Mekari Jurnal
Daftar Isi
9 min read

Letter of Credit (L/C): Fungsi, Jenis, dan Prosedurnya

Tayang 21 May 2024

Biasanya perusahaan yang sudah melakukan ekspansi akan aktif dalam menjalankan bisnis transaksi dalam skala internasional. Lalu, perusahaan akan menggunakan Letter of Credit sebagai sistem pembayarannya. Apa itu L/C ini?

Ketika sebuah perusahaan mendapatkan pesanan dari pelanggan baru yang berasal dari luar negeri, pembayaran menjadi salah satu concern utama bagi perusahaan.

Bagaimana jika barang telah dikirimkan namun pembeli tidak membayar? Atau pembayaran telah dilakukan tetapi ternyata barang tidak dikirim?

Untuk meminimalisir risiko, Anda dapat menawarkan transaksi pembelian dengan Letter of Credit kepada pihak pembeli maupun penjual.

Dalam artikel ini, Anda akan dapat menemukan beragam pertanyaan tentang Letter of Credit yang Anda butuhkan. Simak selengkapnya mulai dari:

  • Apa yang dimaksud dengan Letter of Credit (L/C)?
  • Apa fungsi dan peran dari L/C dalam transaksi perusahaan?
  • Ada berapa jenis-jenis Letter of Credit?
  • Dokumen apa saya yang diperlukan dalam transaksi L/C?
  • Bagaimana prosedur implementasi L/C?
  • Bagaimana kebijakan terkait gagalnya transaksi dengan L/C?

pertanyaan seputar letter of credit

Apa itu Letter of Credit (L/C)?

Letter of Credit (L/C) adalah dokumen yang diterbitkan oleh bank untuk menjamin pembayaran transaksi bisnis pembayaran dalam transaksi perdagangan antara dua pihak yang belum saling mengenal atau tidak saling percaya.

Dokumen ini umumnya digunakan dalam perdagangan internasional yang melibatkan transaksi ekspor atau impor barang dengan kuantitas yang banyak, walaupun terkadang juga digunakan pada perdagangan lokal seperti proyek konstruksi.

Letter of Credit atau Documentary Credit adalah janji bank atas nama pembeli (pemohon/importir) untuk membayar penjual (penerima/eksportir) dengan jumlah tertentu dalam mata uang yang disepakati, dengan ketentuan penjual menyerahkan dokumen yang diperlukan dengan batas waktu yang telah ditentukan.”

Shipping and Freight Resource

Fungsi dari Letter of Credit dalam Transaksi Antar Perusahaan Internasional

Letter of Credit memiliki fungsi utama yaitu:

1. Perlindungan terhadap Penjual (Seller Protection)

Jika pembeli gagal membayar pihak penjual, bank yang menerbitkan L/C akan membayar penjual jika penjual memenuhi semua persyaratan dalam surat tersebut.

Ini memberikan keamanan ketika pembeli dan penjual berada di negara yang berbeda.

2. Perlindungan terhadap Pembeli (Buyer Protection)

Jika Anda membayar seseorang untuk menyediakan barang dan mereka gagal untuk memenuhi pesanan, pihak pembeli mungkin dapat dibayar menggunakan Stand By L/C.

Pembayaran itu sama halnya dengan pengembalian (refund) terhadap pembeli dan berupa “penalti” bagi penjual yang tidak dapat memenuhi pesanan pembeli.

Sehingga ini memungkinkan pembeli mencari penjual lain untuk menyediakan produk atau layanan yang dibutuhkan.

Siapa yang mengeluarkan Letter of Credit?

Letter of Credit (L/C) diterbitkan oleh bank yang sering disebut issuing bank atau bank penerbit. Bank ini bertindak sebagai jaminan pembayaran untuk memastikan bahwa pembayaran akan dilakukan kepada eksportir (penjual) oleh bank koresponden (advising bank) setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Kenapa L/C banyak diminati?

Letter of Credit (L/C) banyak diminati dalam perdagangan internasional karena dapat memberikan jaminan keamanan dan kemudahan dalam transaksi perdagangan antara eksportir dan importir.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa L/C banyak diminati:

  • Memberikan jaminan pembayaran kepada eksportir, sehingga eksportir tidak perlu khawatir tentang risiko tidak dibayar atau penundaan pembayaran dari pihak importir.
  • Meningkatkan kepercayaan dan keamanan dalam hubungan bisnis.
  • Memastikan bahwa barang akan dikirimkan sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati antara eksportir dan importir.
  • Mempermudah proses penyelesaian sengketa dengan cara menjamin pembayaran atau menunda pembayaran sampai sengketa tersebut teratasi.
  • Meningkatkan akses ke pasar global dan memperkuat hubungan bisnis dengan pihak-pihak internasional.
  • Mengurangi risiko dalam transaksi perdagangan internasional, termasuk risiko kredit, risiko politik, risiko pengiriman, dan risiko perubahan kurs.

Apa saja jenis-jenis L/C?

Ada beberapa jenis Letter of Credit (L/C) yang berbeda, masing-masing memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda pula.

Berikut adalah beberapa jenis L/C yang umum digunakan dalam perdagangan internasional:

  • Revolving L/C:  Diterbitkan untuk transaksi perdagangan berulang dengan nilai dan tanggal kadaluwarsa yang sama. Setelah pembayaran dilakukan, Letter of Credit akan diperbaharui secara otomatis untuk transaksi berikutnya hingga jangka waktu yang ditentukan.
  • Transferable L/C: Jenis Letter of Credit yang dapat dialihkan kepada pihak ketiga yang telah ditunjuk oleh eksportir, di mana pihak ketiga tersebut dapat menerima pembayaran atas nama eksportir dan memberikan kemudahan finansial.
  • Back-to-back L/C: Diterbitkan oleh bank penerima L/C asli kepada pihak ketiga yang diminta oleh eksportir sebagai jaminan untuk membayar produsen atau supplier atas barang atau jasa yang dipesan oleh eksportir.
  • Standby L/C: Digunakan sebagai jaminan pembayaran dan tidak dimaksudkan untuk digunakan sebagai pembayaran langsung, melainkan untuk membayar kegagalan kontrak atau pembayaran dari pihak pembeli atau pengirim.
  • Red Clause L/C: Memungkinkan eksportir untuk memperoleh dana di muka sebelum pengiriman barang dengan memberikan jaminan dari bank penerbit.
  • Green Clause L/C: Jenis Letter of Credit yang memperbolehkan eksportir untuk memperoleh dana di muka untuk persiapan barang sebelum pengiriman, seperti untuk persiapan gudang atau persiapan khusus lainnya.

 

Dokumen apa saja yang diperlukan dalam transaksi Letter of Credit

Dokumen-dokumen yang diperlukan dalam transaksi Letter of Credit (L/C) bervariasi tergantung pada persyaratan yang ditetapkan oleh bank penerbit L/C, jenis barang yang diperdagangkan, dan aturan perdagangan internasional.

Beberapa dokumen yang umumnya dibutuhkan antara lain:

  • Invoice: Faktur penjualan yang berisi rincian tentang jumlah barang, harga, dan biaya-biaya lain yang terkait dengan transaksi perdagangan.
  • Packing list: Daftar barang yang dikemas dan diangkut dengan rincian jumlah, berat, dimensi, dan kondisi barang.
  • Bill of Lading: Dokumen yang dikeluarkan oleh perusahaan pengiriman yang memuat informasi tentang barang, jumlah, dan tujuan pengiriman, serta tanda tangan kapten kapal sebagai bukti bahwa barang telah diterima dan akan diangkut ke tujuan dengan aman.
  • Certificate of Origin: Dokumen yang mengidentifikasi asal barang yang diimpor atau diekspor, biasanya dikeluarkan oleh otoritas pemerintah atau organisasi khusus.
  • Insurance Certificate: Sertifikat asuransi yang memberikan bukti bahwa barang telah diasuransikan melawan risiko kerusakan atau kehilangan selama pengiriman.
  • Inspection Certificate: Sertifikat pemeriksaan yang mengkonfirmasi kualitas dan kondisi barang yang diimpor atau diekspor.
  • Draft atau Bill of Exchange: Dokumen yang menginstruksikan bank untuk melakukan pembayaran kepada eksportir setelah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan dalam L/C.

Sumber: GIPHY

Bagaimana prosedur pengurusan Letter of Credit?

Prosedur pengurusan Letter of Credit bisa berbeda-beda tergantung dari kebijakan dan persyaratan masing-masing bank.

Berikut adalah langkah-langkah dalam pengurusan Letter of Credit:

  1. Pihak importir (pembeli) dan eksportir (penjual) melakukan kesepakatan untuk melakukan transaksi perdagangan dengan menggunakan L/C sebagai jaminan pembayaran.
  2. Pihak importir kemudian meminta banknya (issuing bank) untuk membuka L/C dan memberikan detail tentang transaksi perdagangan seperti nama eksportir, jumlah barang, harga, dan tanggal pengiriman.
  3. Issuing bank akan memberikan instruksi kepada bank koresponden (advising bank) di negara eksportir untuk memberitahukan kepada eksportir bahwa L/C telah dibuka dan memberikan detail tentang persyaratan yang harus dipenuhi oleh eksportir.
  4. Eksportir kemudian melakukan pengiriman barang sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam L/C, misalnya tanggal pengiriman, jenis barang, dan dokumen yang harus disertakan.
  5. Setelah barang dikirim, eksportir mengumpulkan semua dokumen yang diperlukan, seperti faktur, surat jalan, dan sertifikat asal barang, dan mengirimkannya ke bank koresponden.
  6. Bank koresponden akan memeriksa dokumen-dokumen tersebut untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan persyaratan dalam L/C.
  7. Jika semua dokumen dinyatakan lengkap dan sesuai, bank koresponden akan membayar eksportir sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam L/C.
  8. Bank koresponden kemudian mengirimkan dokumen-dokumen tersebut ke issuing bank, yang kemudian memberikan dokumen tersebut kepada importir.
  9. Importir kemudian memeriksa dokumen-dokumen tersebut untuk memastikan bahwa semuanya sesuai dengan persyaratan dalam L/C, dan jika semuanya dinyatakan lengkap, importir akan membayar issuing bank sesuai dengan jumlah yang tercantum dalam L/C.
  10. Transaksi perdagangan selesai dan semua pihak terlibat telah memenuhi kewajibannya sesuai dengan persyaratan dalam L/C.

Penting: Pahami Setiap Term and Condition dari L/C

Jika Anda mengandalkan pembayaran transaksi via L/C, pastikan Anda melakukan beberapa hal ini:

  • Tinjau dengan teliti semua persyaratan (Terms and Condition) sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.
  • Pahami semua dokumen yang diperlukan, jika ada satu poin yang kurang Anda pahami, segera tanyakan kepada bank penyedia L/C.
  • Pastikan Anda mendapatkan semua dokumen yang diperlukan untuk kelancaran proses L/C.
  • Perhatikan batas waktu yang diberikan.
  • Ketahui seberapa cepat penyedia layanan (jasa terkait shipment, dan pihak terkait lainnya) akan menghasilkan dokumen untuk Anda.
  • Dapat menyerahkan dokumen ke bank tepat waktu.
  • Buat semua dokumen yang diperlukan sesuai dengan aplikasi L/C. Bahkan kesalahan tipografi atau kesalahan umum dan terkesan kecil sekalipun dapat menyebabkan masalah.

Bagaimana jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan perjanjian?

Jika barang yang dikirim tidak sesuai dengan persyaratan dalam Letter of Credit, maka bank penerima dapat menolak untuk membayar atau menghentikan pembayaran pada eksportir sampai permasalahan ini dapat diatasi.

Hal ini dikarenakan alat pembayaran ini bersifat conditional, yang berarti bahwa pembayaran hanya akan dilakukan jika dokumen dan persyaratan tertentu telah dipenuhi.

Pihak importir dan eksportir kemudian harus mencari solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, seperti melakukan perundingan ulang tentang kualitas barang atau melakukan pengembalian barang.

Kesimpulan

Penggunaan Letter of Credit (L/C) tentunya dapat memperlancar transaksi bisnis Anda terlebih yang aktif dalam mengembangkan sayapnya hingga ke transaksi antar mancanegara.

Walau terkesan rumit dan kompleks, adanya L/C dapat menguntungkan karena merupakan metode pembayaran yang paling aman bagi pengusaha importir dan eksportir barang.

Mari kita rangkum lagi bagaimana tahapan atau proses pengurusan Letter of Credit:

  • Pembeli harus mendaftar L/C di bank penerima, lalu membayar sejumlah total nilai barang pesanan kepada bank penerima L/C untuk mendapatkan persetujuan pembiayaan (Approval for Financing).
  • Bank penerima menghubungi bank pembayar yang berada di daerah pihak penjual untuk memberikan konfirmasi bahwa pihak pembeli sudah membayar kepada bank penerima.
  • Bank pembayar baru akan mencairkan dana kepada penjual jika penjual menyerahkan dokumen-dokumen persyaratan seperti invoice pengiriman, bukti transaksi, perizinan bea cukai, dan lain sebagainya yang membuktikan bahwa barang sudah dalam proses pengiriman.

Untuk mempermudah pencatatan pengiriman barang kepada pelanggan, termasuk jika Anda menggunakan L/C, Anda bisa menggunakan Mekari Jurnal.

Mekari Jurnal adalah software akuntansi online yang memiliki fitur pengelolaan invoice di mana Anda bisa memeriksa dan menelusuri tiap faktur terkait barang yang dikirim kepada pelanggan.

Anda juga dapat merasakan kemudahan dalam pembuatan invoice atau faktur dengan mudah melalui invoice generator gratis dari Mekari Jurnal.

Software ini juga dapat memudahkan pengelolaan bisnis Anda karena telah teintegrasi dengan berbagai platform manajemen mulai dari pajak, POS, hingga supply chain management.

Apakah Anda tertarik? Jika Ya, silahkan berkonsultasi lebih lanjut dan mendapatkan kesempatan untuk coba gratis Mekari Jurnal selama 7 hari!

Konsultasi Gratis dengan Tim Mekari Jurnal di sini!

 

 

 

Referensi:

Investopedia, “Letter of Credit: What It Is, Examples, and How One Is Used”.

CFI, “Letter of Credit”.

Efinancemanagement, “Types of Letter of Credit (LC)”.

Shipping and Freight Resource, “What is a letter of credit, how it works and who needs it..”.

Kategori : Business Management
Kelola Keuangan Lebih Optimal, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini
Jurnal software akuntansi terpercaya

 

Dapatkan free trial sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal
Kelola Keuangan Lebih Optimal, Dapatkan Penawaran Terbatas Ini
Jurnal software akuntansi terpercaya

 

Dapatkan free trial sekarang!

 

Ikuti akun media sosial resmi dari Mekari Jurnal