Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Financial Controller: Tugas, Skill, dan Jenjang Karier

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita
Highlights
  • Financial controller adalah profesional yang bertanggung jawab mengawasi pembukuan, pelaporan keuangan, dan pengendalian keuangan perusahaan.
  • Posisi financial controller berbeda dengan accounting manager maupun CFO, baik dari sisi tanggung jawab maupun lingkup pengambilan keputusan.
  • Di Indonesia, salah satu kualifikasi profesional yang diterbitkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) adalah Chartered Accountant (CA), yang menunjukkan kompetensi di bidang akuntansi.
  • Mekari Jurnal membantu menyusun lebih dari 80 laporan keuangan secara otomatis dan real-time, sehingga setiap laporan tersaji lebih akurat, konsisten, dan mudah ditelusuri saat audit.

Financial controller sering dianggap sebagai posisi akuntansi biasa atau bahkan entry-level. Padahal, di banyak perusahaan, jabatan ini merupakan posisi manajerial yang umumnya ditempati oleh profesional dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang akuntansi dan keuangan.

Peran financial controller tidak hanya memastikan laporan keuangan akurat, tetapi juga mengawasi pengendalian internal, kepatuhan, dan proses pelaporan yang menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis.

Artikel ini membahas pengertian financial controller, tugas dan tanggung jawabnya, perbedaannya dengan accounting manager dan CFO, kualifikasi yang dibutuhkan, hingga jenjang karier serta kisaran gajinya di Indonesia.

Apa itu Financial Controller?

Financial controller adalah posisi senior dalam departemen keuangan yang bertanggung jawab memastikan pembukuan dan laporan keuangan perusahaan tersusun secara akurat, tepat waktu, serta sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.

Dalam buku Intermediate Accounting: IFRS Edition, keandalan laporan keuangan bergantung pada sistem pengendalian internal yang memadai, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan dan verifikasi laporan keuangan. 

Dalam praktiknya, proses tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab utama seorang financial controller. Karena itu, financial controller bukanlah posisi entry-level. 

Jabatan ini umumnya ditempati oleh profesional yang telah memiliki pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan serta memahami proses bisnis, pelaporan keuangan, dan pengendalian internal perusahaan secara menyeluruh.

Baca Juga: Financial Fair Play: Aturan dan Perkembangannya

Perbedaan Financial Controller, Accounting Manager, dan CFO 

Meski sama-sama berada dalam fungsi keuangan, ketiga posisi ini memiliki tanggung jawab dan tingkat pengambilan keputusan yang berbeda, yaitu:

1. Accounting Manager

Bertanggung jawab mengelola operasional harian tim akuntansi, seperti pencatatan transaksi, rekonsiliasi, penutupan buku, dan memastikan proses akuntansi berjalan sesuai prosedur.

2. Financial Controller

Mengawasi keseluruhan fungsi akuntansi dan pelaporan keuangan, termasuk buku besar, piutang, utang, akuntansi biaya, kepatuhan pajak, serta pengendalian internal agar laporan keuangan akurat dan sesuai standar.

3. Chief Financial Officer (CFO)

Berfokus pada strategi keuangan perusahaan, seperti perencanaan pendanaan, investasi, manajemen risiko, dan hubungan dengan investor maupun pemangku kepentingan. Dalam banyak organisasi, financial controller melapor langsung kepada CFO.

Baca Juga: Apa Itu Certified Public Accountant (CPA) dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Peran Financial Controller dalam Menjaga Pengendalian Internal

Salah satu peran utama financial controller adalah memastikan sistem pengendalian internal berjalan efektif sehingga informasi keuangan perusahaan tetap akurat, andal, dan dapat dipercaya.

Pengendalian internal mencakup berbagai mekanisme, seperti pemisahan tugas, otorisasi transaksi, serta proses verifikasi dan rekonsiliasi yang membantu mencegah maupun mendeteksi kesalahan dan kecurangan sejak dini.

Karena mengawasi seluruh siklus akuntansi, mulai dari pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan, financial controller berperan memastikan setiap proses keuangan telah sesuai dengan kebijakan perusahaan, standar akuntansi, dan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Tugas dan Tanggung Jawab Supervisor Akuntansi Keuangan dalam Dunia Bisnis

Tugas dan Tanggung Jawab Utama Financial Controller

Secara umum, seorang financial controller memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  • Mengawasi fungsi akuntansi perusahaan, termasuk pengelolaan piutang, utang, buku besar (general ledger), akuntansi biaya, pengakuan pendapatan, dan persediaan.
  • Menyusun anggaran dan proyeksi keuangan, sebagai dasar perencanaan, pengendalian, dan evaluasi kinerja perusahaan.
  • Memastikan laporan keuangan tersusun secara akurat dan tepat waktu, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku.
  • Menjaga kepatuhan terhadap peraturan perpajakan dan pelaporan keuangan, serta mendukung proses audit apabila diperlukan.
  • Mengembangkan dan mengevaluasi kebijakan akuntansi serta sistem pengendalian internal, guna meminimalkan risiko kesalahan dan kecurangan dalam pengelolaan keuangan.

Baca Juga: Perbedaan Jobdesk Finance Accounting di dalam Perusahaan

Skill dan Kualifikasi yang Dibutuhkan

Seorang financial controller membutuhkan pemahaman akuntansi yang kuat, kemampuan analisis, ketelitian, serta keterampilan komunikasi untuk menyampaikan informasi keuangan kepada manajemen maupun pihak non-keuangan.

Dari sisi kualifikasi, salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah menganggap posisi ini harus memiliki izin Akuntan Publik. 

Padahal, berdasarkan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), sertifikasi profesional yang lebih relevan bagi akuntan di perusahaan adalah Chartered Accountant (CA) Indonesia yang disusun mengacu pada International Education Standards dari International Federation of Accountants (IFAC). 

Sertifikasi ini ditempuh melalui beberapa jenjang, mulai dari foundation, professional, hingga advance, sesuai persyaratan pendidikan dan pengalaman kerja.

Sementara itu, izin Akuntan Publik ditujukan bagi akuntan yang memberikan jasa audit eksternal melalui kantor akuntan publik, sehingga bukan merupakan persyaratan khusus untuk berkarier sebagai financial controller di internal perusahaan.

Versi ini sekitar 25–30% lebih ringkas, tetapi tetap mempertahankan poin penting mengenai perbedaan CA Indonesia dan Akuntan Publik, yang memang menjadi nilai tambah artikel dibanding kompetitor.

Jenjang Karir Menuju Financial Controller

Posisi financial controller umumnya tidak ditempati oleh lulusan baru, melainkan merupakan jenjang karier yang dicapai setelah memiliki pengalaman di bidang akuntansi dan keuangan. Secara umum, jalur karirnya berkembang sebagai berikut:

  • Junior Accountant/Staff Accounting: Memulai karier dengan menangani pencatatan transaksi, rekonsiliasi, dan penyusunan laporan keuangan dasar.
  • Senior Accountant atau Accounting Supervisor:  Mengawasi proses akuntansi yang lebih kompleks, termasuk penutupan buku dan pelaporan keuangan.
  • Accounting Manager atau Finance Manager:  Memimpin tim akuntansi, mengelola operasional keuangan, serta memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan perpajakan.
  • Financial Controller: Bertanggung jawab atas keseluruhan fungsi akuntansi, pelaporan keuangan, anggaran, dan pengendalian internal perusahaan, serta menjadi mitra strategis bagi manajemen.

Jenjang karier tersebut dapat berbeda di setiap perusahaan. Namun, pada umumnya posisi financial controller baru dicapai setelah seseorang memiliki pengalaman dan pemahaman yang kuat mengenai proses akuntansi, pelaporan keuangan, serta pengendalian internal.

Baca Juga: Mengenal Perantara Keuangan (Financial Intermediary), Peran dan Manfaatnya

Kelola Pembukuan Bisnis Lebih Akurat dengan Mekari Jurnal 

Menjaga pengendalian internal secara manual, mulai dari memastikan setiap transaksi tercatat konsisten hingga menyusun laporan keuangan bulanan yang akurat, membutuhkan ketelitian tinggi jika masih dilakukan tanpa sistem yang memadai.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu tim keuangan, termasuk financial controller, mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, sehingga pengendalian internal dapat dijaga tanpa mengandalkan proses manual yang rawan kesalahan.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga setiap transaksi dari berbagai fungsi akuntansi tercermin akurat dan tepat waktu.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, mendukung pemisahan tugas dan pengendalian internal yang lebih jelas di seluruh proses pencatatan.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, membantu financial controller menyusun laporan bulanan tanpa perlu mengolah data secara manual.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga verifikasi independen atas catatan keuangan dapat dilakukan lebih cepat dan lebih andal.

Dukung peran financial controller bisnis Anda dengan sistem pencatatan yang lebih rapi bersama Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang CA (Chartered Accountant Indonesia).”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting IFRS Edition.

FAQ

1. Apakah financial controller termasuk posisi entry-level?

1. Apakah financial controller termasuk posisi entry-level?

Bukan. Financial controller adalah posisi senior yang umumnya dicapai setelah bertahun-tahun berkarier melalui posisi akuntan junior, analis keuangan, hingga manajer akuntansi atau keuangan.

2. Apa perbedaan financial controller dan accounting manager?

2. Apa perbedaan financial controller dan accounting manager?

Accounting manager berfokus pada operasional harian tim akuntansi, sementara financial controller memiliki cakupan lebih luas, mengawasi seluruh fungsi akuntansi sekaligus menjaga pengendalian internal perusahaan secara keseluruhan.

3. Apa perbedaan financial controller dan CFO?

3. Apa perbedaan financial controller dan CFO?

 Financial controller berfokus pada akurasi pembukuan dan laporan keuangan, sementara CFO berada di level lebih tinggi, berfokus pada strategi keuangan jangka panjang dan hubungan dengan pemangku kepentingan eksternal seperti investor.

4. Apa sertifikasi profesional resmi yang relevan untuk financial controller di Indonesia?

4. Apa sertifikasi profesional resmi yang relevan untuk financial controller di Indonesia?

Kualifikasi akuntan profesional resmi yang diterbitkan IAI bernama Chartered Accountant (CA) Indonesia, berbeda dari izin Akuntan Publik yang khusus diperlukan untuk berpraktik sebagai auditor eksternal.

5. Berapa kisaran gaji financial controller di Indonesia?

5. Berapa kisaran gaji financial controller di Indonesia?

Rata-rata gaji financial controller di Indonesia berkisar Rp14.000.000 hingga Rp17.000.000 per bulan, dan dapat mencapai sekitar Rp21.000.000 per bulan bagi yang memiliki pengalaman relevan beberapa tahun.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami