Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh
Standar keamanan ISO/IEC 27001
Tersertifikasi Oleh

Akun Kontra: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Diperbarui
Ditulis oleh: Author Avatar Adelia Vita. A
Highlights
  • Akun kontra adalah akun dengan saldo berlawanan dari akun pasangannya untuk menunjukkan pengurangan nilai tanpa menghapus saldo asli.
  • Jenis akun kontra meliputi kontra aset, kontra liabilitas, kontra ekuitas, dan kontra pendapatan.
  • Contoh akun kontra aset adalah akumulasi penyusutan (PSAK 16) dan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) (PSAK 71).
  • Sejak PSAK 71 berlaku efektif pada 1 Januari 2020, penyisihan piutang tak tertagih menggunakan metode expected credit loss (ECL) yang bersifat forward-looking.

Pernahkah Anda melihat ada angka pengurang tepat di bawah akun aset tetap pada neraca, misalnya akumulasi penyusutan? Sekilas angka tersebut mungkin terlihat seperti nilai yang “mengurangi” aset perusahaan.

Padahal, pencatatan tersebut memang dilakukan dengan sengaja. Tujuannya agar laporan keuangan tetap menunjukkan nilai perolehan aset sekaligus berapa besar nilai aset yang sudah berkurang akibat penyusutan, tanpa menghilangkan informasi penting di dalamnya.

Akun seperti ini dikenal sebagai akun kontra (contra account). Meski nilainya mengurangi saldo akun utama, akun kontra tetap memiliki fungsi penting untuk menjaga laporan keuangan tetap akurat dan informatif.

Lalu, apa sebenarnya akun kontra, apa saja jenis-jenisnya, dan bagaimana cara mencatatnya sesuai standar akuntansi di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa itu Akun Kontra?

Akun kontra adalah akun yang digunakan dalam buku besar untuk mengurangi nilai akun utama yang berkaitan, tanpa mengubah saldo akun tersebut secara langsung. Dengan cara ini, perusahaan tetap dapat menampilkan nilai awal suatu akun sekaligus nilai penyesuaiannya dalam laporan keuangan.

Penggunaan akun kontra membantu memberikan gambaran yang lebih transparan mengenai perubahan nilai aset, piutang, atau akun lainnya dari waktu ke waktu.

Definisi ini juga sejalan dengan penjelasan Investopedia yang menyebutkan bahwa akun kontra digunakan untuk mengurangi nilai akun pasangannya ketika keduanya disajikan bersama dalam laporan keuangan (Investopedia, 2026).

Sebagai contoh, akun aset pada umumnya memiliki saldo normal debit. Sebaliknya, akun kontra aset seperti akumulasi penyusutan memiliki saldo normal kredit karena berfungsi mengurangi nilai tercatat aset yang bersangkutan.

Secara umum, akun kontra memiliki beberapa karakteristik berikut.

  • Selalu terkait dengan satu akun utama yang spesifik.
  • Memiliki saldo normal yang berlawanan dengan akun pasangannya.
  • Disajikan berdampingan dengan akun utama dalam laporan keuangan, bukan digabung menjadi satu nilai.
  • Menyajikan nilai bruto akun dan penyesuaiannya secara terpisah sehingga laporan keuangan lebih transparan.

Baca Juga: Akun Nominal vs Akun Riil, Ini Dia Perbedaan Keduanya!

Fungsi Akun Kontra dalam Laporan Keuangan

Menurut Kieso, Weygandt, dan Warfield dalam Intermediate Accounting, salah satu prinsip penting dalam penyajian laporan keuangan adalah tidak menyembunyikan informasi dengan cara menggabungkan dua angka yang berbeda sifat menjadi satu angka bersih saja.

Penggunaan akun kontra memungkinkan perusahaan menyajikan angka bruto (nilai perolehan awal) dan angka pengurangnya secara terpisah, sehingga pembaca laporan keuangan bisa menilai kondisi aset, kewajiban, ekuitas, atau pendapatan secara lebih transparan.

Sebagai ilustrasi, PSAK 16 tentang Aset Tetap menjelaskan bahwa aset tetap disajikan menggunakan model biaya, yaitu sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.

Artinya, laporan keuangan tidak cukup hanya menampilkan nilai bersih aset. Nilai perolehan aset dan akumulasi penyusutannya juga perlu disajikan secara terpisah agar pengguna laporan keuangan, seperti investor maupun kreditur, dapat menilai nilai buku, kondisi, dan sisa umur ekonomis aset dengan lebih jelas.

Berikut penulisannya:

Akun Kontra dalam Laporan Keuangan

Di sinilah peran akun kontra menjadi penting. Tanpa akun ini, nilai aset berisiko terlihat lebih tinggi dari kondisi sebenarnya atau justru menghilangkan informasi mengenai besarnya penyusutan maupun penurunan nilai yang telah diakui.

Empat Jenis Akun Kontra dan Contohnya

Secara umum, akun kontra dapat dikelompokkan menjadi empat jenis berdasarkan akun utama yang dikurangkannya.

Jenis Akun Kontra Mengurangi Nilai Saldo Normal Contoh Akun
Kontra Aset Aset Kredit Akumulasi penyusutan, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), akumulasi amortisasi
Kontra Liabilitas Liabilitas Debit Diskon utang obligasi (discount on bonds payable)
Kontra Ekuitas Ekuitas Debit Prive (pengambilan pribadi pemilik), saham treasuri (treasury stock)
Kontra Pendapatan Pendapatan Debit Retur penjualan, potongan penjualan (sales discount)

Sebagai catatan, akun kontra tidak selalu diberi label khusus di laporan keuangan yang menandakan sifatnya sebagai akun kontra. Kemampuan mengenalinya biasanya berkembang seiring semakin terbiasanya seseorang membaca laporan keuangan secara berkala.

Akun Kontra Aset: Akumulasi Penyusutan

Akumulasi penyusutan merupakan akun kontra aset yang paling sering dijumpai dalam laporan keuangan.

Akun ini mencatat total beban penyusutan yang telah diakui atas aset tetap, seperti mesin, kendaraan, atau bangunan, sejak aset mulai digunakan.

Sebagai contoh, PT Cahaya Abadi membeli sebuah mesin produksi senilai Rp120.000.000 pada awal tahun 2025. Mesin tersebut diperkirakan memiliki umur manfaat lima tahun, tanpa nilai residu, dan disusutkan menggunakan metode garis lurus.

Dengan metode tersebut, beban penyusutan dihitung sebagai berikut:

Beban Penyusutan per Tahun = (Biaya Perolehan − Nilai Residu) ÷ Umur Manfaat
= (Rp120.000.000 − Rp0) ÷ 5 tahun
= Rp24.000.000 per tahun

Setelah digunakan selama dua tahun, akumulasi penyusutan mesin menjadi:

Akumulasi Penyusutan = Rp24.000.000 × 2 tahun
= Rp48.000.000

Sementara itu, nilai buku mesin dihitung dengan rumus berikut.

Nilai Buku = Biaya Perolehan − Akumulasi Penyusutan
= Rp120.000.000 − Rp48.000.000
= Rp72.000.000

Dengan demikian, pada akhir tahun kedua PT Cahaya Abadi akan menyajikan aset tersebut di neraca sebagai berikut.

Aset Tetap Jumlah (Rp)
Mesin (biaya perolehan) 120.000.000
Dikurangi: Akumulasi penyusutan (48.000.000)
Nilai buku mesin 72.000.000

Contoh ini menunjukkan bahwa akun kontra tidak menghapus nilai perolehan aset, tetapi disajikan sebagai akun pengurang. Dengan begitu, pengguna laporan keuangan tetap dapat melihat harga perolehan aset, total penyusutan yang telah dibebankan, dan nilai buku aset secara bersamaan.

Baca Juga: Apa itu Saldo Normal Akun dalam Akuntansi? Ini Penjelasannya!

Akun Kontra Aset: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Berbasis PSAK 71

Selain akumulasi penyusutan, contoh akun kontra aset lainnya adalah Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) pada piutang usaha.

Sejak PSAK 71 berlaku efektif pada 1 Januari 2020, pencatatan CKPN menggunakan pendekatan expected credit loss (ECL) atau kerugian kredit ekspektasian. 

Artinya, perusahaan tidak lagi menunggu hingga piutang benar-benar macet, tetapi harus mengestimasi potensi kerugian sejak piutang pertama kali diakui dengan mempertimbangkan risiko kredit dan kondisi ekonomi di masa depan.

PwC Indonesia juga menjelaskan bahwa PSAK 71 mengharuskan entitas menilai risiko kredit dari instrumen keuangan sejak pengakuan awal, bukan hanya ketika ada indikasi gagal bayar yang sudah terjadi.

Sebagai contoh, PT Sinar Jaya memiliki piutang usaha sebesar Rp200.000.000 pada akhir periode. Berdasarkan hasil evaluasi, manajemen memperkirakan 5% dari piutang tersebut berpotensi tidak tertagih.

Perhitungan CKPN adalah sebagai berikut.

CKPN = Estimasi Persentase Kerugian × Saldo Piutang
= 5% × Rp200.000.000
= Rp10.000.000

Nilai piutang yang disajikan dalam laporan keuangan menjadi:

Piutang Bersih = Piutang Usaha − CKPN
= Rp200.000.000 − Rp10.000.000
= Rp190.000.000

Di laporan posisi keuangan, penyajiannya adalah sebagai berikut.

Piutang Usaha Jumlah (Rp)
Piutang usaha 200.000.000
Dikurangi: Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) (10.000.000)
Piutang usaha bersih 190.000.000

Seperti halnya akumulasi penyusutan, CKPN dicatat sebagai akun kontra aset dengan saldo kredit. Tujuannya bukan untuk mengurangi nilai piutang yang tercatat, melainkan menunjukkan estimasi kerugian kredit sehingga nilai piutang yang disajikan lebih mencerminkan jumlah yang diperkirakan benar-benar dapat ditagih.

Cara Mencatat Akun Kontra dalam Jurnal

Pencatatan akun kontra pada dasarnya mengikuti prinsip debit-kredit seperti akun lainnya, hanya saja arah saldonya berlawanan dengan akun utama yang dikurangkannya. Berikut contoh jurnal untuk kasus CKPN pada PT Sinar Jaya di atas.

Tanggal Keterangan Debit Kredit
31 Des 2025 Beban Kerugian Penurunan Nilai Piutang Rp10.000.000
31 Des 2025 Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Rp10.000.000

Akun “Beban Kerugian Penurunan Nilai Piutang” akan masuk ke laporan laba rugi sebagai beban periode berjalan, sementara akun “Cadangan Kerugian Penurunan Nilai” akan muncul di neraca sebagai pengurang piutang usaha.

Pola yang sama berlaku untuk akun kontra lainnya. Misalnya, untuk mencatat penyusutan tahunan mesin pada contoh sebelumnya, jurnalnya adalah sebagai berikut.

Tanggal Keterangan Debit Kredit
31 Des 2025 Beban Penyusutan Mesin Rp24.000.000
31 Des 2025 Akumulasi Penyusutan Mesin Rp24.000.000

Prinsip dasarnya selalu sama, yaitu akun beban di laporan laba rugi didebit, sementara akun kontra aset di neraca di kredit, sehingga nilai aset berkurang secara bertahap tanpa mengubah catatan biaya perolehan awalnya.

Kesalahan Umum dalam Mencatat Akun Kontra

Beberapa kesalahan berikut sering ditemukan dalam praktik pencatatan akun kontra, terutama pada bisnis yang masih mengelola pembukuan secara manual.

  • Langsung mengurangi akun utama tanpa membuat akun kontra terpisah. Kesalahan ini membuat nilai perolehan asli suatu aset atau pendapatan menjadi hilang dari catatan, sehingga sulit ditelusuri kembali.
  • Salah menentukan saldo normal akun kontra. Misalnya mencatat akumulasi penyusutan dengan saldo debit alih-alih kredit, yang justru akan menambah, bukan mengurangi, nilai aset terkait.
  • Tidak memperbarui CKPN secara berkala sesuai estimasi terbaru. Membiarkan CKPN tetap dengan angka lama tanpa menyesuaikan proyeksi risiko kredit terbaru dapat membuat nilai piutang di laporan keuangan menjadi tidak akurat.
  • Tidak menyajikan akun kontra berdampingan dengan akun utamanya di laporan keuangan. Padahal tujuan utama akun kontra adalah transparansi, sehingga kedua angka tersebut seharusnya tetap dapat dibaca bersama-sama.

Baca Juga: Memahami Sistem Akuntansi Non-Cash dan Penerapannya dalam Bisnis

Catat Akun Kontra Secara Otomatis dan Akurat dengan Mekari Jurnal

Mencatat akun kontra secara manual, mulai dari akumulasi penyusutan hingga CKPN piutang, membutuhkan ketelitian tinggi karena satu kesalahan arah saldo saja bisa membuat nilai aset di laporan keuangan menjadi salah.

Mekari Jurnal sebagai aplikasi akuntansi membantu bisnis mencatat setiap transaksi ke jurnal umum dan buku besar secara otomatis, termasuk transaksi yang melibatkan akun kontra seperti penyusutan aset tetap.

Dengan fitur Aplikasi Akuntansi Mekari Jurnal, Anda dapat:

  • Menyusun bagan akun (chart of accounts) sesuai kebutuhan bisnis, termasuk memisahkan akun utama dan akun kontra secara konsisten sejak awal.
  • Mencatat jurnal umum dan buku besar secara otomatis, sehingga saldo normal setiap akun, termasuk akun kontra, terjaga akurasinya tanpa perlu dihitung manual satu per satu.
  • Menghasilkan neraca dan laporan keuangan lain secara real-time, lengkap dengan penyajian nilai bruto dan akun kontra pengurangnya sesuai standar akuntansi yang berlaku.
  • Memanfaatkan dukungan AI untuk meminimalkan kesalahan pencatatan, sehingga risiko salah arah saldo pada akun kontra dapat ditekan sejak transaksi pertama kali di input.

Kelola pembukuan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal!

Coba Gratis Sekarang!

Referensi

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), “PSAK 16: Aset Tetap.”

Direktorat Jenderal Pajak (DJP), “PSAK 71 Picu Sengketa Pajak, Betulkah?”

PwC Indonesia, “PSAK 71: Financial Instruments Understanding the Basics.”

Investopedia, “Contra Account: Definition, Types, and Example.”

Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Intermediate Accounting.

FAQ

Apa perbedaan akun kontra dengan akun biasa?

Apa perbedaan akun kontra dengan akun biasa?

Akun biasa dicatat dengan saldo normal sesuai jenisnya, misalnya aset bersaldo normal debit. Akun kontra sengaja dibuat dengan saldo normal berlawanan dari akun pasangannya agar dapat berfungsi sebagai pengurang, meski tetap mengikuti aturan debit-kredit yang sama dalam pencatatannya.

Apakah akun kontra selalu muncul di neraca?

Apakah akun kontra selalu muncul di neraca?

Sebagian besar akun kontra memang muncul di neraca, seperti akumulasi penyusutan dan CKPN. Namun ada juga akun kontra yang muncul di laporan laba rugi, seperti retur penjualan dan potongan penjualan yang mengurangi pendapatan kotor menjadi pendapatan bersih.

Apa saja contoh akun kontra yang paling umum ditemukan?

Apa saja contoh akun kontra yang paling umum ditemukan?

Contoh yang paling sering dijumpai adalah akumulasi penyusutan dan CKPN pada sisi aset, retur penjualan dan potongan penjualan pada sisi pendapatan, serta prive pada sisi ekuitas.

Bagaimana cara mengetahui saldo normal suatu akun kontra?

Bagaimana cara mengetahui saldo normal suatu akun kontra?

Saldo normal akun kontra selalu berlawanan dengan akun utama yang dikurangkannya. Jika akun utamanya bersaldo normal debit seperti aset, maka akun kontranya bersaldo normal kredit, dan berlaku sebaliknya untuk liabilitas, ekuitas, serta pendapatan.

Apa bedanya CKPN dengan penyisihan piutang tak tertagih yang lama?

Apa bedanya CKPN dengan penyisihan piutang tak tertagih yang lama?

Penyisihan piutang tak tertagih model lama umumnya dihitung berdasarkan data kerugian yang sudah terjadi (incurred loss). Sejak PSAK 71 berlaku, CKPN dihitung menggunakan metode expected credit loss yang memperhitungkan estimasi risiko kredit sejak piutang pertama kali diakui, termasuk proyeksi kondisi ekonomi ke depan.

Apakah UMKM juga perlu mencatat akun kontra?

Apakah UMKM juga perlu mencatat akun kontra?

Perlu, terutama jika UMKM memiliki aset tetap yang disusutkan atau piutang usaha dalam jumlah signifikan. Pencatatan akun kontra membantu pemilik usaha mengetahui nilai buku aset maupun piutang yang sebenarnya, bukan hanya nilai awal saat pembelian atau penjualan terjadi.

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal

Mekari Jurnal solusi AI untuk pengelolaan keuangan perusahaan, pemantauan cash flow, laporan pengeluaran, dan operasional bisnis dengan fitur mulai gratis

WhatsApp Hubungi Kami