Mekari Jurnal
Daftar Isi
8 min read

5 Kesalahan Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Tayang 09 Jun 2023
Diperbarui 11 Oktober 2023

Crowdfunding merupakan cara untuk mendapatkan modal dengan mendapatkan sumbangan dana dari banyak pihak yang kemudian disebut dengan investor.

Ini akan berkaitan dengan pengusaha dengan skala kecil atau besar seringkali mendapatkan masalah yang berkaitan dengan modal usaha.

Bagaimana tidak? Modal usaha merupakan komponen yang sangat penting dalam mendirikan sebuah usaha.

Mengumpulkan modal juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan modal usaha.

Hal yang paling sering dilakukan yaitu menggunakan uang sendiri, pinjam ke bank, atau yang akhir-akhir ini banyak dilakukan adalah crowdfunding.

Apa Itu Crowdfunding?

Crowdfunding adalah metode pengumpulan dana yang melibatkan partisipasi dari sejumlah besar individu atau investor kecil melalui platform online.

Ini memungkinkan individu atau kelompok yang ingin memulai proyek, bisnis, atau inisiatif untuk mendapatkan dana dari masyarakat luas.

Ada beberapa jenis crowdfunding yang umum, antara lain:

  1. Crowdfunding Reward: Para pendukung proyek atau bisnis akan menerima imbalan tertentu dalam bentuk produk, layanan, atau hadiah lainnya sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.
  2. Crowdfunding Equity: Para investor memberikan dana kepada perusahaan atau startup dalam bentuk investasi ekuitas. Dalam hal ini, investor akan memperoleh kepemilikan saham dalam perusahaan dan berpotensi mendapatkan keuntungan jika perusahaan tumbuh dan berhasil.
  3. Crowdfunding Debt: Pendanaan dilakukan melalui pemberian pinjaman kepada perusahaan atau individu. Pendukung akan menerima pengembalian dana yang dipinjam beserta bunga pada jangka waktu tertentu.
  4. Crowdfunding Donasi: Pendanaan dilakukan melalui sumbangan sukarela tanpa harapan pengembalian dana atau imbalan. Jenis crowdfunding ini umumnya digunakan untuk tujuan sosial, amal, atau proyek kreatif.

Crowdfunding telah menjadi cara yang populer untuk memulai atau mengembangkan proyek, bisnis, atau inisiatif.

Ini memberikan akses lebih luas kepada para pengusaha atau inovator yang mungkin sulit mendapatkan pendanaan melalui jalur tradisional seperti bank atau investor institusional.

Namun, penting untuk memahami risiko dan tanggung jawab yang terkait dengan crowdfunding, baik sebagai penggalang dana maupun investor, dan memastikan bahwa platform yang digunakan adalah terpercaya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Crowdfunding?

Kelebihan Crowdfunding:

  1. Akses ke Pendanaan: Crowdfunding memberikan akses yang lebih luas kepada para pengusaha, inovator, atau individu yang membutuhkan dana untuk memulai proyek, bisnis, atau inisiatif. Ini memungkinkan mereka untuk mengumpulkan dana dari banyak individu atau investor kecil yang mungkin sulit ditemui melalui jalur pendanaan tradisional.
  2. Potensi Validasi Konsep: Melalui crowdfunding, para penggalang dana dapat menguji minat dan validitas konsep mereka. Jika proyek atau produk tidak berhasil menarik minat pendukung atau investor, ini dapat menjadi pertanda bahwa ada kekurangan dalam konsep atau strategi bisnis yang perlu diperbaiki.
  3. Pemasaran dan Promosi: Crowdfunding dapat berfungsi sebagai alat pemasaran dan promosi yang efektif untuk memperkenalkan proyek atau produk kepada khalayak yang lebih luas. Platform crowdfunding sering kali memiliki fitur berbagi sosial yang memungkinkan penggalang dana dan pendukung mempromosikan proyek melalui media sosial dan jaringan mereka sendiri.
  4. Keterlibatan Komunitas: Crowdfunding memungkinkan para penggalang dana untuk terlibat dengan komunitas yang tertarik dengan proyek atau tujuan yang mereka ajukan. Ini dapat menciptakan hubungan yang lebih dekat antara penggalang dana dan pendukung, dan memungkinkan para pendukung untuk merasa memiliki bagian dalam keberhasilan proyek.

Kekurangan Crowdfunding:

  1. Tidak Ada Jaminan Kesuksesan: Meskipun crowdfunding dapat menjadi sumber pendanaan yang potensial, tidak ada jaminan bahwa proyek atau bisnis yang didanai akan berhasil. Pendanaan hanya merupakan salah satu langkah dalam perjalanan bisnis, dan kesuksesan jangka panjang bergantung pada berbagai faktor seperti manajemen yang baik, eksekusi yang efektif, dan faktor pasar.
  2. Persaingan yang Ketat: Dalam lingkungan crowdfunding yang kompetitif, para penggalang dana harus bersaing dengan banyak proyek lain yang berusaha untuk mendapatkan dana. Hal ini menuntut upaya ekstra untuk membedakan diri dan menarik perhatian pendukung potensial.
  3. Tanggung Jawab dan Keterbatasan Hukum: Penggalang dana dan investor harus memahami tanggung jawab dan keterbatasan hukum terkait dengan crowdfunding. Setiap negara atau wilayah memiliki peraturan yang berbeda mengenai perlindungan investor, pemisahan dana, dan kewajiban penggalang dana. Penting untuk memahami dan mematuhi peraturan yang berlaku.
  4. Keamanan dan Risiko Penipuan: Ada risiko terkait dengan keamanan dan penipuan dalam crowdfunding. Meskipun platform crowdfunding melakukan upaya untuk memverifikasi proyek dan penggalang dana, tidak dapat dijamin bahwa setiap proyek yang terdaftar adalah legitim. Investor perlu berhati-hati dan melakukan penelitian sebelum berinvestasi.

Penting untuk mempertimbangkan baik kelebihan maupun kekurangan crowdfunding sebelum memutuskan untuk menggunakan metode pendanaan ini.

Memahami risiko dan menyiapkan strategi yang tepat adalah langkah penting untuk memaksimalkan potensi keberhasilan crowdfunding.

5 Kesalahan Crowdfunding yang Harus Dihindari Pengusaha

Simak juga 5 kesalahan yang harus dihindari pengusaha menurut Moneysmart yang harus Anda hindari untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan investor dan menjaga hubungan baik dengan mereka.

1. Menargetkan Investor yang Salah

menargetkan investor yang salah dalam crowdfunding

Investor merupakan pihak yang dibutuhkan oleh setiap pengusaha. Entah itu usaha konvensional, atau startup sekalipun.

Keberadaan investor bertujuan untuk menambah modal usaha yang Anda miliki sebagai pengusaha.

Hati-hati saat melakukan pendekatan dengan investor, jangan sampai Anda tertipu atau mendapatkan investor yang tak sesuai visi misi Anda.

Belum lagi saat Anda mempresentasikan ide bisnis pada investor. Kemungkinan ide bisnis Anda untuk dicuri oleh investor yang salah sangatlah besar saat Anda melakukan presentasi.

Karena itu, Anda perlu berhati-hati. Carilah investor yang memiliki reputasi baik dan terpercaya.

Jika ide bisnis Anda sudah dicuri, bisa-bisa ide yang sudah Anda kembangkan dan pikirkan matang-matang tersebut dijual dengan harga mahal ke pihak lainnya.

Janji-janji soal sumbangan dana dari investor pasti terdengar sangat menggiurkan bagi para pengusaha yang baru mengawali bisnis.

Namun, ada baiknya jangan ungkapkan semua strategi dan rahasia bisnis Anda pada investor, apalagi yang masih merupakan calon investor.

2. Kurang Kreatif dalam Metode Pencarian Dana Modal Usaha

kurang kreatif dalam metode pencarian dana

Zaman sekarang, beragam cara yang bisa dilakukan oleh pengusaha untuk mendapatkan dana usaha bagi bisnisnya.

Semuanya tentu tergantung dari peluang bisnis dan berapa besar dana yang Anda butuhkan.

Selain itu, tujuan dari pendanaan tersebut juga harus Anda pikirkan dengan matang untuk menarik minat para penyumbang atau investor.

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan yaitu crowdfunding, sebuah metode pendanaan yang berdasarkan dari orang banyak atau yang nanti akan disebut dengan investor.

Biasanya, dalam crowdfunding pengusaha akan memberikan saham atau keuntungan berupa persenan, tergantung dari seberapa besar dana yang disumbangkan kepada bisnis.

Jika Anda adalah salah satu penganut metode crowdfunding, cobalah gunakan metode lainnya juga, jangan hanya mengandalkan crowdfunding.

Pasalnya, ketika cara tersebut sudah tidak bisa diterapkan lagi atau jika nanti sudah tidak ada lagi yang menyetorkan dana, Anda akan kebingungan bagaimana menjalankan usaha dengan dana yang terbatas.

Mulai sekarang, cobalah mencari cara lain, misalnya pinjaman dari bank. Intinya adalah Anda harus tetap menjaga bisnis agar tetap berjalan dengan lancar.

Pinjam dana sesuai dengan kebutuhan Anda. Perhitungkan dengan matang perbandingan antara modal bisnis dengan pendapatan yang kira-kira akan Anda terima ke depannya agar terhindar dari kebangkrutan.

Baca Juga: 6 Tahapan Pendanaan dalam Dunia Startup: Pre-Seed Ke IPO

3. Egois dalam Mengambil Keputusan

egois dalam mengambil keputusan merupakan tips crowdfunding yang perlu Anda hindari

Mendapat suntikan dana ketika menjalankan sebuah usaha atau bisnis memang hal yang membuat para pengusaha bahagia.

Dengan dana tersebut, Anda bisa merencanakan langkah apa yang bisa dilakukan kedepannya demi kemajuan bisnis.

Namun, Anda jangan egois dalam mengelola uang-uang tersebut. Diskusikan dengan para investor yang telah memberikan modal crowdfunding.

Karena dengan menerima uang dari investor, berarti mereka juga berhak untuk menentukan nasib bisnis Anda.

Bagaimanapun juga, investor menanamkan modalnya ke bisnis Anda karena ingin mendapat keuntungan juga.

Semua keputusan yang mengarah pada bisnis sudah sepatutnya dirundingkan bersama.

Jika investor merasa tidak dilibatkan, mereka berhak untuk memutuskan hubungan kerja sama atau lebih parahnya, mereka bisa meminta kembali uang yang pernah disetorkan melalui crowdfunding.

Berbeda jika Anda memiliki modal usaha dari uang sendiri atau pinjaman bank, yang bisa menentukan keputusan bisnis sendiri.

Saat Anda memutuskan untuk menggaet investor dalam bisnis, Anda harus memikirkan juga pertimbangan dari investor.

4. Janji yang Tidak Realistis

Memberi janji yang tiadak dapat terealisasi

Untuk mendapatkan suntikan dana dari investor, Anda harus pintar-pintar meyakinkan mereka ketika melakukan crowdfunding.

Ciptakan visi-misi untuk usaha Anda kedepannya secara realistis, dan apa yang bisa Anda berikan kepada investor jika mereka memberikan modal usaha untuk bisnis Anda.

Perlu diingat, jangan sampai Anda hanya memberi janji-janji saja, tanpa memiliki niat untuk memenuhi janji tersebut.

Buatlah perencanaan yang realistis dan masuk akal agar janji yang Anda berikan saat presentasi pada investor bisa terlaksana di kemudian hari.

5. Terlalu Fokus pada Branding Bukan Kualitas Produk

melakukan crowdfunding harus berfokus dalam kualitas produk dan bukan brand

Memiliki branding yang kuat memang baik untuk bisnis Anda.

Namun, investor biasanya kurang tertarik untuk membahas soal branding.

Bagi mereka, kualitas produk adalah nomor satu.

Logikanya, jika kualitas produk Anda bagus, permintaan dari pasar juga akan meningkat.

Seiring dengan berkembangnya minat pasar terhadap produk yang ditawarkan oleh bisnis Anda, brand bisnis Anda akan terbentuk dengan sendirinya lewat permintaan pasar yang semakin meningkat.

Ada baiknya, sebelum Anda memberikan proposal ke investor, cobalah untuk membuat perencanaan dan budget biaya produksi secara jelas dan terperinci.

Hal ini demi menghindari adanya permintaan modal tambahan terhadap investor.

Kesimpulan

Setelah mengetahui lima kesalahan yang perlu Anda hindari ketika melakukan crowdfunding, jika Anda adalah pengusaha atau baru memulai usaha, Anda perlu lebih berhati-hati lagi dalam bertindak.

Karena tindakan Anda nantinya dapat berdampak langsung pada kelangsungan bisnis. Apapun jenis usahamu, jaga hubungan baik dengan investor.

Tujuannya, agar memperlancar hubungan Anda dan investor, juga untuk mempermudah jika suatu saat Anda butuh suntikan modal usaha.

Jika hubungan yang terjalin baik dan saling menguntungkan, tidak akan menutup kemungkinan bisnis Anda mendapat tambahan modal dari investor.

Setelah mendapat suntikan dana, Anda harus memperhatikan keuangan bisnis Anda untuk mencegah adanya kebangkrutan karena keuangan tidak stabil.

Untuk menjaga arus keuangan bisnis Anda lancar, gunakan software akuntansi yang dapat menangani keuangan bisnis Anda dengan mudah.

Salah satu software akuntansi yang bisa Anda gunakan adalah Mekari Jurnal.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi memiliki berbagai macam fitur yang bisa menguntungkan Anda, mulai dari pembuatan laporan keuangan, pembukuan, pembuatan faktur, cash link, hingga manajemen ketersediaan barang.

Selain itu, Mekari Jurnal merupakan software online berbasis cloud, sehingga Anda bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja. Cari tahu lebih lanjut mengenai Mekari Jurnal di sini.

Kategori : Business Management
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Pembukuan Online, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini

 

Klaim Promo

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal