Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Laporan Keuangan Proforma: Pengertian, Jenis, Contoh

Diperbarui
Mekar Jurnal Highlight
  • untuk perencanaan internal, dan syarat pengungkapan wajib OJK dalam aksi korporasi.
  • Menurut POJK 54/2017 dan POJK 33/2015, informasi keuangan proforma wajib diperiksa akuntan publik saat emiten menambah modal dengan setoran saham perusahaan lain. 
  • Ada tiga jenis laporan proforma untuk kebutuhan internal: laba rugi, neraca, dan arus kas proforma. 

Laporan keuangan proforma sering dikira sekadar proyeksi “bagaimana-jika” ala manajemen. Padahal, saat bisnis Anda mengakuisisi perusahaan lain atau menambah modal dengan setoran saham, OJK mewajibkan informasi keuangan proforma yang sudah diperiksa akuntan publik dicantumkan dalam prospektus bukan lagi opsional.

Artikel ini membedah dua makna laporan keuangan proforma tersebut, lengkap dengan dasar regulasi OJK dan PSAK, contoh penyusunan, serta batasan yang perlu diwaspadai.

Apa Itu Laporan Keuangan Proforma?

Laporan keuangan proforma adalah laporan yang disusun berdasarkan proyeksi atau skenario tertentu, bukan sepenuhnya dari transaksi yang benar-benar terjadi. 

Laporan keuangan proforma berfungsi membantu perusahaan memperkirakan dampak finansial dari suatu rencana atau keputusan bisnis sebelum benar-benar dijalankan. 

Melalui berbagai skenario, laporan ini dapat digunakan untuk menyusun anggaran, mengevaluasi rencana ekspansi, investasi, merger, atau akuisisi, serta memberikan gambaran proyeksi kinerja keuangan kepada manajemen, investor, dan kreditur sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih terukur. 

Istilah “proforma” berasal dari bahasa Latin yang berarti “menurut bentuk”, menunjukkan bahwa laporan ini mengikuti format laporan keuangan standar meski angkanya bersifat proyeksi.

Yang sering luput dibahas: istilah laporan keuangan proforma sebenarnya punya dua makna berbeda yang perlu dipisahkan:

  • Sebagai alat proyeksi manajemen untuk perencanaan internal, misalnya memprediksi dampak ekspansi bisnis atau perubahan strategi terhadap kondisi keuangan di masa depan.
  • Sebagai dokumen pengungkapan yang diwajibkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam aksi korporasi tertentu, seperti penambahan modal dengan setoran berbentuk saham perusahaan lain. Jenis kedua ini bukan estimasi bebas, melainkan harus diperiksa akuntan publik dan mengikuti kaidah tertentu.

Kedua makna ini akan dibahas terpisah agar tidak tertukar.

Laporan Keuangan Proforma sebagai Alat Proyeksi Manajemen

Untuk kebutuhan perencanaan internal, ada tiga jenis laporan keuangan proforma yang umum disusun:

  1. Laporan laba rugi proforma memproyeksikan pendapatan, beban, dan laba bersih untuk periode mendatang berdasarkan asumsi pertumbuhan penjualan atau perubahan biaya.
  2. Neraca proforma menggambarkan posisi aset, liabilitas, dan ekuitas yang diperkirakan terjadi setelah suatu rencana atau transaksi dijalankan.
  3. Laporan arus kas proforma  memproyeksikan arus kas masuk dan keluar untuk melihat apakah bisnis akan memiliki kas yang cukup di masa depan.

Ketiga laporan ini biasa dipakai untuk skenario “bagaimana-jika”: bagaimana jika bisnis melakukan ekspansi, bagaimana jika kehilangan pelanggan besar, atau bagaimana jika mengajukan pendanaan tambahan ke investor. Dasarnya tetap data laporan keuangan historis, ditambah asumsi pertumbuhan atau perubahan tertentu yang didokumentasikan secara eksplisit.

Laporan Keuangan Proforma sebagai Syarat Pengungkapan OJK dalam Aksi Korporasi

Berdasarkan POJK Nomor 54/POJK.04/2017 dan POJK Nomor 33/POJK.04/2015, perusahaan terbuka yang melakukan penambahan modal menggunakan saham perusahaan lain wajib menyertakan laporan keuangan proforma dalam prospektus. Laporan ini harus diperiksa oleh Akuntan Publik dan menjadi bagian dari dokumen resmi yang digunakan investor untuk menilai kondisi perusahaan.

Selain itu, PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis mengatur bahwa perusahaan yang melakukan akuisisi perlu menyajikan informasi keuangan seolah-olah proses akuisisi telah terjadi sejak awal periode pelaporan. Tujuannya agar investor dapat melihat gambaran kinerja keuangan perusahaan hasil penggabungan secara lebih utuh.

Laporan keuangan proforma tidak hanya berguna sebagai alat perencanaan internal. Dalam kondisi tertentu, seperti akuisisi, merger, atau penambahan modal dengan aset non-tunai, laporan ini juga menjadi bagian dari kewajiban pengungkapan yang diatur oleh regulator.

Baca Juga: Recurring Income Adalah: Pengertian dan Cara Mencatatnya

Perbedaan Laporan Keuangan Proforma dengan Anggaran dan Laporan Keuangan Historis

Aspek Laporan Keuangan Historis Anggaran (Budget) Laporan Keuangan Proforma
Dasar penyusunan Transaksi yang benar-benar terjadi Target dan rencana pembelanjaan Asumsi dan skenario tertentu
Kepatuhan standar Wajib mengikuti SAK/PSAK Tidak terikat SAK Umumnya tidak mengikuti SAK, kecuali versi wajib OJK
Kegunaan utama Pelaporan pajak, audit, evaluasi kinerja aktual Perencanaan dan kontrol pembelanjaan Simulasi dampak keputusan atau syarat pengungkapan aksi korporasi
Sifat waktu Masa lalu (historis) Masa depan (rencana) Masa depan (proyeksi/simulasi)

Ketiganya saling melengkapi: laporan proforma sering jadi dasar penyusunan anggaran, sementara laporan historis jadi titik awal sekaligus pembanding untuk menilai seberapa akurat proyeksi proforma yang pernah dibuat.

Contoh Penyusunan Laporan Keuangan Proforma

PT Retail Nusantara memiliki pendapatan tahun berjalan sebesar Rp2.000.000.000, dengan beban operasional Rp1.200.000.000. Perusahaan berencana membuka toko baru yang diperkirakan menambah pendapatan 25% dan menaikkan beban operasional 15% di tahun depan.

Laporan laba rugi proforma (proyeksi tahun depan):

Akun Tahun Berjalan Proyeksi Tahun Depan Asumsi
Pendapatan Rp2.000.000.000 Rp2.500.000.000 Naik 25% dari pembukaan toko baru
Beban Operasional Rp1.200.000.000 Rp1.380.000.000 Naik 15% mengikuti skala operasional
Laba Sebelum Pajak Rp800.000.000 Rp1.120.000.000 Selisih pendapatan dan beban proyeksi

Yang penting dicatat bukan hanya angka akhirnya, tapi asumsi yang mendasarinya, dalam contoh ini, kenaikan pendapatan 25% dan beban 15% harus didokumentasikan secara eksplisit, termasuk dasar perhitungannya (misalnya rata-rata penjualan toko sejenis di lokasi serupa).

Tanpa dokumentasi asumsi yang jelas, laporan proforma sulit dievaluasi ulang atau dipertanggungjawabkan ke pihak lain.

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Proforma

Laporan keuangan proforma dapat disusun untuk berbagai tujuan, mulai dari perencanaan anggaran hingga analisis dampak suatu transaksi bisnis. Berikut beberapa jenis laporan keuangan proforma yang paling umum digunakan. 

1. Proforma untuk Perencanaan Anggaran (Budget Planning)

Jenis proforma ini digunakan untuk menyusun proyeksi anggaran berdasarkan data keuangan sebelumnya dan rencana bisnis di masa depan. Perusahaan biasanya memanfaatkan laporan ini untuk memperkirakan pendapatan, biaya, kebutuhan investasi, serta mengalokasikan sumber daya secara lebih efektif.

Selain itu, laporan proforma juga membantu manajemen membandingkan berbagai alternatif keputusan bisnis, misalnya membuka cabang baru, menambah kapasitas produksi, atau melakukan ekspansi ke pasar baru.

2. Laporan Laba Rugi Proforma (Projected Income Statement)

Laporan laba rugi proforma menunjukkan estimasi pendapatan, beban, dan laba perusahaan pada periode mendatang berdasarkan asumsi tertentu. Proyeksi ini membantu manajemen maupun investor memahami potensi kinerja keuangan sebelum keputusan bisnis dijalankan.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menyusun proyeksi laba rugi dengan mempertimbangkan target penjualan, kenaikan biaya operasional, atau peluncuran produk baru.

3. Proforma untuk Analisis Dampak Transaksi (Transaction Impact Analysis)

Jenis ini digunakan untuk menunjukkan bagaimana kondisi keuangan perusahaan jika suatu transaksi besar telah terjadi. Transaksi tersebut dapat berupa merger, akuisisi, divestasi, atau restrukturisasi bisnis.

Melalui laporan ini, perusahaan dapat memperkirakan dampak transaksi terhadap pendapatan, biaya, aset, liabilitas, hingga laba perusahaan sehingga para pemangku kepentingan memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum transaksi direalisasikan.

4. Proforma Berdasarkan Penyesuaian Laporan Historis (Historical Pro Forma)

Pada jenis ini, perusahaan menyajikan kembali laporan keuangan historis dengan menghilangkan atau menyesuaikan transaksi yang bersifat tidak berulang (non-recurring). Tujuannya adalah memberikan gambaran mengenai kinerja operasional inti perusahaan tanpa dipengaruhi oleh kejadian luar biasa.

Sebagai contoh, perusahaan dapat menyusun laporan proforma yang mengecualikan pendapatan dari klaim asuransi atau keuntungan penjualan aset agar investor dapat menilai performa bisnis yang sebenarnya.

Cara Menyusun Laporan Keuangan Proforma yang Akurat untuk Bisnis Anda

Beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan:

  1. Mulai dari data laporan keuangan historis yang akurat dan terkini, karena proforma yang baik selalu berpijak pada angka aktual, bukan estimasi kosong.
  2. Tentukan dulu tujuan proforma: apakah untuk perencanaan internal, presentasi ke investor, atau pengungkapan wajib OJK dalam aksi korporasi.
  3. Buat asumsi yang realistis dan terdokumentasi, lengkap dengan dasar perhitungannya, bukan sekadar angka bulat tanpa penjelasan.
  4. Susun ketiga laporan (laba rugi, neraca, arus kas) secara konsisten agar saling terhubung dan bisa diperiksa silang.
  5. Selalu cantumkan disclaimer bahwa laporan bersifat proyeksi, dan libatkan akuntan publik jika laporan akan dipakai untuk kebutuhan pengungkapan resmi ke OJK.

Menyusun laporan proforma yang kredibel membutuhkan data historis yang rapi sebagai fondasi. Mekari Jurnal membantu menyediakan laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas secara real-time dan akurat, sehingga tim finance atau akuntan publik punya dasar data yang solid saat menyusun proyeksi proforma, baik untuk kebutuhan internal maupun pengungkapan resmi ke OJK.

Susun Laporan Keuangan Proforma dari Data yang Akurat dengan Mekari Jurnal

Laporan keuangan proforma bisa berperan sebagai alat perencanaan internal maupun syarat pengungkapan wajib dalam aksi korporasi, tetapi keduanya sama-sama membutuhkan fondasi data historis yang akurat dan asumsi yang terdokumentasi dengan jelas.

Dengan mencatat transaksi secara konsisten dan memanfaatkan aplikasi akuntansi seperti Mekari Jurnal untuk menghasilkan laporan keuangan real-time, bisnis Anda punya dasar yang kuat untuk menyusun proyeksi proforma yang kredibel, baik untuk kebutuhan perencanaan sendiri maupun saat harus memenuhi ketentuan OJK.

Mengapa Memilih Software Laporan Keuangan Mekari Jurnal?

Mekari Jurnal membantu bisnis menyusun dan mengelola laporan keuangan secara lebih efisien melalui berbagai fitur yang mendukung operasional dan pengambilan keputusan.

  • Dukungan multi-mata uang
    Kelola transaksi dalam berbagai mata uang tanpa perlu melakukan konversi secara manual.
  • 80+ laporan siap pakai
    Akses lebih dari 80 jenis laporan keuangan yang siap digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis dan pelaporan.
  • Custom field fleksibel
    Tambahkan field atau kolom khusus pada laporan agar sesuai dengan kebutuhan dan proses bisnis perusahaan.
  • Laporan siap audit
    Seluruh laporan keuangan tersusun rapi, mudah ditelusuri, dan siap digunakan untuk kebutuhan audit.
  • Keamanan dan kecepatan
    Didukung standar keamanan internasional serta proses tutup buku yang lebih cepat untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  • Kustomisasi filter laporan
    Saring dan sesuaikan tampilan laporan dengan mudah untuk melakukan analisis serta perbandingan data antarperiode secara lebih efektif.

Mekari Jurnal adalah aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus mempercepat pertumbuhan bisnis.

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti Mekari Talenta, Mekari Flex, Mekari Qontak, Mekari Klikpajak, Mekari Sign, Mekari Desty, Mekari POS, Mekari Expense, Mekari Officeless, dan Mekari Airene untuk mendukung automasi operasional bisnis secara end-to-end.

 

Referensi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – POJK Nomor 54/POJK.04/2017 tentang Bentuk dan Isi Prospektus dan Prospektus Ringkas dalam Rangka Penawaran Umum dan Penambahan Modal

Pertanyaan yang Sering Diajukan Tentang

Apa perbedaan laporan keuangan proforma dan laporan keuangan historis?

Apa perbedaan laporan keuangan proforma dan laporan keuangan historis?

Laporan keuangan historis mencatat transaksi yang benar-benar terjadi dan wajib mengikuti SAK, sedangkan laporan keuangan proforma menyajikan proyeksi atau simulasi berdasarkan asumsi tertentu, baik untuk kebutuhan internal maupun pengungkapan khusus.

Kapan bisnis wajib membuat informasi keuangan proforma menurut OJK?

Kapan bisnis wajib membuat informasi keuangan proforma menurut OJK?

Saat emiten melakukan penambahan modal dengan setoran berbentuk saham perusahaan lain, misalnya dalam skema akuisisi, sesuai ketentuan POJK 54/2017 dan POJK 33/2015, informasi keuangan proforma yang diperiksa akuntan publik wajib dicantumkan dalam prospektus.

Apa saja tiga jenis laporan keuangan proforma untuk kebutuhan manajemen?

Apa saja tiga jenis laporan keuangan proforma untuk kebutuhan manajemen?

Laporan laba rugi proforma, neraca proforma, dan laporan arus kas proforma, yang masing-masing memproyeksikan pendapatan dan beban, posisi aset-liabilitas, serta arus kas di masa depan berdasarkan asumsi tertentu.

Apakah laporan keuangan proforma mengikuti PSAK/SAK?

Apakah laporan keuangan proforma mengikuti PSAK/SAK?

Laporan proforma untuk kebutuhan internal umumnya tidak mengikuti SAK secara penuh, tetapi informasi keuangan proforma yang diwajibkan OJK dalam aksi korporasi harus diperiksa akuntan publik dan mengacu pada kaidah tertentu, termasuk PSAK 22 untuk konteks kombinasi bisnis.

 

Apa bedanya laporan keuangan proforma dan anggaran (budget)?

Apa bedanya laporan keuangan proforma dan anggaran (budget)?

keuangan proforma adalah prakiraan atau proyeksi, sedangkan anggaran adalah rencana pembelanjaan yang disusun berdasarkan proyeksi tersebut untuk periode mendatang.

Apakah laporan keuangan proforma bisa dipakai untuk lapor pajak?

Apakah laporan keuangan proforma bisa dipakai untuk lapor pajak?

Tidak. Laporan keuangan proforma untuk kebutuhan internal bersifat proyeksi dan tidak mengikuti SAK secara penuh, sehingga tidak bisa dijadikan dasar pelaporan pajak; yang dipakai untuk itu adalah laporan keuangan historis yang mencatat transaksi aktual.

 

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami