Jurnal Enterpreneur

Commercial Invoice: Pengertian, Fungsi, dan Jenisnya

Commercial invoice adalah salah satu hal yang paling familiar jika Anda bergelut dalam bidang usaha perdagangan yang memiliki kegiatan export dan import.

Pasalnya, dokumen tersebut seringkali digunakan untuk perdagangan internasional, seperti kegiatan export import tersebut.

Oleh karena itu, penting sekali memahami apa itu faktur komersial dalam dunia perdagangan internasional.

Nah, berikut ini penjelasan lengkap tentang pengertian, fungsi, jenis, dan cara membuat commercial invoice yang perlu Anda ketahui.

Pengertian Commercial Invoice

Sebelum mengetahui pengertian dari faktur komersial, sebaiknya ketahui terlebih dahulu arti dari invoice atau faktur itu sendiri.

Nah, berikut ini sejumlah paparan dari para ahli terkait pengertian dari invoice atau faktur.

1. Menurut Sugeng Hariyanto

Menurut penjelasan dari Sugeng Hariyanto, invoice merupakan sebuah dokumen yang berisi catatan yang menjelaskan tentang unit barang atau item yang dikirim ke pembeli beserta harganya.

Jadi, catatan tersebut dibuat oleh penjual dan dikirim ke pembeli dengan tujuan untuk memberikan informasi tagihan pembayaran atau menagih pembayaran itu sendiri.

2. Menurut Andrian Sutedi

Selanjutnya, menurut Andrian Sutedi, invoice adalah dokumen yang penting untuk dunia perdagangan karena berisi data-data penting, seperti jumlah penutupan asuransi, jumlah wesel yang akan ditarik, dan penyelesaian bea masuk.

3. Menurut KBBI

Pengertian invoice selanjutnya yaitu menurut KBBI, yang menjelaskan bahwa invoice adalah daftar barang kiriman yang lengkap dengan catatan data berupa jumlah, nama, dan harga yang dibuat oleh penjual dan harus dibayar dan dilunasi oleh pelanggan atau pembeli.

Dari pengertian di atas, maka Anda bisa mulai memahami pengertian dari commercial invoice.

Berdasarkan definisinya, commercial invoice adalah nota perincian yang berisi tentang keterangan dari harga barang, jumlah barang, serta jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.

Ada juga yang menyebut jenis ini sebagai faktur konsuler.

Mengapa demikian, hal ini karena faktur konsuler hanya digunakan dalam kegiatan perdagangan internasional atau ekspor impor.

Dalam invoice konsuler atau komersial ini, Anda harus mendapatkan  persetujuan atau pengesahan dari perwakilan negara yang mengimpor, kantor kedutaan besar negara pengimpor di negara pengekspor, dan kantor konsuler.

Faktur ini ditujukan kepada pembeli (importir) yang dibuat oleh penjual (eksportir).

Nama dan alamat dari pembeli sudah tercantum dalam L/C yang kemudian ditandatangani oleh pihak terkait atau yang berwenang.

Hal-hal yang wajib dimasukkan dalam faktur ini adalah nama pembeli, nama barang, penerima barang, harga barang per unit, harga total barang, nomor dan tanggal dokumen faktur ini dibuat, cara penyerahan barang (CIF/CNF/FOB).

Selain itu, ada informasi lainnya yang juga perlu dicantumkan, seperti nomor kontainer, nama kapal atau pesawat yang digunakan untuk mengirim barang, dan tempat muat atau bongkar barang.

Baca juga: 6 Hal yang Dapat Mempermudah Cara Membuat Invoice

Fungsi dari Commercial Invoice 

pengertian jenis fungsi commercial invoice adalah 2

Jika ditinjau dalam hal prosesnya, commercial invoice mempunyai fungsi penting dalam kegiatan perdagangan ekspor impor.

Meskipun terkesan remeh, dokumen faktur ini memiliki fungsi penting agar proses ekspor impor berjalan lancar.

Nah, berikut ini adalah fungsi dokumen commercial invoice yang krusial yang perlu Anda ketahui.

1. Acuan Perhitungan Pajak

Fungsi yang pertama yaitu dokumen faktur ini berperan sebagai acuan dalam menghitung pajak dan juga termasuk dalam faktur pajak.

2. Dokumen Pengiriman Barang

Fungsi faktur komersial yang kedua yaitu sebagai dokumen pengiriman barang. Oleh karena itu, penjual harus membuat dokumen yang benar dan lengkap agar proses pengecekan barang di bea cukai berjalan lancar dan cepat.

3. Acuan Petugas Bea Cukai

Tidak hanya itu, commercial invoice juga berfungsi sebagai acuan saat petugas dari bea cukai memeriksa paket yang dikirimkan oleh penjual.

Jadi, petugas bea cukai akan memeriksa apakah paket sudah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk pengiriman internasional atau tidak.

Jika seluruh dokumen sudah terpenuhi dan benar, maka proses pengecekan tidak akan berlangsung lama.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada sejumlah negara yang tidak hanya meminta dokumen faktur komersial sebagai salah satu prasyarat.

Sebagai contoh, pengiriman internasional di luar wilayah UE membutuhkan dokumen CN22 atau CN 23 (Pemberitahuan bea cukai), CO (Surat Keterangan Asal), dan CP71 (catatan pengiriman).

4. Dokumen Proses Izin Ekspor-Impor

Faktur komersial juga berfungsi sebagai dokumen untuk proses izin ekspor impor. Selain itu, dokumen ini juga digunakan untuk kegiatan valuta asing.

Dalam kasus negara pembeli, faktur komersial digunakan sebagai dokumen untuk menilai bea masuk dan pajak.

Oleh karena itu, sebelum Anda melengkapi faktur komersial, Anda disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan orang terpercaya untuk persyaratan khusus di negara tujuan.

Hal ini karena sejumlah negara tujuan mewajibkan faktur komersial dalam bentuk khusus.

Baca juga: Contoh Template Invoice Format Excel dan Word, Download Yuk!

Jenis-Jenis Invoice

Nah, setelah mengetahui pengertian dan fungsi commercial invoice, Anda juga harus tahu bahwa ada jenis-jenis invoice lainnya yang perlu Anda ketahui.

1. Invoice Biasa

Jenis invoice yang pertama yaitu invoice biasa. Jenis invoice yang satu in merupakan invoice yang paling sering digunakan dalam kegiatan transaksi sederhana.

Isi dari invoice biasa adalah rincian barang, jumlah, harga, dan total harga, atau bahkan keterangan diskon jika ada.

Jenis invoice satu ini juga bisa Anda temukan dengan mudah dalam kegiatan sehari-hari, seperti ketika melakukan pembelian di sebuah pusat perbelanjaan, rumah makan, atau toko tertentu.

2. Invoice Proforma

Jenis invoice yang kedua yaitu invoice proforma.

Invoice performa merupakan jenis invoice yang diberikan ke pembeli dan bersifat sementara sebelum penjual mengirim seluruh barang atau item yang dipesan.

Sederhananya, jenis invoice ini merupakan jenis invoice pengganti jika penjual mengirim barang secara bertahap kepada pembeli.

Nah, apabila pembeli sudah menerima seluruh barang yang dipesan, maka penjual akan memberikan jenis invoice biasa untuk mengganti invoice performa.

Pastikan Anda Sudah Pakai Aplikasi Jurnal! Software Akuntansi Online Terpercaya!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

 

Komponen Commercial Invoice

Setiap perusahaan mempunyai format penulisan format invoice masing-masing. Isi dari invoice tersebut biasanya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Secara sederhana, komponen yang harus dicantumkan dalam sebuah invoice yaitu nomor urut invoice, nomor order, kode nomor transaksi DO/SJ, sub total, detail barang, diskon jika ada, biaya PPN, biaya pengiriman, dan total biaya.

Sedangkan, secara rinci, sebuah invoice yang benar harus memiliki informasi tentang identitas perusahaan, seperti nama, logo perusahaan, kontak yang dapat dihubungi dan lain sebagainya.

Selain itu, sebuah invoice juga harus memuat identitas pembeli, seperti nama, alamat, dan kontak yang dapat dihubung.

Sebuah invoice juga harus memuat nomor invoice yang berfungsi untuk memudahkan pelacakan, tanggal jatuh tempo pembayaran, dan tanggal invoice diterbitkan.

Selanjutnya, sebuah contoh invoice juga harus berisi informasi berupa rincian barang, seperti nama barang, harga barang, dan jumlah barang serta jumlah total tagihan.

Akan tetapi, perlu Anda ketahui bahwa ada sejumlah komponen yang wajib dimasukkan dalam sebuah commercial invoice dengan tujuan informasi di dalamnya lengkap.

Lantas apa sajakah komponen tersebut?

  • Nomor dan tanggal dokumen commercial invoice
  • Nama pembeli atau importir, penerima barang atau consignee
  • Nama barang
  • Harga per unit yang dijual berdasarkan (pcs,kgm,cbm,dozen)
  • Harga total seluruh barang,
  • Cara penyerahan barang (FOB/CNF/CIF)
  • Adapun informasi lain dapat disertakan seperti nama kapal atau pesawat, no container, tempat muat dan bongkar.

Kelola Invoice Perusahaan dengan Menggunakan Jurnal by Mekari

Kini, Anda tidak perlu lagi membuat invoice dan melakukan penagihan secara manual.

Dengan menggunakan software akuntansi online seperti Jurnal by Mekari, Anda bisa membuat invoice dengan cara otomatis dan mengirimkannya langsung kepada pelanggan.

Selain membuat dan mengirim invoice secara langsung, Jurnal juga dilengkapi dengan fitur Invoice Reminder atau Pengingat Faktur yang membantu Anda menagih piutang yang akan jatuh tempo.

Dengan begitu, bisnis Anda akan terhindar dari piutang tak tertagih yang dapat menyebabkan kegagalan bisnis.

Software Jurnal dapat mempermudah Anda dalam mengelola keuangan bisnis dengan tersedianya berbagai fitur, seperti laporan keuangan, persediaan barang, rekonsiliasi transaksi, termasuk pula pencatatan faktur pembelian dan pembayaran.

Dengan menggunakan aplikasi accounting online Jurnal by Mekari, Anda bisa menghemat biaya, waktu, dan energi karena data keuangan bisnis diproses dengan baik.

Untuk info selengkapnya, Anda bisa mengunjungi website Jurnal atau mencoba demo gratis selama 14 hari!

Saya Mau Coba Gratis Jurnal Sekarang!

atau

Saya Mau Bertanya Ke Sales Jurnal Sekarang!

Pastikan Anda Sudah Pakai Jurnal, Software Akuntansi Online Terpercaya!

 

Nah, itulah ulasan lengkap tentang pengertian, fungsi, jenis, dan cara membuat commercial invoice, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Kategori : Akuntansi

Kembangkan bisnis Anda dengan Jurnal sekarang

https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-invite-to-office.svg

Coba Gratis

Akses seluruh fitur Jurnal by Mekari selama 14 hari tanpa biaya apapun

Coba Gratis 14 hari
https://d39otahjdwbcpl.cloudfront.net/wp-content/uploads/2021/04/ic-demo-interaktif.svg

Jadwalkan Demo

Jadwalkan sesi demo dan konsultasikan kebutuhan Anda langsung dengan sales kami

Jadwalkan Demo