Aktiva Tetap: Pengertian, Jenis, dan Contoh Pencatatannya Aktiva atau biasa disebut aset adalah harta yang menjadi sumber ekonomi perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional. Secara umum, aset terbagi menjadi dua kategori utama, yakni aktiva lancar dan aktiva tetap (fixed assets). Memahami aktiva tetap sangat penting bagi perusahaan karena aset ini merupakan pondasi fisik yang memungkinkan bisnis menghasilkan barang atau jasa. Pengelolaan yang tepat terhadap aset ini akan berdampak langsung pada kesehatan finansial dan laporan neraca perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai karakteristik, jenis, hingga metode perolehan aktiva tetap. Simak penjelasan lengkapnya untuk membantu Anda mengelola aset perusahaan secara lebih profesional. Pengertian Aktiva Tetap Pengertian Aktiva Tetap Menurut PSAK dan Para Ahli Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16, aktiva tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu. Aset ini digunakan dalam operasi perusahaan, memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Beberapa ahli juga memberikan sudut pandang tambahan mengenai definisi ini: Jerry J. Weygandt: Menekankan pada bentuk fisik dan tujuan penggunaan operasional. Soemarso S.R: Menyoroti nilai aset yang cukup besar dan masa manfaat jangka panjang. Sofyan Safri H: Mengelompokkan aset berdasarkan substansi fisik dan nilai penyusutannya. Dapat disimpulkan bahwa aktiva tetap merupakan investasi jangka panjang yang mendukung keberlangsungan produksi atau pemberian jasa perusahaan dalam periode yang lama. Karakteristik Aset Tetap Aktiva tetap memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan aktiva lancar (seperti kas atau piutang). Berikut adalah ciri-ciri utamanya: Memiliki Bentuk Fisik: Mempunyai ukuran dan wujud yang jelas (untuk aset berwujud). Digunakan dalam Operasi: Digunakan sebagai alat produksi atau fasilitas kantor, bukan sebagai barang dagangan. Masa Manfaat Panjang: Memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan selama lebih dari satu tahun. Mengalami Penyusutan: Nilainya akan menurun seiring waktu dan pemakaian (kecuali tanah). Nilai Material: Umumnya memiliki harga perolehan yang cukup besar bagi perusahaan. Baca juga: Memahami Akuntansi Dasar untuk Pemula Jenis – Jenis dan Contoh Aktiva Tetap Secara akuntansi, aktiva tetap diklasifikasikan berdasarkan substansi dan kemampuannya untuk disusutkan. Berikut adalah pembagian lengkapnya: 1. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Assets) Aset yang memiliki fisik nyata dan digunakan dalam operasional harian. Contohnya meliputi: Lahan (Tanah): Tempat berdirinya bangunan perusahaan. Tanah adalah satu-satunya aset tetap yang tidak disusutkan. Bangunan Gedung: Kantor, pabrik, atau gudang tempat operasional berlangsung. Mesin & Peralatan: Alat produksi utama di pabrik atau laboratorium. Kendaraan: Mobil operasional, truk distribusi, hingga alat berat seperti traktor atau forklift. 2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets) Aset yang tidak berbentuk fisik namun memiliki nilai ekonomi tinggi. Contohnya adalah: Hak Paten & Hak Cipta: Perlindungan atas penemuan atau karya. Goodwill: Nilai lebih perusahaan yang berasal dari reputasi atau lokasi strategis. Lisensi & Franchise: Hak untuk menjalankan bisnis menggunakan merek atau sistem pihak lain. Baca juga: Cara Membuat Laporan Neraca dan Membacanya Metode Penyusutan Aktiva Tetap Karena aktiva tetap (kecuali tanah) mengalami penurunan nilai, perusahaan harus mencatat biaya penyusutan setiap tahunnya. Beberapa metode yang umum digunakan adalah: Metode Garis Lurus (Straight Line Method): Menghitung penyusutan dengan nilai yang sama setiap tahunnya selama umur ekonomis. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method): Menghitung penyusutan lebih besar di tahun-tahun awal dan mengecil di tahun berikutnya. Metode Unit Produksi: Penyusutan didasarkan pada jumlah output yang dihasilkan oleh aset tersebut (misal: mesin pabrik). Cara Perolehan dan Contoh Pencatatan Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana contoh cara memperoleh aktiva atau aset tetap: 1. Pembelian Tunai Aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian tunai dicatat sebesar total uang yang dikeluarkan. Jumlah ini mencakup harga faktur ditambah seluruh biaya tambahan seperti instalasi atau uji coba agar aset siap digunakan. Jika terdapat potongan tunai, maka nilai tersebut langsung mengurangi harga faktur, terlepas dari apakah potongan diambil atau tidak. Hal ini dilakukan agar nilai kapitalisasi aset mencerminkan biaya perolehan yang sebenarnya. Apabila perusahaan membeli beberapa aktiva sekaligus dalam satu harga (lump sum), maka harga perolehan dialokasikan berdasarkan harga pasar relatif. Misalnya, saat membeli tanah beserta gedungnya, alokasi nilai dilakukan sesuai proporsi harga pasar masing-masing. 2. Pembelian Angsuran Dalam perolehan melalui angsuran, harga perolehan aset tidak boleh memasukkan unsur bunga. Bunga selama masa angsuran harus dipisahkan dan dicatat secara periodik sebagai biaya bunga pada laporan laba rugi. Pencatatan dilakukan dengan menjurnal pengurangan utang pokok saat pembayaran cicilan. Auditor akan memastikan bahwa biaya bunga tidak dikapitalisasi ke dalam nilai aset tetap agar tidak terjadi penyajian nilai aset yang terlalu tinggi. 3. Ditukar dengan Surat Berharga Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan, dicatat dalam buku besar sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui, maka harga perolehan ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut. Jika harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar tidak diketahui, maka dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan. Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat berharga yang dikeluarkan. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening Modal Saham atau Utang Obligasi sebesar nilai nominalnya, selisih nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening Agio/Disagio. Aktiva tetap , misalnya mesin xxxx Modal xxxx Agio Saham xxxx Bila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang muka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar. 4. Ditukar dengan Aset Tetap Lain (Tukar Tambah) Banyak pembelian aset tetap dilakukan dengan cara tukar menukar atau istilah populernya “tukar tambah”. Aktiva lama digunakan untuk membayar aktiva baru baik seluruhnya atau sebagian di mana kekurangannya dibayar tunai. Kondisi seperti ini prinsip harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aktiva baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan (kalau ada) atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aktiva baru yang diterima. 5. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan. Untuk menerima hadiah seringkali juga dikeluarkan biaya, namun biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aset tetap yang diterima. Bila aktiva tetap dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan, maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil, juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil. Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya. Depresiasi atau penyusutan aktiva tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama dengan yang lain. 6. Aktiva yang Dibuat Sendiri Perusahaan terkadang membuat aset tetap sendiri untuk memanfaatkan kapasitas karyawan yang menganggur. Semua biaya bahan, upah langsung, dan factory overhead langsung dibebankan pada harga pokok aktiva tersebut tanpa menimbulkan masalah. Namun, untuk biaya factory overhead tidak langsung, terdapat dua cara pembebanan. Pertama, berdasarkan kenaikan biaya overhead akibat pembuatan aktiva, atau kedua, dialokasikan secara proporsional menggunakan tarif untuk produksi dan pembuatan aktiva. Bagaimana Cara Mempermudah Pencatatan Aktiva Tetap? Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara sehingga pencatatannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi yang berlaku. Agar pencatatan tidak mengalami kesalahan, maka ada baiknya jika perusahaan mulai menggunakan bantuan aplikasi pencatatan keuangan atau software akuntansi online seperti Mekari Jurnal. Dapatkan semua informasi tentang Mekari Jurnal, dan dapatkan kesempatan mencoba gratis Mekari Jurnal! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Sekarang! Aktiva tetap dikelompokkan karena memiliki sifat yang berbeda dengan aktiva lainnya. Pengelompokkan itu tergantung pada kebijaksanaan akuntansi perusahaan masing-masing. Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai jenis dan bentuk, tergantung pada sifat dan bidang usaha yang diterjuni perusahaan tersebut. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang aplikasi pembukuan usaha, bisnis, keuangan, dan akuntansi. Kategori : Management Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Aktiva Tetap: Pengertian, Jenis, dan Contoh Pencatatannya Aktiva atau biasa disebut aset adalah harta yang menjadi sumber ekonomi perusahaan untuk menunjang kegiatan operasional. Secara umum, aset terbagi menjadi dua kategori utama, yakni aktiva lancar dan aktiva tetap (fixed assets). Memahami aktiva tetap sangat penting bagi perusahaan karena aset ini merupakan pondasi fisik yang memungkinkan bisnis menghasilkan barang atau jasa. Pengelolaan yang tepat terhadap aset ini akan berdampak langsung pada kesehatan finansial dan laporan neraca perusahaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai karakteristik, jenis, hingga metode perolehan aktiva tetap. Simak penjelasan lengkapnya untuk membantu Anda mengelola aset perusahaan secara lebih profesional. Pengertian Aktiva Tetap Pengertian Aktiva Tetap Menurut PSAK dan Para Ahli Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16, aktiva tetap adalah aset berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun lebih dahulu. Aset ini digunakan dalam operasi perusahaan, memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun, dan tidak dimaksudkan untuk dijual kembali. Beberapa ahli juga memberikan sudut pandang tambahan mengenai definisi ini: Jerry J. Weygandt: Menekankan pada bentuk fisik dan tujuan penggunaan operasional. Soemarso S.R: Menyoroti nilai aset yang cukup besar dan masa manfaat jangka panjang. Sofyan Safri H: Mengelompokkan aset berdasarkan substansi fisik dan nilai penyusutannya. Dapat disimpulkan bahwa aktiva tetap merupakan investasi jangka panjang yang mendukung keberlangsungan produksi atau pemberian jasa perusahaan dalam periode yang lama. Karakteristik Aset Tetap Aktiva tetap memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dengan aktiva lancar (seperti kas atau piutang). Berikut adalah ciri-ciri utamanya: Memiliki Bentuk Fisik: Mempunyai ukuran dan wujud yang jelas (untuk aset berwujud). Digunakan dalam Operasi: Digunakan sebagai alat produksi atau fasilitas kantor, bukan sebagai barang dagangan. Masa Manfaat Panjang: Memberikan manfaat ekonomi bagi perusahaan selama lebih dari satu tahun. Mengalami Penyusutan: Nilainya akan menurun seiring waktu dan pemakaian (kecuali tanah). Nilai Material: Umumnya memiliki harga perolehan yang cukup besar bagi perusahaan. Baca juga: Memahami Akuntansi Dasar untuk Pemula Jenis – Jenis dan Contoh Aktiva Tetap Secara akuntansi, aktiva tetap diklasifikasikan berdasarkan substansi dan kemampuannya untuk disusutkan. Berikut adalah pembagian lengkapnya: 1. Aktiva Tetap Berwujud (Tangible Assets) Aset yang memiliki fisik nyata dan digunakan dalam operasional harian. Contohnya meliputi: Lahan (Tanah): Tempat berdirinya bangunan perusahaan. Tanah adalah satu-satunya aset tetap yang tidak disusutkan. Bangunan Gedung: Kantor, pabrik, atau gudang tempat operasional berlangsung. Mesin & Peralatan: Alat produksi utama di pabrik atau laboratorium. Kendaraan: Mobil operasional, truk distribusi, hingga alat berat seperti traktor atau forklift. 2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud (Intangible Assets) Aset yang tidak berbentuk fisik namun memiliki nilai ekonomi tinggi. Contohnya adalah: Hak Paten & Hak Cipta: Perlindungan atas penemuan atau karya. Goodwill: Nilai lebih perusahaan yang berasal dari reputasi atau lokasi strategis. Lisensi & Franchise: Hak untuk menjalankan bisnis menggunakan merek atau sistem pihak lain. Baca juga: Cara Membuat Laporan Neraca dan Membacanya Metode Penyusutan Aktiva Tetap Karena aktiva tetap (kecuali tanah) mengalami penurunan nilai, perusahaan harus mencatat biaya penyusutan setiap tahunnya. Beberapa metode yang umum digunakan adalah: Metode Garis Lurus (Straight Line Method): Menghitung penyusutan dengan nilai yang sama setiap tahunnya selama umur ekonomis. Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method): Menghitung penyusutan lebih besar di tahun-tahun awal dan mengecil di tahun berikutnya. Metode Unit Produksi: Penyusutan didasarkan pada jumlah output yang dihasilkan oleh aset tersebut (misal: mesin pabrik). Cara Perolehan dan Contoh Pencatatan Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana contoh cara memperoleh aktiva atau aset tetap: 1. Pembelian Tunai Aktiva tetap yang diperoleh melalui pembelian tunai dicatat sebesar total uang yang dikeluarkan. Jumlah ini mencakup harga faktur ditambah seluruh biaya tambahan seperti instalasi atau uji coba agar aset siap digunakan. Jika terdapat potongan tunai, maka nilai tersebut langsung mengurangi harga faktur, terlepas dari apakah potongan diambil atau tidak. Hal ini dilakukan agar nilai kapitalisasi aset mencerminkan biaya perolehan yang sebenarnya. Apabila perusahaan membeli beberapa aktiva sekaligus dalam satu harga (lump sum), maka harga perolehan dialokasikan berdasarkan harga pasar relatif. Misalnya, saat membeli tanah beserta gedungnya, alokasi nilai dilakukan sesuai proporsi harga pasar masing-masing. 2. Pembelian Angsuran Dalam perolehan melalui angsuran, harga perolehan aset tidak boleh memasukkan unsur bunga. Bunga selama masa angsuran harus dipisahkan dan dicatat secara periodik sebagai biaya bunga pada laporan laba rugi. Pencatatan dilakukan dengan menjurnal pengurangan utang pokok saat pembayaran cicilan. Auditor akan memastikan bahwa biaya bunga tidak dikapitalisasi ke dalam nilai aset tetap agar tidak terjadi penyajian nilai aset yang terlalu tinggi. 3. Ditukar dengan Surat Berharga Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara ditukar dengan saham atau obligasi perusahaan, dicatat dalam buku besar sebesar harga pasar saham atau obligasi yang digunakan sebagai penukar. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui, maka harga perolehan ditentukan sebesar harga pasar aktiva tersebut. Jika harga pasar surat berharga dan aktiva tetap yang ditukar tidak diketahui, maka dalam keadaan seperti ini nilai pertukaran ditentukan oleh keputusan pimpinan perusahaan. Nilai pertukaran ini dipakai sebagai dasar pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat berharga yang dikeluarkan. Pertukaran aktiva tetap dengan saham atau obligasi perusahaan akan dicatat dalam rekening Modal Saham atau Utang Obligasi sebesar nilai nominalnya, selisih nilai pertukaran dengan nilai nominal dicatat dalam rekening Agio/Disagio. Aktiva tetap , misalnya mesin xxxx Modal xxxx Agio Saham xxxx Bila dalam pertukaran ini perusahaan menambah dengan uang muka harga perolehan mesin adalah jumlah uang yang dibayarkan ditambah dengan harga pasar surat berharga yang dijadikan penukar. 4. Ditukar dengan Aset Tetap Lain (Tukar Tambah) Banyak pembelian aset tetap dilakukan dengan cara tukar menukar atau istilah populernya “tukar tambah”. Aktiva lama digunakan untuk membayar aktiva baru baik seluruhnya atau sebagian di mana kekurangannya dibayar tunai. Kondisi seperti ini prinsip harga perolehan tetap harus digunakan, yaitu aktiva baru dikapitalisasikan dengan jumlah sebesar harga aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan (kalau ada) atau dikapitalisasikan sebesar harga pasar aktiva baru yang diterima. 5. Diperoleh dari Hadiah atau Donasi Aktiva tetap yang diperoleh dari hadiah atau donasi pencatatannya bisa dilakukan menyimpang dari prinsip harga perolehan. Untuk menerima hadiah seringkali juga dikeluarkan biaya, namun biaya-biaya tersebut jauh lebih kecil dari nilai aset tetap yang diterima. Bila aktiva tetap dicatat sebesar biaya yang sudah dikeluarkan, maka hal ini akan menyebabkan jumlah aktiva dan modal terlalu kecil, juga beban depresiasi menjadi terlalu kecil. Untuk mengatasi keadaan ini maka aktiva yang diterima sebagai hadiah dicatat sebesar harga pasarnya. Depresiasi atau penyusutan aktiva tetap yang diterima dari hadiah dihitung dengan cara yang sama dengan yang lain. 6. Aktiva yang Dibuat Sendiri Perusahaan terkadang membuat aset tetap sendiri untuk memanfaatkan kapasitas karyawan yang menganggur. Semua biaya bahan, upah langsung, dan factory overhead langsung dibebankan pada harga pokok aktiva tersebut tanpa menimbulkan masalah. Namun, untuk biaya factory overhead tidak langsung, terdapat dua cara pembebanan. Pertama, berdasarkan kenaikan biaya overhead akibat pembuatan aktiva, atau kedua, dialokasikan secara proporsional menggunakan tarif untuk produksi dan pembuatan aktiva. Bagaimana Cara Mempermudah Pencatatan Aktiva Tetap? Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara sehingga pencatatannya pun perlu disesuaikan dengan kondisi yang berlaku. Agar pencatatan tidak mengalami kesalahan, maka ada baiknya jika perusahaan mulai menggunakan bantuan aplikasi pencatatan keuangan atau software akuntansi online seperti Mekari Jurnal. Dapatkan semua informasi tentang Mekari Jurnal, dan dapatkan kesempatan mencoba gratis Mekari Jurnal! Saya Mau Coba Gratis Mekari Jurnal Sekarang! atau Saya Mau Bertanya Ke Sales Sekarang! Aktiva tetap dikelompokkan karena memiliki sifat yang berbeda dengan aktiva lainnya. Pengelompokkan itu tergantung pada kebijaksanaan akuntansi perusahaan masing-masing. Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan terdiri dari berbagai jenis dan bentuk, tergantung pada sifat dan bidang usaha yang diterjuni perusahaan tersebut. Mudah-mudahan informasi di atas bermanfaat. Ikuti media sosial Mekari Jurnal untuk informasi lain tentang aplikasi pembukuan usaha, bisnis, keuangan, dan akuntansi.