Mengenal Supplies Expense Serta Cara Menghitung Beban Perlengkapannya Highlights Supplies expense hanya mengakui nilai perlengkapan yang sudah digunakan, bukan seluruh pembelian pada periode berjalan. Sesuai matching principle, perlengkapan yang masih memiliki manfaat dicatat sebagai aset terlebih dahulu, lalu diakui sebagai beban saat digunakan. Mekari Jurnal sebagai aplikasi akuntansi terbaik, dapat membantu mencatat dan memantau pengeluaran perlengkapan secara terstruktur serta membandingkan realisasi biaya dengan anggaran Penggunaan perlengkapan merupakan bagian dari aktivitas operasional sehari-hari, seperti penggunaan kertas, tinta printer, hingga perlengkapan produksi. Meski bukan aset tetap, perlengkapan tetap perlu dicatat dengan tepat karena dapat memengaruhi beban dan laba perusahaan.Dalam akuntansi, perlengkapan yang sudah digunakan dicatat sebagai supplies expense, sedangkan perlengkapan yang masih tersedia tetap tercatat sebagai aset. Karena itu, perusahaan perlu memahami cara menentukan dan mencatat perlengkapan yang telah menjadi beban.Artikel ini membahas pengertian supplies expense, metode pencatatan, cara menghitung, contoh jurnal, serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Apa Itu Supplies Expense?Supplies expense atau beban perlengkapan adalah akun yang mencatat nilai perlengkapan operasional yang telah digunakan atau habis terpakai selama periode akuntansi. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan, seperti kertas, tinta printer, alat tulis kantor, sarung tangan kerja, oli mesin, dan bahan pembersih.Dalam pencatatan berbasis akrual, perusahaan tidak langsung mengakui seluruh pembelian perlengkapan sebagai supplies expense. Perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan tetap dicatat sebagai aset lancar dalam akun Perlengkapan (Supplies atau Supplies on Hand). Setelah perlengkapan digunakan, nilai yang terpakai kemudian diakui sebagai supplies expense pada periode yang bersangkutan.Sebagai contoh, perusahaan membeli perlengkapan kantor senilai Rp5.000.000. Jika pada akhir periode masih terdapat perlengkapan senilai Rp2.000.000 yang belum digunakan, maka hanya Rp3.000.000 yang diakui sebagai supplies expense. Sementara itu, Rp2.000.000 yang masih tersedia tetap tercatat sebagai aset.Dengan perlakuan tersebut, beban yang diakui mencerminkan perlengkapan yang benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan perusahaan selama periode berjalan, bukan sekadar berdasarkan jumlah pembelian.Perbedaan Supplies Expense, Perlengkapan, dan Equipment Ketiga istilah ini sama-sama berkaitan dengan kebutuhan operasional perusahaan, tetapi memiliki fungsi dan perlakuan akuntansi yang berbeda. Perlengkapan yang masih tersedia dicatat sebagai aset, sedangkan bagian yang sudah digunakan diakui sebagai supplies expense. Sementara itu, equipment merupakan aset tetap yang digunakan dalam operasional selama lebih dari satu periode dan penyusutannya diakui secara bertahap. AspekSupplies ExpensePerlengkapan (Aset)Equipment (Peralatan)DefinisiNilai perlengkapan yang sudah digunakan atau habis terpakai dalam periode berjalan Perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan Peralatan operasional yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode Posisi di laporanBeban dalam laporan laba rugi Aset lancar dalam neraca Aset tetap dalam neraca Cara pengakuanDiakui sebagai beban ketika perlengkapan digunakan iDicatat sebagai aset sebesar nilai yang belum digunakan Dicatat sebagai aset dan disusutkan selama masa manfaatnya ContohKertas dan tinta yang sudah digunakan Kertas dan tinta yang masih tersedia Printer, komputer, dan mesin produksi rPerbedaan ini membantu perusahaan menentukan apakah suatu pengeluaran masih memiliki manfaat yang akan digunakan pada periode berikutnya atau sudah menjadi beban pada periode berjalan.Untuk pembahasan yang lebih lengkap mengenai perbedaan supplies dan equipment, termasuk jenis-jenis perlengkapan kantor dan pabrik, Anda dapat membaca artikel berikut Baca juga: Apa Perbedaan Equipment dan Supplies dalam Akuntansi? Dua Metode Pencatatan Supplies Expense Ada dua pendekatan yang lazim dipakai untukPerusahaan dapat menggunakan dua pendekatan untuk mencatat pembelian perlengkapan, yaitu metode aset dan metode beban langsung. Perbedaan keduanya terletak pada waktu perlengkapan diakui sebagai aset atau langsung sebagai beban. 1. Metode Aset (Asset Method)Dalam metode aset perlengkapandicatat sebagai aset terlebih dahulu saat dibeli. Ketika perlengkapan digunakan, bagian yang terpakai kemudian diakui sebagai supplies expense melalui jurnal penyesuaian pada akhir periode.Metode ini dapat memberikan pencatatan yang lebih akurat karena perusahaan dapat memisahkan nilai perlengkapan yang sudah digunakan dan yang masih tersedia. Pendekatan ini lebih sesuai ketika nilai atau jumlah perlengkapan cukup material sehingga sisa perlengkapan perlu dipantau secara berkala.2. Metode Beban Langsung (Direct Expense Method)Dalam metode beban langsung, pembelian perlengkapan langsung dicatat sebagai supplies expense tanpa terlebih dahulu mencatatnya sebagai aset. Pendekatan ini umumnya digunakan untuk perlengkapan yang nilainya relatif kecil dan cepat habis digunakan, seperti alat tulis kantor atau perlengkapan kebersihan rutin.Karena seluruh pembelian langsung diakui sebagai beban, perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan rinci atas setiap perlengkapan yang masih tersisa. Namun, jika terdapat saldo perlengkapan yang masih material pada akhir periode, perusahaan tetap perlu melakukan penyesuaian agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.Rumus Menghitung Supplies ExpenseApa pun metode yang digunakan, penerapannya perlu dilakukan secara konsisten agar pencatatan dan laporan keuangan dapat dibandingkan antarperiode.Pada metode aset (asset method), supplies expense dihitung berdasarkan jumlah perlengkapan yang telah digunakan selama periode berjalan. Untuk menentukan nilainya, perusahaan perlu memperhitungkan saldo perlengkapan di awal periode, pembelian selama periode, dan perlengkapan yang masih tersisa pada akhir periode. Rumus yang digunakan adalah:Supplies Expense = Saldo Awal Perlengkapan + Pembelian Perlengkapan − Saldo Akhir PerlengkapanSaldo akhir perlengkapan menunjukkan nilai perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan pada akhir periode. Nilai ini dapat ditentukan melalui stock opname fisik dengan menghitung sisa perlengkapan yang masih ada di gudang atau kantor pada tanggal pelaporan.Semakin besar jumlah perlengkapan yang digunakan selama periode tersebut, semakin besar pula supplies expense yang diakui dalam laporan laba rugi. Sebaliknya, perlengkapan yang masih tersisa tetap dicatat sebagai aset.Contoh Jurnal Supplies Expense (Studi Kasus Rupiah) Setelah Anda sudh mengetahui rumus supplies expense, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui penerapannya melalui pencatatan pembelian dan jurnal penyesuaian pada akhir periode. Contoh berikut menunjukkan perbedaan pencatatan menggunakan metode aset dan metode beban langsung.Studi Kasus: Metode AsetCV Bengkel Sinar Motor memiliki saldo perlengkapan bengkel berupa oli, sarung tangan, dan kain lap sebesar Rp2.000.000 pada 1 Januari. Selama Januari, bengkel membeli tambahan perlengkapan senilai Rp3.500.000 secara tunai.Pada akhir Januari, stock opname menunjukkan bahwa perlengkapan yang masih tersedia bernilai Rp1.200.000. Dengan demikian, nilai perlengkapan yang telah digunakan selama Januari dapat dihitung sebagai berikut:Supplies Expense = Rp2.000.000 + Rp3.500.000 − Rp1.200.000 = Rp4.300.000Jurnal saat pembelian perlengkapan:Karena menggunakan metode aset, pembelian perlengkapan dicatat terlebih dahulu sebagai aset AkunDebitKreditPerlengkapan BengkelRp3.500.000–Kas–Rp3.500.000Menghitung perlengkapan yang terpakai:Supplies Expense = Rp2.000.000 + Rp3.500.000 − Rp1.200.000 = Rp4.300.000Jurnal penyesuaian akhir periode:Setelah mengetahui nilai perlengkapan yang telah digunakan, perusahaan mencatat jurnal penyesuaian untuk mengakui supplies expense sebesar Rp4.300.000. AkunDebitKreditBeban Perlengkapan (Supplies Expense)Rp4.300.000–Perlengkapan Bengkel–Rp4.300.000Setelah jurnal penyesuaian dicatat, saldo Perlengkapan Bengkel menjadi Rp1.200.000, sesuai dengan hasil stock opname. Sementara itu, beban perlengkapan sebesar Rp4.300.000 diakui dalam laporan laba rugi periode Januari. Studi Kasus: Metode Beban LangsungPada bulan yang sama, bengkel membeli alat tulis kantor senilai Rp300.000 untuk kebutuhan administrasi. Karena nilainya relatif kecil, perusahaan memilih metode beban langsung sehingga pembelian tersebut langsung dicatat sebagai beban. AkunDebitKreditBeban Perlengkapan KantorRp300.000–Kas–Rp300.000Faktor yang Memengaruhi Besaran Supplies ExpenseBesaran supplies expense dapat berbeda antara satu bisnis dan bisnis lainnya. Nilainya tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah perlengkapan yang dibeli, tetapi juga oleh kebutuhan operasional, tingkat penggunaan, serta cara perusahaan mengelola perlengkapan. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi besar kecilnya supplies expense antara lain: Skala dan jenis operasional bisnis: Bisnis manufaktur atau bengkel umumnya membutuhkan lebih banyak perlengkapan untuk mendukung kegiatan produksi dibandingkan bisnis jasa yang sebagian besar menggunakan perlengkapan kantor. Perbedaan kebutuhan tersebut dapat membuat nilai supplies expense setiap bisnis berbeda. Volume aktivitas atau musim bisnis: Semakin tinggi volume produksi atau aktivitas layanan, semakin banyak perlengkapan yang berpotensi digunakan. Penggunaan juga dapat meningkat pada periode tertentu, misalnya saat permintaan atau aktivitas bisnis sedang tinggi. Kebijakan pengadaan dan penggunaan: Kebijakan mengenai jumlah pembelian, batas penggunaan, dan pengadaan ulang dapat memengaruhi jumlah perlengkapan yang digunakan perusahaan. Pengelolaan yang terencana membantu perusahaan menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan operasional. Efisiensi pengelolaan stok: Pencatatan perlengkapan yang teratur dan stock opname secara berkala membantu perusahaan mengetahui jumlah perlengkapan yang masih tersedia. Proses ini juga dapat membantu mendeteksi pemborosan, penggunaan yang tidak sesuai, atau kehilangan perlengkapan sehingga pengeluaran dapat lebih mudah dikendalikan. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan dan pengadaan perlengkapan dengan kebutuhan operasional serta mengendalikan supplies expense secara lebih efektif. Kelola Supplies Expense Lebih Cepat & Akurat dengan Mekari JurnalMengelola pengeluaran perlengkapan secara manual dapat menyulitkan perusahaan ketika harus memantau biaya, membandingkan pengeluaran dengan anggaran, atau menelusuri transaksi yang sudah terjadi. Terlebih jika kebutuhan perlengkapan berasal dari berbagai transaksi dan digunakan untuk aktivitas bisnis yang berbeda.Mekari Jurnal membantu perusahaan mengelola biaya dan anggaran secara lebih terstruktur melalui fitur Biaya & Anggaran. Data pengeluaran dapat dipantau secara real-time, dikelompokkan berdasarkan kategori, serta dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan.Dengan fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal, Anda dapat: Memantau pengeluaran perlengkapan: melihat biaya operasional berdasarkan periode sehingga pengeluaran lebih mudah dipantau. Membandingkan anggaran dan pengeluaran aktual: mengetahui apakah realisasi biaya perlengkapan masih sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Mengelompokkan biaya berdasarkan kategori: menggunakan pengelompokan transaksi untuk melihat biaya secara lebih terperinci sesuai kebutuhan bisnis. Memantau biaya secara real-time: mendapatkan informasi pengeluaran terbaru tanpa harus menunggu rekap manual. Mencatat biaya rutin dengan lebih praktis: menggunakan transaksi berulang atau duplikasi transaksi untuk pengeluaran yang terjadi secara berkala. Dengan pengelolaan biaya yang lebih terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah memantau penggunaan anggaran, mengidentifikasi pengeluaran yang perlu dikendalikan, dan menjaga biaya operasional tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis.Referensi AccountingCoach. Supplies Expense. AccountingTools. Supplies Expense. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan supplies expense? 1. Apa yang dimaksud dengan supplies expense? Supplies expense adalah beban yang timbul dari perlengkapan operasional yang sudah dikonsumsi atau dipakai habis dalam satu periode akuntansi, seperti alat tulis kantor, tinta printer, atau oli mesin. 2. Apa beda supplies expense dengan perlengkapan sebagai aset? 2. Apa beda supplies expense dengan perlengkapan sebagai aset? Supplies expense adalah porsi perlengkapan yang sudah terpakai dan diakui sebagai beban di laporan laba rugi, sedangkan perlengkapan sebagai aset adalah sisa perlengkapan yang belum dipakai dan masih tercatat sebagai aset lancar di neraca. 3. Apa beda supplies dengan equipment dalam akuntansi? 3. Apa beda supplies dengan equipment dalam akuntansi? Supplies adalah barang bernilai relatif kecil yang habis dipakai dalam waktu singkat dan langsung dibebankan, sedangkan equipment adalah barang bernilai lebih besar dengan masa manfaat lebih dari satu periode sehingga dicatat sebagai aset tetap dan disusutkan bertahap. 4. Kapan perlengkapan sebaiknya dicatat pakai metode aset, kapan pakai metode langsung? 4. Kapan perlengkapan sebaiknya dicatat pakai metode aset, kapan pakai metode langsung? Metode aset lebih tepat untuk perlengkapan bernilai besar atau yang dipakai lebih dari satu periode, sedangkan metode beban langsung lebih praktis untuk perlengkapan kecil dan cepat habis yang nilainya tidak material bagi laporan keuangan. 5. Bagaimana cara menghitung supplies expense di akhir periode? 5. Bagaimana cara menghitung supplies expense di akhir periode? Caranya adalah menjumlahkan saldo awal perlengkapan dengan pembelian selama periode berjalan, kemudian menguranginya dengan saldo akhir perlengkapan hasil stock opname fisik. 6. Apakah supplies expense termasuk HPP atau beban operasional? 6. Apakah supplies expense termasuk HPP atau beban operasional? Tergantung jenisnya. Perlengkapan pabrik yang terkait langsung dengan proses produksi bisa masuk ke dalam kategori harga pokok penjualan (HPP), sedangkan perlengkapan kantor atau administrasi umumnya masuk ke beban operasional. 7. Apa yang terjadi jika perusahaan lupa membuat jurnal penyesuaian perlengkapan? 7. Apa yang terjadi jika perusahaan lupa membuat jurnal penyesuaian perlengkapan? Saldo akun perlengkapan di neraca akan lebih besar dari kondisi sebenarnya, sementara beban perlengkapan di laporan laba rugi akan lebih kecil dari yang seharusnya, sehingga laba periode berjalan menjadi terlihat lebih tinggi dari kondisi riil. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini. Kategori : Cost Accounting Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal Facebook Instagram LinkedIn YouTube Dapatkan kurasi newsletter terkait pembukuan dan Akuntansi Subscribe Bagikan artikelWhatsAppLinkedinFacebook
Mengenal Supplies Expense Serta Cara Menghitung Beban Perlengkapannya Highlights Supplies expense hanya mengakui nilai perlengkapan yang sudah digunakan, bukan seluruh pembelian pada periode berjalan. Sesuai matching principle, perlengkapan yang masih memiliki manfaat dicatat sebagai aset terlebih dahulu, lalu diakui sebagai beban saat digunakan. Mekari Jurnal sebagai aplikasi akuntansi terbaik, dapat membantu mencatat dan memantau pengeluaran perlengkapan secara terstruktur serta membandingkan realisasi biaya dengan anggaran Penggunaan perlengkapan merupakan bagian dari aktivitas operasional sehari-hari, seperti penggunaan kertas, tinta printer, hingga perlengkapan produksi. Meski bukan aset tetap, perlengkapan tetap perlu dicatat dengan tepat karena dapat memengaruhi beban dan laba perusahaan.Dalam akuntansi, perlengkapan yang sudah digunakan dicatat sebagai supplies expense, sedangkan perlengkapan yang masih tersedia tetap tercatat sebagai aset. Karena itu, perusahaan perlu memahami cara menentukan dan mencatat perlengkapan yang telah menjadi beban.Artikel ini membahas pengertian supplies expense, metode pencatatan, cara menghitung, contoh jurnal, serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Apa Itu Supplies Expense?Supplies expense atau beban perlengkapan adalah akun yang mencatat nilai perlengkapan operasional yang telah digunakan atau habis terpakai selama periode akuntansi. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari perusahaan, seperti kertas, tinta printer, alat tulis kantor, sarung tangan kerja, oli mesin, dan bahan pembersih.Dalam pencatatan berbasis akrual, perusahaan tidak langsung mengakui seluruh pembelian perlengkapan sebagai supplies expense. Perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan tetap dicatat sebagai aset lancar dalam akun Perlengkapan (Supplies atau Supplies on Hand). Setelah perlengkapan digunakan, nilai yang terpakai kemudian diakui sebagai supplies expense pada periode yang bersangkutan.Sebagai contoh, perusahaan membeli perlengkapan kantor senilai Rp5.000.000. Jika pada akhir periode masih terdapat perlengkapan senilai Rp2.000.000 yang belum digunakan, maka hanya Rp3.000.000 yang diakui sebagai supplies expense. Sementara itu, Rp2.000.000 yang masih tersedia tetap tercatat sebagai aset.Dengan perlakuan tersebut, beban yang diakui mencerminkan perlengkapan yang benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan perusahaan selama periode berjalan, bukan sekadar berdasarkan jumlah pembelian.Perbedaan Supplies Expense, Perlengkapan, dan Equipment Ketiga istilah ini sama-sama berkaitan dengan kebutuhan operasional perusahaan, tetapi memiliki fungsi dan perlakuan akuntansi yang berbeda. Perlengkapan yang masih tersedia dicatat sebagai aset, sedangkan bagian yang sudah digunakan diakui sebagai supplies expense. Sementara itu, equipment merupakan aset tetap yang digunakan dalam operasional selama lebih dari satu periode dan penyusutannya diakui secara bertahap. AspekSupplies ExpensePerlengkapan (Aset)Equipment (Peralatan)DefinisiNilai perlengkapan yang sudah digunakan atau habis terpakai dalam periode berjalan Perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan Peralatan operasional yang memiliki masa manfaat lebih dari satu periode Posisi di laporanBeban dalam laporan laba rugi Aset lancar dalam neraca Aset tetap dalam neraca Cara pengakuanDiakui sebagai beban ketika perlengkapan digunakan iDicatat sebagai aset sebesar nilai yang belum digunakan Dicatat sebagai aset dan disusutkan selama masa manfaatnya ContohKertas dan tinta yang sudah digunakan Kertas dan tinta yang masih tersedia Printer, komputer, dan mesin produksi rPerbedaan ini membantu perusahaan menentukan apakah suatu pengeluaran masih memiliki manfaat yang akan digunakan pada periode berikutnya atau sudah menjadi beban pada periode berjalan.Untuk pembahasan yang lebih lengkap mengenai perbedaan supplies dan equipment, termasuk jenis-jenis perlengkapan kantor dan pabrik, Anda dapat membaca artikel berikut Baca juga: Apa Perbedaan Equipment dan Supplies dalam Akuntansi? Dua Metode Pencatatan Supplies Expense Ada dua pendekatan yang lazim dipakai untukPerusahaan dapat menggunakan dua pendekatan untuk mencatat pembelian perlengkapan, yaitu metode aset dan metode beban langsung. Perbedaan keduanya terletak pada waktu perlengkapan diakui sebagai aset atau langsung sebagai beban. 1. Metode Aset (Asset Method)Dalam metode aset perlengkapandicatat sebagai aset terlebih dahulu saat dibeli. Ketika perlengkapan digunakan, bagian yang terpakai kemudian diakui sebagai supplies expense melalui jurnal penyesuaian pada akhir periode.Metode ini dapat memberikan pencatatan yang lebih akurat karena perusahaan dapat memisahkan nilai perlengkapan yang sudah digunakan dan yang masih tersedia. Pendekatan ini lebih sesuai ketika nilai atau jumlah perlengkapan cukup material sehingga sisa perlengkapan perlu dipantau secara berkala.2. Metode Beban Langsung (Direct Expense Method)Dalam metode beban langsung, pembelian perlengkapan langsung dicatat sebagai supplies expense tanpa terlebih dahulu mencatatnya sebagai aset. Pendekatan ini umumnya digunakan untuk perlengkapan yang nilainya relatif kecil dan cepat habis digunakan, seperti alat tulis kantor atau perlengkapan kebersihan rutin.Karena seluruh pembelian langsung diakui sebagai beban, perusahaan tidak perlu melakukan pencatatan rinci atas setiap perlengkapan yang masih tersisa. Namun, jika terdapat saldo perlengkapan yang masih material pada akhir periode, perusahaan tetap perlu melakukan penyesuaian agar laporan keuangan mencerminkan kondisi yang sebenarnya.Rumus Menghitung Supplies ExpenseApa pun metode yang digunakan, penerapannya perlu dilakukan secara konsisten agar pencatatan dan laporan keuangan dapat dibandingkan antarperiode.Pada metode aset (asset method), supplies expense dihitung berdasarkan jumlah perlengkapan yang telah digunakan selama periode berjalan. Untuk menentukan nilainya, perusahaan perlu memperhitungkan saldo perlengkapan di awal periode, pembelian selama periode, dan perlengkapan yang masih tersisa pada akhir periode. Rumus yang digunakan adalah:Supplies Expense = Saldo Awal Perlengkapan + Pembelian Perlengkapan − Saldo Akhir PerlengkapanSaldo akhir perlengkapan menunjukkan nilai perlengkapan yang masih tersedia dan belum digunakan pada akhir periode. Nilai ini dapat ditentukan melalui stock opname fisik dengan menghitung sisa perlengkapan yang masih ada di gudang atau kantor pada tanggal pelaporan.Semakin besar jumlah perlengkapan yang digunakan selama periode tersebut, semakin besar pula supplies expense yang diakui dalam laporan laba rugi. Sebaliknya, perlengkapan yang masih tersisa tetap dicatat sebagai aset.Contoh Jurnal Supplies Expense (Studi Kasus Rupiah) Setelah Anda sudh mengetahui rumus supplies expense, selanjutnya Anda juga perlu mengetahui penerapannya melalui pencatatan pembelian dan jurnal penyesuaian pada akhir periode. Contoh berikut menunjukkan perbedaan pencatatan menggunakan metode aset dan metode beban langsung.Studi Kasus: Metode AsetCV Bengkel Sinar Motor memiliki saldo perlengkapan bengkel berupa oli, sarung tangan, dan kain lap sebesar Rp2.000.000 pada 1 Januari. Selama Januari, bengkel membeli tambahan perlengkapan senilai Rp3.500.000 secara tunai.Pada akhir Januari, stock opname menunjukkan bahwa perlengkapan yang masih tersedia bernilai Rp1.200.000. Dengan demikian, nilai perlengkapan yang telah digunakan selama Januari dapat dihitung sebagai berikut:Supplies Expense = Rp2.000.000 + Rp3.500.000 − Rp1.200.000 = Rp4.300.000Jurnal saat pembelian perlengkapan:Karena menggunakan metode aset, pembelian perlengkapan dicatat terlebih dahulu sebagai aset AkunDebitKreditPerlengkapan BengkelRp3.500.000–Kas–Rp3.500.000Menghitung perlengkapan yang terpakai:Supplies Expense = Rp2.000.000 + Rp3.500.000 − Rp1.200.000 = Rp4.300.000Jurnal penyesuaian akhir periode:Setelah mengetahui nilai perlengkapan yang telah digunakan, perusahaan mencatat jurnal penyesuaian untuk mengakui supplies expense sebesar Rp4.300.000. AkunDebitKreditBeban Perlengkapan (Supplies Expense)Rp4.300.000–Perlengkapan Bengkel–Rp4.300.000Setelah jurnal penyesuaian dicatat, saldo Perlengkapan Bengkel menjadi Rp1.200.000, sesuai dengan hasil stock opname. Sementara itu, beban perlengkapan sebesar Rp4.300.000 diakui dalam laporan laba rugi periode Januari. Studi Kasus: Metode Beban LangsungPada bulan yang sama, bengkel membeli alat tulis kantor senilai Rp300.000 untuk kebutuhan administrasi. Karena nilainya relatif kecil, perusahaan memilih metode beban langsung sehingga pembelian tersebut langsung dicatat sebagai beban. AkunDebitKreditBeban Perlengkapan KantorRp300.000–Kas–Rp300.000Faktor yang Memengaruhi Besaran Supplies ExpenseBesaran supplies expense dapat berbeda antara satu bisnis dan bisnis lainnya. Nilainya tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah perlengkapan yang dibeli, tetapi juga oleh kebutuhan operasional, tingkat penggunaan, serta cara perusahaan mengelola perlengkapan. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi besar kecilnya supplies expense antara lain: Skala dan jenis operasional bisnis: Bisnis manufaktur atau bengkel umumnya membutuhkan lebih banyak perlengkapan untuk mendukung kegiatan produksi dibandingkan bisnis jasa yang sebagian besar menggunakan perlengkapan kantor. Perbedaan kebutuhan tersebut dapat membuat nilai supplies expense setiap bisnis berbeda. Volume aktivitas atau musim bisnis: Semakin tinggi volume produksi atau aktivitas layanan, semakin banyak perlengkapan yang berpotensi digunakan. Penggunaan juga dapat meningkat pada periode tertentu, misalnya saat permintaan atau aktivitas bisnis sedang tinggi. Kebijakan pengadaan dan penggunaan: Kebijakan mengenai jumlah pembelian, batas penggunaan, dan pengadaan ulang dapat memengaruhi jumlah perlengkapan yang digunakan perusahaan. Pengelolaan yang terencana membantu perusahaan menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan operasional. Efisiensi pengelolaan stok: Pencatatan perlengkapan yang teratur dan stock opname secara berkala membantu perusahaan mengetahui jumlah perlengkapan yang masih tersedia. Proses ini juga dapat membantu mendeteksi pemborosan, penggunaan yang tidak sesuai, atau kehilangan perlengkapan sehingga pengeluaran dapat lebih mudah dikendalikan. Dengan memahami faktor-faktor tersebut, perusahaan dapat menyesuaikan penggunaan dan pengadaan perlengkapan dengan kebutuhan operasional serta mengendalikan supplies expense secara lebih efektif. Kelola Supplies Expense Lebih Cepat & Akurat dengan Mekari JurnalMengelola pengeluaran perlengkapan secara manual dapat menyulitkan perusahaan ketika harus memantau biaya, membandingkan pengeluaran dengan anggaran, atau menelusuri transaksi yang sudah terjadi. Terlebih jika kebutuhan perlengkapan berasal dari berbagai transaksi dan digunakan untuk aktivitas bisnis yang berbeda.Mekari Jurnal membantu perusahaan mengelola biaya dan anggaran secara lebih terstruktur melalui fitur Biaya & Anggaran. Data pengeluaran dapat dipantau secara real-time, dikelompokkan berdasarkan kategori, serta dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan.Dengan fitur Biaya & Anggaran Mekari Jurnal, Anda dapat: Memantau pengeluaran perlengkapan: melihat biaya operasional berdasarkan periode sehingga pengeluaran lebih mudah dipantau. Membandingkan anggaran dan pengeluaran aktual: mengetahui apakah realisasi biaya perlengkapan masih sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Mengelompokkan biaya berdasarkan kategori: menggunakan pengelompokan transaksi untuk melihat biaya secara lebih terperinci sesuai kebutuhan bisnis. Memantau biaya secara real-time: mendapatkan informasi pengeluaran terbaru tanpa harus menunggu rekap manual. Mencatat biaya rutin dengan lebih praktis: menggunakan transaksi berulang atau duplikasi transaksi untuk pengeluaran yang terjadi secara berkala. Dengan pengelolaan biaya yang lebih terstruktur, perusahaan dapat lebih mudah memantau penggunaan anggaran, mengidentifikasi pengeluaran yang perlu dikendalikan, dan menjaga biaya operasional tetap sesuai dengan kebutuhan bisnis.Referensi AccountingCoach. Supplies Expense. AccountingTools. Supplies Expense. Kieso, D.E., Weygandt, J.J., & Warfield, T.D. Akuntansi Keuangan Menengah. FAQ 1. Apa yang dimaksud dengan supplies expense? 1. Apa yang dimaksud dengan supplies expense? Supplies expense adalah beban yang timbul dari perlengkapan operasional yang sudah dikonsumsi atau dipakai habis dalam satu periode akuntansi, seperti alat tulis kantor, tinta printer, atau oli mesin. 2. Apa beda supplies expense dengan perlengkapan sebagai aset? 2. Apa beda supplies expense dengan perlengkapan sebagai aset? Supplies expense adalah porsi perlengkapan yang sudah terpakai dan diakui sebagai beban di laporan laba rugi, sedangkan perlengkapan sebagai aset adalah sisa perlengkapan yang belum dipakai dan masih tercatat sebagai aset lancar di neraca. 3. Apa beda supplies dengan equipment dalam akuntansi? 3. Apa beda supplies dengan equipment dalam akuntansi? Supplies adalah barang bernilai relatif kecil yang habis dipakai dalam waktu singkat dan langsung dibebankan, sedangkan equipment adalah barang bernilai lebih besar dengan masa manfaat lebih dari satu periode sehingga dicatat sebagai aset tetap dan disusutkan bertahap. 4. Kapan perlengkapan sebaiknya dicatat pakai metode aset, kapan pakai metode langsung? 4. Kapan perlengkapan sebaiknya dicatat pakai metode aset, kapan pakai metode langsung? Metode aset lebih tepat untuk perlengkapan bernilai besar atau yang dipakai lebih dari satu periode, sedangkan metode beban langsung lebih praktis untuk perlengkapan kecil dan cepat habis yang nilainya tidak material bagi laporan keuangan. 5. Bagaimana cara menghitung supplies expense di akhir periode? 5. Bagaimana cara menghitung supplies expense di akhir periode? Caranya adalah menjumlahkan saldo awal perlengkapan dengan pembelian selama periode berjalan, kemudian menguranginya dengan saldo akhir perlengkapan hasil stock opname fisik. 6. Apakah supplies expense termasuk HPP atau beban operasional? 6. Apakah supplies expense termasuk HPP atau beban operasional? Tergantung jenisnya. Perlengkapan pabrik yang terkait langsung dengan proses produksi bisa masuk ke dalam kategori harga pokok penjualan (HPP), sedangkan perlengkapan kantor atau administrasi umumnya masuk ke beban operasional. 7. Apa yang terjadi jika perusahaan lupa membuat jurnal penyesuaian perlengkapan? 7. Apa yang terjadi jika perusahaan lupa membuat jurnal penyesuaian perlengkapan? Saldo akun perlengkapan di neraca akan lebih besar dari kondisi sebenarnya, sementara beban perlengkapan di laporan laba rugi akan lebih kecil dari yang seharusnya, sehingga laba periode berjalan menjadi terlihat lebih tinggi dari kondisi riil. Mekari Jurnal Aplikasi akuntansi dan operasional terintegrasi untuk membantu pemilik bisnis, akuntan, dan tim finance mengelola keuangan, pembukuan, serta operasional bisnis secara lebih efisien sekaligus. Pelajari lebih lanjut Mekari Jurnal menjadi bagian dari ekosistem software terpadu Mekari dengan berbagai produk lainnya, seperti: Semua Platform Akuntansi & keuangan Customer People Services Operasional & digitalisasi Mekari Software as a Service Platform Mekari Officeless Platform Integrasi & App Builder Platform Mekari Airene AI Core Lintas Produk Mekari Platform Mekari Jurnal Akuntansi & Operasional Akuntansi & keuangan Mekari Klikpajak Manajemen Pajak Akuntansi & keuangan Mekari Expense Manajemen Pengeluaran Bisnis Akuntansi & keuangan Mekari POS Point Of Sale Akuntansi & keuangan Mekari Qontak Customer Engagement Platform Customer Mekari Talenta HCM People Mekari Flex Benefit Karyawan People Payroll Service Payroll Outsource Services Mekari Sign Tanda Tangan Digital & E-Meterai Operasional & digitalisasi Mekari Desty Omnichannel Commerce Operasional & digitalisasi Lihat lebih banyak Tidak ada produk di kategori ini.