Prediksi Bisnis yang Moncer di Tahun Tikus Logam

Tahun Baru China 2571 atau Imlek 2020 baru saja terlewati. Masa kejayaan Babi Tanah telah rampung, dan berganti menjadi tahun Tikus Logam.

Tahun Tikus Logam melambangkan dua elemen yang hadir pada 2020 ini, yaitu ‘Logam Besar’ dan ‘Air Kecil’ yang diwakili oleh Shio Tikus. Pada dasarnya, elemen logam dan air harmonis, namun dalam Feng Shui, logam menghasilkan air, sehingga elemen air dalam posisi yang terlalu kuat. Logam dan air juga dianggap sebagai elemen yang dingin.

Pada prinsipnya, Feng Shui menganut prinsip keseimbangan Yin Yang. Konsep ini merupakan filosofi Tionghoa yang umumnya digunakan untuk menggambarkan sifat kekuatan yang saling berlawanan dan berhubungan, serta proses keduanya saling membangun satu sama lain. 

Semua hal memiliki aspek Yin dan Yang, tetapi tidak setiap aspek memiliki perwujudan yang jelas dan konsisten, melainkan pasang surut atau mengalir dari waktu ke waktu. Intinya, konsep Yin Yang memiliki sifat dualitas seperti, positif negatif, gelap terang, panas dingin, dan lainnya.

Tak hanya Yin Yang, Feng Shui juga menyerap lima elemen. Lima elemen yang dimaksud berasal dari fenomena alam semesta untuk mengurai lanskap lingkungan sekitar. Kelima elemen juga berfungsi menganalisa desain struktur suatu bangunan, alokasi ruangan, penataan interior dan dekorasi.

Konsep lima elemen itu berupa pergerakan energi alam yang terjadi di sekitar manusia, yakni kayu, api, tanah, logam, dan air. Lumrahnya, manusia selalu berinteraksi dengan alam, dan elemen-elemen itu berinteraksi melalui beberapa siklus.

Prospek Ekonomi Indonesia di Tahun Tikus Logam

Pakar Feng Shui dari Feng Shui Consulting Indonesia, Angelina Fang, mengungkapkan elemen air di tahun Tikus Logam terlalu kuat, sehingga elemen api cenderung meredup. Hilangnya elemen api itu membawa kehilangan rasa optimisme berganti dengan rasa pesimis, khawatir dan tidak pasti. Ketiga sifat itu tercermin dalam kondisi ekonomi global, terutama karena dampak fenomena perang dagang yang berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan China beberapa waktu terakhir.

Angelina memperkirakan perang dagang masih akan berlanjut. Hampir semua negara di dunia juga akan mengalami perlambatan ekonomi sebagai dampak tidak langsung dari pelemahan ekonomi global tersebut. Sejumlah ekonom dari berbagai lembaga riset di Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi melambat sekitar 2,8 persen – 3 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan sekitar 4,9 persen – 5 persen.

Khusus untuk ekonomi Indonesia, Angelina menyarankan pemerintah menjaga kestabilan, memberi stimulus dan insentif ekonomi, membenahi regulasi menyeluruh, salah satunya seperti kebijakan Omnibus Law.

“Pemerintah dan pelaku ekonomi dapat menggalakkan konsep cinta produk dalam negeri,” ujar Angelina kepada Jurnal by Mekari, Rabu (5/2). 

Mengenal Akuntansi Perusahaan Jasa Secara Lebih Lengkap

Prospek Bisnis di Tahun Tikus Logam

Berikut klasifikasi sektor bisnis berdasarkan lima elemen:

  • Sektor bisnis elemen air: 

Transportasi, pengiriman (shipping), ekspedisi, perjalanan dan tur (tour and travel), komunikasi, media massa, hotel dan resor, jasa, teknologi informasi, minuman, dan kafe.

  • Sektor bisnis elemen kayu: 

Tekstil, fesyen dan pakaian, kesehatan, percetakan, buku, penerbitan, kertas, perhutanan, perkebunan, furniture/mebel, gaya hidup (lifestyle).

  • Sektor bisnis elemen api: 

Keuangan, pasar saham, entertainment – bisnis hiburan, restoran, periklanan, asuransi, kimia, energi, elektrik, dan penerbangan.

  • Sektor bisnis elemen tanah : 

Properti, konstruksi, pertambangan, agraria, bank, grosir, peternakan.

  • Sektor bisnis elemen logam : 

Otomotif, ondedil (Sparepart), alat berat, perhiasan, mesin, penukaran mata uang (money changer), hukum, politik, perawatan kulit, salon, komputer, dan elektronik.

Pada semester I tahun 2020, sektor bisnis yang termasuk dalam elemen kayu akan berjalan bagus. Sementara itu, sektor bisnis dengan elemen tanah, logam, dan api diperkirakan mengalami perkembangan yang biasa saja. Sedangkan sektor bisnis dengan elemen air diperkirakan kurang berjalan mulus. 

Pada semester II tahun ini, sektor bisnis dengan elemen api dan tanah akan mengalami perkembangan yang signifikan, sedangkan sektor bisnis di elemen logam akan berkembang biasa saja. Namun, pelaku usaha di sektor bisnis elemen air, kayu, dan api perlu waspada karena diperkirakan mengalami perkembangan yang kurang baik di pertengahan hingga akhir tahun. 

“Sebenarnya pada semester kedua 2020, sektor bisnis elemen api agak mix, ada yang bagus sekali dan ada yang menjadi yang paling kurang bagus,” tutur Angelina.

Adapun, beberapa sektor bisnis elemen api yang diperkirakan akan berjalan baik pada semester kedua 2020 antara lain, bisnis restoran, entertainment, dan advertising. Sementara itu, sektor bisnis keuangan, pasar saham, energi, kimia, asuransi, elektrik, dan penerbangan akan menunjukkan perkembangan yang mengecewakan.

11 Kesalahan Investasi Saham

Strategi Bisnis di Tahun Tikus Logam

Seluruh pelaku bisnis di sektor manapun disarankan menerapkan strategi elemen kayu pada semester I 2020. Strategi yang dimaksud ialah menambah jaringan pergaulan atau menambah jalur pemasaran (marketing), distribusi, dan penjualan. Caranya meningkatkan kuantitas pemasaran, agen distributor, dan penjual layaknya pohon bercabang.

Khusus di semester II 2020, semua pelaku usaha dianjurkan menerapkan strategi elemen api, yakni menjadi populer, menonjol, dan sesuai tren. Tak hanya itu, pelaku usaha juga perlu merangkul target pasar dengan upaya mengakrabkan diri, menarik perhatian, dan memberikan edukasi layaknya matahari yang terang.

Secara khusus, bagi pelaku usaha yang kemungkinan mengalami perkembangan bisnis yang baik pada tahun Tikus Logam, Angelina menyarankan untuk tetap realistis dengan perlambatan ekonomi. Pebisnis juga dianjurkan untuk meningkatkan kualitas produk, dan menjaga agar harga produk atau jasa lebih terjangkau. Salah satunya dengan penggunaan aplikasi pembukuan keuangan dari Jurnal.

Angelina juga merekomendasikan pengusaha merancang produk yang lebih unik agar perkembangan bisnis tak berhenti hanya di tahun ini. 

“Untuk bidang bisnis yang kurang bagus lebih baik bertahan, sabar, berusaha maksimal dan efisien,” tutupnya.

Kategori : Bisnis

Kembangkan bisnis Anda dengan Mekari Jurnal sekarang

https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Mekari Jurnal selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://www.jurnal.id/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo