Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Burden Rate: Rumus dan Contoh Perhitungannya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita
Highlights
  • Burden rate adalah biaya tidak langsung di luar gaji pokok atau harga pokok persediaan yang menunjukkan total biaya sebenarnya dari mempekerjakan karyawan atau menyimpan barang.
  • Komponen burden rate tenaga kerja di Indonesia dapat mencakup BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan THR.
  • Burden rate membantu bisnis menetapkan harga jasa dan menyusun anggaran tenaga kerja secara lebih akurat.

Banyak artikel tentang burden rate menggunakan komponen biaya tenaga kerja yang tidak relevan dengan kondisi Indonesia, bahkan mencampurkan mata uang dolar dan rupiah dalam contoh perhitungannya. 

Padahal, perhitungan burden rate perlu disesuaikan dengan biaya yang benar-benar menjadi tanggungan perusahaan di Indonesia, seperti BPJS dan THR.

Artikel ini membahas pengertian burden rate, jenis dan komponennya, rumus perhitungan, hingga contoh menggunakan biaya tenaga kerja dalam Rupiah.

Apa Itu Burden Rate?

Burden rate adalah rasio yang menunjukkan biaya tambahan yang ditanggung perusahaan di luar gaji atau upah pokok karyawan. Perhitungan ini membantu bisnis mengetahui biaya tenaga kerja yang sebenarnya, termasuk tunjangan, iuran, dan biaya lain yang menjadi tanggungan perusahaan.

Menurut buku Intermediate Accounting, biaya tenaga kerja tidak hanya mencakup upah atau gaji tetapi juga berbagai biaya terkait tenaga kerja yang perlu diperhitungkan dalam menentukan total biaya perusahaan.

Apa Saja Jenis Burden Rate?

Secara umum, burden rate dapat dibedakan menjadi:

1. Burden rate tenaga kerja

Mengukur biaya tambahan di luar gaji pokok karyawan, seperti iuran jaminan sosial, THR, dan biaya pelatihan.

2. Burden rate persediaan (overhead)

Mengukur biaya tidak langsung yang berkaitan dengan produksi dan penyimpanan persediaan, seperti biaya mesin, sewa gudang, dan pemeliharaan fasilitas.

Baca Juga: Accounting Rate of Return: Pengertian, Kelebihan Kekurangan, Cara Menghitungnya

Komponen Burden Rate Tenaga Kerja yang Relevan di Indonesia

Komponen burden rate tenaga kerja perlu disesuaikan dengan biaya yang menjadi tanggungan perusahaan di Indonesia, antara lain:

  • BPJS Kesehatan: perusahaan menanggung 4% dari upah, dengan batas atas dasar perhitungan sesuai ketentuan yang berlaku.
  • BPJS Ketenagakerjaan: meliputi JKK dan JKM yang ditanggung perusahaan, serta bagian perusahaan dari JHT dan JP.
  • THR: tunjangan yang wajib diberikan kepada pekerja sesuai ketentuan dan dapat diperhitungkan sebagai biaya tenaga kerja secara proporsional.
  • Tunjangan dan fasilitas karyawan: komponen lain yang menjadi tanggungan perusahaan, seperti tunjangan makan, transportasi, atau fasilitas kerja, jika memang diberikan.

Catatan: Tidak seluruh iuran BPJS menjadi beban perusahaan. Sebagian iuran, seperti porsi JHT dan JP yang ditanggung karyawan, dipotong dari gaji dan bukan biaya tambahan perusahaan. Tarif dan batas upah juga dapat berubah sesuai ketentuan pemerintah, sehingga perlu diperiksa kembali sebelum menghitung burden rate.

Baca Juga: Cara Menghitung Internal Rate Of Return (IRR) dengan Rumus

Rumus Menghitung Burden Rate

Rumus dasar burden rate tenaga kerja adalah sebagai berikut.

Burden Rate = Total Biaya Beban Tidak Langsung ÷ Total Biaya Gaji Pokok

Semakin tinggi angka burden rate, semakin besar pula biaya tambahan yang ditanggung bisnis di luar gaji pokok untuk setiap karyawannya.

Baca Juga: Memahami Run Rate: Definisi, Manfaat, dan Batasannya dalam Perkiraan Keuangan

Contoh Perhitungan Burden Rate Tenaga Kerja dengan Skema BPJS Terbaru

Sebagai ilustrasi, seorang karyawan di CV Karya Bersama menerima gaji pokok Rp10.000.000 per bulan, dengan kategori risiko pekerjaan rendah (tarif JKK 0,24%).

Menghitung beban tidak langsung yang ditanggung perusahaan:

  • BPJS Kesehatan: 4% × Rp10.000.000 = Rp400.000
  • JKK: 0,24% × Rp10.000.000 = Rp24.000
  • JKM: 0,3% × Rp10.000.000 = Rp30.000
  • JHT (porsi perusahaan): 3,7% × Rp10.000.000 = Rp370.000
  • JP (porsi perusahaan): 2% × Rp10.000.000 = Rp200.000
  • Total beban BPJS: Rp400.000 + Rp24.000 + Rp30.000 + Rp370.000 + Rp200.000 = Rp1.024.000

Burden Rate (tanpa memperhitungkan THR):

Rp1.024.000 ÷ Rp10.000.000 = 10,24%

Jika perusahaan juga mengalokasikan cadangan THR secara proporsional setiap bulan, dengan asumsi THR setara satu bulan gaji dibagi 12 bulan:

Alokasi THR Bulanan = Rp10.000.000 ÷ 12 = Rp833.333

Burden Rate (termasuk alokasi THR):

(Rp1.024.000 + Rp833.333) ÷ Rp10.000.000 = Rp1.857.333 ÷ Rp10.000.000 = 18,57%

Artinya, untuk setiap Rp10.000.000 gaji pokok yang dibayarkan, CV Karya Bersama sebenarnya menanggung tambahan biaya sekitar Rp1.857.333, sehingga total biaya tenaga kerja sesungguhnya adalah Rp11.857.333, bukan sekadar Rp10.000.000 seperti yang tertulis di slip gaji.

Baca Juga: Cost of Capital: Konsep dan Analisa Biaya Modal

Kenapa Burden Rate Penting bagi Penetapan Harga dan Anggaran?

Burden rate membantu bisnis menghitung biaya tenaga kerja secara lebih realistis, bukan hanya berdasarkan gaji pokok. Bagi bisnis jasa, perhitungan ini membantu menetapkan tarif yang mampu menutup seluruh biaya tenaga kerja sedangkan dalam penyusunan anggaran, burden rate membantu memperkirakan total biaya saat merekrut karyawan baru.

Kesalahan Saat Menghitung Burden Rate

Beberapa kesalahan berikut sering ditemukan dalam praktik perhitungan burden rate di Indonesia.

1. Menggunakan komponen biaya dari negara lain

Beberapa sumber mencantumkan biaya seperti bantuan pinjaman mahasiswa yang tidak relevan dengan komponen biaya tenaga kerja di Indonesia.

2. Melupakan THR dalam perhitungan

THR merupakan biaya tenaga kerja yang perlu diperhitungkan, terutama jika perusahaan ingin menghitung total biaya karyawan secara tahunan atau mengalokasikannya setiap bulan.

3. Menyamaratakan tarif JKK untuk semua karyawan

Tarif JKK berbeda berdasarkan tingkat risiko pekerjaan. Karena itu, karyawan yang bekerja di lapangan dapat memiliki tarif yang berbeda dari karyawan yang bekerja di kantor.

4. Menggunakan tarif BPJS yang sudah tidak berlaku

Tarif dan batas upah untuk perhitungan beberapa iuran dapat berubah mengikuti ketentuan pemerintah. Menggunakan angka lama dapat membuat hasil burden rate tidak akurat.

Baca Juga: Apa itu Scrap Rate dalam Manufaktur? Pemahaman dan Pentingnya

Hitung Biaya Tenaga Kerja Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Menghitung burden rate secara manual, mulai dari iuran BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, hingga alokasi THR untuk setiap karyawan membutuhkan ketelitian tinggi agar total biaya tenaga kerja benar-benar akurat.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi penggajian dan beban tenaga kerja secara otomatis dan konsisten.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga beban gaji, iuran BPJS, dan THR tercermin akurat dalam laporan laba rugi.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun gaji pokok dan beban tenaga kerja tidak langsung secara jelas.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung analisis biaya tenaga kerja bisnis Anda secara lebih akurat.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga pembayaran gaji dan kewajiban tenaga kerja lainnya tetap sinkron dengan kondisi kas bisnis Anda.

Kelola perhitungan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

BPJS Ketenagakerjaan, “Informasi Kepesertaan (JKK, JKM, JHT, JP).”

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D, “Intermediate Accounting: IFRS Edition.”

FAQ

1. Apa perbedaan burden rate dan gaji pokok?

1. Apa perbedaan burden rate dan gaji pokok?

Gaji pokok adalah kompensasi dasar yang tertulis dalam kontrak kerja karyawan, sedangkan burden rate mengukur besarnya biaya tambahan di luar gaji pokok tersebut, seperti iuran BPJS dan THR, yang juga ditanggung perusahaan.

2. Apa saja komponen burden rate tenaga kerja di Indonesia?

2. Apa saja komponen burden rate tenaga kerja di Indonesia?

Komponennya meliputi BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP), dan Tunjangan Hari Raya (THR), yang seluruhnya merupakan kewajiban ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

3. Bagaimana rumus menghitung burden rate tenaga kerja?

3. Bagaimana rumus menghitung burden rate tenaga kerja?

Rumusnya adalah total biaya beban tidak langsung dibagi dengan total biaya gaji pokok, yang hasilnya menunjukkan persentase biaya tambahan di luar gaji pokok karyawan.

4. Apakah THR termasuk komponen burden rate?

4. Apakah THR termasuk komponen burden rate?

Termasuk, terutama jika dialokasikan secara proporsional setiap bulan dalam anggaran perusahaan, karena THR adalah kewajiban tahunan yang nilainya cukup signifikan bagi total biaya tenaga kerja.

5. Kenapa burden rate penting bagi penetapan harga jasa?

5. Kenapa burden rate penting bagi penetapan harga jasa?

 Karena tarif jasa yang hanya berdasarkan gaji pokok karyawan berisiko tidak menutupi seluruh biaya tenaga kerja yang sesungguhnya ditanggung perusahaan, sehingga margin keuntungan bisa lebih tipis dari yang diperkirakan.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami