Panduan Cara Menghitung Laba Bersih Perusahaan yang Mudah dan Akurat: Contoh, Studi Kasus, dan Benchmark NPM Apa yang dimaksud dengan laba bersih dan bagaimana cara menghitung jenis laba ini dengan menggunakan rumus? Berikut penjelasannya di Blog Mekari Jurnal. Bagi investor dan pemilik usaha, laba bersih atau Earning After Tax adalah bottom line, angka paling bawah di laporan laba rugi yang jadi acuan utama menilai apakah bisnis benar-benar menghasilkan nilai. Masalahnya, angka ini tidak otomatis mencerminkan berapa uang yang bisa langsung dipakai untuk membayar gaji atau melunasi utang bulan depan. Kalau mayoritas penjualan dilakukan secara kredit, laba bersih bisa terlihat sehat di atas kertas, padahal piutangnya belum cair sama sekali. Perbedaan antara laba akrual dan kas riil bukanlah kesalahan dalam sistem akuntansi, melainkan konsekuensi dari fungsi masing-masing laporan keuangan. Laporan laba rugi menunjukkan tingkat profitabilitas bisnis, sedangkan laporan arus kas menunjukkan ketersediaan kas yang benar-benar dapat digunakan, sehingga keduanya perlu dianalisis secara bersamaan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Untuk lebih mudah memahami ini, artikel Mekari Jurnal berikut akan membahas rumus laba bersih, contoh perhitungan pada perusahaan manufaktur dan D2C, serta cara menganalisis Net Profit Margin sebagai indikator efisiensi bisnis. Apa yang Dimaksud dengan Laba Bersih? Laba bersih adalah keuntungan perusahaan selama satu periode akuntansi di mana hal ini mencakup semua biaya dan pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan, yang dikurangkan dari pendapatan. Pendapatan bersih juga sering disebut sebagai bottom line karena letak posisinya di bagian bawah laporan laba rugi perusahaan. Meskipun terdapat banyak item dapat dicantumkan pada laporan laba rugi perusahaan, semua itu tetap tergantung pada kebijakan industri perusahaan. Biasanya laba bersih diperoleh dengan mengurangkan pengeluaran dari pendapatan, yaitu adalah seperti berikut ini: Biaya operasional Bunga atas hutang piutang dan pinjaman Biaya overhead, merupakan biaya diluar pengeluaran suatu produksi Penjualan, beban umum dan administrasi Pajak penghasilan Penyusutan, yang merupakan alokasi biaya aset tetap, seperti peralatan, selama masa manfaat atau harapan hidupnya. Sumber pendapatan tambahan juga tergolong bagian dari pendapatan bersih. Misalnya, perusahaan sering menginvestasikan uang mereka dalam investasi jangka pendek, yang dianggap sebagai bentuk pendapatan. Juga, hasil dari penjualan aset dianggap sebagai pendapatan. Cara menghitung laba bersih mengacu pada jumlah uang yang tersisa setelah berbagai biaya dikurangi dari total pendapatan. Pengeluaran ini dapat mencakup bunga, biaya operasional, pajak, dan lainnya. Pendapatan bersih yang rendah (terletak di kurva negatif) menunjukkan berbagai masalah seperti penjualan yang lebih sedikit dan manajemen pengeluaran yang buruk. Selain itu, juga menggambarkan pemasaran yang buruk, penetapan harga yang tidak efektif, pengalaman layanan pelanggan yang buruk dari karyawan dan banyak lagi. Profit bersih yang tinggi atau positif dapat dikaitkan dengan beberapa variabel yang menguntungkan. Perlu untuk Anda catat bahwa pendapatan bersih akan bervariasi tergantung pada industri tempat Anda berada dan perusahaan tempat Anda bekerja. Baca juga: Cara Menghitung Laba Ditahan dalam Proses Akuntansi Fungsi dari Profit atau Laba Laba bersih memberi tahu Anda keuntungan yang sebenarnya atau berapa banyak uang yang Anda miliki di penghujung hari. Tujuan dari toko online yang sukses adalah untuk menciptakan profit bersih yang konsisten dari bulan ke bulan. Ini menunjukkan bahwa bisnis Anda berkembang dengan kecepatan yang berkelanjutan atau kontinu. Dan lagi, pertumbuhan itu dapat diharapkan di masa depan. Bisnis yang sedang berkembang dapat menggunakan pendapatan bersih mereka untuk ditabung untuk pengeluaran masa depan dan melunasi hutang. Selain itu, bisa juga digunakan untuk berinvestasi dalam proyek, produk atau staf baru, atau mendistribusikannya kepada investor. Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Laba dalam Mengisi Contoh Kolom Neraca Lajur Faktor Biaya Apa Saja yang Bisa Mempengaruhi Laba Bersih? Laba bersih tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya penjualan, tetapi juga oleh berbagai komponen biaya yang muncul sepanjang aktivitas operasional perusahaan yang mencakup biaya tetap dan variabel. Dalam laporan laba rugi multi-step, setiap kelompok biaya memiliki penggerak (cost driver) yang berbeda sehingga perubahan kecil pada salah satu komponen dapat berdampak signifikan terhadap laba bersih. 1. Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP atau Harga Pokok Penjualan merupakan komponen yang paling cepat memengaruhi laba bersih karena secara langsung mengurangi laba kotor. Kenaikan harga bahan baku, biaya produksi, ongkos distribusi, atau pelemahan nilai tukar pada bisnis yang bergantung pada impor dapat meningkatkan HPP meskipun volume penjualan tetap sama. 2. Beban Operasional Beban operasional mencakup biaya pemasaran, gaji karyawan administrasi, sewa, utilitas, langganan software, hingga biaya operasional kantor. Meski masing-masing pos terlihat kecil, akumulasi kenaikan berbagai beban ini sering menjadi penyebab utama menurunnya laba bersih apabila tidak dievaluasi secara berkala. 3. Beban dan Pendapatan Non-Operasional Komponen ini berasal dari aktivitas di luar operasi utama perusahaan, seperti beban bunga pinjaman, keuntungan atau kerugian selisih kurs, hingga hasil investasi. Perubahan struktur pendanaan atau kondisi ekonomi dapat membuat pos ini berfluktuasi dan memengaruhi laba bersih. 4. Pajak Penghasilan Pajak merupakan komponen terakhir yang menentukan besarnya laba bersih setelah seluruh pendapatan dan beban diperhitungkan. Perubahan tarif pajak, insentif fiskal, maupun koreksi perpajakan dapat menyebabkan nilai laba bersih berbeda meskipun kinerja operasional perusahaan relatif stabil. Sebagai contoh, produsen tekstil yang menggunakan kapas impor dapat mengalami kenaikan HPP ketika harga kapas dunia meningkat atau nilai tukar rupiah melemah. Jika perusahaan tidak dapat segera menyesuaikan harga jual karena terikat kontrak dengan pelanggan, margin laba bersih akan turun meskipun volume penjualan tidak berubah. Biaya tetap, seperti yang telah diketahui, lebih stabil dan tidak mungkin berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Itu mencakup beberapa hal seperti pengeluaran kantor, upah untuk karyawan yang tidak terlibat dalam pembuatan produk, dan pajak. Adapun biaya pemasaran, biaya tunjangan karyawan, dan uang sewa yang juga harus diperhatikan. Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya dan coba gratis Mekari Jurnal di sini! Coba Gratis Sekarang! Pentingkah Bagi Perusahaan? Laba bersih penting karena beberapa alasan. Yang pertama, dapat membantu menentukan stabilitas keuangan perusahaan. Tergantung pada peran Anda dalam dunia bisnis, pendapatan atau profit bersih dapat menghadirkan berbagai keuntungan. Misalnya, investor menggunakan indikator ini untuk menentukan apakah suatu perusahaan sepadan dengan risiko investasinya. Kreditur menggunakannya untuk menentukan apakah mereka harus menawarkan pinjaman bisnis. Sebagai pemilik bisnis, hal ini membantu Anda menilai posisi keuangan Anda dibandingkan dengan bisnis serupa lainnya. Laba bersih membantu Anda memahami tidak hanya berapa banyak uang yang Anda hasilkan. Jika Anda menghasilkan pendapatan tetapi tidak menguntungkan (atau cukup menguntungkan), Anda mungkin perlu mengevaluasi model dan strategi bisnis Anda. Tujuannya adalah untuk melihat kekurangan atau kelemahan bisnis Anda – atau mengembangkan rencana pertumbuhan bisnis yang jelas. Jika Anda memperoleh keuntungan, Anda pasti akan memikirkan bagaimana Anda dapat menggunakan uang yang tersisa untuk mengembangkan bisnis Anda lebih jauh. Selain itu, apakah Anda akan menggunakan laba bersih untuk meningkatkan anggaran pemasaran, berinvestasi dalam peluang baru, atau mempekerjakan lebih banyak orang. Rumus dan Cara Menghitung Laba Bersih Cara menghitung laba bersih cukup sederhana, hanya mengumpulkan semua data yang Anda butuhkan yang bisa jadi rumit. Hal tersebut karena sama dengan total pendapatan setelah pengeluaran, untuk menghitung pendapatan bersih. Anda cukup mengambil total pendapatan untuk jangka waktu tertentu dan mengurangi total pengeluaran Anda dari periode waktu yang sama. Agar dapat membawa manfaat seoptimal mungkin, Anda harus tahu cara menghitung laba bersih. Berikut adalah berbagai rumus yang dapat Anda gunakan untuk menghitung pendapatan laba bersih: Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran Anda juga dapat menggunakan rumus berikut: Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Jika Anda ingin menghitung margin pendapatan bersih, bagilah laba bersih dengan total pendapatan dan kalikan dengan 100, rumusnya adalah sebagai berikut: Margin Laba Bersih = (Laba Bersih / Total Pendapatan) X 100 Untuk contohnya, bisa Anda simak pada penjelasan berikut ini: Perusahaan A dan perusahaan B masing-masing mempunyai margin pendapatan bersih, yaitu 15% dan 18%. Kedua perusahaan memperoleh pendapatan Rp. 150.000.000. Berapa laba bersih yang adalah diperoleh masing-masing perusahaan? Langkah 1: Tulis rumus Margin Laba Bersih = Laba/Pendapatan Bersih Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan Langkah 2: Hitung pendapatan bersih untuk setiap perusahaan Perusahaan A: Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 15% * Rp. 150.000.000 = Rp. 22.500.000 Perusahaan B: Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 18% * Rp. 150.000.000 = Rp. 27.000.000 Jangan lupakan bahwa pendapatan bersih Anda bukanlah ukuran berapa banyak yang Anda peroleh selama periode waktu tertentu. Itu karena laporan laba rugi Anda dapat mencakup banyak pengeluaran non-tunai, seperti depresiasi dan amortisasi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Studi Kasus: Ketika Laba Bersih Tinggi Tidak Diikuti Kas yang Cukup Laba bersih yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menjalankan operasional. Kondisi ini juga sering terjadi pada bisnis direct-to-consumer (D2C) yang mengandalkan penjualan melalui marketplace dan jaringan reseller. Sebagai ilustrasi, Radiant Skincare Indonesia, sebuah brand skincare lokal, mencatat Net Profit Margin sebesar 12% sepanjang kuartal kedua 2025. Meskipun laporan laba rugi menunjukkan kinerja yang sehat, posisi kas perusahaan justru terbatas karena sebagian besar modal kerja tertahan dalam stok konsinyasi di gudang reseller serta piutang distributor yang baru dibayarkan setelah 60 hari. Akibatnya, perusahaan sempat menunda pembayaran kepada pemasok kemasan meskipun secara akuntansi tetap membukukan laba. Setelah melakukan evaluasi, tim finance menemukan bahwa akar permasalahan bukan berada pada profitabilitas, melainkan pada pengelolaan modal kerja. Untuk mengatasinya, perusahaan menegosiasikan termin pembayaran distributor menjadi 30 hari dengan insentif pelunasan lebih cepat serta membatasi pengiriman stok konsinyasi kepada reseller baru. Kasus ini menunjukkan bahwa laba bersih perlu dianalisis bersama arus kas dan siklus modal kerja agar perusahaan mampu menjaga likuiditas sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis. Menilai Kesehatan Bisnis Menggunakan Net Profit Margin Menghitung laba bersih hanyalah langkah awal. Untuk mengetahui seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari setiap rupiah penjualan, Anda perlu menghitung Net Profit Margin (NPM). Rumus untuk menghitung melalui NPM dapat dilakukan dengan membandingkan laba bersih terhadap total pendapatan.: NPM = (Laba Bersih ÷ Total Pendapatan) × 100% Semakin tinggi nilai NPM, semakin besar persentase pendapatan yang berhasil dipertahankan sebagai laba setelah seluruh biaya operasional, beban non-operasional, dan pajak diperhitungkan. Namun, angka NPM tidak dapat dinilai secara terpisah. Setiap industri memiliki struktur biaya dan karakteristik operasional yang berbeda, sehingga standar NPM yang dianggap sehat juga akan bervariasi. Sebagai contoh, berdasarkan simulasi PT Maju Bersama, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp136.500.000 dari pendapatan bersih Rp480.000.000. Dengan demikian, Net Profit Margin perusahaan mencapai sekitar 28,4%. Angka tersebut menunjukkan perusahaan mampu mempertahankan sekitar Rp28 laba bersih dari setiap Rp100 penjualan, yang mengindikasikan tingkat efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang sangat baik untuk ilustrasi perusahaan manufaktur tersebut. Menganalisis Laba Bersih dengan Multi-Period Trend Analysis Menghitung Net Profit Margin (NPM) pada satu periode saja belum cukup untuk menilai kesehatan bisnis. Analisis yang lebih akurat dilakukan dengan membandingkan NPM dari beberapa periode, misalnya bulanan atau kuartalan, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi tren pertumbuhan maupun penurunan profitabilitas. Sebagai ilustrasi, jika grafik menunjukkan penurunan NPM pada Q3, kondisi tersebut perlu segera dianalisis lebih lanjut. Penyebabnya bisa berasal dari kenaikan harga pokok penjualan (HPP), program promosi yang menekan margin, meningkatnya beban operasional, atau faktor musiman yang memengaruhi penjualan. Dengan melakukan multi-period trend analysis, manajemen dapat mendeteksi perubahan kinerja lebih dini, mengevaluasi penyebabnya, dan mengambil langkah perbaikan sebelum penurunan profitabilitas berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Kesalahan Umum dalam Menghitung Laba Bersih Kesalahan berikut sering ditemukan ketika perusahaan masih menyusun laporan laba rugi secara manual. 1. Mencampurkan Beban Operasional dan Non-Operasional Menggabungkan biaya operasional dengan beban seperti bunga pinjaman membuat laba operasional (EBIT) tidak mencerminkan kinerja bisnis inti secara akurat. 2. Mengabaikan Beban Non-Tunai Beban seperti penyusutan dan amortisasi sering terlewat karena tidak melibatkan arus kas, padahal tetap harus diakui agar laba bersih tidak menjadi terlalu tinggi. 3. Menghitung Pajak dari Dasar yang Salah Pajak penghasilan badan seharusnya dihitung berdasarkan laba sebelum pajak (EBT), bukan dari pendapatan atau laba kotor, agar estimasi kewajiban pajak tetap akurat. 4. Tidak Memantau Net Profit Margin Secara Berkala Menghitung NPM hanya sekali membuat penurunan profitabilitas sulit terdeteksi, sehingga perusahaan kehilangan kesempatan mengambil tindakan korektif lebih awal. Download Checklist Penutupan Laporan Sebelum menutup laporan laba bersih bulanan, ada baiknya memeriksa lima hal berikut agar angka yang dihasilkan benar-benar bisa diandalkan. Untuk mempermudah proses ini, Mekari Jurnal menyediakan beragam template laporan keuangan siap pakai yang bisa diunduh gratis, termasuk format dasar laporan laba rugi multi-step sebagai titik awal sebelum beralih sepenuhnya ke sistem otomatis. Hitung Laba Bersih Lebih Akurat dengan Software Akuntansi Mekari Jurnal Menghitung laba bersih secara manual menggunakan spreadsheet masih memungkinkan untuk bisnis dengan transaksi yang terbatas. Namun, seiring meningkatnya volume transaksi, proses ini menjadi lebih kompleks dan rentan terhadap human error, seperti kesalahan rumus, duplikasi data, atau beban operasional yang belum tercatat sehingga laba bersih yang dihasilkan tidak lagi mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya. Dengan Mekari Jurnal, seluruh proses perhitungan laba bersih dapat dilakukan secara otomatis. Setiap transaksi penjualan, pembelian, pembayaran, hingga biaya operasional yang tercatat akan langsung tersinkronisasi ke laporan laba rugi tanpa perlu melakukan rekap manual di akhir periode. Selain itu, laporan keuangan diperbarui secara real-time, sehingga perubahan pada harga pokok penjualan (HPP), beban operasional, maupun pendapatan non-operasional dapat langsung terlihat. Hal ini membantu manajemen memantau kondisi profitabilitas perusahaan kapan saja tanpa harus menunggu proses tutup buku bulanan. Mekari Jurnal juga dilengkapi dengan AI Financial Planning & Analysis (FP&A) yang mampu menganalisis tren laporan keuangan dan memberikan peringatan dini ketika indikator seperti Net Profit Margin (NPM) bergerak di luar pola normal. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan lebih cepat sebelum penurunan laba berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Selain penyusunan laporan laba rugi, Mekari Jurnal juga membantu mengelola faktur, anggaran, persediaan, perpajakan, serta terintegrasi dengan sistem kasir (POS) untuk memberikan visibilitas keuangan yang lebih menyeluruh. Ingin mengetahui bagaimana Mekari Jurnal dapat membantu menyusun laporan laba bersih secara otomatis? Anda dapat mencoba free trial selama 7 hari atau berkonsultasi langsung dengan tim sales Mekari Jurnal untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Saya Mau Bertanya Ke Sales Sekarang! Kesimpulan Laba bersih merupakan indikator utama profitabilitas perusahaan, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan untuk menilai kesehatan keuangan karena perlu dianalisis bersama arus kas, Net Profit Margin (NPM), dan modal kerja agar mencerminkan kondisi bisnis secara menyeluruh. Dengan perhitungan yang akurat serta dukungan software akuntansi yang terintegrasi, perusahaan dapat memantau profitabilitas secara real-time, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat. Nah, itu tadi merupakan panduan mengenai cara menghitung laba bersih, mulai dari definisi atau pengertian hingga rumus dan cara menghitung. Semoga dengan membaca artikel ini dapat membantu meningkatkan wawasan Anda tentang pentingnya pendapatan bersih bagi perusahaan. Referensi: Crestmont Capital. “Profit Margin Benchmarks by Industry: Complete 2026 Guide for Business Owners, 2026”. Fincent. “Understanding Profit Margins: A Guide for Small Business Owners”. Small Business Owners. “Profit Margin Guide for Small Businesses”. Martin Taggart. “What’s a Good Profit Margin? A Complete Business Guide”. Corporate Finance, Institute. “Profit Margin”. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Management Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Panduan Cara Menghitung Laba Bersih Perusahaan yang Mudah dan Akurat: Contoh, Studi Kasus, dan Benchmark NPM Apa yang dimaksud dengan laba bersih dan bagaimana cara menghitung jenis laba ini dengan menggunakan rumus? Berikut penjelasannya di Blog Mekari Jurnal. Bagi investor dan pemilik usaha, laba bersih atau Earning After Tax adalah bottom line, angka paling bawah di laporan laba rugi yang jadi acuan utama menilai apakah bisnis benar-benar menghasilkan nilai. Masalahnya, angka ini tidak otomatis mencerminkan berapa uang yang bisa langsung dipakai untuk membayar gaji atau melunasi utang bulan depan. Kalau mayoritas penjualan dilakukan secara kredit, laba bersih bisa terlihat sehat di atas kertas, padahal piutangnya belum cair sama sekali. Perbedaan antara laba akrual dan kas riil bukanlah kesalahan dalam sistem akuntansi, melainkan konsekuensi dari fungsi masing-masing laporan keuangan. Laporan laba rugi menunjukkan tingkat profitabilitas bisnis, sedangkan laporan arus kas menunjukkan ketersediaan kas yang benar-benar dapat digunakan, sehingga keduanya perlu dianalisis secara bersamaan untuk menilai kondisi keuangan perusahaan secara menyeluruh. Untuk lebih mudah memahami ini, artikel Mekari Jurnal berikut akan membahas rumus laba bersih, contoh perhitungan pada perusahaan manufaktur dan D2C, serta cara menganalisis Net Profit Margin sebagai indikator efisiensi bisnis. Apa yang Dimaksud dengan Laba Bersih? Laba bersih adalah keuntungan perusahaan selama satu periode akuntansi di mana hal ini mencakup semua biaya dan pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan, yang dikurangkan dari pendapatan. Pendapatan bersih juga sering disebut sebagai bottom line karena letak posisinya di bagian bawah laporan laba rugi perusahaan. Meskipun terdapat banyak item dapat dicantumkan pada laporan laba rugi perusahaan, semua itu tetap tergantung pada kebijakan industri perusahaan. Biasanya laba bersih diperoleh dengan mengurangkan pengeluaran dari pendapatan, yaitu adalah seperti berikut ini: Biaya operasional Bunga atas hutang piutang dan pinjaman Biaya overhead, merupakan biaya diluar pengeluaran suatu produksi Penjualan, beban umum dan administrasi Pajak penghasilan Penyusutan, yang merupakan alokasi biaya aset tetap, seperti peralatan, selama masa manfaat atau harapan hidupnya. Sumber pendapatan tambahan juga tergolong bagian dari pendapatan bersih. Misalnya, perusahaan sering menginvestasikan uang mereka dalam investasi jangka pendek, yang dianggap sebagai bentuk pendapatan. Juga, hasil dari penjualan aset dianggap sebagai pendapatan. Cara menghitung laba bersih mengacu pada jumlah uang yang tersisa setelah berbagai biaya dikurangi dari total pendapatan. Pengeluaran ini dapat mencakup bunga, biaya operasional, pajak, dan lainnya. Pendapatan bersih yang rendah (terletak di kurva negatif) menunjukkan berbagai masalah seperti penjualan yang lebih sedikit dan manajemen pengeluaran yang buruk. Selain itu, juga menggambarkan pemasaran yang buruk, penetapan harga yang tidak efektif, pengalaman layanan pelanggan yang buruk dari karyawan dan banyak lagi. Profit bersih yang tinggi atau positif dapat dikaitkan dengan beberapa variabel yang menguntungkan. Perlu untuk Anda catat bahwa pendapatan bersih akan bervariasi tergantung pada industri tempat Anda berada dan perusahaan tempat Anda bekerja. Baca juga: Cara Menghitung Laba Ditahan dalam Proses Akuntansi Fungsi dari Profit atau Laba Laba bersih memberi tahu Anda keuntungan yang sebenarnya atau berapa banyak uang yang Anda miliki di penghujung hari. Tujuan dari toko online yang sukses adalah untuk menciptakan profit bersih yang konsisten dari bulan ke bulan. Ini menunjukkan bahwa bisnis Anda berkembang dengan kecepatan yang berkelanjutan atau kontinu. Dan lagi, pertumbuhan itu dapat diharapkan di masa depan. Bisnis yang sedang berkembang dapat menggunakan pendapatan bersih mereka untuk ditabung untuk pengeluaran masa depan dan melunasi hutang. Selain itu, bisa juga digunakan untuk berinvestasi dalam proyek, produk atau staf baru, atau mendistribusikannya kepada investor. Baca juga: Mengenal Jenis-jenis Laba dalam Mengisi Contoh Kolom Neraca Lajur Faktor Biaya Apa Saja yang Bisa Mempengaruhi Laba Bersih? Laba bersih tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya penjualan, tetapi juga oleh berbagai komponen biaya yang muncul sepanjang aktivitas operasional perusahaan yang mencakup biaya tetap dan variabel. Dalam laporan laba rugi multi-step, setiap kelompok biaya memiliki penggerak (cost driver) yang berbeda sehingga perubahan kecil pada salah satu komponen dapat berdampak signifikan terhadap laba bersih. 1. Harga Pokok Penjualan (HPP) HPP atau Harga Pokok Penjualan merupakan komponen yang paling cepat memengaruhi laba bersih karena secara langsung mengurangi laba kotor. Kenaikan harga bahan baku, biaya produksi, ongkos distribusi, atau pelemahan nilai tukar pada bisnis yang bergantung pada impor dapat meningkatkan HPP meskipun volume penjualan tetap sama. 2. Beban Operasional Beban operasional mencakup biaya pemasaran, gaji karyawan administrasi, sewa, utilitas, langganan software, hingga biaya operasional kantor. Meski masing-masing pos terlihat kecil, akumulasi kenaikan berbagai beban ini sering menjadi penyebab utama menurunnya laba bersih apabila tidak dievaluasi secara berkala. 3. Beban dan Pendapatan Non-Operasional Komponen ini berasal dari aktivitas di luar operasi utama perusahaan, seperti beban bunga pinjaman, keuntungan atau kerugian selisih kurs, hingga hasil investasi. Perubahan struktur pendanaan atau kondisi ekonomi dapat membuat pos ini berfluktuasi dan memengaruhi laba bersih. 4. Pajak Penghasilan Pajak merupakan komponen terakhir yang menentukan besarnya laba bersih setelah seluruh pendapatan dan beban diperhitungkan. Perubahan tarif pajak, insentif fiskal, maupun koreksi perpajakan dapat menyebabkan nilai laba bersih berbeda meskipun kinerja operasional perusahaan relatif stabil. Sebagai contoh, produsen tekstil yang menggunakan kapas impor dapat mengalami kenaikan HPP ketika harga kapas dunia meningkat atau nilai tukar rupiah melemah. Jika perusahaan tidak dapat segera menyesuaikan harga jual karena terikat kontrak dengan pelanggan, margin laba bersih akan turun meskipun volume penjualan tidak berubah. Biaya tetap, seperti yang telah diketahui, lebih stabil dan tidak mungkin berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. Itu mencakup beberapa hal seperti pengeluaran kantor, upah untuk karyawan yang tidak terlibat dalam pembuatan produk, dan pajak. Adapun biaya pemasaran, biaya tunjangan karyawan, dan uang sewa yang juga harus diperhatikan. Kelola Invoice Terintegrasi Ke Dalam Laporan Keuangan Anda, Pelajari Fitur Jurnal Selengkapnya dan coba gratis Mekari Jurnal di sini! Coba Gratis Sekarang! Pentingkah Bagi Perusahaan? Laba bersih penting karena beberapa alasan. Yang pertama, dapat membantu menentukan stabilitas keuangan perusahaan. Tergantung pada peran Anda dalam dunia bisnis, pendapatan atau profit bersih dapat menghadirkan berbagai keuntungan. Misalnya, investor menggunakan indikator ini untuk menentukan apakah suatu perusahaan sepadan dengan risiko investasinya. Kreditur menggunakannya untuk menentukan apakah mereka harus menawarkan pinjaman bisnis. Sebagai pemilik bisnis, hal ini membantu Anda menilai posisi keuangan Anda dibandingkan dengan bisnis serupa lainnya. Laba bersih membantu Anda memahami tidak hanya berapa banyak uang yang Anda hasilkan. Jika Anda menghasilkan pendapatan tetapi tidak menguntungkan (atau cukup menguntungkan), Anda mungkin perlu mengevaluasi model dan strategi bisnis Anda. Tujuannya adalah untuk melihat kekurangan atau kelemahan bisnis Anda – atau mengembangkan rencana pertumbuhan bisnis yang jelas. Jika Anda memperoleh keuntungan, Anda pasti akan memikirkan bagaimana Anda dapat menggunakan uang yang tersisa untuk mengembangkan bisnis Anda lebih jauh. Selain itu, apakah Anda akan menggunakan laba bersih untuk meningkatkan anggaran pemasaran, berinvestasi dalam peluang baru, atau mempekerjakan lebih banyak orang. Rumus dan Cara Menghitung Laba Bersih Cara menghitung laba bersih cukup sederhana, hanya mengumpulkan semua data yang Anda butuhkan yang bisa jadi rumit. Hal tersebut karena sama dengan total pendapatan setelah pengeluaran, untuk menghitung pendapatan bersih. Anda cukup mengambil total pendapatan untuk jangka waktu tertentu dan mengurangi total pengeluaran Anda dari periode waktu yang sama. Agar dapat membawa manfaat seoptimal mungkin, Anda harus tahu cara menghitung laba bersih. Berikut adalah berbagai rumus yang dapat Anda gunakan untuk menghitung pendapatan laba bersih: Laba Bersih = Total Pendapatan – Total Pengeluaran Anda juga dapat menggunakan rumus berikut: Laba Bersih = Laba Kotor – Beban Jika Anda ingin menghitung margin pendapatan bersih, bagilah laba bersih dengan total pendapatan dan kalikan dengan 100, rumusnya adalah sebagai berikut: Margin Laba Bersih = (Laba Bersih / Total Pendapatan) X 100 Untuk contohnya, bisa Anda simak pada penjelasan berikut ini: Perusahaan A dan perusahaan B masing-masing mempunyai margin pendapatan bersih, yaitu 15% dan 18%. Kedua perusahaan memperoleh pendapatan Rp. 150.000.000. Berapa laba bersih yang adalah diperoleh masing-masing perusahaan? Langkah 1: Tulis rumus Margin Laba Bersih = Laba/Pendapatan Bersih Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan Langkah 2: Hitung pendapatan bersih untuk setiap perusahaan Perusahaan A: Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 15% * Rp. 150.000.000 = Rp. 22.500.000 Perusahaan B: Laba Bersih = Margin Bersih * Pendapatan = 18% * Rp. 150.000.000 = Rp. 27.000.000 Jangan lupakan bahwa pendapatan bersih Anda bukanlah ukuran berapa banyak yang Anda peroleh selama periode waktu tertentu. Itu karena laporan laba rugi Anda dapat mencakup banyak pengeluaran non-tunai, seperti depresiasi dan amortisasi. Baca juga: Cara Membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Studi Kasus: Ketika Laba Bersih Tinggi Tidak Diikuti Kas yang Cukup Laba bersih yang tinggi tidak selalu berarti perusahaan memiliki kas yang cukup untuk menjalankan operasional. Kondisi ini juga sering terjadi pada bisnis direct-to-consumer (D2C) yang mengandalkan penjualan melalui marketplace dan jaringan reseller. Sebagai ilustrasi, Radiant Skincare Indonesia, sebuah brand skincare lokal, mencatat Net Profit Margin sebesar 12% sepanjang kuartal kedua 2025. Meskipun laporan laba rugi menunjukkan kinerja yang sehat, posisi kas perusahaan justru terbatas karena sebagian besar modal kerja tertahan dalam stok konsinyasi di gudang reseller serta piutang distributor yang baru dibayarkan setelah 60 hari. Akibatnya, perusahaan sempat menunda pembayaran kepada pemasok kemasan meskipun secara akuntansi tetap membukukan laba. Setelah melakukan evaluasi, tim finance menemukan bahwa akar permasalahan bukan berada pada profitabilitas, melainkan pada pengelolaan modal kerja. Untuk mengatasinya, perusahaan menegosiasikan termin pembayaran distributor menjadi 30 hari dengan insentif pelunasan lebih cepat serta membatasi pengiriman stok konsinyasi kepada reseller baru. Kasus ini menunjukkan bahwa laba bersih perlu dianalisis bersama arus kas dan siklus modal kerja agar perusahaan mampu menjaga likuiditas sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis. Menilai Kesehatan Bisnis Menggunakan Net Profit Margin Menghitung laba bersih hanyalah langkah awal. Untuk mengetahui seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan dari setiap rupiah penjualan, Anda perlu menghitung Net Profit Margin (NPM). Rumus untuk menghitung melalui NPM dapat dilakukan dengan membandingkan laba bersih terhadap total pendapatan.: NPM = (Laba Bersih ÷ Total Pendapatan) × 100% Semakin tinggi nilai NPM, semakin besar persentase pendapatan yang berhasil dipertahankan sebagai laba setelah seluruh biaya operasional, beban non-operasional, dan pajak diperhitungkan. Namun, angka NPM tidak dapat dinilai secara terpisah. Setiap industri memiliki struktur biaya dan karakteristik operasional yang berbeda, sehingga standar NPM yang dianggap sehat juga akan bervariasi. Sebagai contoh, berdasarkan simulasi PT Maju Bersama, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp136.500.000 dari pendapatan bersih Rp480.000.000. Dengan demikian, Net Profit Margin perusahaan mencapai sekitar 28,4%. Angka tersebut menunjukkan perusahaan mampu mempertahankan sekitar Rp28 laba bersih dari setiap Rp100 penjualan, yang mengindikasikan tingkat efisiensi operasional dan pengendalian biaya yang sangat baik untuk ilustrasi perusahaan manufaktur tersebut. Menganalisis Laba Bersih dengan Multi-Period Trend Analysis Menghitung Net Profit Margin (NPM) pada satu periode saja belum cukup untuk menilai kesehatan bisnis. Analisis yang lebih akurat dilakukan dengan membandingkan NPM dari beberapa periode, misalnya bulanan atau kuartalan, sehingga perusahaan dapat mengidentifikasi tren pertumbuhan maupun penurunan profitabilitas. Sebagai ilustrasi, jika grafik menunjukkan penurunan NPM pada Q3, kondisi tersebut perlu segera dianalisis lebih lanjut. Penyebabnya bisa berasal dari kenaikan harga pokok penjualan (HPP), program promosi yang menekan margin, meningkatnya beban operasional, atau faktor musiman yang memengaruhi penjualan. Dengan melakukan multi-period trend analysis, manajemen dapat mendeteksi perubahan kinerja lebih dini, mengevaluasi penyebabnya, dan mengambil langkah perbaikan sebelum penurunan profitabilitas berkembang menjadi masalah yang lebih serius. Kesalahan Umum dalam Menghitung Laba Bersih Kesalahan berikut sering ditemukan ketika perusahaan masih menyusun laporan laba rugi secara manual. 1. Mencampurkan Beban Operasional dan Non-Operasional Menggabungkan biaya operasional dengan beban seperti bunga pinjaman membuat laba operasional (EBIT) tidak mencerminkan kinerja bisnis inti secara akurat. 2. Mengabaikan Beban Non-Tunai Beban seperti penyusutan dan amortisasi sering terlewat karena tidak melibatkan arus kas, padahal tetap harus diakui agar laba bersih tidak menjadi terlalu tinggi. 3. Menghitung Pajak dari Dasar yang Salah Pajak penghasilan badan seharusnya dihitung berdasarkan laba sebelum pajak (EBT), bukan dari pendapatan atau laba kotor, agar estimasi kewajiban pajak tetap akurat. 4. Tidak Memantau Net Profit Margin Secara Berkala Menghitung NPM hanya sekali membuat penurunan profitabilitas sulit terdeteksi, sehingga perusahaan kehilangan kesempatan mengambil tindakan korektif lebih awal. Download Checklist Penutupan Laporan Sebelum menutup laporan laba bersih bulanan, ada baiknya memeriksa lima hal berikut agar angka yang dihasilkan benar-benar bisa diandalkan. Untuk mempermudah proses ini, Mekari Jurnal menyediakan beragam template laporan keuangan siap pakai yang bisa diunduh gratis, termasuk format dasar laporan laba rugi multi-step sebagai titik awal sebelum beralih sepenuhnya ke sistem otomatis. Hitung Laba Bersih Lebih Akurat dengan Software Akuntansi Mekari Jurnal Menghitung laba bersih secara manual menggunakan spreadsheet masih memungkinkan untuk bisnis dengan transaksi yang terbatas. Namun, seiring meningkatnya volume transaksi, proses ini menjadi lebih kompleks dan rentan terhadap human error, seperti kesalahan rumus, duplikasi data, atau beban operasional yang belum tercatat sehingga laba bersih yang dihasilkan tidak lagi mencerminkan kondisi bisnis sebenarnya. Dengan Mekari Jurnal, seluruh proses perhitungan laba bersih dapat dilakukan secara otomatis. Setiap transaksi penjualan, pembelian, pembayaran, hingga biaya operasional yang tercatat akan langsung tersinkronisasi ke laporan laba rugi tanpa perlu melakukan rekap manual di akhir periode. Selain itu, laporan keuangan diperbarui secara real-time, sehingga perubahan pada harga pokok penjualan (HPP), beban operasional, maupun pendapatan non-operasional dapat langsung terlihat. Hal ini membantu manajemen memantau kondisi profitabilitas perusahaan kapan saja tanpa harus menunggu proses tutup buku bulanan. Mekari Jurnal juga dilengkapi dengan AI Financial Planning & Analysis (FP&A) yang mampu menganalisis tren laporan keuangan dan memberikan peringatan dini ketika indikator seperti Net Profit Margin (NPM) bergerak di luar pola normal. Dengan demikian, perusahaan dapat mengambil tindakan lebih cepat sebelum penurunan laba berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Selain penyusunan laporan laba rugi, Mekari Jurnal juga membantu mengelola faktur, anggaran, persediaan, perpajakan, serta terintegrasi dengan sistem kasir (POS) untuk memberikan visibilitas keuangan yang lebih menyeluruh. Ingin mengetahui bagaimana Mekari Jurnal dapat membantu menyusun laporan laba bersih secara otomatis? Anda dapat mencoba free trial selama 7 hari atau berkonsultasi langsung dengan tim sales Mekari Jurnal untuk menemukan solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Saya Mau Bertanya Ke Sales Sekarang! Kesimpulan Laba bersih merupakan indikator utama profitabilitas perusahaan, tetapi tidak dapat dijadikan satu-satunya acuan untuk menilai kesehatan keuangan karena perlu dianalisis bersama arus kas, Net Profit Margin (NPM), dan modal kerja agar mencerminkan kondisi bisnis secara menyeluruh. Dengan perhitungan yang akurat serta dukungan software akuntansi yang terintegrasi, perusahaan dapat memantau profitabilitas secara real-time, meminimalkan kesalahan pencatatan, dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat. Nah, itu tadi merupakan panduan mengenai cara menghitung laba bersih, mulai dari definisi atau pengertian hingga rumus dan cara menghitung. Semoga dengan membaca artikel ini dapat membantu meningkatkan wawasan Anda tentang pentingnya pendapatan bersih bagi perusahaan. Referensi: Crestmont Capital. “Profit Margin Benchmarks by Industry: Complete 2026 Guide for Business Owners, 2026”. Fincent. “Understanding Profit Margins: A Guide for Small Business Owners”. Small Business Owners. “Profit Margin Guide for Small Businesses”. Martin Taggart. “What’s a Good Profit Margin? A Complete Business Guide”. Corporate Finance, Institute. “Profit Margin”. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.