Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Panduan Lengkap Proses Akuntansi untuk Bisnis Kecil Anda

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Lutfi Pawening
Mekari Jurnal Insight
  • Sekitar 70% UMKM di Indonesia belum memiliki laporan keuangan yang memadai (BPS, 2021). 
  • Bisnis kecil di Indonesia punya standar akuntansi sendiri, SAK EMKM, dengan laporan keuangan yang disederhanakan jadi hanya 3 komponen. 
  • Sesuai PP 20/2026, tarif PPh Final UMKM 0,5% kini hanya berlaku untuk wajib pajak orang pribadi dan koperasi, tidak lagi untuk CV, firma, atau PT. 

Menyusun proses akuntansi yang benar menjadi langkah penting agar bisnis kecil dapat memantau kondisi keuangan, memenuhi kewajiban pajak, dan mengambil keputusan berdasarkan data.

Di Indonesia, bisnis kecil juga memiliki standar akuntansi tersendiri, yaitu SAK EMKM, yang menyederhanakan penyusunan laporan keuangan tanpa mengurangi kualitas informasinya.

Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari proses akuntansi untuk bisnis kecil sesuai SAK EMKM, mulai dari tahapan pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan yang benar.

Kenapa Proses Akuntansi Penting untuk Bisnis Kecil Anda?

Proses akuntansi bukan cuma soal kepatuhan administratif. Bagi bisnis kecil, proses ini adalah dasar untuk melihat kesehatan keuangan usaha, mengajukan pembiayaan ke bank atau investor, dan memenuhi kewajiban pajak tanpa kerepotan di menit-menit terakhir.

Sayangnya, kondisi ini belum jadi prioritas banyak pelaku usaha kecil di Indonesia. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021, sekitar 70% UMKM di Indonesia belum memiliki laporan keuangan yang memadai.

Padahal, tanpa proses akuntansi yang berjalan sejak awal, pemilik bisnis kesulitan mengetahui apakah usahanya benar-benar untung, dan bank atau lembaga pembiayaan pun sulit menilai kelayakan usaha untuk diberi modal tambahan.

Mulai dari Legalitas: NIB dan Kewajiban Pajak UMKM Sebelum Proses Akuntansi Dimulai

Sebelum proses akuntansi bisa berjalan rapi, ada dua hal legal-pajak yang perlu diurus lebih dulu.

Nomor Induk Berusaha (NIB). NIB yang diurus lewat sistem Online Single Submission (OSS) adalah identitas resmi pelaku usaha di Indonesia, dan jadi syarat untuk membuka rekening bank atas nama bisnis (bukan rekening pribadi).

Tanpa NIB, proses akuntansi bisnis kecil cenderung tercampur dengan keuangan pribadi sejak awal, yang justru jadi salah satu penyebab utama laporan keuangan sulit disusun secara akurat.

Skema PPh Final UMKM. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022, wajib pajak dengan peredaran bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar dalam satu tahun pajak bisa memanfaatkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% dari peredaran bruto (omset), jauh lebih sederhana dibanding skema tarif progresif umum.

Yang penting diperhatikan: ketentuan ini baru saja diperbarui lewat Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026. Berdasarkan aturan terbaru ini, tarif PPh Final 0,5% kini hanya berlaku untuk wajib pajak orang pribadi dan koperasi, tanpa batas waktu.

Sementara itu, badan usaha berbentuk CV, firma, PT, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sudah tidak bisa lagi memakai tarif ini. Bagi Anda yang berencana mendirikan bisnis kecil dalam bentuk badan usaha, penting untuk mengetahui perubahan ini sejak awal agar tidak salah menghitung proyeksi pajak.

Baca juga: Masih Bingung Pajak UMKM? Ini Jenis, Tarif, dan Cara Hitungnya

Standar yang Tepat untuk Bisnis Kecil: SAK EMKM, Bukan Standar Akuntansi Umum

Ini bagian yang sering disalahpahami: banyak panduan menyebut prinsip akuntansi umum atau standar internasional sebagai acuan bisnis kecil, padahal Indonesia punya standar akuntansi sendiri yang dirancang khusus untuk skala usaha ini.

SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) disahkan Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada 2016 dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2018. Standar ini jauh lebih sederhana dibanding PSAK Umum (yang dirancang untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti perusahaan terbuka), dengan dua perbedaan utama:

  1. Laporan keuangan disederhanakan jadi tiga komponen saja: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan  tanpa laporan arus kas maupun laporan perubahan ekuitas yang diwajibkan pada PSAK Umum.
  2. Basis pengukuran murni biaya historis (harga perolehan), bukan nilai wajar seperti sebagian pos di PSAK Umum, sehingga bisnis kecil cukup mencatat aset dan liabilitas sebesar harga belinya, tanpa perlu penilaian ulang yang rumit.

Memilih standar yang sesuai skala bisnis sejak awal membuat proses akuntansi jauh lebih mudah dijalankan secara konsisten, dibanding memaksakan format laporan yang sebenarnya dirancang untuk perusahaan besar.

Tahapan Proses Akuntansi untuk Bisnis Kecil, Langkah demi Langkah

Berikut tahapan proses akuntansi yang sesuai untuk skala bisnis kecil:

  1. Pisahkan rekening bisnis dan pribadi. Setelah NIB terbit, buka rekening bank atas nama bisnis agar transaksi usaha tidak tercampur dengan keuangan pribadi.
  2. Kumpulkan bukti transaksi. Setiap penjualan atau pembelian harus punya bukti pendukung seperti nota, kuitansi, atau bukti transfer — sebagai dasar pencatatan yang sah.
  3. Catat transaksi ke jurnal secara kronologis. Setiap transaksi dicatat berurutan sesuai tanggal terjadinya, mencakup akun yang di-debit dan dikredit.
  4. Posting ke buku besar per akun. Transaksi dari jurnal dipindahkan ke masing-masing akun (kas, penjualan, beban, dan seterusnya) agar saldo per akun bisa terlihat.
  5. Susun neraca saldo. Neraca saldo mengecek apakah total debit dan kredit sudah seimbang sebelum lanjut ke penyusunan laporan.
  6. Susun laporan keuangan sesuai SAK EMKM. Di akhir periode (biasanya bulanan atau tahunan), susun Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan berdasarkan saldo yang sudah diverifikasi.

Contoh Sederhana: Proses Akuntansi Bisnis Kecil dalam Satu Bulan

Usaha Katering Nyaman mencatat transaksi selama bulan berjalan: penjualan tunai Rp25.000.000, pembelian bahan baku Rp10.000.000, dan beban gaji karyawan Rp6.000.000. Setiap transaksi dicatat berdasarkan nota pembelian bahan baku, struk penjualan harian, dan slip gaji sebagai bukti pendukung.

Setelah dicatat ke jurnal dan diposting ke buku besar, hasil akhirnya disusun dalam Laporan Laba Rugi sederhana sesuai format SAK EMKM:

Komponen Nominal
Pendapatan (Penjualan Rp25.000.000
Beban Bahan Baku (Rp10.000.000)
Beban Gaji (Rp6.000.000)
Laba Bersih Rp9.000.000

Format sesederhana ini sudah cukup memenuhi kebutuhan pelaporan sesuai SAK EMKM, tanpa perlu menyusun laporan arus kas atau perubahan ekuitas yang lebih kompleks.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Proses Akuntansi Bisnis Kecil

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

  • Mencampur rekening pribadi dan bisnis, sehingga sulit memisahkan mana pengeluaran usaha dan mana kebutuhan pribadi saat menyusun laporan.
  • Tidak menyimpan bukti transaksi, membuat pencatatan sulit diverifikasi saat dibutuhkan untuk keperluan pajak atau pengajuan pembiayaan.
  • Menunda pencatatan sampai akhir bulan, yang berisiko membuat transaksi terlewat atau salah ingat detailnya.
  • Memaksakan format laporan yang terlalu rumit untuk skala bisnisnya, misalnya mengikuti struktur PSAK Umum yang sebenarnya dirancang untuk perusahaan dengan akuntabilitas publik, bukan SAK EMKM yang lebih sesuai.
  • Tidak mengetahui kewajiban PPh Final UMKM sejak awal, sehingga kaget saat harus membayar pajak dengan skema yang ternyata sudah berubah, seperti pembaruan PP 20/2026 untuk badan usaha.

Permudah Proses Akuntansi Bisnis Kecil dengan Mekari Jurnal

Mekari Jurnal membantu bisnis kecil menjalankan proses akuntansi sesuai SAK EMKM melalui pencatatan transaksi otomatis, penyusunan laporan keuangan, dan pengelolaan pembukuan yang lebih efisien. Dengan begitu, bisnis dapat menghasilkan laporan keuangan yang akurat, siap digunakan untuk operasional, audit, maupun pengajuan pembiayaan.

Fitur yang tersedia meliputi:

  • Laporan laba rugi dan arus kas untuk memantau pendapatan, beban, arus kas, serta profitabilitas bisnis secara real-time.
  • Neraca dan buku besar yang menyajikan posisi keuangan dan saldo setiap akun secara akurat.
  • Jurnal umum dan jurnal transaksi yang mencatat seluruh aktivitas keuangan secara otomatis dan terdokumentasi.
  • Laporan laba atau rugi mata uang untuk memantau dampak selisih kurs pada transaksi multi-mata uang.
  • Rekonsiliasi bank dan rekening koran sehingga proses pencocokan transaksi menjadi lebih cepat dan akurat.
  • 55+ laporan keuangan, manajemen, dan operasional yang siap digunakan untuk analisis bisnis dan pengambilan keputusan.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.

Referensi:

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) – Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM)

DDTC News – Ketentuan PPh Final UMKM

Badan Pusat Statistik (BPS), 2021 – Survei UMKM tanpa laporan keuangan memadai, dikutip dalam Jurnal Akuntansi Keuangan dan Bisnis

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

Apa itu proses akuntansi untuk bisnis kecil?

Apa itu proses akuntansi untuk bisnis kecil?

Proses akuntansi untuk bisnis kecil adalah rangkaian tahapan mulai dari mengumpulkan bukti transaksi, mencatat ke jurnal, memposting ke buku besar, hingga menyusun laporan keuangan. Idealnya, proses ini mengikuti standar yang sesuai dengan skala usaha, seperti SAK EMKM.

Standar akuntansi apa yang tepat untuk bisnis kecil di Indonesia?

Standar akuntansi apa yang tepat untuk bisnis kecil di Indonesia?

Standar yang tepat adalah SAK EMKM (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah) yang disahkan oleh IAI dan berlaku efektif sejak 1 Januari 2018. Standar ini dirancang khusus untuk bisnis kecil dengan penyusunan laporan keuangan yang lebih sederhana dibandingkan PSAK Umum.

Apa langkah pertama sebelum memulai proses akuntansi bisnis kecil?

Apa langkah pertama sebelum memulai proses akuntansi bisnis kecil?

Langkah pertama adalah mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui OSS. NIB menjadi dasar legalitas usaha, memudahkan pembukaan rekening bisnis, serta membantu memenuhi kewajiban perpajakan sejak awal.

Apakah bisnis kecil masih bisa menggunakan PPh Final 0,5%?

Apakah bisnis kecil masih bisa menggunakan PPh Final 0,5%?

Wajib pajak orang pribadi dan koperasi dengan peredaran bruto tidak lebih dari Rp4,8 miliar per tahun masih dapat menggunakan tarif PPh Final 0,5% sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, badan usaha seperti CV, firma, dan PT tidak lagi dapat memanfaatkan tarif tersebut.

Apa saja laporan keuangan yang wajib disusun bisnis kecil menurut SAK EMKM?

Apa saja laporan keuangan yang wajib disusun bisnis kecil menurut SAK EMKM?

SAK EMKM mewajibkan tiga komponen laporan keuangan, yaitu Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba Rugi, dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). Berbeda dengan PSAK Umum, SAK EMKM tidak mewajibkan laporan arus kas maupun laporan perubahan ekuitas.

Apakah bisnis kecil perlu menggunakan aplikasi akuntansi sejak awal?

Apakah bisnis kecil perlu menggunakan aplikasi akuntansi sejak awal?

Ya. Aplikasi akuntansi membantu mencatat transaksi secara otomatis dan konsisten sejak awal operasional, sehingga penyusunan laporan keuangan menjadi lebih mudah, akurat, dan efisien ketika jumlah transaksi mulai meningkat.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami