Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
5 min read

Proyeksi Pendapatan: Metode dan Cara Membuatnya

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita
Highlights
  • Proyeksi pendapatan adalah pilar utama dalam Financial Planning & Analysis (FP&A) yang memandu alokasi anggaran dan strategi ekspansi bisnis.
  • Akurasi proyeksi peramalan masa depan sangat bergantung pada integritas dan kelengkapan data pembukuan historis perusahaan.
  • Metode peramalan yang paling umum dan mudah diimplementasikan oleh bisnis skala menengah adalah proyeksi historis berbasis persentase pertumbuhan linear.

Menjalankan bisnis tanpa mengetahui potensi pendapatan di masa depan ibarat mengemudi tanpa melihat jalan di depan. 

Tanpa proyeksi yang jelas, target penjualan dan kebutuhan kas akan sulit direncanakan secara akurat.

Proyeksi pendapatan membantu bisnis memperkirakan potensi pendapatan berdasarkan data historis, tren pasar, dan asumsi yang relevan. 

Artikel ini membahas pengertian proyeksi pendapatan, metode dan rumus perhitungannya, hingga cara menyusunnya dengan lebih akurat.

Apa Itu Proyeksi Pendapatan?

proyeksi pendapatan (revenue forecasting) adalah estimasi mengenai jumlah pendapatan yang diharapkan diperoleh perusahaan dalam periode tertentu di masa depan. Periode ini dapat berupa bulanan, kuartalan, maupun tahunan.

Menurut Dahlquist dan Knight dalam Principles of Finance, peramalan penjualan dapat menggunakan data historis sebagai dasar, kemudian disesuaikan dengan tren, kondisi bisnis, dan faktor lain yang dapat mempengaruhi penjualan di masa depan.

Berbeda dengan target penjualan yang lebih bersifat aspirasional, proyeksi pendapatan dibuat berdasarkan data dan asumsi yang realistis. Data historis, tren pasar, kondisi ekonomi, serta kapasitas bisnis dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun proyeksi.

Baca Juga: Ketahui Perencanaan Keuangan Melalui Proyeksi Keuntungan

Mengapa Bisnis Wajib Membuat Proyeksi Pendapatan?

Proyeksi pendapatan bukan hanya digunakan untuk memperkirakan berapa banyak penjualan yang mungkin diperoleh tetapi juga menjadi dasar berbagai keputusan keuangan dan operasional. Beberapa manfaat utamanya adalah:

1. Dasar Penyusunan Anggaran (Budgeting)

Proyeksi pendapatan membantu bisnis menentukan anggaran pemasaran, operasional, pembelian persediaan, hingga tenaga kerja berdasarkan perkiraan pendapatan yang akan diperoleh. Dengan begitu, pengeluaran dapat disesuaikan dengan kemampuan bisnis dan tidak hanya berdasarkan perkiraan semata.

2. Membantu Mengelola Arus Kas

Dengan mengetahui perkiraan pendapatan setiap periode, bisnis dapat mengantisipasi kapan terjadi penurunan atau peningkatan penjualan. Jika proyeksi menunjukkan adanya low season, perusahaan dapat menyiapkan cadangan kas atau menyesuaikan pengeluaran agar kebutuhan operasional tetap terpenuhi.

3. Mendukung Perencanaan Bisnis

Proyeksi pendapatan dapat menjadi dasar untuk menentukan rencana ekspansi, penambahan karyawan, pembelian aset, atau pembukaan cabang baru. Manajemen dapat membandingkan potensi pendapatan dengan kebutuhan biaya sebelum mengambil keputusan.

4. Meningkatkan Kredibilitas di Mata Investor dan Bank

Proyeksi pendapatan dapat membantu menunjukkan bagaimana bisnis memperkirakan pertumbuhan dan kemampuan menghasilkan pendapatan di masa depan. Dalam proses pengajuan pendanaan, proyeksi keuangan juga dapat digunakan bersama laporan historis untuk membantu pihak eksternal menilai prospek bisnis.

5. Mengukur Kinerja Bisnis

Proyeksi dapat digunakan sebagai pembanding dengan realisasi pendapatan. Jika hasil aktual jauh di bawah proyeksi, manajemen dapat mengevaluasi penyebabnya, seperti penurunan permintaan, perubahan harga, atau strategi penjualan yang kurang efektif.

Baca Juga: Proyeksi Keuangan Bisnis Plan, Ketahui Caranya

Metode Dasar Membuat Proyeksi Pendapatan

Ada beberapa pendekatan untuk membuat proyeksi pendapatan. Metode yang dipilih dapat disesuaikan dengan usia bisnis dan ketersediaan data.

1. Metode Histories (Straight-Line)

Metode ini menggunakan data pendapatan historis untuk memperkirakan pendapatan di periode berikutnya dengan asumsi tingkat pertumbuhan yang relatif konsisten. Metode ini cocok untuk bisnis yang sudah memiliki riwayat penjualan yang cukup.

2. Metode Bottom-Up

Metode ini dimulai dari unit penjualan terkecil, seperti jumlah produk yang diperkirakan terjual, kemudian dikalikan dengan harga jual per unit. Pendekatan ini cocok untuk bisnis yang dapat memperkirakan volume penjualan secara spesifik, seperti manufaktur dan ritel.

3. Metode Top-Down

Metode ini dimulai dari ukuran pasar secara keseluruhan, kemudian memperkirakan pangsa pasar yang dapat diraih perusahaan. Pendekatan ini sering digunakan oleh bisnis baru yang belum memiliki banyak data penjualan historis.

Baca Juga: Metode Peramalan Top-Down dan Bottom-Down Forecasting Dalam Bisnis

Rumus dan Contoh Perhitungan Proyeksi Pendapatan Historis

Untuk pendekatan historis (straight-line), proyeksi pendapatan dibuat dengan menggunakan tingkat pertumbuhan pendapatan pada periode sebelumnya. Rumusnya:

Proyeksi Pendapatan = Pendapatan Periode Terakhir × (1 + Tingkat Pertumbuhan)

Contoh kasus:

CV Makmur Jaya mencatat pendapatan Rp500.000.000 pada Tahun 1 dan Rp600.000.000 pada Tahun 2. Tingkat pertumbuhan pendapatannya adalah:

Pertumbuhan = (Rp600.000.000 − Rp500.000.000) ÷ Rp500.000.000 × 100% = 20%

Jika pertumbuhan 20% diasumsikan tetap, proyeksi pendapatan dua tahun berikutnya adalah:

Periode Dasar Perhitungan Estimasi Pendapatan
Tahun 2 (Aktual) Data aktual Rp600.000.000
Tahun 3 (Proyeksi) Rp600.000.000 × 1,20 Rp720.000.000
Tahun 4 (Proyeksi) Rp720.000.000 × 1,20 Rp864.000.000

Perhitungan ini mengasumsikan tingkat pertumbuhan tetap, sehingga hasil proyeksi perlu disesuaikan jika terdapat perubahan harga, permintaan, kapasitas produksi, atau kondisi pasar.

Baca Juga: Recurring Income: Pengertian dan Cara Mencatatnya

Langkah-Langkah Menyusun Proyeksi yang Akurat

Agar proyeksi pendapatan lebih realistis, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Kumpulkan Data Keuangan: Gunakan data penjualan, retur, dan diskon dari periode sebelumnya sebagai dasar proyeksi.
  2. Tentukan Asumsi: Pertimbangkan faktor internal dan eksternal, seperti perubahan harga, permintaan, inflasi, dan kapasitas produksi.
  3. Pilih Metode yang Tepat: Gunakan metode historis untuk bisnis dengan pertumbuhan relatif stabil atau bottom-up jika proyeksi dapat dibuat berdasarkan volume penjualan dan harga produk.
  4. Tinjau dan Sesuaikan Proyeksi: Bandingkan proyeksi dengan realisasi secara berkala dan lakukan penyesuaian jika terdapat perbedaan yang signifikan.

Baca Juga: Panduan Membuat Proyeksi Arus Kas yang Tidak Meleset: Contoh, Studi Kasus, serta Template Gratis)

Wujudkan Proyeksi Pendapatan Berbasis Data dengan Mekari Jurnal

Proyeksi pendapatan yang akurat membutuhkan data historis yang rapi dan mudah diakses. Jika masih mengandalkan pencatatan manual, proses rekapitulasi data penjualan dan pengeluaran dapat memakan waktu serta meningkatkan risiko kesalahan.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu mencatat transaksi penjualan dan pengeluaran secara terintegrasi, sehingga data keuangan historis dapat digunakan sebagai dasar penyusunan proyeksi pendapatan.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis, sehingga data penjualan dan pengeluaran lebih rapi.
  • Memantau laporan keuangan secara real-time, untuk melihat kondisi bisnis terkini.
  • Membandingkan tren pendapatan antarperiode, sehingga perubahan kinerja lebih mudah dianalisis.
  • Mengakses data keuangan secara terintegrasi, untuk mendukung penyusunan proyeksi yang lebih akurat.

Wujudkan pembukuan yang rapi bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Dahlquist, J. dan Knight, R. “Principles of Finance.”

FAQ

Apa yang dimaksud dengan proyeksi pendapatan?

Apa yang dimaksud dengan proyeksi pendapatan?

Proyeksi pendapatan adalah perkiraan terstruktur mengenai total uang atau arus kas yang akan diterima perusahaan dari penjualan barang atau jasa dalam suatu periode tertentu di masa mendatang.

Apa bedanya proyeksi pendapatan dengan target penjualan?

Apa bedanya proyeksi pendapatan dengan target penjualan?

Target penjualan adalah angka harapan atau tujuan maksimal yang ingin dicapai oleh tim tenaga penjual (sales), sedangkan proyeksi pendapatan adalah estimasi ilmiah dan realistis yang disusun berdasarkan data historis dan tren pasar saat ini.

Berapa lama periode yang ideal untuk membuat proyeksi?

Berapa lama periode yang ideal untuk membuat proyeksi?

Hal ini bergantung pada kebutuhan bisnis. Proyeksi jangka pendek biasanya mencakup periode bulanan hingga satu tahun, sementara proyeksi jangka menengah dan panjang untuk keperluan perencanaa

Faktor apa saja yang bisa membuat proyeksi pendapatan meleset?

Faktor apa saja yang bisa membuat proyeksi pendapatan meleset?

Penyimpangan sering kali terjadi karena faktor eksternal di luar kendali perusahaan seperti krisis ekonomi mendadak, perubahan tren selera konsumen, regulasi pemerintah yang baru, hingga masuknya kompetitor agresif ke dalam pasar yang sama.

Bagaimana cara menghitung tingkat pertumbuhan pendapatan historis?

Bagaimana cara menghitung tingkat pertumbuhan pendapatan historis?

Cara menghitungnya adalah dengan mengurangkan pendapatan periode terbaru dengan periode sebelumnya, kemudian hasilnya dibagi dengan pendapatan periode sebelumnya. Setelah itu kalikan dengan 100 persen untuk mendapatkan angka persentase.

Kategori : Business Management

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami