Pengusaha dengan skala kecil atau besar seringkali mendapatkan masalah yang berkaitan dengan modal usaha. Bagaimana tidak? Modal usaha merupakan komponen yang sangat penting dalam mendirikan sebuah usaha. Mengumpulkan modal juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan modal usaha. Hal yang paling sering dilakukan yaitu menggunakan uang sendiri, pinjam ke bank, atau yang akhir-akhir ini banyak dilakukan adalah crowdfunding.

Crowdfunding merupakan cara untuk mendapatkan modal dengan mendapatkan sumbangan dana dari banyak pihak yang kemudian disebut dengan investor. Jika menggunakan cara ini, Anda harus berbagi keuntungan dengan investor yang memberikan modal untuk usaha Anda.

Meski harus berbagi keuntungan, cara tersebut dinilai paling efektif untuk mengembangkan bisnis. Pasalnya, Anda tidak harus memikirkan nasib bisnis sendirian, namun para investor juga ikut turun tangan dalam berjalannya bisnis. Jika Anda menggunakan metode Crowdfunding untuk mencari modal usaha, jangan sampai Anda salah langkah dalam mendapatkan investor. Simak 5 kesalahan yang harus dihindari pengusaha menurut Moneysmart yang harus Anda hindari untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan investor dan menjaga hubungan baik dengan mereka.

1. Menargetkan Investor yang Salah

5 Kesalahan Terkait Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha Investor merupakan pihak yang dibutuhkan oleh setiap pengusaha. Entah itu usaha konvensional, atau startup sekalipun. Keberadaan investor dalam suatu usaha bertujuan untuk menambah modal yang Anda miliki sebagai pengusaha. Hati-hati saat melakukan pendekatan dengan investor, jangan sampai Anda tertipu atau mendapatkan investor yang tak sesuai visi misi Anda.

Belum lagi saat Anda mempresentasikan ide bisnis pada investor. Kemungkinan ide bisnis Anda untuk dicuri oleh investor yang salah sangatlah besar saat Anda melakukan presentasi. Karena itu, Anda perlu berhati-hati. Carilah investor yang memiliki reputasi baik dan terpercaya. Jika ide bisnis Anda sudah dicuri, bisa-bisa ide yang sudah Anda kembangkan dan pikirkan matang-matang tersebut dijual dengan harga mahal ke pihak lainnya.

Janji-janji soal sumbangan dana dari investor pasti terdengar sangat menggiurkan bagi para pengusaha yang baru mengawali bisnis. Namun, ada baiknya jangan ungkapkan semua strategi dan rahasia bisnis Anda pada investor, apalagi yang masih merupakan calon investor.  

2. Kurang Kreatif Dalam Metode Pencarian Dana Modal Usaha

5 Kesalahan Terkait Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Zaman sekarang, beragam cara yang bisa dilakukan oleh pengusaha untuk mendapatkan dana usaha bagi bisnisnya. Semuanya tentu tergantung dari peluang bisnis dan berapa besar dana yang Anda butuhkan. Selain itu, tujuan dari pendanaan tersebut juga harus Anda pikirkan dengan matang untuk menarik minat para penyumbang atau investor.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu crowdfunding, sebuah metode pendanaan yang berdasarkan dari orang banyak atau yang nanti akan disebut dengan investor. Biasanya, dalam crowdfunding pengusaha akan memberikan saham atau keuntungan berupa persenan, tergantung dari seberapa besar dana yang disumbangkan kepada bisnis.

Jika Anda adalah salah satu penganut metode crowdfunding, cobalah gunakan metode lainnya juga, jangan hanya mengandalkan crowdfunding. Pasalnya, ketika cara tersebut sudah tidak bisa diterapkan lagi atau jika nanti sudah tidak ada lagi yang menyetorkan dana, Anda akan kebingungan bagaimana menjalankan usaha dengan dana yang terbatas.

Mulai sekarang, cobalah mencari cara lain, misalnya pinjaman dari bank. Intinya adalah Anda harus tetap menjaga bisnis agar tetap berjalan dengan lancar. Pinjam dana sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhitungkan dengan matang perbandingan antara modal bisnis dengan pendapatan yang kira-kira akan Anda terima ke depannya agar terhindar dari kebangkrutan.

3. Egois Dalam Mengambil Keputusan

5 Kesalahan Terkait Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Mendapat suntikan dana ketika menjalankan sebuah usaha atau bisnis memang hal yang membuat para pengusaha bahagia. Dengan dana tersebut, Anda bisa merencanakan langkah apa yang bisa dilakukan kedepannya demi kemajuan bisnis.

Namun, Anda jangan egois dalam mengelola uang-uang tersebut. Diskusikan dengan para investor yang telah memberikan modal untuk usaha Anda. Karena dengan menerima uang dari investor, berarti mereka juga berhak untuk menentukan nasib bisnis Anda.

Bagaimanapun juga, investor menanamkan modalnya ke bisnis Anda karena ingin mendapat keuntungan juga. Semua keputusan yang mengarah pada bisnis sudah sepatutnya dirundingkan bersama. Jika investor merasa tidak dilibatkan, mereka berhak untuk memutuskan hubungan kerja sama atau lebih parahnya, mereka bisa meminta kembali uang yang pernah disetorkan kepada usaha Anda.

Berbeda jika Anda memiliki modal usaha dari uang sendiri atau pinjaman bank, yang bisa menentukan keputusan bisnis sendiri. Saat Anda memutuskan untuk menggaet investor dalam bisnis, Anda harus memikirkan juga pertimbangan dari investor.

4. Janji yang Tidak Realistis

5 Kesalahan Terkait Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Untuk mendapatkan suntikan dana dari investor, Anda harus pintar-pintar meyakinkan mereka. Ciptakan visi-misi untuk usaha Anda kedepannya secara realistis, dan apa yang bisa Anda berikan kepada investor jika mereka memberikan modal usaha untuk bisnis Anda.

Perlu diingat, jangan sampai Anda hanya memberi janji-janji saja, tanpa memiliki niat untuk memenuhi janji tersebut. Buatlah perencanaan yang realistis dan masuk akal agar janji yang Anda berikan saat presentasi pada investor bisa terlaksana di kemudian hari.

5. Terlalu Fokus pada Branding, Bukan Kualitas Produk

5 Kesalahan Terkait Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Memiliki branding yang kuat memang baik untuk bisnis Anda. Namun, investor biasanya kurang tertarik untuk membahas soal branding. Bagi mereka, kualitas produk adalah nomor satu.

Logikanya, jika kualitas produk Anda bagus, permintaan dari pasar juga akan meningkat. Seiring dengan berkembangnya minat pasar terhadap produk yang ditawarkan oleh bisnis Anda, brand bisnis Anda akan terbentuk dengan sendirinya lewat permintaan pasar yang semakin meningkat.

Ada baiknya, sebelum Anda memberikan proposal ke investor, cobalah untuk membuat perencanaan dan budget biaya produksi secara jelas dan terperinci. Hal ini demi menghindari adanya permintaan modal tambahan terhadap investor.

 

Setelah mengetahui lima kesalahan di atas, jika Anda adalah pengusaha atau baru memulai usaha, Anda perlu lebih berhati-hati lagi dalam bertindak. Karena tindakan Anda nantinya dapat berdampak langsung pada kelangsungan bisnis.

Apapun jenis usahamu, jaga hubungan baik dengan investor. Tujuannya, agar memperlancar hubungan Anda dan investor, juga untuk mempermudah jika suatu saat Anda butuh suntikan modal usaha. Jika hubungan yang terjalin baik dan saling menguntungkan, tidak akan menutup kemungkinan bisnis Anda mendapat tambahan modal dari investor.

Setelah mendapat suntikan dana, Anda harus memperhatikan keuangan bisnis Anda untuk mencegah adanya kebangkrutan karena keuangan tidak stabil. Untuk menjaga arus keuangan bisnis Anda lancar, gunakan software akuntansi yang dapat menangani keuangan bisnis Anda dengan mudah. Salah satu software akuntansi yang bisa Anda gunakan adalah Jurnal.

Jurnal memiliki berbagai macam fitur yang bisa menguntungkan Anda, mulai dari pembuatan laporan keuangan, pembukuan, pembuatan faktur, cash link, hingga manajemen aset. Selain itu, Jurnal merupakan software berbasis cloud, sehingga Anda bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja. Cari tahu lebih lanjut mengenai Jurnal di sini.