Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Recurring Income: Pengertian dan Cara Mencatatnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Recurring income adalah pendapatan yang diperoleh secara berulang, biasanya dari kontrak atau langganan.
  • Menurut PSAK 115, pendapatan langganan diakui secara bertahap, sedangkan pembayaran di muka dicatat sebagai pendapatan diterima di muka.
  • MRR dan ARR merupakan metrik utama untuk mengukur pendapatan berulang dan pertumbuhan bisnis berbasis langganan.

Banyak pembahasan mengenai recurring income berfokus pada manfaatnya bagi bisnis, seperti menciptakan pendapatan yang lebih stabil, meningkatkan customer lifetime value (CLV), atau membuat arus kas lebih mudah diprediksi.

Namun, ada satu aspek yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana recurring income dicatat dalam pembukuan. 

Misalnya, bagaimana perlakuan akuntansi jika pelanggan membayar biaya langganan untuk satu tahun di awal, sementara layanan diberikan secara bertahap setiap bulan? 

Dalam kondisi seperti ini, pendapatan tidak selalu dapat langsung diakui seluruhnya karena harus mengikuti standar akuntansi yang berlaku.

Pada artikel ini, Anda akan mempelajari pengertian recurring income, cara pengakuan pendapatan menurut standar akuntansi, konsep pendapatan diterima di muka, metrik MRR dan ARR, serta contoh perhitungan beserta jurnal pencatatannya.

Apa itu Recurring Income (Pendapatan Berulang)?

Recurring income atau pendapatan berulang adalah pendapatan yang diterima secara berkala dan diperkirakan akan terus berlanjut karena didukung oleh kontrak atau model bisnis berlangganan.

Yang membedakan recurring income dari pendapatan biasa adalah tingkat kepastiannya. Dalam buku Intermediate Accounting IFRS Edition pendapatan yang didukung oleh kewajiban kontraktual lebih mudah diprediksi sehingga memberikan kepastian arus kas bagi bisnis.

Contoh recurring income meliputi pendapatan sewa, biaya langganan software (SaaS), biaya keanggotaan gym, dan layanan streaming yang dibayar pelanggan secara berkala.

Recurring Income vs. Non-Recurring Income: Apa Bedanya?

Perbedaan recurring income dan non-recurring income bukan hanya terletak pada seberapa sering pendapatan diterima, tetapi juga pada tingkat kepastiannya.

Recurring income berasal dari kontrak atau model langganan yang membuat pendapatan di masa depan lebih mudah diprediksi, seperti biaya langganan tahunan atau pendapatan sewa.

Sebaliknya, non-recurring income berasal dari transaksi yang bersifat satu kali, seperti penjualan eceran, sehingga tidak ada jaminan pelanggan akan kembali bertransaksi pada periode berikutnya.

Perbedaan ini penting karena mempengaruhi kemampuan bisnis dalam memproyeksikan arus kas dan menilai keberlanjutan pendapatan di masa depan.

Cara Mengakui Recurring Income dalam Akuntansi

Recurring income tidak selalu dapat langsung diakui sebagai pendapatan saat pembayaran diterima. Hal ini sering terjadi pada bisnis berlangganan, di mana pelanggan membayar di awal untuk layanan yang akan diberikan selama periode tertentu.

Berdasarkan PSAK 72, pendapatan dari layanan berlangganan umumnya diakui secara bertahap (over time) karena pelanggan menerima manfaat layanan seiring berjalannya waktu.

Artinya, jika pelanggan membayar biaya langganan tahunan di muka, perusahaan tidak boleh langsung mengakui seluruh pembayaran tersebut sebagai pendapatan. Pendapatan harus diakui secara proporsional sesuai periode layanan yang telah diberikan.

Baca Juga: Laporan Keuangan Proforma: Pengertian, Jenis, Contoh

Pendapatan Diterima di Muka: Kunci Pencatatan Recurring Income

Dalam bisnis berbasis langganan, pembayaran yang diterima di awal tidak selalu dapat langsung diakui sebagai pendapatan. 

Selama perusahaan masih memiliki kewajiban untuk memberikan barang atau layanan kepada pelanggan, pembayaran tersebut harus dicatat sebagai pendapatan diterima di muka atau liabilitas.

Perlakuan ini sejalan dengan PSAK 72  yang mengatur bahwa pendapatan baru diakui ketika perusahaan telah memenuhi kewajiban pelaksanaannya (performance obligation). 

Oleh karena itu, saldo pendapatan diterima di muka akan berkurang secara bertahap seiring layanan diberikan, dan pada saat yang sama diakui sebagai pendapatan.

Jika kewajiban tersebut diperkirakan selesai dalam waktu 12 bulan, pendapatan diterima di muka disajikan sebagai liabilitas jangka pendek dalam laporan posisi keuangan.

Metrik untuk Mengukur Recurring Income: MRR dan ARR

Selain mencatat recurring income dengan benar, bisnis juga perlu memantau metrik yang menunjukkan kestabilan pendapatan. Dua metrik yang paling umum digunakan adalah Monthly Recurring Revenue (MRR) dan Annual Recurring Revenue (ARR).

Monthly Recurring Revenue (MRR) adalah total pendapatan berulang yang diperkirakan diterima setiap bulan. 

Metrik ini dapat dihitung dengan rumus berikut.

MRR = Jumlah Pelanggan Aktif × Rata-Rata Pendapatan per Pelanggan per Bulan

Sementara itu, Annual Recurring Revenue (ARR) adalah proyeksi pendapatan berulang selama satu tahun yang umumnya dihitung dengan mengalikan MRR dengan 12.

ARR = MRR × 12

MRR dan ARR membantu bisnis memantau pertumbuhan pendapatan, mengevaluasi tingkat pelanggan yang berhenti berlangganan (churn rate), serta membuat proyeksi pendapatan dengan lebih akurat.

Baca Juga: Revenue: Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Pembukuan Bisnis

Contoh Perhitungan dan Jurnal Recurring Income

Misalnya, PT Digital Kreatif menjual langganan software akuntansi selama satu tahun seharga Rp1.200.000 per pelanggan. Pelanggan membayar penuh di muka pada 1 Januari 2025.

Saat pembayaran diterima, perusahaan belum boleh mengakui seluruhnya sebagai pendapatan karena layanan masih akan diberikan selama 12 bulan. Oleh karena itu, jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut.

1 Januari 2025

Keterangan Debit Kredit
Kas Rp1.200.000
Pendapatan Diterima di Muka Rp1.200.000

Karena layanan diberikan setiap bulan, pendapatan yang diakui adalah:

Pendapatan per bulan = Rp1.200.000 ÷ 12 = Rp100.000

Pada akhir Januari 2025, jurnal pengakuan pendapatannya menjadi:

Keterangan Debit Kredit
Pendapatan Diterima di Muka Rp100.000
Pendapatan Langganan Rp100.000

Jurnal ini diulang setiap bulan hingga akhir masa langganan. Dengan demikian, pada akhir Desember 2025 seluruh saldo pendapatan diterima di muka telah habis, dan seluruh pendapatan sebesar Rp1.200.000 telah diakui sesuai periode layanan.

Apabila PT Digital Kreatif memiliki 500 pelanggan aktif dengan skema yang sama, maka perhitungan recurring income adalah:

  • MRR = 500 × Rp100.000 = Rp50.000.000
  • ARR = Rp50.000.000 × 12 = Rp600.000.000

MRR dan ARR memberikan gambaran pendapatan yang lebih stabil dibanding hanya melihat total kas yang diterima, terutama ketika terdapat banyak pembayaran langganan di muka.

Kesalahan Umum dalam Mencatat Recurring Income

Dalam praktiknya, masih banyak bisnis yang melakukan kesalahan saat mencatat recurring income. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengakui seluruh pembayaran di muka sebagai pendapatan

Pembayaran langganan yang diterima di awal tidak boleh langsung diakui seluruhnya sebagai pendapatan. Pendapatan baru diakui sesuai periode layanan yang telah diberikan.

2. Tidak mencatat pendapatan diterima di muka sebagai liabilitas

Selama perusahaan masih memiliki kewajiban memberikan barang atau layanan kepada pelanggan, pembayaran tersebut harus dicatat sebagai pendapatan diterima di muka atau liabilitas.

3. Mencampurkan MRR dengan pendapatan non-recurring

MRR hanya mencakup pendapatan yang bersifat berulang. Pendapatan satu kali, seperti biaya instalasi atau implementasi, tidak termasuk dalam perhitungan MRR.

4. Tidak memperbarui MRR saat pelanggan berhenti berlangganan

MRR perlu diperbarui ketika terjadi churn atau pelanggan berhenti berlangganan agar proyeksi pendapatan tetap akurat.

Baca Juga: Multi-Step Income Statement: Pengertian, Format, Cara Membuat, dan Contohnya

Catat Recurring Income Bisnis dengan Lebih Mudah Menggunakan Mekari Jurnal

Mengelola recurring income secara manual dapat memakan waktu, terutama jika bisnis Anda memiliki banyak pelanggan dengan pembayaran langganan dan pendapatan diterima di muka. Kesalahan pencatatan pun dapat mempengaruhi akurasi laporan keuangan.

Dengan Mekari Jurnal, Anda dapat mencatat transaksi secara lebih rapi, akurat, dan terintegrasi sehingga pengelolaan recurring income menjadi lebih mudah.

Melalui fitur Pembukuan, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan.
  • Menyusun chart of accounts yang rapi, termasuk memisahkan akun pendapatan diterima di muka dan pendapatan yang telah diakui.
  • Mengakses lebih dari 55 laporan keuangan, manajemen, dan operasional untuk memantau kinerja bisnis.
  • Memantau kondisi keuangan secara real-time melalui dashboard.

Kelola pencatatan recurring income bisnis Anda bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

 

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Pengesahan PSAK 71, PSAK 72, dan Amendemen PSAK 62.”

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 1 (kini PSAK 201): Penyajian Laporan Keuangan.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting IFRS Edition

 

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan recurring income?

1. Apa yang dimaksud dengan recurring income?

Recurring income adalah pendapatan yang diperoleh secara berulang dalam periode tertentu, biasanya berasal dari kontrak atau model bisnis berlangganan, sehingga lebih mudah diprediksi dibanding pendapatan satu kali.

2. Apa contoh recurring income?

2. Apa contoh recurring income?

Contoh recurring income meliputi biaya langganan software (SaaS), pendapatan sewa, biaya keanggotaan gym, layanan streaming, hingga kontrak layanan pemeliharaan yang dibayar secara berkala.

3. Apakah pembayaran langganan di muka langsung diakui sebagai pendapatan?

3. Apakah pembayaran langganan di muka langsung diakui sebagai pendapatan?

Tidak. Berdasarkan PSAK 115, pembayaran di muka dicatat sebagai pendapatan diterima di muka (liabilitas) dan diakui sebagai pendapatan secara bertahap sesuai periode layanan yang telah diberikan.

4. Apa perbedaan recurring income dan non-recurring income?

4. Apa perbedaan recurring income dan non-recurring income?

Recurring income berasal dari pendapatan yang berulang dan memiliki tingkat kepastian lebih tinggi, sedangkan non-recurring income berasal dari transaksi yang sifatnya satu kali sehingga tidak dapat diproyeksikan akan terus berulang.

5. Apa itu MRR dan ARR?

5. Apa itu MRR dan ARR?

Monthly Recurring Revenue (MRR) adalah estimasi pendapatan berulang setiap bulan, sedangkan Annual Recurring Revenue (ARR) adalah estimasi pendapatan berulang selama satu tahun. Keduanya digunakan untuk mengukur pertumbuhan bisnis berbasis langganan.

6. Mengapa recurring income penting bagi bisnis?

6. Mengapa recurring income penting bagi bisnis?

Recurring income membantu menciptakan arus kas yang lebih stabil, mempermudah proyeksi pendapatan, meningkatkan nilai bisnis, serta mendukung pengambilan keputusan berdasarkan pendapatan yang lebih dapat diprediksi.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami