Daftar Isi

Revenue: Pengertian, Jenis, dan Pentingnya dalam Pembukuan Bisnis

Tayang 25 Jun 2024
Diperbarui 01 Juli 2024

Dalam konteks pembukuan bisnis, pendapatan atau revenue menjadi metrik ynag penting untuk mengukur kesehatan keuangan dalam sebuah bisnis.

Tidak saja untuk mengukur pendapatan, namun juga bisa menjadi indikator untuk mengetahui pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.

Bagi orang-orang yang bekerja dalam bidang keuangan, memahami dan mencatat revenue secara akurat adalah hal yang terpenting, karena ini menjadi dasar berbagai laporan keuangan dan keputusan bisnis yang penting.

Apa Itu Pengertian Revenue?

Secara umum, revenue mewakili total pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dari aktivitas utamanya, yaitu penjualan produk atau jasanya.

Revenue dapat menjadi indikator untuk melihat seberapa baik kinerja perusahaan termasuk alur pengelolaan keuangannya.

Bagian ini biasanya dapat terlihat pada bagian atas laporan laba rugi sebelum dikurangi biaya dan pengeluaran lainnya.

Komponen ini yang menjadi acuan penilaian pertumbuhan dari waktu ke waktu oleh pemilik bisnis maupun stakeholder seperti investor, kreditor, dan manajemen.

Nantinya ini juga dapat digunakan untuk menganalisis keuangan untuk kebutuhan strategi di periode selanjutnya.

Tujuan lain dari peran revenue dalam pembukuan bisnis adalah sebagai tolok ukur penting untuk mengevaluasi efisiensi operasional, daya saing pasar, dan kesehatan keuangan secara keseluruhan.

revenue adalah

Jenis-jenis Revenue

Untuk konteks akuntansi keuangan sendiri, revenue terbagi menjadi dua kategori berdasarkan tujuan dan kontribusinya kepada keuangan perusahaan.

Kedua revenue ini yaitu operating revenues dan non-operating revenues.

1. Operating Revenues atau Pendapatan Usaha

Jenis ini mengkategorisasikan pendapatan yang dihasilkan dari aktivitas bisnis utama perusahaan.

Aktivitas ini biasanya melibatkan penjualan barang atau jasa yang merupakan aktivitas inti sehari-hari pada sebuah bisnis.

Contohnya, untuk perusahaan ritel, pendapatan yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan merupakan pendapatan operasional.

Karakterisik yang tergambarkan dari jenis ini adalah bersifat berulang (recurring), mewakili aliran dana utama, dan bersifat stabil dari waktu ke waktu.

2. Non-Operating Revenues atau Pendapatan Non-Operasional

Pendapatan yang mencakup aliran pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan operasional inti dalam sebuah bisnis.

Pendapatan ini biasanya berasal dari aktivitas atau sumber yang bukan fokus utama bisnis atau umumnya dikenal dengan usaha sampingan.

Beberapa contoh dari jenis ini, yaitu investasi, penjualan aset, atau keuntungan dari transaksi valuta asing.

Umumnya, hasil revenue dari jenis ini tidak begitu stabil dibandingkan pendapatan utama. Walaupun begitu, masih dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap kinerja keuangan bisnis secara keseluruhan.

Contoh Cara Menghitung Revenue

Biasanya pemilik atau manajamen bisnis akan mengukur pertumbuhan bisnis melalui tiga perhitungan revenue, yaitu:

1. Total Revenue (TR) atau Total Pendapatan

Total Revenue mencakup keseluruhan pendapatan yang diperoleh perusahaan atas penjualan barang atau jasanya, sehingga menjadi patokan perhitungan untuk perhitungan revenue lainnya.

Untuk menghitungnya dapat Anda lakukan dengan mengalikan jumlah barang atau jasa yang terjual (Q) dengan harga per unit (P):

TR atau Total Pendapatan = P (Harga Jual Per Unit) × Q (Jumlah Terjual)

2. Average Revenue (AR) atau Pendapatan Rata-Rata

Pendapatan Rata-Rata atau juga sering disebut Average Revenue Per Unit menghitung pendapatan yang didapat berdasarkan setiap unitnya.

Pendapatan Rata-Rata = Total Pendapatan : Total Penjualan Produk/Jasa

3. Marginal Revenue (MR) atau Pendapatan Marginal

Pendapatan marginal mengacu kepada pendapatan tambahan yang didapat dari setiap unit produk/jasa yang terjual.

Pendapatan Marginal = Perubahan Total Revenue : Perubahan Total Penjualan

Pentingnya Memahami Revenue dalam Pembukuan Bisnis

Manajemen revenue yang efektif lebih dari sekedar angka di buku besar. Ini merangkum denyut nadi operasi bisnis, yang mencerminkan kehadiran pasar dan keterlibatan pelanggan.

Dengan menelusuri aliran pendapatan secara cermat, akuntan memberikan wawasan berharga yang mendorong perencanaan strategis dan disiplin fiskal.

Selain untuk mendapatkan wawasan bisnis, data revenue memungkinkan pemegang buku melakukan analisis mendalam yang penting untuk pengambilan keputusan.

Melalui pelacakan tren pendapatan dari waktu ke waktu, mereka dapat mengidentifikasi pola kinerja penjualan, menilai efektivitas strategi penetapan harga, dan mengevaluasi dampak inisiatif pemasaran.

Analisis tersebut memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi bisnis mengenai kesehatan keuangan mereka, memandu penyesuaian strategis dan alokasi sumber daya untuk mengoptimalkan profitabilitas.

Data yang akurat juga memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi atau memfasilitasi alokasi anggaran yang terinformasi, pemahaman menyeluruh tentang pendapatan memungkinkan profesional pembukuan untuk mendukung klien atau organisasi mereka dalam mencapai tujuan keuangan dengan jelas dan percaya diri.

Oleh karena itu, dalam praktik pembukuan yang rumit, pendapatan muncul sebagai landasan, yang menggarisbawahi perannya yang sangat diperlukan dalam mendorong transparansi keuangan dan memfasilitasi strategi pertumbuhan bisnis yang terinformasi.

Peran Software Akuntansi dalam Perhitungan Revenue

Peran komponen revenue dalam pembukuan cukup vital sebab menjadi acuan untuk beberapa kebutuhan analisis dan evaluasi bisnis.

Beberapa kebutuhan tersebut mulai dari mengevaluasi efisiensi operasional, daya saing pasar, dan kesehatan keuangan secara keseluruhan.

Oleh karena itu, mencatatkan pemasukan dengan akurat merupakan sebuah kewajiban bagi seorang akuntan karena akan banyak dimanfaatkan oleh stakeholder terkait.

Salah satu solusi untuk mengatasi ini adalah dengan menunjang pekerjaan dengan software akuntansi Mekari Jurnal.

Mekari Jurnal dapat membantu Anda dalam mencatat pembukuan dengan mudah karena telah terintegrasi dengan sistem berbasis otomatis sehingga dapat memudahkan Anda dalam pembuatan laporan keuangan perusahaan, seperti neraca, laba rugi, dan arus kas.

Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Bisnis Lebih Optimal dengan Integrasi Manajemen Supply Chain!

Dapatkan E-book Sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal