Financial Advisor: Tugas, Cara Memilih dan Kapan Dibutuhkan untuk Bisnis Highlights Financial advisor membantu individu dan bisnis merencanakan serta mengatasi masalah keuangan. Berdasarkan POJK Nomor 6 Tahun 2026, pemberi rekomendasi produk pasar modal kepada publik wajib memiliki izin sebagai penasihat investasi. Financial advisor berbeda dari akuntan karena berfokus pada strategi keuangan, sementara akuntan memastikan akurasi data keuangan. Belakangan ini, siapa pun bisa dengan mudah memberi “nasihat keuangan” di media sosial, mulai dari rekomendasi saham hingga strategi investasi yang terdengar meyakinkan. Namun, ada fakta penting yang jarang dibahas: memberi nasihat atau rekomendasi investasi kepada publik di Indonesia bukan kegiatan bebas yang bisa dilakukan siapa saja. Ini adalah aktivitas berizin yang diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), apalagi setelah regulasi terbaru tentang financial influencer resmi terbit pada pertengahan 2026. Artikel ini akan membahas apa itu financial advisor, dasar hukum yang mengaturnya di Indonesia, perbedaannya dengan profesi keuangan lain seperti akuntan, tugas utamanya, hingga cara memilih financial advisor yang tepat dan legal. Apa itu Financial Advisor? Financial advisor atau penasihat keuangan adalah profesional yang memberikan saran dan solusi untuk membantu individu maupun perusahaan merencanakan dan mengelola keuangannya. Financial advisor dapat bekerja secara independen atau bergabung dengan perusahaan maupun lembaga keuangan. Layanannya tidak terbatas pada konsultasi langsung. Financial advisor juga dapat memberikan edukasi melalui seminar, kelas keuangan, maupun konten digital untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan. Tugas Utama Financial Advisor Secara umum, financial advisor membantu klien memahami kondisi keuangan dan menentukan strategi untuk mencapai tujuan finansial. Beberapa tugas utamanya meliputi: Menganalisis kondisi keuangan klien: Mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan keuangan berdasarkan kondisi serta tujuan klien. Menyusun strategi keuangan: Membantu menentukan rencana keuangan berdasarkan tujuan, kemampuan finansial, dan profil risiko klien. Memberikan rekomendasi investasi: Menilai pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko klien, sesuai dengan kewenangan dan izin yang dimiliki. Memantau portofolio investasi: Mengevaluasi perkembangan portofolio dan memberikan masukan jika diperlukan penyesuaian strategi. Memberikan masukan terkait kebutuhan keuangan lainnya: Dalam lingkup layanan yang dimiliki, financial advisor juga dapat membantu memberikan masukan terkait perencanaan pajak, asuransi, dan kebutuhan finansial lainnya. Baca Juga: Pahami Etika Profesi Auditor Berikut Ini Agar Tidak Salah Langkah Perbedaan Financial Advisor, Perencana Keuangan dan Akuntan Financial advisor, perencana keuangan, dan akuntan memiliki peran yang berbeda dalam membantu mengelola keuangan. Memahami perbedaannya penting agar Anda dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan. 1. Financial advisor memberikan nasihat terkait pengelolaan keuangan dan, dalam lingkup tertentu, dapat memberikan rekomendasi investasi atau produk keuangan sesuai izin yang dimilikinya. 2. Financial planner atau perencana keuangan membantu menyusun rencana keuangan secara menyeluruh berdasarkan tujuan klien, seperti perencanaan dana pensiun, asuransi, investasi, dan kebutuhan keuangan lainnya. 3. Akuntan atau jasa pembukuan Berfokus pada pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian transaksi serta informasi keuangan bisnis. Berdasarkan konsep entitas dalam SAK EMKM, pencatatan keuangan yang tepat membantu menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Ketiga peran tersebut dapat saling melengkapi. Financial advisor atau financial planner membutuhkan informasi keuangan yang akurat untuk memberikan rekomendasi yang sesuai, sedangkan pembukuan yang rapi membantu pemilik bisnis memahami kondisi keuangannya sebelum mengambil keputusan. Baca Juga: Prospek Kerja Akuntansi: Peluang, Keuntungan, dan Skill Wajib Akuntansi Dasar Hukum Financial Advisor di Indonesia Memberikan edukasi keuangan berbeda dengan memberikan rekomendasi investasi. Di Indonesia, rekomendasi atas produk atau layanan keuangan tertentu dapat memerlukan izin atau sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut diatur dalam POJK Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur penyampaian informasi sektor jasa keuangan, termasuk edukasi, pemasaran, dan pemberian rekomendasi. Untuk aktivitas yang mensyaratkan perizinan, penyampai informasi wajib memiliki izin yang sesuai. Misalnya, rekomendasi produk pasar modal memerlukan izin sebagai Penasihat Investasi, sedangkan rekomendasi aset keuangan digital mensyaratkan sertifikasi kompetensi. Karena itu, seseorang yang aktif memberikan rekomendasi keuangan di media sosial tidak otomatis berstatus sebagai financial advisor atau Penasihat Investasi yang berizin. Status tersebut bergantung pada jenis layanan dan ketentuan yang berlaku. Baca Juga: 15 Bidang Bidang Akuntansi serta Penjelasannya Kapan Bisnis Membutuhkan Financial Advisor? Kebutuhan akan financial advisor sangat bergantung pada kompleksitas kondisi keuangan yang dihadapi. Bagi individu, financial advisor umumnya relevan ketika kondisi keuangannya sudah cukup kompleks, misalnya memiliki beberapa sumber penghasilan sekaligus, sedang merencanakan investasi jangka panjang seperti dana pensiun, atau memiliki aset dalam jumlah signifikan yang membutuhkan strategi alokasi yang lebih matang. Bagi bisnis, kebutuhan ini biasanya muncul saat perusahaan mulai mempertimbangkan penempatan kelebihan kas pada instrumen investasi, merencanakan ekspansi yang membutuhkan strategi pendanaan tertentu, atau menghadapi keputusan keuangan strategis yang dampaknya cukup besar terhadap keberlangsungan usaha ke depan. Baca Juga: 10 Karir Akuntansi di Indonesia & Prospek Gajinya Cara Memilih Financial Advisor yang Tepat dan Legal Memilih financial advisor tidak cukup hanya dengan melihat pengalaman atau popularitasnya. Pastikan Anda juga memeriksa legalitas, kompetensi, dan cara kerja sebelum mengikuti rekomendasi yang diberikan. 1. Verifikasi izin resminya Pastikan financial advisor memiliki izin yang sesuai, terutama jika memberikan rekomendasi produk pasar modal. 2. Periksa sertifikasi profesional Sertifikasi seperti Certified Financial Planner (CFP) atau Chartered Financial Analyst (CFA) dapat menjadi pertimbangan untuk melihat kompetensinya sesuai bidang layanan. 3. Pahami skema kompensasi Tanyakan apakah advisor menerima biaya tetap, persentase aset yang dikelola, atau komisi dari produk yang direkomendasikan agar Anda dapat mempertimbangkan potensi konflik kepentingan. 4. Pastikan rekomendasi berdasarkan kondisi keuangan Anda Rekomendasi sebaiknya mempertimbangkan data keuangan, tujuan, dan profil risiko Anda, bukan sekadar mengikuti tren investasi. 5. Jangan menyamakan edukasi dengan rekomendasi investasi Konten edukasi di media sosial tidak selalu sama dengan nasihat dari financial advisor berizin. Pastikan status dan kewenangan pihak yang memberikan rekomendasi sebelum mengikutinya. 6. Jangan mengabaikan data keuangan Rekomendasi yang baik tetap membutuhkan informasi keuangan yang akurat. Bagi pemilik bisnis, pembukuan yang rapi dapat membantu advisor memahami kondisi keuangan usaha dengan lebih tepat. Baca Juga: Sertifikasi, Keahlian dan Jenis Profesi Akuntan Bagi Lulusan Akuntansi Siapkan Data Keuangan Bisnis yang Rapi Sebagai Dasar Diskusi dengan Financial Advisor Anda Rekomendasi terbaik dari seorang financial advisor sekalipun hanya akan seakurat data keuangan yang mendasarinya. Sebelum berdiskusi mengenai strategi investasi atau ekspansi bisnis, pastikan pembukuan usaha Anda sudah rapi dan mencerminkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, sehingga data yang Anda diskusikan bersama financial advisor benar-benar mencerminkan kondisi bisnis yang akurat. Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat: Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga data yang menjadi dasar diskusi strategi keuangan selalu terkini dan akurat. Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, membantu Anda dan financial advisor memahami komposisi keuangan bisnis secara jelas. Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung diskusi strategi investasi maupun ekspansi bisnis berdasarkan data yang benar-benar dapat diandalkan. Memantau posisi keuangan bisnis secara real-time melalui dashboard, sehingga Anda selalu siap dengan data terkini kapan pun berkonsultasi dengan financial advisor. Kelola pembukuan bisnis Anda secara lebih rapi dan akurat bersama Mekari Jurnal! Coba Gratis Sekarang! Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Siaran Pers: OJK Terbitkan Aturan tentang Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan (Financial Influencer).” Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “POJK Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan.” Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.” Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Accountant & Finance Profession Artikel Sebelumnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Financial Advisor: Tugas, Cara Memilih dan Kapan Dibutuhkan untuk Bisnis Highlights Financial advisor membantu individu dan bisnis merencanakan serta mengatasi masalah keuangan. Berdasarkan POJK Nomor 6 Tahun 2026, pemberi rekomendasi produk pasar modal kepada publik wajib memiliki izin sebagai penasihat investasi. Financial advisor berbeda dari akuntan karena berfokus pada strategi keuangan, sementara akuntan memastikan akurasi data keuangan. Belakangan ini, siapa pun bisa dengan mudah memberi “nasihat keuangan” di media sosial, mulai dari rekomendasi saham hingga strategi investasi yang terdengar meyakinkan. Namun, ada fakta penting yang jarang dibahas: memberi nasihat atau rekomendasi investasi kepada publik di Indonesia bukan kegiatan bebas yang bisa dilakukan siapa saja. Ini adalah aktivitas berizin yang diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), apalagi setelah regulasi terbaru tentang financial influencer resmi terbit pada pertengahan 2026. Artikel ini akan membahas apa itu financial advisor, dasar hukum yang mengaturnya di Indonesia, perbedaannya dengan profesi keuangan lain seperti akuntan, tugas utamanya, hingga cara memilih financial advisor yang tepat dan legal. Apa itu Financial Advisor? Financial advisor atau penasihat keuangan adalah profesional yang memberikan saran dan solusi untuk membantu individu maupun perusahaan merencanakan dan mengelola keuangannya. Financial advisor dapat bekerja secara independen atau bergabung dengan perusahaan maupun lembaga keuangan. Layanannya tidak terbatas pada konsultasi langsung. Financial advisor juga dapat memberikan edukasi melalui seminar, kelas keuangan, maupun konten digital untuk membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan. Tugas Utama Financial Advisor Secara umum, financial advisor membantu klien memahami kondisi keuangan dan menentukan strategi untuk mencapai tujuan finansial. Beberapa tugas utamanya meliputi: Menganalisis kondisi keuangan klien: Mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan keuangan berdasarkan kondisi serta tujuan klien. Menyusun strategi keuangan: Membantu menentukan rencana keuangan berdasarkan tujuan, kemampuan finansial, dan profil risiko klien. Memberikan rekomendasi investasi: Menilai pilihan investasi yang sesuai dengan tujuan dan profil risiko klien, sesuai dengan kewenangan dan izin yang dimiliki. Memantau portofolio investasi: Mengevaluasi perkembangan portofolio dan memberikan masukan jika diperlukan penyesuaian strategi. Memberikan masukan terkait kebutuhan keuangan lainnya: Dalam lingkup layanan yang dimiliki, financial advisor juga dapat membantu memberikan masukan terkait perencanaan pajak, asuransi, dan kebutuhan finansial lainnya. Baca Juga: Pahami Etika Profesi Auditor Berikut Ini Agar Tidak Salah Langkah Perbedaan Financial Advisor, Perencana Keuangan dan Akuntan Financial advisor, perencana keuangan, dan akuntan memiliki peran yang berbeda dalam membantu mengelola keuangan. Memahami perbedaannya penting agar Anda dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan. 1. Financial advisor memberikan nasihat terkait pengelolaan keuangan dan, dalam lingkup tertentu, dapat memberikan rekomendasi investasi atau produk keuangan sesuai izin yang dimilikinya. 2. Financial planner atau perencana keuangan membantu menyusun rencana keuangan secara menyeluruh berdasarkan tujuan klien, seperti perencanaan dana pensiun, asuransi, investasi, dan kebutuhan keuangan lainnya. 3. Akuntan atau jasa pembukuan Berfokus pada pencatatan, pengklasifikasian, dan penyajian transaksi serta informasi keuangan bisnis. Berdasarkan konsep entitas dalam SAK EMKM, pencatatan keuangan yang tepat membantu menghasilkan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Ketiga peran tersebut dapat saling melengkapi. Financial advisor atau financial planner membutuhkan informasi keuangan yang akurat untuk memberikan rekomendasi yang sesuai, sedangkan pembukuan yang rapi membantu pemilik bisnis memahami kondisi keuangannya sebelum mengambil keputusan. Baca Juga: Prospek Kerja Akuntansi: Peluang, Keuntungan, dan Skill Wajib Akuntansi Dasar Hukum Financial Advisor di Indonesia Memberikan edukasi keuangan berbeda dengan memberikan rekomendasi investasi. Di Indonesia, rekomendasi atas produk atau layanan keuangan tertentu dapat memerlukan izin atau sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Hal tersebut diatur dalam POJK Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur penyampaian informasi sektor jasa keuangan, termasuk edukasi, pemasaran, dan pemberian rekomendasi. Untuk aktivitas yang mensyaratkan perizinan, penyampai informasi wajib memiliki izin yang sesuai. Misalnya, rekomendasi produk pasar modal memerlukan izin sebagai Penasihat Investasi, sedangkan rekomendasi aset keuangan digital mensyaratkan sertifikasi kompetensi. Karena itu, seseorang yang aktif memberikan rekomendasi keuangan di media sosial tidak otomatis berstatus sebagai financial advisor atau Penasihat Investasi yang berizin. Status tersebut bergantung pada jenis layanan dan ketentuan yang berlaku. Baca Juga: 15 Bidang Bidang Akuntansi serta Penjelasannya Kapan Bisnis Membutuhkan Financial Advisor? Kebutuhan akan financial advisor sangat bergantung pada kompleksitas kondisi keuangan yang dihadapi. Bagi individu, financial advisor umumnya relevan ketika kondisi keuangannya sudah cukup kompleks, misalnya memiliki beberapa sumber penghasilan sekaligus, sedang merencanakan investasi jangka panjang seperti dana pensiun, atau memiliki aset dalam jumlah signifikan yang membutuhkan strategi alokasi yang lebih matang. Bagi bisnis, kebutuhan ini biasanya muncul saat perusahaan mulai mempertimbangkan penempatan kelebihan kas pada instrumen investasi, merencanakan ekspansi yang membutuhkan strategi pendanaan tertentu, atau menghadapi keputusan keuangan strategis yang dampaknya cukup besar terhadap keberlangsungan usaha ke depan. Baca Juga: 10 Karir Akuntansi di Indonesia & Prospek Gajinya Cara Memilih Financial Advisor yang Tepat dan Legal Memilih financial advisor tidak cukup hanya dengan melihat pengalaman atau popularitasnya. Pastikan Anda juga memeriksa legalitas, kompetensi, dan cara kerja sebelum mengikuti rekomendasi yang diberikan. 1. Verifikasi izin resminya Pastikan financial advisor memiliki izin yang sesuai, terutama jika memberikan rekomendasi produk pasar modal. 2. Periksa sertifikasi profesional Sertifikasi seperti Certified Financial Planner (CFP) atau Chartered Financial Analyst (CFA) dapat menjadi pertimbangan untuk melihat kompetensinya sesuai bidang layanan. 3. Pahami skema kompensasi Tanyakan apakah advisor menerima biaya tetap, persentase aset yang dikelola, atau komisi dari produk yang direkomendasikan agar Anda dapat mempertimbangkan potensi konflik kepentingan. 4. Pastikan rekomendasi berdasarkan kondisi keuangan Anda Rekomendasi sebaiknya mempertimbangkan data keuangan, tujuan, dan profil risiko Anda, bukan sekadar mengikuti tren investasi. 5. Jangan menyamakan edukasi dengan rekomendasi investasi Konten edukasi di media sosial tidak selalu sama dengan nasihat dari financial advisor berizin. Pastikan status dan kewenangan pihak yang memberikan rekomendasi sebelum mengikutinya. 6. Jangan mengabaikan data keuangan Rekomendasi yang baik tetap membutuhkan informasi keuangan yang akurat. Bagi pemilik bisnis, pembukuan yang rapi dapat membantu advisor memahami kondisi keuangan usaha dengan lebih tepat. Baca Juga: Sertifikasi, Keahlian dan Jenis Profesi Akuntan Bagi Lulusan Akuntansi Siapkan Data Keuangan Bisnis yang Rapi Sebagai Dasar Diskusi dengan Financial Advisor Anda Rekomendasi terbaik dari seorang financial advisor sekalipun hanya akan seakurat data keuangan yang mendasarinya. Sebelum berdiskusi mengenai strategi investasi atau ekspansi bisnis, pastikan pembukuan usaha Anda sudah rapi dan mencerminkan kondisi keuangan yang sesungguhnya. Mekari Jurnal sebagai software akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi secara otomatis dan konsisten, sehingga data yang Anda diskusikan bersama financial advisor benar-benar mencerminkan kondisi bisnis yang akurat. Dengan fitur Pembukuan Mekari Jurnal, Anda dapat: Mencatat transaksi secara otomatis dan terintegrasi ke laporan keuangan, sehingga data yang menjadi dasar diskusi strategi keuangan selalu terkini dan akurat. Menyusun bagan akun (chart of accounts) yang konsisten, membantu Anda dan financial advisor memahami komposisi keuangan bisnis secara jelas. Menghasilkan lebih dari 55 jenis laporan keuangan, manajemen, dan operasional, mendukung diskusi strategi investasi maupun ekspansi bisnis berdasarkan data yang benar-benar dapat diandalkan. Memantau posisi keuangan bisnis secara real-time melalui dashboard, sehingga Anda selalu siap dengan data terkini kapan pun berkonsultasi dengan financial advisor. Kelola pembukuan bisnis Anda secara lebih rapi dan akurat bersama Mekari Jurnal! Coba Gratis Sekarang! Referensi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “Siaran Pers: OJK Terbitkan Aturan tentang Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan (Financial Influencer).” Otoritas Jasa Keuangan (OJK), “POJK Nomor 6 Tahun 2026 tentang Perilaku Penyampai Informasi Sektor Jasa Keuangan.” Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “Tentang SAK EMKM.” Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Sebagai bagian dari ekosistem software terpadu Mekari, 
Mekari Jurnal juga terintegrasi dengan berbagai solusi Mekari lainnya seperti : Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.