Pengertian Akuntabilitas dalam Akuntansi dan Penerapannya

Akuntabilitas merupakan istilah yang sangat erat hubungannya dengan ilmu akuntansi dan manajemen. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian akuntabilitas adalah pertanggungjawaban atau keadaan yang dapat dimintai pertanggungjawaban.  

Akuntabilitas adalah prinsip yang selalu diterapkan oleh seorang akuntan dalam menjalankan tugasnya. Prinsip ini juga harus dipegang erat oleh perusahaan agar setiap karyawannya dapat menjalankan tugas dengan baik sehingga tujuan bisnis mudah tercapai. 

Lantas, apa itu akuntabilitas? Apa saja jenisnya? Dan bagaimana fungsinya? Berikut ini adalah penjelasannya!

Pengertian Akuntabilitas 

Akuntabilitas adalah sebuah konsep etika yang berhubungan dengan kemampuan menjelaskan keputusan yang diambil dan aktivitas yang dilakukan. Dalam ilmu akuntansi, konsep akuntabilitas harus dapat dipisahkan dari istilah responsibilitas karena memiliki perbedaan. 

Menurut Lawton and Rose, akuntabilitas artinya proses saat seseorang atau sebuah organisasi membuat laporan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya. 

Menurut Adisasmita (2011:30), akuntabilitas adalah instrumen pertanggungjawaban atas konsep keberhasilan dan kegagalan tugas pokok serta fungsi organisasi. 

Dari beberapa penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa arti akuntabilitas yakni sistem kontrol tanggung jawab atas tugas dan fungsi masing-masing jabatan. 

Note: Menggunakan sistem pembukuan Anda untuk akuntabilitas adalah cara yang bagus untuk menjaga bisnis Anda di jalur yang tepat mencapai tujuannya. Baca artikel Masalah Akuntabilitas Teratasi dengan Sistem Pembukuan yang Tepat!

Prinsip Akuntabilitas

Bisakah Seorang Akuntan Work From home?

 

Prinsip-prinsip akuntabilitas adalah:

  1. Adanya komitmen dari pimpinan dan seluruh staf untuk melakukan pengelolaan organisasi yang memiliki nilai akuntabel. 
  2. Merupakan sistem yang menjamin penggunaan sumber daya secara konsisten berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Menunjukkan tingkat pencapaian tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.
  4. Berorientasi pada visi, misi, hasil, dan manfaat yang diperoleh organisasi.
  5. Memegang erat nilai kejujuran, transparan, objektif dan inovatif. 

Jenis Akuntabilitas

Akuntabilitas terdiri dari beberapa jenis tergantung konteks yang sedang dipakai. Menurut Mardiasmo, akuntabilitas terdiri dari dua jenis, yaitu:

1. Akuntabilitas Vertikal

Akuntabilitas vertikal adalah sebuah kondisi di mana seseorang mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil kepada jabatan otoritas di atasnya. Misalnya saja akuntabilitas kepala dinas kepada walikota, kepala cabang kepada direktur, atau menteri kepada presiden. 

2. Akuntabilitas Horizontal

Akuntabilitas horizontal adalah tanggung jawab organisasi terhadap masyarakat dan lingkungan eksternalnya yang tidak ada hubungan antara atasan dan bawahan. Tanggung jawab di sini biasanya berhubungan erat dengan penyelesaian tugas pada pelayanan publik. 

Jurnal-Ebook_Keloal Arus Kas_Banner Blog

Fungsi Akuntabilitas

Menurut Bowen, prinsip akuntabilitas memiliki 3 fungsi di antaranya:

1. Alat Kontrol Tugas

Prinsip akuntabilitas merupakan media kontrol berjalannya tugas dan program yang telah dilakukan dari pemimpin kepada anggotanya maupun kepada jabatan di atasnya. 

Akuntabilitas dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pemimpin dalam masa jabatan tertentu. Dewan pengawas maupun pihak yang berkepentingan dapat melakukan evaluasi kinerja yang sudah dilakukan. 

2. Menekan Angka Penyalahgunaan Tugas

Penyalahgunaan tugas dan wewenang mengarah pada tindakan korupsi. Adanya cacat sistem dalam sebuah organisasi berpeluang besar terjadinya budaya korupsi. Hal ini berkaitan pada aktivitas yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri dengan cara instan. 

Seringkali, tindakan korupsi dapat terbongkar setelah adanya proses audit keuangan. Melalui laporan pertanggung jawaban, dewan direksi dapat mengetahui potensi dan indikasi adanya korupsi atau tidak dalam sebuah organisasi. 

3. Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Kinerja

Sebuah aktivitas dapat dikatakan efisien ketika memberikan keuntungan yang banyak bagi perusahaan. Misalnya ketika perusahaan mampu memproduksi 1000 barang secara cepat maka keuntungan yang didapatkan semakin banyak. 

Sistem yang efisien tidak bisa terjadi begitu saja. Ada proses dan evaluasi yang harus dilakukan secara terus menerus. Akuntabilitas dapat membantu pemimpin untuk mengevaluasi titik-titik mana saja yang belum efisien. 

Konsep efektivitas berhubungan dengan tingkat kepuasan stakeholder maupun masyarakat. Di sinilah pentingnya sebuah organisasi memiliki proses yang efektif dalam menjalankan usahanya. 

Proses akuntabilitas membantu organisasi/ perusahaan untuk mengetahui apa yang sedang dibutuhkan stakeholder dan masyarakat. Seperti laporan keuangan, laporan keuangan sebagai salah satu alat untuk menilai akuntabilitas bisnis Anda kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Gunakan bantuan software akuntansi online untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan yang rapi dan akuntabel.

Jurnal adalah software akuntansi online yang memiliki fitur lengkap untuk memudahkan Anda menyusun laporan keuangan yang akuntabel. Jurnal menyediakan manfaat laporan keuangan, faktur, stok barang, hingga akses mobile yang mudah digunakan kapan pun dan di mana pun. 

 


PUBLISHED02 Jul 2020
Risna
Risna

SHARE THIS ARTICLE: