Pada kenyataannya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang dagang ataupun industri yang melakukan pembayaran secara kredit. Memang banyak alasan yang mendasarinya, terutama masalah keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Sehingga banyak yang menerapkan pembayaran kredit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian. Padahal, banyak pengusaha yang lebih menginginkan penjualan secara tunai, sehingga nantinya tidak akan dipusingkan dengan piutang yang tidak lancar.

 

Tidak bisa dihindari memang penjualan secara kredit ini akan mendongkrak omzet penjualan bisnis, sehingga bisa meningkatkan keuntungan dalam bisnis. Disisi lain, sistem pembayaran kredit ini dapat menghambat tersendatnya penerimaan kas. Tidak menutup kemungkinan, kredit yang dilakukan konsumen apabila tidak tertagih dan macet akan mengakibatkan kerugian dalam bisnis. Sebelum kita membahas langkah-langkah yang harus dilalui untuk memperkecil risiko piutang, kita pelajari dulu apa itu ciri-ciri piutang.

 

Ciri-Ciri Piutang

Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa termasuk kedalam piutang, berikut ciri-cirinya:

a. Adanya nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo adalah beban yang harus di bayarkan karena keterlambatan dalam pembayaran, sehingga nilainya jika semakin lama tidak terbayarkan akan semakin bertambah besar.

b. Adanya tanggal jatuh tempo

Umumnya piutang menggunakan dua jenis pengukuran yaitu hari dan bulan. Dengan adanya tanggal jatuh tempo ini harapannya pelanggan bisa membayar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jika terlambat biasanya akan terkena denda.

c. Adanya bunga yang berlaku

Piutang bisa terjadi karena pembeli memilih transaksi secara kredit sehingga menimbulkan bunga. Bunga di sini adalah salah satu bentuk konsekuensi dari pembeli yang meminta waktu untuk melunasi pembayaran tertentu. Untuk kebijakan besarnya bunga yang diberikan akan mengikuti dari penjual.

 

Jenis-Jenis Piutang

Setelah mengetahui ciri-cirinya, kini saatnya Anda mengetahui jenis-jenis piutang apa saja, berikut pembahasannya:

a. Piutang Usaha, adalah piutang yang terjadi karena pembelian barang ataupun jasa secara kredit dengan waktu jatuh tempo sekitar 30-60 hari.

b. Wesel Tagih, adalah dokumen piutang yang dikeluarkan oleh perusahaan lain dengan tujuan karena belum bisa membayar saat penyerahan barang, umumnya memiliki waktu jatuh tempo 30-60 hari atau sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

c. Piutang Lain-Lain, adalah piutang yang selain mencakup piutang dagang seperti piutang gaji, piutang bunga, uang muka karyawan, dan lain sebagainya.

 

Setelah mengetahui yang termasuk ke dalam piutang dan jenis-jenisnya, langkah selanjutnya adalah melakukan antisipasi agar risiko piutang bisa ditekan sekecil mungkin. Nah berikut langkah-langkah memperkecil risiko piutang.

 

Langkah Memperkecil Risiko Piutang

Untuk memperkecil risiko piutang dalam bisnis, maka Anda bisa mengikuti beberapa langkah-langkah di bawah ini:

a. Melakukan penentuan besarnya risiko yang akan ditanggung perusahaan, yang diambil dari pengalaman tahun sebelumnya, Contohnya jika risiko yang ditetapkan adalah 15% dari piutang, dan perusahaan ingin melakukan scale up penjualan dengan harga Rp200.000 dan mengakibatkan tambahan biaya sebesar Rp100.000, maka perhitungan tambahan keuntungannya adalah (200.000 – 100.000 – (15% x 200.000)) = Rp70.000,00.

b. Mengukur kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti utang jangka pendek yang harus segera dibayar atau bisa disebut likuiditas.

c. Mengukur kemampuan debitur untuk bisa menghasilkan keuntungan selama periode tertentu atau bisa disebut rentabilitas.

d. Membuat klasifikasi kredit pada setiap pelanggan untuk menganalisa secara lengkap agar diketahui sejarah kredit setiap pelanggan apakah ada permasalahan atau lancar.

e. Melakukan seleksi kepada pelanggan dengan bantuan histori kredit yang telah lewat sebagai dasar penentuan jumlah maksimum yang diterima debitur, apakah ada penambahan, pengurangan ataukah tetap.

 

Demikianlah pembahasan mengenai langkah tercepat untuk memperkecil risiko piutang dalam bisnis. Perlu diketahui pulam piutang adalah salah satu hal yang penting dikelola dengan baik. Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam pengelolaan piutang dengan mudah. Dengan Jurnal, Anda dapat menyimpan dan mengelola piutang yang Anda miliki dengan lebih baik. Anda juga dapat mengirimkan invoice reminder bagi pelanggan Anda yang belum melunasi utangnya. Melalui Jurnal, Anda juga bisa mengatur batas minimum piutang yang Anda berikan kepada pelanggan.

Selain itu, Jurnal juga dilengkapi berbagai fitur lainnya, seperti membuat laporan keuangan, laporan utang-piutang, mengelola stok barang dan aset perusahaan, dan masih banyak lagi. Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari. Untuk info lebih lanjut silakan klik di sini.