cara mereka berbicara dan bahasa yang mereka gunakan, ini dapat membantu untuk membentuk narasi Strategi Pemasaran Produk Anda nantinya. Informasi apa pun yang berasal dari pelanggan dapat membantu dalam mengungkap preferensi pelanggan Anda dan cara terbaik untuk memasarkan produk Anda kepada mereka. Setelah semua informasi dikumpulkan, mulailah membangun persona pembeli di produk yang akan Anda pasarkan.

Dalam penelitian, Anda mungkin akan menemukan beberapa kesamaan pola di antara pelanggan. Kesamaan ini dapat dikelompokkan bersama untuk membantu membuat persona pembeli, atau pola dasar seperti apa pelanggan ideal Anda dan bagaimana mereka berperilaku. Dengan cara ini, Anda dapat berfokus pada pemasaran terhadap satu jenis pembeli alih-alih ke seluruh pelanggan Anda – yang di mana itu tidak efisien.

3. Pesan

Anda tentu perlu berkomunikasi dengan pelanggan Anda. Karena menurut beberapa hasil riset terkait pemasaran produk, 57% konsumen merasa percaya ketika mereka terhubung secara emosional dengan suatu brand. Dan tentunya koneksi emosional tersebut dibangun melalui pesan yang Anda sampaikan terkait produk yang Anda pasarkan.

Pesan produk Anda harus dibuat secara naratif. Karena narasi adalah cara termudah untuk membuat pelanggan Anda terhubung dengan produk Anda. Anda bisa menulis artikel di blog dan memanfaatkan fitur Search Engine Optimization (SEO) agar artikel-artikel inspiratif terkait produk bisnis Anda bisa ditemukan secara mudah di internet.

Untuk membuat cerita atau narasi yang efektif, Anda perlu mengidentifikasi proposisi penjualan yang unik dari produk Anda. Pada dasarnya, Apa nilai utama yang ingin Anda sampaikan kepada pelanggan?

4. Tim Pemasaran

Mengembangkan dan mempromosikan suatu produk membutuhkan upaya dan kerja sama dalam suatu tim. Namun, menjaga beberapa tim di jalur yang sama secara konsisten bukanlah tugas yang mudah. Tim pemasaran produk harus menjadi jembatan antara penjualan, pemasaran, metode, dan pengembangannya.

Dengan banyaknya pihak dalam satu tim yang mengerjakan satu proyek, mudah terjadi miskomunikasi dan disorganisasi yang akan menggagalkan kemajuan Strategi Pemasaran Produk Anda. Buatlah perencanaan dan roadmap produk agar semua pihak yang terlibat dalam tim bisa bekerja secara seirama dan bersinergi.

Roadmap produk menyediakan ringkasan dari seluruh rencana pemasaran produk dan memandu tim tentang apa yang harus dilakukan beserta hasilnya pada setiap langkah proses. Dengan roadmap, Anda dapat mempertahankan visibilitas di seluruh proyek dan memastikan semua pihak yang terlibat tahu apa yang sedang mereka kerjakan.

5. Promosi

Memiliki produk yang solid dan strategi yang matang bukanlah suatu akhir dari pekerjaan Anda. Anda tidak bisa mengharapkan pelanggan berbondong-bondong membeli produk Anda jika mereka tidak tahu apa-apa tentang produk Anda. Maka dari itu, Anda perlu menyampaikan berita melalui promosi strategis.

Rencana promosi Anda harus mengelaborasi dan menyampaikan pesan produk Anda kepada pelanggan pada waktu yang tepat. Jika Anda sudah melakukan riset dan membangun persona pembeli Anda, Anda seharusnya tidak memiliki masalah mengidentifikasi target pelanggan.

Pemilihan timing untuk mengeksekusi promosi produk juga sangatlah penting. Anda harus melakukan riset di pasar secara keseluruhan. Seperti di musim apa yang cocok untuk mulai mempromosikan produk bisnis Anda. Intinya, Anda perlu memastikan bahwa Anda memiliki kecocokan antara pasar dengan produk yang kuat.

6. Analisis

Anda tidak dapat secara langsung mengharapkan Strategi Pemasaran Produk Anda membuahkan hasil yang sempurna. Kemungkinan terburuk atau risiko kegagalan haruslah Anda pertimbangkan dan lacak. Dari situ, Anda hanya tinggal mengevaluasi kinerja pemasaran produk Anda. Proses analisis ini penting agar Strategi Pemasaran Produk bie benar-benar berjalan secara efektif.

Setelah Anda menerapkan rencana promosi dan produk Anda telah dipasarkan, Anda perlu me-review untuk mengetahui seberapa sukses strategi Anda. Lihatlah baik-baik titik kesalahan yang mungkin terjadi. Dan sesuaikan strategi Anda ke depannya dari hasil analisis yang telah dipelajari.

Dengan memahami keenam elemen tersebut, diharapkan Strategi Pemasaran Produk bisnis Anda bisa benar-benar berjalan secara efektif dan efisien. Dan tidak lupa untuk selalu mengevaluasi kinerja Strategi Pemasaran Produk Anda ketika sudah dieksekusi agar bisa selalu konsisten dengan tujuan pemasaran dan bisnis Anda.

Berbicara bisnis secara keseluruhan tentunya tidak cukup jika Anda hanya memikirkan unsur pemasaran seperti Strategi Pemasaran Produk di atas. Anda juga perlu memikirkan strategi keuangan Anda. Sekarang ini, banyak bisnis atau perusahaan yang menggunakan Software Akuntansi untuk menangani setiap pencatatan transaksi dan pembuatan Laporan Keuangan. Jurnal, sebagai salah satu Software Akuntansi berfitur lengkap yang bisa menjadi opsi terbaik bisnis Anda. Dengan Jurnal, Anda bisa melihat data-data terkait analisis kinerja bisnis Anda melalui Laporan Keuangan yang dihasilkan secara mudah dan instan. Fitur tersebut bernama Ringkasan Bisnis. Fitur-fitur lain dari Jurnal bisa Anda lihat secara lengkap di sini. Berikut GuideBook terkait bagaimana fitur Ringkasan Bisnis bekerja untuk kebutuhan analisa keuangan bisnis Anda.