Banyaknya kebutuhan akan sebuah kendaraan, khususnya mobil, menjadikan bisnis rental mobil semakin berkembang. Namun, peluang bisnis ini dikembangkan oleh Leo Tanady dalam bentuk car sharing atau lebih dikenal sebagai sewa mobil online. HipCar merupakan aplikasi rental mobil online yang dikembangkan Leo dan timnya sejak Tahun 2015.

 

Awal Mula Berdirinya HipCar

HipCar pernah mengikuti program Startup Accelerator pada Tahun 2016. Namun aplikasinya baru siap diluncurkan pada 16 Mei 2017, saat Leo memastikan bahwa HipCar siap digunakan dan minim dari eror. Sebagai Founder HipCar, Leo telah melakukan pengembangan aplikasinya selama 6-8 bulan, dan melakukan beta testing untuk memastikan keamanan mobilnya.

 

Ide Bisnis HipCar

Bisnis ini berawal dari pengalaman Leo saat belajar di Amerika. Di mana, di sana sudah banyak layanan car sharing yang populer. Melihat berbagai masalah yang dihadapi orang Indonesia saat ingin menyewa mobil, seperti memerlukan dokumen yang menjadi jaminan, harga sewa yang mahal, maupun waktu sewa yang terbatas membuat Leo ingin menerapkan teknologi car sharing di Indonesia.

 

HipCar Menjadi Solusi

Karena berbagai masalah yang dihadapi orang Indonesia saat ingin menyewa mobil, Leo dan HipCarnya datang untuk memberikan solusi. Di mana, dengan HipCar, menyewa mobil menjadi lebih mudah dan nyaman, hanya membutuhkan handphone, KTP, dan SIM, orang Indonesia bisa menyewa mobil di HipCar kapan dan di mana saja. HipCar dengan teknologinya yang canggih juga memberikan kemudahan bagi pelanggannya, di mana mereka bisa menyewa mobil dalam hitungan jam maupun harian. HipCar juga menyediakan biaya transportasi online yang bisa di-reimburse bagi pelanggannya yang ingin mengambil mobil di stasiun terdekat.

 

Cara Memperkenalkan HipCar

Menurut Michael Saputra, COO HipCar, memperkenalkan HipCar bukanlah hal yang mudah namun juga bukan hal yang terlalu rumit. Di mana, HipCar telah memiliki target market yang jelas, yaitu mahasiswa. Mahasiswa dinilai Michael sebagai potential market bagi HipCar sendiri, terlihat dari cara HipCar pertama kali memperkenalkan aplikasinya melalui kampus-kampus dengan menyebarkan brosur. Tidak membutuhkan waktu lama untuk HipCar mendapatkan pelanggan pertamanya, yang juga seorang mahasiswa.

 

Strategi Promosi HipCar

Dalam segi promosi, HipCar hanya berfokus ke product experience. Di mana, target market atau pelanggan dapat menggunakan aplikasi ini lebih nyaman, ditambah lagi aplikasi ini memiliki cara penggunaanya yang mudah dan tampilan yang user-friendly. Jika pelanggan puas dan nyaman dengan aplikasi ini, mereka akan secara tidak langsung menjadi media promosi yang tidak berbayar namun memiliki efek yang sangat besar. Strategi word of mouth adalah strategi tepat yang digunakan HipCar untuk memperkenalkan aplikasinya ke khalayak lebih luas.

 

Tantangan yang Dihadapi HipCar

Awal berdirinya HipCar, Leo dan tim hanya memiliki 3 mobil yang bisa disewakan. Saat itu, tantangan terbesar bagi HipCar adalah mencari mobil yang bisa disewakan. Di mana, HipCar telah bekerja sama dengan pemilik mobil secara pribadi maupun rental mobil yang ada. Kini, HipCar telah memiliki 80 lebih mobil yang bisa disewakan. Meski sudah memiliki banyak armada yang bisa disewakan, HipCar terus tertantang untuk menambah jumlah armadanya, karena hingga saat ini tantangan terbesar mereka adalah saat melakukan managing and balancing, yaitu mengelola jumlah mobil yang ada dengan jumlah pesanan yang masuk.

 

Hadapi Tantangan Bisnis dengan Jurnal

Michael sebagai COO HipCar menyadari bahwa pembukuan dan laporan keuangan adalah hal penting yang dapat membantu HipCar untuk terus berkembang di dunia bisnis. Karena itulah, HipCar memilih Jurnal sebagai partner bisnis yang dapat membantu dalam masalah pembukuan. Di mana, Jurnal membantu Michael dan Leo dalam mengakses laporan keuangan kapan dan di mana saja. Laporan keuangan yang tersaji di Jurnal juga dapat menjadi bahan analisis bagi perkembangan bisnis, mulai dari me-review keuangan bisnis, membuat analisis, hingga membuat inovasi bisnis. Dengan Jurnal, Michael juga dapat mempertanggungjawabkan bisnisnya kepada para investor yang telah memercayai HipCar.

Yang terpenting, dengan Jurnal, pihak HipCar tidak perlu lagi mencatat seluruh pesanannya satu per satu, karena HipCar telah menggunakan teknologi API dari Jurnal yang dapat membantu mereka dalam mencatat seluruh pesanan secara otomatis. Hal ini tentu menjadikan kegiatan bisnis menjadi lebih efisien.