Langkah Cepat Memperkecil Risiko Piutang dalam Bisnis

Kenali apa saja risiko piutang dalam bisnis dan bagaimana cara serta langkah menghindari ataupun memperkecil hal tersebut. Anda juga dapat mengetahui cara serta contoh dalam membuat anggaran piutang.

Pada kenyataannya, banyak perusahaan yang bergerak di bidang dagang ataupun industri yang melakukan pembayaran secara kredit.

Memang banyak alasan yang mendasarinya, terutama masalah keterbatasan sumber daya yang dimiliki.

Sehingga banyak yang menerapkan pembayaran kredit dengan jangka waktu tertentu sesuai dengan perjanjian.

Padahal, banyak pengusaha yang lebih menginginkan penjualan secara tunai, sehingga nantinya tidak akan dipusingkan dengan piutang yang tidak lancar.

Tidak bisa dihindari memang penjualan secara kredit ini akan mendongkrak omzet penjualan bisnis, sehingga bisa meningkatkan keuntungan dalam bisnis.

Disisi lain, sistem pembayaran kredit ini dapat menghambat tersendatnya penerimaan kas.

Tidak menutup kemungkinan, kredit yang dilakukan konsumen apabila tidak tertagih dan macet akan mengakibatkan kerugian dalam bisnis.

Sebelum kita membahas langkah-langkah yang harus dilalui untuk memperkecil risiko piutang, kita pelajari dulu apa itu ciri-ciri piutang.

Coba aplikasi bisnis perusahaan dari Jurnal, gratis!

Ciri-Ciri Piutang

Ada beberapa ciri-ciri yang menandakan bahwa termasuk kedalam piutang, berikut ciri-cirinya:

a. Adanya nilai jatuh tempo

Nilai jatuh tempo adalah beban yang harus di bayarkan karena keterlambatan dalam pembayaran, sehingga nilainya jika semakin lama tidak terbayarkan akan semakin bertambah besar.

b. Adanya tanggal jatuh tempo

Umumnya piutang menggunakan dua jenis pengukuran yaitu hari dan bulan. Dengan adanya tanggal jatuh tempo ini harapannya pelanggan bisa membayar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, jika terlambat biasanya akan terkena denda.

c. Adanya bunga yang berlaku

Piutang bisa terjadi karena pembeli memilih transaksi secara kredit sehingga menimbulkan bunga.

Bunga di sini adalah salah satu bentuk konsekuensi dari pembeli yang meminta waktu untuk melunasi pembayaran tertentu.

Untuk kebijakan besarnya bunga yang diberikan akan mengikuti dari penjual.

Jenis-Jenis Piutang

Setelah mengetahui ciri-cirinya, kini saatnya Anda mengetahui jenis-jenis piutang apa saja, berikut pembahasannya:

  1. Piutang Usaha, adalah piutang yang terjadi karena pembelian barang ataupun jasa secara kredit dengan waktu jatuh tempo sekitar 30-60 hari.
  2. Piutang Wesel, adalah dokumen piutang yang dikeluarkan oleh perusahaan lain dengan tujuan karena belum bisa membayar saat penyerahan barang, umumnya memiliki waktu jatuh tempo 30-60 hari atau sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.
  3. Piutang Lain-Lain, adalah piutang yang selain mencakup piutang dagang seperti piutang gaji, piutang bunga, uang muka karyawan, dan lain sebagainya.

Setelah mengetahui yang termasuk ke dalam piutang dan jenis-jenisnya, langkah selanjutnya adalah melakukan antisipasi agar risiko piutang bisa ditekan sekecil mungkin.

Nah berikut langkah-langkah memperkecil risiko piutang.

Langkah Memperkecil Risiko Piutang

Untuk memperkecil risiko piutang dalam bisnis, maka Anda bisa mengikuti beberapa langkah-langkah di bawah ini:

  1. Melakukan penentuan besarnya risiko yang akan ditanggung perusahaan, yang diambil dari pengalaman tahun sebelumnya, Contohnya jika risiko yang ditetapkan adalah 15% dari piutang, dan perusahaan ingin melakukan scale up penjualan dengan harga Rp200.000 dan mengakibatkan tambahan biaya sebesar Rp100.000, maka perhitungan tambahan keuntungannya adalah (200.000 – 100.000 – (15% x 200.000)) = Rp70.000,00.
  2. Mengukur kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya seperti utang jangka pendek yang harus segera dibayar atau bisa disebut likuiditas.
  3. Mengukur kemampuan debitur untuk bisa menghasilkan keuntungan selama periode tertentu atau bisa disebut rentabilitas.
  4. Membuat klasifikasi kredit pada setiap pelanggan untuk menganalisa secara lengkap agar diketahui sejarah kredit setiap pelanggan apakah ada permasalahan atau lancar.
  5. Melakukan seleksi kepada pelanggan dengan bantuan histori kredit yang telah lewat sebagai dasar penentuan jumlah maksimum yang diterima debitur, apakah ada penambahan, pengurangan ataukah tetap.

Baca juga manfaat invoice online Indonesia dari Jurnal mengelola invoice dan faktur bisnis Anda.

Cara Membuat Anggaran Piutang Secara Sederhana yang Dapat Anda Tiru

Anggaran piutang adalah anggaran yang dibuat untuk merencanakan jumlah piutang perusahaan secara rinci dan perubahan-perubahan dari waktu ke waktu selama periode akuntansi yang akan datang.

Piutang sendiri merupakan salah satu aset lancar yang timbul akibat adanya penjualan kredit.

Biasanya perusahaan yang menerapkan sistem penjualan kredit ingin meningkatkan penjualannya sehingga nantinya keuntungan atau laba pun akan meningkat.

Namun, piutang juga memiliki dampak lain bagi perusahaan yakni timbul biaya modal, biaya administrasi utang, dan akan lebih parah sampai adanya piutang tak tertagih (bad debt).

Agar terjadi hal yang tidak diinginkan, sebaiknya perusahaan mengelola piutangnya dengan baik. Salah satu caranya adalah membuat anggaran piutang.

Anggaran piutang merupakan hal yang penting sebagai dasar penyusunan anggaran kas.

Di mana yang kita ketahui bahwa kas menentukan operasional perusahaan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk dapat membuat anggaran piutang. Tapi bagaimana cara membuat anggaran piutang?

Sebelum membuat anggaran piutang, ada baiknya jika Anda mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penyusunan anggaran piutang.

Adapun faktor tersebut antara lain anggaran penjualan, posisi perusahaan pada persaingan pasar, syarat pembayaran, kebijakan perusahaan dalam mengelola dan menagih piutang, keadaan pasar, dan rencana perusahaan dalam hal penjualan kredit yang akan dilakukan.

Yuk cek keuntungan dari aplikasi kas masuk dan keluar bagi kelancaran usaha.

Cara Membuat Anggaran Piutang

Agar lebih mudah untuk memahami cara membuat anggaran piutang, maka berikut ini akan dijelaskan dengan menggunakan suatu kasus.

Rencana penjualan perusahaan selama tahun 2019 adalah sebagai berikut:

Triwulan Penjualan (dalam Rupiah)
Triwulan 1

Triwulan 2

Triwulan 3

Triwulan 4

75.000.000

85.000.000

100.000.000

140.000.000

Berdasarkan data rencana penjualan yang ada, penjualan kredit untuk jangka waktu selama satu bulan sebesar 30%. Penjualan secara tunai akan diberikan diskon atau potongan harga 5%.

Pola penerimaan piutang berdasarkan periode sebelumnya adalah:

  1. Diterima sesuai dengan perjanjian sebesar 80%
  2. Diterima pada triwulan berikutnya sebesar 20%
  3. Perkiraan bad debt atau piutang tidak tertagih sebesar 1%

Informasi data pendukung lainnya:

Penjualan pada periode sebelumnya, yaitu pada triwulan 3 tahun 2018 = 90.000.000 dan triwulan 4 tahun 2018= 100.000.000

Kemudian dari informasi diatas, Anda diminta untuk menyusun anggaran piutang dan kas tahun 2019. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Menghitung penerimaan dan penjualan tunai

Triwulan Penjualan tunai (70%) Diskon 5% Penerimaan bersih
1

2

3

4

52.500.000

59.500.000

70.000.000

98.000.000

2.625.000

2.975.000

3.500.000

4.900.000

49.875.000

56.525.000

66.500.000

93.100.000

2. Menghitung anggaran piutang tahun 2019

Triwulan

(2018)

Penjualan kredit (30%) Bad debt (1%) Piutang bersih Triwulan 1 Triwulan 2 Triwulan 3 Triwulan 4
4

Th *2018)

30.000.000 300.000 29.700.000 5.490.000
1 22.500.000 225.000 22.275.000 17.820.000 4.455.000
2 25.500.000 255.000 25.245.000 20.196.000 5.049.000
3 30.000.000 300.000 29.700.000 23.760.000 5.940.000
4 42.000.000 420.000 41.580.000 33.264.000
TOTAL 150.000.000 1.500.000 148.500.000 23.310.000 24.651.000 28.809.000 39.204.000

Itulah anggaran piutang tahun 2019. Untuk memudahkan Anda menghitung dan mengelola semua piutang yang terjadi dalam bisnis, Anda dapat menggunakan bantuan software akuntansi seperti Jurnal.

Jurnal memiliki berbagai fitur yang memudahkan Anda dalam mengelola keuangan bisnis, mulai dari membuat laporan keuangan, mengelola penjualan dan pembelian, mengelola hutang piutang, aplikasi persediaan barang, mengelola stok barang, dan masih banyak lagi.

Coba Fitur Laporan Keuangan dan Bisnis untuk keputusan bisnis lebih tepat dan cepat

4 Kebijakan dalam Pengelolaan Piutang Perusahaan

Bicara tentang piutang, menurut Sudarsono, adalah semua tagihan kepada seseorang, badan usaha, atau pihak lainnya dalam satuan uang yang timbul dari transaksi masa lalu.

Piutang terjadi jika Anda melakukan penjualan secara kredit kepada konsumen atau pelanggan.

Piutang juga merupakan perkiraan penting dan bahkan piutang juga bisa menjadi bagian terbesar dari aktiva lancar perusahaan.

Oleh karena itu, diperlukan manajemen pengelolaan piutang yang efektif.

Di mana jumlah dana yang diinvestasikan dalam piutang sesuai dengan kemampuan perusahaan dan tidak mengganggu arus kas (cash flow).

Untuk lebih memahami pembahasan tentang piutang, berikut ini adalah beberapa penjelasan kebijakan yang dapat membantu Anda mengelola piutang perusahaan.

Buat Standar Kredit

Standar kredit adalah kualitas minimal kelayakan kredit seorang pemohon kredit yang ditentukan oleh perusahaan.

Penetapan standar kredit memerlukan pengukuran kualitas yaitu probabilitas terjadinya penunggakan oleh pelanggan.

Untuk melakukan pengukuran kualitas pelanggan, Anda dapat menggunakan metode Five C of Credit (5C) yaitu, characters untuk menilai kejujuran pelanggan dalam memenuhi kewajibannya, dan capacity untuk pendapat subjektif mengenai kemampuan pelanggan.

Lalu, untuk menilai kekuatan finansial secara umum, collateral untuk jaminan sebagai penilaian kekuatan finansial, dan conditions atau pengaruh perubahan kemampuan pelanggan.

Baca juga: Manajemen Piutang: Ketahui Pengelolaan yang Tepat Bagi Bisnis

Tentukan Syarat Kredit

Suatu syarat kredit biasanya akan menetapkan sebuah periode kredit diberikan dan potongan tunai untuk pelanggan yang melakukan pembayaran lebih awal.

Faktor yang memengaruhi syarat kredit adalah sifat ekonomi produk, kondisi penjual dan pembeli, periode kredit, potongan tunai, dan juga tingkat bunga bebas risiko.

Berikan Kebijakan Kredit

Dalam memberikan kebijakan kredit, Anda harus menentukan beberapa keputusan yang mencakup kualitas jumlah yang diterima, periode kredit, potongan tunai, persyaratan khusus, dan tingkat pengeluaran untuk pengumpulan utang.

Lakukan Penagihan Secara Rutin

Jika Anda telah memberikan kredit terhadap pelanggan, yang harus Anda lakukan selanjutnya adalah melakukan penagihan secara rutin.

Anda dapat mengirimkan pesan melalui telepon, email, atau media lainnya untuk mengingatkan pelanggan untuk melakukan pembayaran.

Cobalah hubungi pelanggan minimal 7 hari sebelum Tanggal jatuh tempo, dan lakukan setiap hari di 3 hari terakhir sebelum jatuh tempo.

Dengan semakin seringnya Anda mengingatkan, pelanggan akan lebih cepat melakukan pembayaran utangnya.

Itulah 4 kebijakan yang bisa Anda berikan jika pelanggan Anda ingin melakukan pembelian secara kredit.

Dengan adanya kebijakan tersebut, perusahaan dapat meningkatkan penjualannya secara kredit, namun tidak menimbulkan piutang tak tertagih secara berlebih.

Karena piutang adalah salah satu aktiva lancar yang bisa memengaruhi arus kas perusahaan.

Semakin banyaknya piutang yang tidak tertagih, perusahaan akan mengalami kerugian dan arus kas perusahaan pun akan ikut menurun.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengelola piutang secara benar. Salah satunya dengan bantuan software akuntansi yang tepercaya dan aman yaitu Jurnal.

Dengan menggunakan software akuntansi Jurnal, Anda dapat mengelola piutang dengan baik.

Misalnya, jika Anda ingin mengingatkan pelanggan untuk melakukan pembayaran, Anda dapat memanfaatkan fitur invoice Jurnal untuk mengirimkan email tagihan terhadap pelanggan.

Anda juga dapat melihat laporan piutang hingga melihat usia piutang masing-masing pelanggan Anda.

Bukan hanya itu, dengan menggunakan Jurnal sebagai software akuntansi online, Anda juga dapat melihat secara keseluruhan tentang kondisi keuangan perusahaan dengan aplikasi laporan keuangan perusahaan seperti memonitor kerugian dan keuntungan, memantau keuangan, dan lain sebagainya.

Demikianlah pembahasan mengenai langkah tercepat untuk memperkecil risiko piutang dalam bisnis.

Perlu diketahui pula piutang adalah salah satu hal yang penting dikelola dengan baik.

Jurnal adalah software akuntansi online yang memberikan kemudahan kepada penggunanya dalam pengelolaan piutang dengan mudah.

Dengan Jurnal, Anda dapat menyimpan dan mengelola piutang yang Anda miliki dengan lebih baik.

Anda juga dapat mengirimkan invoice reminder bagi pelanggan Anda yang belum melunasi utangnya. Melalui Jurnal, Anda juga bisa mengatur batas minimum piutang yang Anda berikan kepada pelanggan.

Selain itu, Jurnal juga dilengkapi berbagai fitur lainnya, seperti membuat laporan keuangan, laporan utang-piutang, mengelola stok barang dan aset perusahaan, dan masih banyak lagi.

Daftarkan bisnis Anda sekarang juga dan nikmati free trial selama 14 hari!

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo