Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Financial Market: Jenis dan Fungsinya bagi Bisnis

Tayang
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Financial market adalah tempat bertemunya pihak yang memiliki dan membutuhkan dana untuk mendukung aktivitas ekonomi.
  • Di Indonesia, pasar keuangan diawasi oleh OJK dan Bank Indonesia sesuai jenis pasar dan instrumennya.
  • Instrumen keuangan bisnis seperti deposito dan surat berharga dicatat sesuai PSAK 71, bukan dianggap sebagai kas biasa.
  • Mekari Jurnal membantu menyusun lebih dari 80 laporan keuangan secara otomatis dan real-time, sehingga setiap laporan tersaji lebih akurat, konsisten, dan mudah ditelusuri saat audit.

Financial market atau pasar keuangan merupakan bagian penting dalam aktivitas ekonomi, termasuk bagi bisnis yang membutuhkan sumber pendanaan atau ingin mengelola dana yang dimiliki. 

Namun, pembahasan mengenai pasar keuangan sering menggunakan contoh dari Amerika Serikat, seperti Treasury bills dan Securities and Exchange Commission (SEC).

Padahal, Indonesia memiliki struktur pasar keuangan, instrumen, serta lembaga pengawasnya sendiri. Bagi pemilik bisnis, memahami pasar keuangan juga penting karena transaksi pada instrumen tertentu perlu dicatat dan disajikan dengan tepat dalam pembukuan.

Artikel ini akan membahas pengertian financial market, lembaga yang mengawasinya di Indonesia, jenis dan instrumen pasar keuangan, hingga cara mencatatnya dalam pembukuan bisnis.

Apa itu Financial Market (Pasar Keuangan)?

Financial market atau pasar keuangan adalah tempat atau mekanisme yang mempertemukan pembeli dan penjual untuk memperdagangkan berbagai aset keuangan, seperti saham, obligasi, mata uang, dan komoditas. 

Menurut Investopedia, pasar keuangan memungkinkan terjadinya pertukaran aset keuangan tersebut antara pembeli dan penjual. 

Pasar keuangan berfungsi menyalurkan dana dari pihak yang memiliki kelebihan dana kepada pihak yang membutuhkan dana, seperti individu, perusahaan, maupun pemerintah. Proses ini membantu menggerakkan dana menjadi modal produktif sekaligus membentuk harga aset berdasarkan permintaan dan penawaran.

Dua Otoritas yang Mengawasi Pasar Keuangan di Indonesia

Salah satu hal yang paling sering hilang dari pembahasan financial market versi umum adalah siapa sebenarnya yang mengawasi pasar ini di Indonesia. Jawabannya terbagi antara dua otoritas dengan kewenangan yang berbeda.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengawasi pasar modal dan industri jasa keuangan secara keseluruhan. 

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011, kewenangan pengaturan dan pengawasan sektor jasa keuangan, termasuk perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan, berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengalihan kewenangan ini merupakan bagian dari penataan kembali sistem pengawasan sektor jasa keuangan di Indonesia. 

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) berperan dalam pengelolaan pasar uang dan pasar valuta asing sebagai bagian dari pelaksanaan kebijakan moneter. BI juga mengembangkan pasar uang dan pasar valuta asing untuk mendukung transmisi kebijakan moneter, termasuk melalui penguatan peran dealer utama di kedua pasar tersebut. 

Pembagian kewenangan ini penting dipahami, karena bila terjadi persoalan di pasar saham misalnya, otoritas yang relevan adalah OJK, sementara persoalan terkait likuiditas rupiah antar bank atau nilai tukar berada dalam ranah Bank Indonesia.

Baca Juga: Memahami Weighted Average Cost of Capital (WACC) dan Rumusnya

Jenis-Jenis Pasar Keuangan di Indonesia dan Instrumennya

Struktur dasar jenis pasar keuangan di Indonesia tidak jauh berbeda dari konsep global, tetapi instrumen di dalamnya memiliki padanan lokal yang khas.

1. Pasar modal (capital market)

Tempat perdagangan saham dan obligasi jangka panjang, diselenggarakan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diawasi OJK.

2. Pasar uang (money market)

Tempat perdagangan instrumen keuangan jangka pendek, umumnya kurang dari satu tahun. Salah satu instrumen utamanya di Indonesia adalah Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), yang diterbitkan Bank Indonesia untuk mengelola likuiditas dan mendukung pendalaman pasar uang domestik, menggantikan peran Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sebagai instrumen operasi moneter utama.

3. Pasar valuta asing (foreign exchange market)

Tempat perdagangan mata uang asing, yang di Indonesia turut diawasi melalui kerangka Pasar Uang dan Pasar Valuta Asing (PUVA) oleh Bank Indonesia.

4. Pasar komoditas dan pasar derivatif

Mencakup perdagangan komoditas dan instrumen turunan seperti kontrak berjangka, yang di Indonesia berada di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Fungsi Pasar Keuangan bagi Perekonomian dan Bisnis

Menurut Investopedia, fungsi utama pasar keuangan mencakup alokasi sumber daya, penyediaan likuiditas bagi pemilik aset, serta pembentukan harga yang transparan berdasarkan mekanisme penawaran dan permintaan.

Bagi pelaku bisnis, fungsi ini memiliki relevansi langsung. Perusahaan dapat mengakses pendanaan melalui pasar modal, misalnya dengan menerbitkan saham melalui penawaran umum perdana (IPO) atau menerbitkan obligasi korporasi. 

Di sisi lain, bisnis dengan kelebihan kas juga dapat memanfaatkan pasar uang untuk menempatkan dana jangka pendeknya agar tetap produktif, alih-alih dibiarkan mengendap di rekening giro tanpa imbal hasil.

Baca Juga: Strategi Menyusun Laporan Keuangan untuk Memikat Hati Investor

Bagaimana Bisnis Mencatat Instrumen Pasar Keuangan dalam Akuntansi?

Di sinilah letak celah yang paling sering terlewat dalam pembahasan financial market: bagaimana sebenarnya instrumen pasar keuangan yang dimiliki bisnis, seperti deposito berjangka atau surat berharga, tercatat dalam pembukuannya?

Dalam pencatatannya, aset keuangan dari instrumen pasar keuangan perlu diklasifikasikan sesuai karakteristik dan tujuan kepemilikannya. 

PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan mengatur bahwa klasifikasi aset keuangan didasarkan pada model bisnis entitas dalam mengelola aset serta karakteristik arus kas kontraktualnya.

Menurut PwC Indonesia, aset keuangan yang dimiliki untuk memperoleh arus kas kontraktual, seperti bunga deposito, umumnya diukur menggunakan biaya perolehan diamortisasi. Sementara itu, aset yang dimiliki untuk diperdagangkan secara aktif umumnya diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL).

Artinya, instrumen pasar keuangan bukan sekadar “uang yang disimpan”, melainkan aset keuangan yang memiliki aturan klasifikasi dan pengukurannya sendiri, berbeda dari kas biasa yang langsung tersedia untuk digunakan.

Baca Juga: Analisis Rasio Keuangan Perusahaan (Financial Analysis Ratio)

Contoh Pencatatan Investasi Instrumen Pasar Keuangan dalam Pembukuan Bisnis

Sebagai ilustrasi, PT Sumber Abadi memiliki kelebihan kas sebesar Rp500.000.000 yang tidak dibutuhkan untuk operasional dalam waktu dekat. Perusahaan menempatkan dana tersebut pada instrumen pasar uang dengan bunga tahunan 6%, jangka waktu 3 bulan.

Saat menempatkan dana:

Keterangan Debit Kredit
Investasi Jangka Pendek (Pasar Uang) Rp500.000.000
Kas Rp500.000.000

Bunga yang diperoleh setelah jatuh tempo 3 bulan dihitung sebagai berikut.

Bunga = Rp500.000.000 × 6% × (3 ÷ 12) = Rp7.500.000

Saat instrumen jatuh tempo dan bunga diterima:

Keterangan Debit Kredit
Kas Rp507.500.000
Investasi Jangka Pendek (Pasar Uang) Rp500.000.000
Pendapatan Bunga Rp7.500.000

Dengan pencatatan seperti ini, PT Sumber Abadi memiliki jejak yang jelas antara kas yang ditempatkan sebagai investasi jangka pendek dan pendapatan bunga yang dihasilkan, sehingga laporan keuangan mencerminkan bahwa kelebihan kas perusahaan benar-benar dikelola secara produktif, bukan sekadar mengendap tanpa hasil.

Baca Juga: Peran Teknologi Finansial Serta Regulasinya di Indonesia

Kesalahan dalam Memanfaatkan Pasar Keuangan

Memahami pasar keuangan tidak hanya berkaitan dengan jenis instrumen yang tersedia, tetapi juga bagaimana bisnis memilih dan mencatatnya dengan tepat. Berikut beberapa kesalahan yang perlu dihindari:

1. Mengabaikan tujuan penempatan dana

Menempatkan dana pada instrumen pasar keuangan tanpa mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, dan kebutuhan likuiditas dapat menyulitkan bisnis saat membutuhkan kas.

2. Memilih instrumen hanya berdasarkan tingkat imbal hasil

Imbal hasil bukan satu-satunya pertimbangan. Bisnis juga perlu memperhatikan risiko, jatuh tempo, likuiditas, dan karakteristik instrumen sebelum menempatkan dana.

3. Tidak memahami perlakuan akuntansi instrumen keuangan

Setiap instrumen dapat memiliki klasifikasi dan metode pengukuran yang berbeda berdasarkan PSAK 71. Karena itu, pencatatannya tidak selalu sama dengan kas atau setara kas.

4. Mengabaikan kebutuhan kas operasional

Menempatkan terlalu banyak dana pada instrumen investasi dapat mengurangi likuiditas bisnis. Pastikan dana untuk kebutuhan operasional dan kewajiban jangka pendek tetap tersedia sebelum mengalokasikan kelebihan kas.

Baca Juga: Mengenal Rasio Prospek Pasar dalam Analisis Keuangan

Catat Investasi dan Instrumen Keuangan Bisnis Anda dengan Mekari Jurnal

Mencatat penempatan dana pada instrumen pasar keuangan, lengkap dengan pendapatan bunga yang dihasilkan, membutuhkan ketelitian agar tidak tercampur dengan pencatatan kas operasional biasa.

Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, termasuk penempatan dana pada instrumen investasi jangka pendek.

Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga penempatan dana dan pendapatan bunga langsung tercermin dalam laporan laba rugi dan neraca.
  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, termasuk memisahkan akun investasi jangka pendek dari kas operasional sejak awal.
  • Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung pemantauan kinerja investasi kelebihan kas bisnis Anda secara akurat.
  • Menjaga akurasi data keuangan melalui integrasi bank, sehingga pencairan maupun penempatan dana pada instrumen keuangan tetap sinkron dengan rekening bisnis Anda.

Kelola pencatatan keuangan bisnis Anda secara lebih rapi dan sesuai standar akuntansi yang berlaku bersama Mekari Jurnal

Coba Gratis Sekarang!

FAQ

1. Apa perbedaan pasar modal dan pasar uang?

1. Apa perbedaan pasar modal dan pasar uang?

Pasar modal memperdagangkan instrumen jangka panjang seperti saham dan obligasi, diawasi OJK. Pasar uang memperdagangkan instrumen jangka pendek, umumnya kurang dari satu tahun, dan berada dalam ranah kebijakan moneter Bank Indonesia.

2. Siapa yang mengawasi pasar keuangan di Indonesia?

2. Siapa yang mengawasi pasar keuangan di Indonesia?

Pengawasan terbagi antara OJK yang mengawasi pasar modal dan industri jasa keuangan secara umum berdasarkan UU No. 21 Tahun 2011, dengan Bank Indonesia yang mengelola pasar uang dan valuta asing sebagai bagian dari kebijakan moneter.

3. Apa itu SRBI dan apa fungsinya?

3. Apa itu SRBI dan apa fungsinya?

SRBI atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia adalah instrumen pasar uang yang diterbitkan Bank Indonesia untuk mengelola likuiditas dan mendukung pendalaman pasar uang domestik, sekaligus menarik minat investor domestik maupun asing.

4. Apakah bisnis kecil juga bisa memanfaatkan pasar keuangan?

4. Apakah bisnis kecil juga bisa memanfaatkan pasar keuangan?

 Bisa. Selain akses pendanaan melalui pinjaman perbankan, bisnis dengan kelebihan kas juga dapat menempatkan dananya pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka agar tetap produktif dibanding hanya mengendap di rekening giro.

5. Bagaimana instrumen pasar keuangan dicatat dalam pembukuan bisnis?

5. Bagaimana instrumen pasar keuangan dicatat dalam pembukuan bisnis?

Berdasarkan PSAK 71, instrumen pasar keuangan diklasifikasikan berdasarkan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktualnya, kemudian dicatat sebagai aset keuangan terpisah dari kas, dengan pendapatan bunga atau hasil investasinya diakui secara berkala.

Mekari Jurnal

Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus.

Pelajari lebih lanjut

Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti :

  • Semua
  • Platform
  • Akuntansi & keuangan
  • Customer
  • People
  • Services
  • Operasional & digitalisasi

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami